{"id":6120,"date":"2021-02-20T09:15:33","date_gmt":"2021-02-20T02:15:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6120"},"modified":"2021-02-19T15:41:13","modified_gmt":"2021-02-19T08:41:13","slug":"apa-itu-storyboard-dan-bagaimana-cara-membuatnya-untuk-sebuah-video","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-storyboard-dan-bagaimana-cara-membuatnya-untuk-sebuah-video\/","title":{"rendered":"Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Cara Membuatnya Untuk Sebuah Video?"},"content":{"rendered":"\n<p>Membuat video bisa menjadi pekerjaan yang rumit. Kalian harus membuat alur cerita, mengelola banyak detail kecil, dan memutuskan cara mengedit produk jadi. Untungnya, ada alat <em>low-tech <\/em>yang dapat memudahkan setiap aspek pembuatan video: sebuah <em>storyboard<\/em>. Yuk baca <strong>Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Cara Membuatnya Untuk Sebuah Video?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Storyboard? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Storyboard <\/em>adalah visual outline untuk video kalian. Ini terdiri dari serangkaian gambar mini yang menyampaikan apa yang terjadi dalam video kalian, dari awal sampai akhir. Ini juga mencakup catatan tentang apa yang terjadi di setiap <em>frame<\/em>. <em>Storyboard <\/em>yang sudah selesai terlihat seperti komik.<\/p>\n\n\n\n<p>Gambar biasanya digambar dengan tangan meskipun beberapa orang lebih suka menggunakan <em>software storyboard <\/em>untuk membuat gambar mereka. <em>Storyboard <\/em>mirip dengan skrip tetapi keduanya tidak sama persis: storyboard bersifat visual, sedangkan skrip berbasis teks.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"679\" height=\"489\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-1.png\" alt=\"apa-itu-storyboard-1\" class=\"wp-image-6122\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-1.png 679w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-1-300x216.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 679px) 100vw, 679px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Storyboard<\/strong> <\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah beberapa jenis storyboard yang membawa video kalian dari sebuah skrip ke layar:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Storyboard Tradisional <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Storyboard <\/em>tradisional adalah rangkaian gambar tinta atau pensil yang membantu untuk memvisualisasikan video sebelum pembuatan film dimulai. Mereka dapat disusun secara berurutan di dinding atau di buku berjilid spiral untuk referensi yang mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak <em>storyboard <\/em>tradisional juga memiliki catatan tertulis yang menjelaskan apa yang terjadi dalam adegan tersebut. Hal terbaik tentang jenis <em>storyboard <\/em>ini adalah mudah untuk diedit.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah contoh bentuk <em>storyboard <\/em>tradisional Tom and Jerry:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"633\" height=\"433\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-2.png\" alt=\"apa-itu-storyboard-2\" class=\"wp-image-6123\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-2.png 633w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-2-300x205.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 633px) 100vw, 633px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Thumbnail Storyboard <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Thumbnail storyboard<\/em> melibatkan pembuatan sketsa kecil dari pengambilan gambar dalam video pada beberapa lembar kertas. Karena ukurannya yang kecil, mereka kurang detail dan memakan waktu lebih singkat daripada <em>storyboard <\/em>tradisional. Kalian dapat menggunakannya untuk menyusun ide dengan cepat sebelum membuat gambar versi yang lebih detail, seperti <em>storyboard <\/em>tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Lihatlah contoh<em> thumbnail storyboard<\/em> di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"395\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-3-1.png\" alt=\"apa-itu-storyboard-3\" class=\"wp-image-6125\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-3-1.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Apa-Itu-Storyboard-3-1-228x300.png 228w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Storyboard Animasi <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan teknologi kita mampu membuat <em>storyboard <\/em>yang lebih kompleks yang dianimasikan dan memiliki beberapa dialog dan musik. Pada dasarnya, <em>storyboard <\/em>animasi adalah sketsa berbeda yang difilmkan untuk menunjukkan waktu yang diusulkan, tempo, dan aliran visual keseluruhan dari adegan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Detail seperti itu mungkin sulit disampaikan dengan sketsa. Membuat <em>storyboard <\/em>animasi tidak harus rumit kok, kalian dapat menggunakan wave.video untuk menggabungkan foto sketsa kalian menjadi satu video dalam beberapa menit. Kalian tak perlu men<em>download<\/em> atau mempelajari <em>software <\/em>baru untuk membuat gambar kalian menjadi hidup.