{"id":6461,"date":"2021-04-17T08:14:45","date_gmt":"2021-04-17T01:14:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6461"},"modified":"2021-04-29T21:49:02","modified_gmt":"2021-04-29T14:49:02","slug":"apa-itu-nosql","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-nosql\/","title":{"rendered":"Apa Itu NoSQL"},"content":{"rendered":"\n<p>Kali ini kami akan membahas tentang pengertian dan konsep database NoSQL. NoSQL berbeda dengan SQL karena ia tidak memerlukan skema serta tidak mempunyai relasi tabel sehingga lebih fleksibel. Oke deh, baca sampai selesai yuk <strong>Apa Itu NoSQL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Database NoSQL terus meningkat jumlah penggunaannya, khususnya pada implementasi <em>big data<\/em> dan aplikasi <em>real-time <\/em>web.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu NoSQL? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>SQL adalah akronim dari <em>Structured Query Language<\/em>, yaitu sebuah konsep basis data yang tersusun dari skema, tabel, kolom, dan baris. <em>Query <\/em>atau sintaks pemanggilan data pada database SQL, memanfaatkan media relasi tabel. Beberapa kelompok data dari tabel-tabel yang berbeda dapat dipanggil bersamaan secara serentak.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila <em>user <\/em>ingin menampilkan data-data yang diinginkan saja maka dapat dilakukan dengan desain bahasa <em>query <\/em>tertentu. Tabel-tabel dalam database SQL merupakan sekumpulan tabel yang solid dan <em>fixed<\/em>. Oleh karena itu, sedikit saja perubahan struktur pada satu tabel, bisa jadi mengakibatkan kegagalan <em>query <\/em>yang sudah terprogram di bagian View atau Trigger.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian NoSQL (Non SQL) adalah sebuah konsep serta model basis data yang fleksibel. Secara general maupun spesifik NoSQL tidak mengikuti kaidah-kaidah database relasional atau <em>Relational Database Management System<\/em> (RDBMS). NoSQL tidak menggunakan bahasa query SQL.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah NoSQL pertama kali dipublikasikan oleh Carlo Strozzi pada 1998 untuk menamakan basis data yang sedang ia kembangkan saat itu. Strozzi mengutarakan bahwa cara kerja NoSQL saat itu \u2018sangat berbeda\u2019 dengan <em>relational-database <\/em>secara keseluruhan. Itulah alasan kenapa ia menyebutnya NoREL yang merujuk pada istilah No Relational.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhir tahun 2000, pengembangan NoSQL mulai dilanjutkan lagi dengan tujuan untuk mengatasi keterbatasan SQL, khususnya pada aspek skalabilitas dan potensi pendataan multi-strukturnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis Database NoSQL <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Database NoSQL berbeda dengan database SQL yang metode penyimpanan datanya hanya satu tipe saja. Struktur database NoSQL lebih dinamis dan fleksibel dengan empat jenis model penyimpanan data, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li><strong>Key-value (KV) store<\/strong>: ArangoDB, Apache Ignite, Oracle NoSQL Database, Couchbase, Dynamo, Redis, Riak. Penyimpanan KV menggunakan associative array, juga dikenal sebagai map atau dictionary sebagai dasar data modelnya. Pada model ini, data disajikan sebagai sebuah koleksi KV yang berpasangan.<\/li><li><strong>Document-based<\/strong>: Apache CouchDB, ArangoDB, BaseX, Clusterpoint, Couchbase, Cosmos DB, IBM Domino, MarkLogic, MongoDB, OrientDB, Qizx, RethinkDB. Konsep penyimpanan data <em>document-based <\/em>adalah sebuah gagasan dari konsep sebuah dokumen. Setiap implementasi basis data dari <em>document-based <\/em>umumnya diasumsikan bahwa dokumen-dokumen tersebut di-enkapsulasi (<em>encapsulate<\/em>) dan di-encode ke dalam suatu format standar encoding.<\/li><li><strong>Column-based<\/strong>: Accumulo, Cassandra, Scylla, HBase. Bisa disebut juga model <em>wide-column<\/em>, memungkinkan akses data yang sangat cepat dengan memanfaatkan <em>row key, column name<\/em>, dan <em>cell timestamp<\/em>. Fleksibilitas dari skema dari jenis database ini memungkinkan <em>record <\/em>pada kolom-kolomnya (<em>column<\/em>) tidak harus konsisten. <em>User <\/em>dapat menambahkan kolom pada satu <em>row <\/em>yang spesifik tanpa harus menambahkannya di setiap <em>record<\/em>.<\/li><li><strong>Graph-based<\/strong>: AllegroGraph, ArangoDB, InfiniteGraph, Apache Giraph, MarkLogic, Neo4J, OrientDB, Virtuoso. Dalam teorinya, struktur <em>graph-based <\/em>terdiri dari vertices dan edges (data dan <em>connections<\/em>), yang bisa disebut sebagai data <em>relationship<\/em>. <em>Graphs <\/em>berperilaku serupa sebagaimana manusia berpikir dan data tersusun dalam relasi yang spesifik di antara unit-unit data yang memiliki ciri-cirinya tersendiri. Database jenis ini berguna untuk memvisualisasikan, menganalisa, serta membantu kalian untuk menemukan keterkaitan di antara data-data yang berbeda-beda.