{"id":6320,"date":"2021-03-25T09:14:01","date_gmt":"2021-03-25T02:14:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6320"},"modified":"2021-03-24T15:31:25","modified_gmt":"2021-03-24T08:31:25","slug":"pengertian-brand-equity-bagaimana-membangun-dan-mengukurnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-brand-equity-bagaimana-membangun-dan-mengukurnya\/","title":{"rendered":"Pengertian Brand Equity, Bagaimana Membangun, dan Mengukurnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Brand equity<\/em> menggambarkan tingkat pengaruh nama <em>brand <\/em>dalam benak konsumen dan nilai dari memiliki <em>brand <\/em>yang dapat diidentifikasi serta dipikirkan dengan baik. Sebuah perusahaan dapat membangun <em>brand equity<\/em> dengan cara menciptakan pengalaman positif yang bisa memikat konsumen untuk terus membeli dari mereka dibandingkan membeli dari pesaing yang membuat produk serupa. Mau tau lebih detail dari brand equity? Yuk baca <strong>Pengertian Brand Equity, Bagaimana Membangun, dan Mengukurnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kesadaran (<em>awareness<\/em>) dan pengalaman (<em>experience<\/em>) adalah dua prinsip utama <em>brand equity<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Kesadaran<\/strong>: Dapatkah konsumen dengan mudah mengidentifikasi <em>brand <\/em>kalian? Pesan dan citra yang mengelilingi <em>brand <\/em>kalian harus kohesif sehingga konsumen selalu dapat mengidentifikasinya bahkan untuk produk baru.<\/li><li><strong>Pengalaman<\/strong>: Bagaimana pengalaman langsung dengan <em>brand <\/em>kalian? Ini berarti bahwa produk tersebut bisa bekerja sebagaimana mestinya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Brand Equity? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam pemasaran, <em>brand equity<\/em> mengacu pada nilai suatu <em>brand <\/em>dan ditentukan oleh persepsi konsumen terhadap <em>brand <\/em>tersebut. <em>Brand equity<\/em> bisa positif atau negatif. Jika konsumen menganggap tinggi suatu <em>brand<\/em> maka ia memiliki <em>brand equity<\/em> yang positif.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, jika <em>brand <\/em>secara konsisten kurang memberikan nilai, gagal memenuhi ekspektasi konsumen, dan menghasilkan kata-kata negatif dari mulut ke mulut, artinya memiliki <em>brand equity<\/em> negatif. Sederhananya,<em> brand equity<\/em> adalah reputasi sebuah <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Brand Equity Penting? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manfaat utama dari membangun <em>brand equity<\/em> yang positif adalah manfaatnya terhadap ROI. Organisasi yang memanfaatkan kekuatan <em>branding <\/em>seringkali menghasilkan lebih banyak uang daripada pesaing, dengan pengeluaran yang juga lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, <em>brand equity<\/em> yang positif memungkinkan <em>brand <\/em>untuk membebankan harga premium. Ketika konsumen percaya pada nilai-nilai yang dikemukakan oleh suatu <em>brand <\/em>dan kualitas produk mereka, mereka akan membayar harga yang lebih tinggi untuk membeli dari <em>brand <\/em>tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Brand equity<\/em> dapat secara positif mempengaruhi laba dengan cara-cara berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Order Value per Customer <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika <em>brand <\/em>kalian memiliki <em>brand equity<\/em> yang positif, orang lebih cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli produk tersebut. Ini menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi. Ini mungkin akan membebani perusahaan dengan jumlah yang sama dengan pesaing untuk membuat produk. Namun, konsumen bersedia membayar untuk nama <em>brand <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Reputasi &amp; Pengeluaran Iklan Lebih Sedikit <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika produk kalian memiliki reputasi yang baik, orang akan mencari kalian sebagai <em>brand <\/em>andalan mereka. Ini menghasilkan lebih sedikit uang yang dibelanjakan melalui iklan dan mengarah pada peningkatan penjualan saat kalian meluncurkan produk baru karena kepercayaan yang sudah mapan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Customer Lifetime Value: Jika pelanggan setia pada <em>brand <\/em>kalian, mereka akan membeli lebih banyak dari kalian.&nbsp;<\/li><li>Customer Loyalty: Pelanggan 7 kali lebih mungkin untuk memaafkan <em>brand <\/em>yang mereka loyalkan atas suatu kesalahan. Selain itu, konsumen 9 kali lebih mungkin untuk mencoba produk baru dari <em>brand <\/em>yang mereka sukai.