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Membutuhkan Storyboard? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pembuatan <em>storyboard <\/em>akan menambahkan langkah ekstra pada proses pembuatan video kalian tetapi waktu dan usahanya sepadan dengan hasilnya. Berikut ini beberapa manfaat utama yang bisa kalian dapatkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengatur Pikiran Kalian <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Membuat <em>storyboard <\/em>akan membantu kalian untuk memadatkan semua ide yang tersimpan di kepala menjadi satu visi yang utuh. Selain itu, kalian dapat menggunakan <em>storyboard <\/em>untuk menguji berbagai ide, sudut kamera, dan <em>cuts <\/em>tanpa kehilangan penglihatan sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Merencanakan dengan Lebih Baik <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini membantu kalian untuk merencanakan video dengan lebih efektif. Video mengharuskan kalian untuk mengkoordinasikan banyak detail kecil tapi penting. Oleh karena itu, sulit membuat video yang bagus dengan cepat. Dengan membuat storyboard, perencanaan membuat video semakin baik hasil akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagikan Ide <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian mungkin dapat membayangkan dengan tepat tampilan video yang kalian inginkan tetapi mungkin sulit untuk menyampaikan ide kalian kepada orang lain hanya dengan menggunakan kata-kata. Nah, <em>storyboard <\/em>inilah yang akan menjembatani celah itu untuk kalian, membantu kolega atau klien kalian membayangkan jenis video yang kalian pikirkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Identifikasi Masalah Sejak Dini <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Storyboard akan membawa kalian selangkah lebih dekat ke poin kesempurnaan dalam video terakhir. Ini mengungkapkan masalah dan kelemahan yang mungkin tidak kalian sadari sampai produksi atau pascaproduksi. Misalnya, kalian mungkin menyadari bahwa kalian membutuhkan lebih banyak alat peraga, efek visual, atau peralatan daripada yang kalian perkirakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sederhanakan Segalanya <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menginvestasikan waktu dan upaya di awal untuk <em>storyboard <\/em>dapat menghemat lebih banyak energi dan frustasi di kemudian hari lho. Jika kalian memiliki <em>storyboard <\/em>yang bagus sebelum mulai merekam, kalian akan dapat menghidupkan video dengan lebih efisien dan kalian cenderung tidak akan membuat kesalahan yang membuang-buang waktu untuk ide yang tidak berjalan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menghemat Waktu dan Anggaran <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Storyboard <\/em>sangat penting untuk membuat video pemasaran yang efektif dengan anggaran tetap. Kalian dapat menghindari merekam rekaman yang tidak berguna atau melakukan pekerjaan ekstra untuk merekam lebih banyak rekaman setelah produksi. <em>Storyboard <\/em>mengurangi pekerjaan yang tidak perlu.<\/p>\n\n\n\n<p>Gimana Guys? Sudah ada insight kah terkait pembuatan video? Kami harap, setelah kalian membaca tentang apa itu storyboard, kalian bisa menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan menginspirasi. Selamat mencoba yaa!<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Anda bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa Anda cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat video bisa menjadi pekerjaan yang rumit. Kalian harus membuat alur cerita, mengelola banyak detail kecil, dan memutuskan cara mengedit produk jadi. Untungnya, ada alat low-tech yang dapat memudahkan setiap aspek pembuatan video: sebuah storyboard. Yuk baca Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Cara Membuatnya Untuk Sebuah Video? Apa Itu Storyboard? Storyboard adalah visual outline untuk &#8230; <a title=\"Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Cara Membuatnya Untuk Sebuah Video?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-storyboard-dan-bagaimana-cara-membuatnya-untuk-sebuah-video\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Storyboard dan Bagaimana Cara Membuatnya Untuk Sebuah Video?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[445,283,7,1391,1392,1390],"class_list":["post-6120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-storyboard","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-storyboard","tag-mengapa-butuh-storyboard","tag-storyboard-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6126,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6120\/revisions\/6126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}