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"441\" height=\"441\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Apa-Itu-NoSQL-1.png\" alt=\"apa-itu-noSQL\" class=\"wp-image-6463\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Apa-Itu-NoSQL-1.png 441w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Apa-Itu-NoSQL-1-300x300.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Apa-Itu-NoSQL-1-150x150.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 441px) 100vw, 441px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan database NoSQL dibandingkan database SQL <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada beberapa kasus NoSQL dinilai dapat bekerja lebih baik daripada SQL yang berbasis relasional, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Ketika kalian butuh menyimpan data dalam jumlah yang besar dengan skema yang tidak konsisten. Skema data pada NoSQL tidak <em>fixed <\/em>seperti pada SQL. Perubahan struktur dan skema yang sewaktu-waktu bisa berubah, dapat ditangani dengan mudah tanpa harus mengubah konsistensi data di <em>database <\/em>itu sendiri.<\/li><li>Ketika kalian membutuhkan komputasi dan penyimpanan data secara <em>cloud-based<\/em>. Sebagian besar database NoSQL dibuat dan dirancang agar bisa bekerja di <em>data-center <\/em>yang berbeda dan dijalankan sebagai sistem terdistribusi.&nbsp;<\/li><li>Ketika kalian menjadi <em>web-developer <\/em>atau <em>app-developer <\/em>dan kalian membutuhkan <em>update <\/em>yang cepat (<em>rapidly<\/em>). Dengan NoSQL kalian tidak perlu mempersiapkan data sebagaimana jika kalian menggunakan RDBMS (SQL). Kalian bahkan dapat melakukan migrasi data yang sudah terstruktur dari satu versi aplikasi ke versi <em>update <\/em>setelahnya.&nbsp;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan database NoSQL dibandingkan database SQL <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam konsep database RDBMS, terdapat kaidah ACID, yaitu empat kaidah transaksi data. ACID merupakan akronim dari <em>Atomic, Consistent, Isolated,<\/em> dan <em>Durable<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li><strong>Atomic <\/strong>artinya setiap <em>record <\/em>atau <em>row <\/em>adalah data yang unik, tidak bisa digantikan data yang lain.<\/li><li><strong>Consistent<\/strong>, setiap baris data adalah data yang konsisten. Maksudnya adalah data akan tetap konsisten setelah dieksekusi dengan suatu operasi tertentu. Server maupun <em>client <\/em>akan melihat data yang sama.<\/li><li><strong>Isolated <\/strong>artinya setiap perubahan satu <em>record <\/em>adalah satu transaksi yang independen, tidak ada hubungannya dengan transaksi <em>record <\/em>lainnya.<\/li><li><strong>Durable<\/strong> artinya setelah transaksi selesai, efek dari perubahan tersebut tersimpan secara solid dan permanen.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Oke Guys, gimana pembahasan kali ini? Semoga bermanfaat ya. Boleh sharing lho terkait NoSQL agar kawan-kawan lain bisa semakin merasakan manfaat tentang materi kali ini \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><br><br>Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website kalian. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini kami akan membahas tentang pengertian dan konsep database NoSQL. NoSQL berbeda dengan SQL karena ia tidak memerlukan skema serta tidak mempunyai relasi tabel sehingga lebih fleksibel. Oke deh, baca sampai selesai yuk Apa Itu NoSQL Database NoSQL terus meningkat jumlah penggunaannya, khususnya pada implementasi big data dan aplikasi real-time web.&nbsp; Apa Itu NoSQL? &#8230; <a title=\"Apa Itu NoSQL\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-nosql\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu NoSQL\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1595,283,7,1599,1601,1600,1598,1597,1596],"class_list":["post-6461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-nosql","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-database-nosql","tag-kekurangan-database-nosql","tag-kelebihan-database-nosql","tag-pengertian-nosql","tag-query","tag-sql","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6461"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6580,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6461\/revisions\/6580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}