{"id":5495,"date":"2020-12-15T10:16:36","date_gmt":"2020-12-15T03:16:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=5495"},"modified":"2020-12-14T10:35:53","modified_gmt":"2020-12-14T03:35:53","slug":"4-metrik-youtube-yang-diremehkan-untuk-mengukur-kesuksesan-campaign-video-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/4-metrik-youtube-yang-diremehkan-untuk-mengukur-kesuksesan-campaign-video-anda\/","title":{"rendered":"4 Metrik YouTube yang Diremehkan untuk Mengukur Kesuksesan Campaign Video Anda"},"content":{"rendered":"\n<p>Perusahaan penyedia hosting atau digital marketer mungkin merasa betapa sulitnya untuk menjelaskan kepada klien terkait nilai YouTube. Hal ini tidak membantu bila <em>campaign <\/em>video (atau <em>campaign <\/em>YouTube) juga dijalankan melalui Google Ads. Hal tersebut dapat memberi dugaan yang salah bahwa <em>campaign <\/em>video dapat atau seharusnya berjalan seperti <em>Search campaign <\/em>dan dalam banyak kasus, ternyata hal ini tidak benar. Yuk baca <strong>4 Metrik YouTube yang Diremehkan untuk Mengukur Kesuksesan Campaign Video Anda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4 Metrik YouTube yang Diremehkan <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut empat metrik yang diremehkan untuk membantu mengukur nilai sebenarnya dari <em>campaign <\/em>iklan YouTube.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kolom \u201cVideo played to\u201d <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak mengherankan jika alasan utama orang membuka YouTube adalah untuk menonton video. Meskipun tujuannya adalah untuk mengarahkan lebih banyak orang ke halaman <em>landing <\/em>tertentu, langkah pertama dalam <em>campaign <\/em>video sebenarnya adalah melihat iklan video. Itulah mengapa, memahami berapa lama orang-orang terlibat dengan iklan, dapat menjadi indikator yang baik tentang seberapa banyak pengguna memperhatikan pesan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melihat metrik &#8220;Video played to&#8221;, Anda dapat menambahkan kolom dari menu kolom <strong>Performance<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1008\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-1.png\" alt=\"metrik-youtube-1\" class=\"wp-image-5497\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-1.png 1008w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-1-300x134.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-1-768x343.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1008px) 100vw, 1008px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Kolom tersebut hanya akan menunjukkan kepada Anda jika pengguna menonton video hingga empat pencapaian yang berbeda: 25%, 50%, 75%, atau 100%. Hal ini berarti jika pengguna menonton video hingga tanda 45%, itu hanya akan dihitung sebagai pencapaian 25%. Tidak ada pembulatan untuk kolom ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami menyarankan untuk mencoba dan menyampaikan pesan terpenting Anda (<em>call-to-action<\/em>, proposisi nilai, dan lain-lain) di awal dari video jika Anda menjalankan iklan TrueView in-stream yang dapat dilewati. Hal ini karena jika pengguna <em>skip <\/em>video, kemungkinan besar Anda tidak perlu membayar iklan dan tetap menyampaikan pesan Anda. Terkadang, kita bisa terjebak dengan materi iklan video yang tidak ideal. Di sinilah melihat metrik &#8220;Video played to&#8221; dapat membantu.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"379\" height=\"332\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-2.png\" alt=\"metrik-youtube-2\" class=\"wp-image-5498\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-2.png 379w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-2-300x263.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 379px) 100vw, 379px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Memahami bahwa panjang materi iklan video dapat bervariasi, anggaplah proposisi nilai iklan video Anda sekitar tanda 30%. Jika persentase yang baik dari pengguna&nbsp; bahkan tidak mencapai tanda 25%, ini merupakan indikasi yang cukup bagus bahwa iklan Anda tidak cukup menarik untuk membuat pengguna tetap ingin menonton hingga tanda 30%.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menjalankan TrueView <em>discovery campaign<\/em> yang menggunakan materi iklan video yang lebih panjang, kolom ini berguna untuk melihat berapa lama Anda mempertahankan keterlibatan pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Earned actions <\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk TrueView <em>discovery campaign<\/em>, pengiklan membayar setiap kali pengguna mengklik iklan mereka. Untuk TrueView <em>in-stream campaign <\/em>yang dapat di-skip, sebagian besar pengiklan membayar untuk penayangan video tetapi jika pengguna berinteraksi dengan <em>call-to-action extension<\/em>, <em>companion banner<\/em>, atau Shopping <em>card first<\/em>, mereka hanya akan dikenakan biaya sekali saja. Tindakan lain apapun yang dilakukan pengguna setelah membayar untuk tampilan pertama adalah gratis. Tindakan ini disebut dengan <strong>YouTube Earned Actions<\/strong> dan memiliki kumpulan kolom sendiri di Google Ads.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1020\" height=\"188\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-3.png\" alt=\"metrik-youtube-3\" class=\"wp-image-5499\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-3.png 1020w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-3-300x55.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-3-768x142.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Setelah pengiklan membayar iklan, setiap penayangan, <em>shares<\/em>, <em>likes<\/em>, <em>subscribes<\/em>, dan penambahan <em>playlist <\/em>yang dilakukan pemirsa adalah gratis. Bagian terbaiknya adalah kami dapat melacak semua tindakan <em>post-view <\/em>ini, semuanya di dalam Google Ads. Jadi, meskipun kita tidak melihat konversi langsung dari beberapa penargetan kita, setidaknya kita ingin melihat apakah pengguna masih berinteraksi dengan <em>brand <\/em>kita setelah mereka melihat iklan video kita.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"504\" height=\"435\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-4.png\" alt=\"metrik-youtube-4\" class=\"wp-image-5500\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-4.png 504w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-4-300x259.