{"id":6348,"date":"2021-03-29T13:48:03","date_gmt":"2021-03-29T06:48:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6348"},"modified":"2021-03-30T16:04:44","modified_gmt":"2021-03-30T09:04:44","slug":"remarketing-vs-retargeting-apakah-keduanya-sama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/remarketing-vs-retargeting-apakah-keduanya-sama\/","title":{"rendered":"Remarketing vs Retargeting: Apakah Keduanya Sama?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Remarketing <\/em>dan <em>retargeting <\/em>digunakan secara bergantian tetapi ada perbedaan utama yang harus diperhatikan oleh pengiklan media berbayar. Bingung tentang perbedaan antara <em>remarketing <\/em>dan <em>retargeting<\/em>? Kita cari tahu perbedaannya yuk di&nbsp; <strong>Remarketing vs Retargeting: Apakah Keduanya Sama?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kedua istilah tersebut digunakan secara bergantian. Tapi apakah pengertian mereka sama? Secara teknis tidak! <em>Remarketing <\/em>dan <em>retargeting <\/em>memiliki tujuan yang serupa. Namun ada juga perbedaan penting yang perlu kalian pahami, yakni mereka berbeda dalam hal strategi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Remarketing dan Retargeting: Mirip Tapi Berbeda <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manajer periklanan menghabiskan banyak waktu untuk menguji audiens, mereka juga menjadi kreatif, dan terobsesi dengan angka. Hal ini bisa menjadi proses yang panjang dengan hanya sebagian kecil pengeklik iklan yang benar-benar melakukan konversi. Meskipun kalian mungkin mendapatkan banyak <em>traffic <\/em>web baru yang masuk, kalian mungkin tidak akan melihat angka tersebut bisa diterjemahkan ke dalam penjualan dengan cepat. Selain itu, hanya sedikit yang bisa menjadi suatu penjualan saat pertama kali mendarat di <em>webpage <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa dikatakan bahwa sangatlah mudah untuk melupakan peran sebenarnya dari <em>marketing<\/em>: memenangkan hati mereka jauh sebelum mereka membuat keputusan untuk memilih produk atau perusahaan kalian daripada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Seringkali, orang terbaik untuk ditargetkan adalah mereka yang telah mengunjungi situs kalian lebih dari sekali atau pernah berinteraksi secara digital dengan kalian di masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>dan <em>remarketing <\/em>sama-sama memberikan peluang untuk menjangkau pelanggan ini dan merekalah yang cenderung membeli daripada pengunjung pertama kali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Retargeting? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>dapat memiliki berbagai pendekatan. Ini paling sering mengacu pada penempatan iklan <em>online <\/em>atau iklan bergambar yang menargetkan pengguna yang telah berinteraksi dengan situs kalian dengan cara tertentu tanpa membeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah pengunjung memasuki situs kalian, mengklik produk, atau melakukan tindakan tertentu yang kalian ingin mereka lakukan, <em>cookie <\/em>di <em>set <\/em>di <em>browser <\/em>mereka. Selanjutnya kalian dapat menggunakan informasi ini untuk <em>retarget <\/em>mereka dengan iklan berdasarkan interaksi mereka setelah mereka meninggalkan situs kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Iklan ini ditempatkan oleh pihak ketiga, seperti Google Display Network (GDN) atau Facebook. Mereka membuat iklan kalian untuk dipicu di situs lain yang dikunjungi pengunjung oleh kalian. Pada akhirnya, <em>retargeting <\/em>dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu peristiwa &#8220;<em>on-site<\/em>&#8221; dan &#8220;<em>off-site<\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menargetkan Interaksi \u201cOn-Site\u201d <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Hal inilah yang sering dikaitkan dengan <em>retargeting<\/em>. Ini melibatkan penargetan individu yang telah mengunjungi situs kalian. Mereka pernah berinteraksi dengan produk dan layanan kalian sebelumnya atau mereka telah mengambil tindakan lain tetapi mungkin belum menyelesaikan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>kepada mereka yang pernah melakukan interaksi di situs, dapat meningkatkan konversi. Mereka juga dapat membantu mempertahankan mereka yang telah menunjukkan minat pada <em>brand <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa cara kalian dapat menargetkan individu yang pernah berinteraksi <em>on-site<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Menargetkan berdasarkan produk tempat mereka berinteraksi tetapi tidak membeli.<\/li><li>Targetkan berdasarkan bagaimana mereka menemukan situs kalian (media sosial, penelusuran, atau <em>inbound events<\/em> lainnya).<\/li><li>Mereka yang ada di daftar email kalian yang telah menyatakan minat pada <em>brand <\/em>kalian tetapi belum beralih ke penjualan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Parameter ini dapat diatur dalam berbagai platform, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Google Ads.<\/li><li>Google Analytics.<\/li><li>Iklan Facebook.<\/li><li>dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><em>Retargeting campaigns<\/em> hampir selalu menunjukkan keterlibatan dan konversi yang lebih tinggi daripada <em>non-retargeting campaigns<\/em>. Ini kembali ke fakta bahwa jauh lebih mudah untuk memasarkan dan mengiklankan kepada mereka yang telah menyatakan minat pada industri atau <em>brand <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menargetkan Interaksi \u201cOff-Site\u201d <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>dulunya sangat terbatas pada perilaku di situs. Itu berubah karena lebih banyak pengguna menghabiskan waktu di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengiriman terkait informasi <em>brand <\/em>dan produk tidak lagi bertempat di satu tempat. Sebaliknya, itu mulai menyebar ke seluruh wilayah lain. Artinya, interaksi audiens sekarang ini ada di beberapa tempat yang tidak lagi dimiliki oleh <em>brand <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>sekarang dapat mencakup &#8220;pengguna yang berinteraksi dengan page kalian&#8221; dan opsi serupa lainnya. Dalam praktiknya, menargetkan pengguna ini masih menargetkan ulang. Ini bisa menjadi dunia baru yang berani dari penargetan interaksi &#8220;<em>off-site<\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"595\" height=\"571\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-1.png\" alt=\"retargeting-vs-remarketing-1\" class=\"wp-image-6350\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-1.png 595w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-1-300x288.