<\/li><li>Stock Price: <em>brand equity<\/em> yang kuat dapat meningkatkan proses <em>stock market <\/em>untuk organisasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Membangun Brand Equity <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada imbalan yang jelas untuk membangun brand equity tetapi dibutuhkan banyak kerja keras dan riset di awal untuk membangun dan mempertahankan status ini. Ini dimulai dengan melakukan riset tentang nilai dan kebutuhan audiens target serta mengidentifikasi apa yang membuat <em>brand <\/em>kalian berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pahami Your Why <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terlalu banyak pengiklan yang berfokus pada <strong>How <\/strong>(Bagaimana produk saya akan membuat hari Anda lebih mudah) versus <strong>Why <\/strong>(Mengapa organisasi ini melakukan apa yang dilakukannya).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Uji Pesan Kalian <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat membuat perpesanan, tetaplah penting untuk menguji dimana sebenarnya posisi kalian dengan konsumen. Bagaimana reaksi mereka? Apa yang paling mereka tanggapi? Apakah kalian membahas <em>pain points <\/em>mereka? Mengembangkan pesan dan elemen kreatif harus menjadi proses berbasis data, yang diinformasikan oleh konsumen spesifik kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mendorong Kesadaran <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah kalian memiliki pesan yang menarik, kalian harus mendorong kesadaran untuk <em>brand <\/em>dan fokus perusahaan kalian. Ini seringkali berarti menekankan nilai <em>brand <\/em>di atas atribut produk dan hubungan emosional melalui konversi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mempertahankan Konsistensi <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah <em>brand <\/em>kalian mapan, bersikaplah konsisten. Ini termasuk penggunaan tipografi yang konsisten dan panduan gaya. Perlakukan <em>brand <\/em>kalian seperti penulis memperlakukan karakter. Meskipun ide periklanannya bagus, jika itu di luar &#8220;kepribadian&#8221; <em>brand <\/em>kalian, jangan mengejarnya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengalaman pelanggan <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena maraknya media sosial dan suara konsumen individu, <em>brand <\/em>tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang dikatakan oleh iklan. <em>Brand <\/em>adalah apa yang dibicarakan atau dilihat konsumen. Memiliki fokus pada pelanggan dan menempatkan mereka di pusat perusahaan kalian, akan membantu meningkatkan <em>brand <\/em>kalian secara keseluruhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Mengukur Brand Equity <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Brand equity<\/em> bisa tampak seperti konsep abstrak yang sulit diukur. Jika bergantung pada tujuan dari upaya <em>branding <\/em>kalian, maka ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur ekuitas melalui upaya pelacakan <em>brand<\/em>. Pelacakan <em>brand <\/em>tidak hanya memberikan pemahaman tentang ROI <em>campaign <\/em>brand tapi dapat membantu mengukur <em>awareness<\/em>, <em>association<\/em>, dan lain-lain. Studi ini berfokus pada metrik dampak bisnis atau metrik dampak konsumen, seperti riset konsumen, analisis sentimen, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa cara untuk mengukur tujuan dari perspektif pencitraan <em>brand<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keuangan <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi mereka yang ingin menetapkan nilai numerik pada suatu <em>brand<\/em>, silakan pertimbangkan tiga hal berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Nilai Perusahaan: Untuk mengukur <em>brand equity<\/em>, kalian dapat menganggap perusahaan sebagai aset. Saat mengurangkan aset berwujud dari nilai keseluruhan perusahaan, kalian akan mendapatkan <em>brand equity<\/em>.<\/li><li>Pangsa Pasar: Apa pangsa pasar perusahaan kalian? Pemimpin pasar cenderung memiliki <em>brand equity<\/em> yang lebih tinggi.<\/li><li>Potensi pendapatan: Seperti apa potensi pendapatan untuk produk kalian? Bagaimana hal ini dibandingkan dengan pendapatan perusahaan kalian saat ini?