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 504px) 100vw, 504px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Jika Anda membangun cukup dari Earned Action metrics ini, Anda sebenarnya dapat membangun audiens dari semua tindakan ini di Google Ads Audience Manager. Pengiklan dapat membangun audiens dari <em>channel views<\/em>, <em>likes<\/em>, <em>shares<\/em>, penambahan <em>playlist<\/em>, dan <em>subscribers<\/em>. Audiens ini kemudian dapat digunakan untuk <em>additional remarketing<\/em> di Google Search, YouTube, dan Gmail <em>campaigns<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konversi <em>cross-device<\/em> dan <em>view-through <\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Konversi <em>view-through<\/em> menampilkan konversi yang terjadi saat pengguna melihat iklan Anda (<em>impression<\/em>) tetapi tidak berinteraksi dengannya. Selanjutnya, pengguna akhirnya melakukan konversi di situs Anda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Konversi <em>cross-device<\/em> dicatat saat <em>viewer <\/em>mengklik salah satu iklan Anda di satu perangkat. Selanjutnya pengguna yang sama menyelesaikan konversi di perangkat lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"534\" height=\"262\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-5.png\" alt=\"metrik-youtube-5\" class=\"wp-image-5501\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-5.png 534w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-5-300x147.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 534px) 100vw, 534px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Kedua kolom ini dapat membantu menunjukkan apakah <em>campaign <\/em>video Anda berhasil mengkonversi <em>viewer <\/em>di masa mendatang. Anda hanya harus sangat berhati-hati dalam melaporkan konversi <em>cross-device<\/em> Anda. Bergantung pada kolom konversi apa yang Anda gunakan sebagai metrik konversi utama untuk <em>reporting<\/em>, konversi <em>cross-device<\/em> dihitung di kolom &#8220;All conversions&#8221;. Konversi <em>cross-device<\/em>&nbsp; juga disertakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Performa Audiens <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Masih ingat audiens Earned Action yang kami sebutkan sebelumnya di posting ini? Itu bukan satu-satunya audiens yang dapat Anda buat dari pengguna YouTube di Google Ads. Berikut ini merupakan daftar lengkap dari audiens yang dapat Anda buat dari pengguna YouTube di Google Ads Audience Manager.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"351\" height=\"363\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5502\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-6.png 351w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-6-290x300.png 290w\" sizes=\"auto, (max-width: 351px) 100vw, 351px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hal pertama yang bisa kita lakukan di akun Google Ads yang kita kelola yang menjalankan campaign video apapun adalah membuat audiens dasar dari siapa saja yang menonton video apapun dari <em>client\u2019s channel<\/em> kita. Kita selanjutnya akan memaksimalkan penonton selama 540 hari penuh. Ini akan menjadi jenis audiens pengguna YouTube terluas yang dapat Anda buat dan opsi terbaik untuk akun yang lebih kecil dengan sedikit tampilan video.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, kita ingin mengambil semua audiens ini dan memasukkannya ke dalam Search Network <em>campaigns <\/em>kita sebagai <em>Observations audiences<\/em>. Ini adalah <em>targeting setting<\/em> yang sama dengan mengatakan audiens &#8220;<strong>bid only<\/strong>&#8220;.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"622\" height=\"363\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-7.png\" alt=\"metrik-youtube-7\" class=\"wp-image-5503\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-7.png 622w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/4-Metrik-YouTube-yang-Diremehkan-7-300x175.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Setelah <em>campaign <\/em>video kita berjalan beberapa saat, kita ingin kembali dan melihat apakah kita bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana upaya marketing YouTube kita mempengaruhi Search Network <em>campaigns<\/em> kita. Kita akan dapat melihat apakah orang-orang di YouTube <em>user audiences<\/em> ini memiliki <em>click-through rates<\/em>, rasio konversi, atau metrik kolom lainnya yang lebih tinggi yang penting untuk tujuan perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar audiens mana pun mulai menampilkan data di Search Network <em>campaigns<\/em> Anda, audiens harus memiliki setidaknya 1.000 pengguna aktif dalam 30 hari terakhir. Itulah mengapa kami merekomendasikan untuk memulai dengan satu penonton, termasuk tayangan video apapun dalam 540 hari terakhir. Selanjutnya tambahkan sebanyak mungkin audiens YouTube user Observation ke Search <em>campaign <\/em>Anda setelah mencapai 1.000 pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Tinjauan data audiens ini hanya akan menunjukkan kepada Anda berapa banyak orang yang kembali dan berinteraksi dengan <em>keyword <\/em>berbayar Anda di Google Ads.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Anda bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa Anda cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perusahaan penyedia hosting atau digital marketer mungkin merasa betapa sulitnya untuk menjelaskan kepada klien terkait nilai YouTube. Hal ini tidak membantu bila campaign video (atau campaign YouTube) juga dijalankan melalui Google Ads. Hal tersebut dapat memberi dugaan yang salah bahwa campaign video dapat atau seharusnya berjalan seperti Search campaign dan dalam banyak kasus, ternyata hal &#8230; <a title=\"4 Metrik YouTube yang Diremehkan untuk Mengukur Kesuksesan Campaign Video Anda\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/4-metrik-youtube-yang-diremehkan-untuk-mengukur-kesuksesan-campaign-video-anda\/\" aria-label=\"Read more about 4 Metrik YouTube yang Diremehkan untuk Mengukur Kesuksesan Campaign Video Anda\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5496,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,1176,1177],"class_list":["post-5495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-metrik-youtube","tag-metrik-youtube-yang-diremehkan","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5504,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5495\/revisions\/5504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}