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 595px) 100vw, 595px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Remarketing? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di sinilah terdapat poin yang sedikit membingungkan dalam industri. Terkadang <em>retargeting <\/em>disebut sebagai &#8220;<em>remarketing<\/em>&#8221; (meskipun sebenarnya itu adalah <em>remarketing<\/em>). Contohnya adalah Google Remarketing Tools. Mereka semua adalah alat <em>retargeting <\/em>dalam pengertian klasik.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ini mungkin sedikit membingungkan, ingatlah bahwa <em>remarketing <\/em>dan <em>retargeting <\/em>memang memiliki tujuan yang sama dan terminologinya tidak sepenting strategi terkait. Oleh karena itu, <em>remarketing <\/em>lebih sering tentang melibatkan kembali (<em>re-engaging<\/em>) pelanggan melalui email.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Retargeting <\/em>adalah tentang memindahkan pelanggan yang sama sekali belum ke jalur pembelian. Hal-hal seperti mengirim email kepada pelanggan untuk memperbarui layanan atau menjual lebih aksesori adalah contoh tradisional dari <em>remarketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini juga dapat berupa <em>brand <\/em>yang mengingatkan (<em>reminding<\/em>) pengguna untuk bertindak, yang mana menggunakan informasi tentang riwayat pembelian mereka. Ini sering terjadi dalam <em>email marketing<\/em> tetapi juga dalam bentuk iklan berbayar yang ditargetkan ke keranjang pelanggan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Garis Buram Antara Remarketing dan Retargeting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kedua taktik ini biasanya ada dalam silo: email bagaikan pulau tersendiri dan media berbayar dibatasi pada penargetan <em>top of funnel<\/em> serta <em>remarketing <\/em>berdasarkan tindakan situs. Namun, keduanya kini menjadi agak saling dipertukarkan dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Silo adalah sebuah sistem yang memisahkan jenis-jenis karyawan yang berbeda, biasanya berdasarkan departemen tempat mereka bekerja. Hal ini menimbulkan hambatan yang menghalangi kolaborasi tim dan komunikasi, serta mengurangi efisiensi dan menghambat arus informasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa? Nah, <em>platform <\/em>seperti Google Ads, Facebook, mereka menambahkan kemampuan untuk menargetkan di <em>platform <\/em>menggunakan daftar pelanggan email bertahun-tahun yang lalu. Email tidak lagi ada sebagai sebuah<em> silo<\/em> yang terpisah atas informasi dari bagian media berbayar di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah versi Facebook:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"595\" height=\"571\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-2.png\" alt=\"remarketing-vs-retargeting-2\" class=\"wp-image-6351\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-2.png 595w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-2-300x288.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 595px) 100vw, 595px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Ini adalah versi Google Ads:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"609\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-3-1024x609.png\" alt=\"remarketing-vs-retargeting-3\" class=\"wp-image-6352\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-3-1024x609.png 1024w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-3-300x178.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-3-768x457.png 768w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Remarketing-vs-Retargeting-Apakah-Keduanya-Sama-3.png 1051w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Ketika daftar email di<em>upload<\/em>, <em>platform <\/em>kemudian akan bekerja untuk mencocokkan alamat email tersebut dengan login pengguna. Daftar yang cocok itu digunakan untuk menampilkan iklan (dengan asumsi bahwa itu memenuhi batas minimum ukuran audiens, yang bervariasi menurut <em>platform<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang kalian memiliki garis buram untuk menargetkan pengguna email kalian, mungkin dengan pesan yang sama dengan yang kalian kirim di email tetapi melakukannya dengan iklan berbayar.<\/p>\n\n\n\n<p>Gimana, Guys? Udah dapat insight baru kan setelah baca artikel ini? Ngomong-ngomong nih, kalau bisnis atau perusahaan kalian sudah pernah atau sering menerapkan <em>remarketing <\/em>atau <em>retargeting<\/em>? Sharing yuk di kolom komentar \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian coba. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Remarketing dan retargeting digunakan secara bergantian tetapi ada perbedaan utama yang harus diperhatikan oleh pengiklan media berbayar. Bingung tentang perbedaan antara remarketing dan retargeting? Kita cari tahu perbedaannya yuk di&nbsp; Remarketing vs Retargeting: Apakah Keduanya Sama? Kedua istilah tersebut digunakan secara bergantian. Tapi apakah pengertian mereka sama? Secara teknis tidak! Remarketing dan retargeting memiliki tujuan &#8230; <a title=\"Remarketing vs Retargeting: Apakah Keduanya Sama?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/remarketing-vs-retargeting-apakah-keduanya-sama\/\" aria-label=\"Read more about Remarketing vs Retargeting: Apakah Keduanya Sama?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1499,283,7,1501,1500,1497,1498],"class_list":["post-6348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-retargeting","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-interaksi-off-site","tag-interaksi-on-site","tag-remarketing","tag-retargeting","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6353,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348\/revisions\/6353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}