<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Nilai Produk <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara yang baik untuk mengukurnya adalah dengan membandingkan produk generik dengan produk bermerek. Misalnya, Unilever dapat mengukur apakah perempuan lebih cenderung membeli Dove daripada <em>store brand<\/em>. Selain itu, kalian dapat mempertimbangkan apa yang disukai pengguna, misalnya Coca Cola dibandingkan dengan Pepsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Brand Audit <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melakukan audit <em>brand <\/em>juga dapat membantu kalian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kinerja brand kalian. Untuk memulai audit <em>brand<\/em>, silakan tinjau situs perbandingan, <em>channels <\/em>sosial, dan analisis web. Kumpulkan data ini untuk melihat bagaimana konsumen membicarakan kalian dan apakah ini sejalan dengan visi brand kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Asosiasi Brand &#8211; Model Brand Equity Keller <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Model ini dikembangkan oleh profesor Dartmouth Kevin Lane Keller dan menekankan perlunya membentuk perasaan yang terkait dengan produk <em>brand<\/em>. Dengan menciptakan asosiasi positif dengan produk kalian, kalian dapat membentuk cara pelanggan berpikir tentang <em>brand <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"418\" height=\"215\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Brand-Equity-1.png\" alt=\"brand-equity-1\" class=\"wp-image-6322\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Brand-Equity-1.png 418w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Brand-Equity-1-300x154.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 418px) 100vw, 418px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dengan memahami di mana brand kalian berada di piramida, kalian bisa mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang berapa banyak <em>brand equity<\/em> yang kalian miliki dan apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk lebih membangun <em>brand <\/em>kalian di kesadaran konsumen. Langkah-langkahnya terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kesadaran Merek<\/li><li>Mengkomunikasikan Ide di Balik <em>Brand&nbsp;<\/em><\/li><li>Memahami Respon Pelanggan<\/li><li>Resonansi <em>Brand<\/em>\/Koneksi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memahami Persepsi Konsumen <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak dapat diukur, memetakan persepsi konsumen terhadap <em>brand <\/em>kalian juga merupakan aspek penting dalam memahami <em>brand equity<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Recall and Recognition<\/strong> &#8211; Apakah orang mengingat <em>brand <\/em>kalian tanpa sebuah <em>prompt <\/em>atau apakah mereka membutuhkan asisten? Memahami seberapa akrab orang dengan <em>brand <\/em>kalian dapat membantu kalian mengatasi celah apapun di pasar.<\/li><li><strong>Emosi yang Terkait dengan Brand <\/strong>&#8211; Gagal menangani emosi negatif dengan <em>brand <\/em>kalian bisa menjadi kesalahan yang merugikan. Bahkan jika brand kalian memegang monopoli pasar, maka bisa saja konsumen yang ingin beralih akan segera melakukannya setelah pesaing kalian tumbuh menjadi dewasa.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nah, jadi itu Guys serba-serbi tentang<em> brand equity<\/em>. Kalau dari sisi bisnis atau perusahaan kalian nih, poin apa saja yang sudah atau sedang dilakukan? Sharing yuk Guys di kolom komentar \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian coba. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Brand equity menggambarkan tingkat pengaruh nama brand dalam benak konsumen dan nilai dari memiliki brand yang dapat diidentifikasi serta dipikirkan dengan baik. Sebuah perusahaan dapat membangun brand equity dengan cara menciptakan pengalaman positif yang bisa memikat konsumen untuk terus membeli dari mereka dibandingkan membeli dari pesaing yang membuat produk serupa. Mau tau lebih detail dari &#8230; <a title=\"Pengertian Brand Equity, Bagaimana Membangun, dan Mengukurnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-brand-equity-bagaimana-membangun-dan-mengukurnya\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Brand Equity, Bagaimana Membangun, dan Mengukurnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1482,1481,283,7,1483,1484],"class_list":["post-6320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-brand-equity","tag-brand-equity","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-membangun-brand-equity","tag-mengukur-brand-equity","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6323,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320\/revisions\/6323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}