{"id":3491,"date":"2020-02-27T09:53:53","date_gmt":"2020-02-27T02:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=3491"},"modified":"2022-01-13T09:34:18","modified_gmt":"2022-01-13T02:34:18","slug":"apa-itu-403-forbidden-error-dan-cara-memperbaikinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-403-forbidden-error-dan-cara-memperbaikinya\/","title":{"rendered":"Apa Itu 403 Forbidden Error di WordPress dan Cara Memperbaikinya"},"content":{"rendered":"<p>Jika Anda membaca ini, Anda baru saja menemukan pesan kesalahan yang mengatakan <strong>\u2018403 Forbidden &#8211; you don\u2019t have permission to access\u2018 \/ \u2019on this server\u2019<\/strong>. Jangan khawatir! Ini adalah skenario yang cukup umum yang dialami banyak webmaster. Yuk baca sampai selesai <strong>Apa Itu 403 Forbidden Error di WordPress dan Cara Memperbaikinya <\/strong><\/p>\n<h2><strong>Apakah 403 Forbidden Error Itu?<\/strong><\/h2>\n<p><strong>403 Forbidden Error <\/strong>adalah kode status HTTP. Ketika Anda menjumpai pesan kesalahan ini, Anda pada dasarnya mencoba mencapai alamat atau situs web yang dilarang untuk diakses.<\/p>\n<p>Berikut adalah contoh dari beberapa kesalahan ini yang biasanya terjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Forbidden: You don&#8217;t have permission to access [directory] on this server<\/li>\n<li>HTTP Error 403 &#8211; Forbidden<\/li>\n<li>403 forbidden request forbidden by administrative rules<\/li>\n<li>403 Forbidden<\/li>\n<li>Access Denied You don&#8217;t have permission to access<\/li>\n<li>Error 403<\/li>\n<li>HTTP 403<\/li>\n<li>Forbidden<\/li>\n<li>Error 403 \u2013 Forbidden<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Penyebab<\/strong> <strong>403 Forbidden Error<\/strong><\/h2>\n<p>Umumnya, berikut penyebab error 403 forbidden:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Halaman index tidak ada.<\/strong>\u00a0Nama homepage website tidak berupa\u00a0<strong>index.html<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>index.php<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Error pada plugin WordPress.<\/strong>\u00a0Plugin tidak dikonfigurasikan dengan benar atau tidak kompatibel satu sama lain.<\/li>\n<li><strong>Kesalahan pada alamat IP.<\/strong>\u00a0Nama domain mengarah ke alamat IP yang salah, atau alamat lama yang sekarang menghosting website yang melarang akses Anda.<\/li>\n<li><strong>Serangan malware.\u00a0<\/strong>Serangan malware bisa merusak file\u00a0<strong>.htaccess<\/strong>. Anda harus membasmi malware sebelum me-restore file.<\/li>\n<li><strong>Link halaman web baru.<\/strong>\u00a0Pemilik website mungkin sudah memperbarui link halaman, berbeda dengan versi yang tersimpan dalam cache.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong style=\"font-size: 30px\">Memperbaiki<\/strong> <strong style=\"font-size: 30px\">403 Forbidden Error<\/strong><\/p>\n<p><strong>Metode 1 &#8211; Memeriksa File .htaccess<\/strong><\/p>\n<p>Anda mungkin tidak terbiasa dengan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-menemukan-dan-membuat-file-htaccess\/\">file .htaccess<\/a> karena file sering tersembunyi di direktori proyek. Jika Anda menggunakan cPanel, dapat dilakukan dengan mengakses Control Panel hosting Anda dengan bantuan File Manager. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Temukan File Manager dari hosting Control Panel<\/li>\n<li>Di <strong>public_html direktory<\/strong>, cari <strong>file .htaccess<\/strong><\/li>\n<li>Jika Anda tidak menemukan file .htaccess, Anda dapat mengklik pada Settings dan mengaktifkan opsi <strong>Show Hidden Files<\/strong> <strong>(dotfiles). <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3493 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-1.png\" alt=\"403-1\" width=\"775\" height=\"519\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-1.png 775w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-1-300x201.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-1-768x514.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 775px) 100vw, 775px\" \/><\/a><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Meskipun file .htaccess ada di hampir semua situs web WordPress, dalam beberapa kejadian langka, ketika situs web Anda tidak memiliki file .htaccess atau dihapus secara tidak sengaja, Anda perlu membuat file .htaccess secara manual.<\/p>\n<p>Sekarang, Anda telah menemukan file .htaccess Anda, yang perlu Anda lakukan adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Download .htcacess ke komputer Anda untuk memiliki cadangannya.<\/li>\n<li>Setelah selesai, hapus file tersebut.<\/li>\n<li>Sekarang, coba akses situs web Anda.<\/li>\n<li>Jika berfungsi dengan baik, ini hanya menunjukkan bahwa file .htaccess Anda rusak.<\/li>\n<li>Sekarang, untuk menghasilkan file.htaccess fresh, masuk ke dashboard WordPress Anda lalu klik <strong>Settings =&gt;Permalinks.<\/strong><\/li>\n<li>Tanpa melakukan perubahan, tekan tombol <strong>Save<\/strong> di bagian bawah halaman. <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3494 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-2.png\" alt=\"403-2\" width=\"813\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-2.png 813w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-2-300x149.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-2-768x383.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 813px) 100vw, 813px\" \/><\/a><\/li>\n<li>Ini akan menghasilkan file .htaccess fresh untuk situs web Anda<\/li>\n<\/ol>\n<p>Apabila langkah ini tidak menyelesaikan masalah, lanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p>\n<p><strong>Metode 2 &#8211; Resetting<\/strong> <strong>File and Directory Permissions<\/strong><\/p>\n<p>FileZilla FTP Client juga menyediakan semua yang Anda butuhkan untuk mengedit <strong>File and Directory Permissions<\/strong> Untuk memulai, Anda harus:<\/p>\n<ol>\n<li>Akses file situs web Anda menggunakan FTP client apapun.<\/li>\n<li>Arahkan ke root directory akun hosting Anda.<\/li>\n<li>Pilih folder utama yang berisi semua file situs web Anda (biasanya <strong>public_html<\/strong>), klik kanan dan pilih <strong>File Permissions<\/strong>.<\/li>\n<li>Pilih <strong>Apply to directories only<\/strong>, masukkan izin 755 di Numeric value field dan tekan <strong>OK<\/strong>.<\/li>\n<li>Setelah FileZilla selesai mengubah folder permissions, <strong>ulangi langkah 3<\/strong> tetapi kali ini pilih opsi <strong>Apply to files only <\/strong>dan masukkan <strong>644<\/strong> di Numeric value field.<\/li>\n<li>Setelah selesai, coba akses situs web Anda sekarang dan lihat apakah kesalahan telah terpecahkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Apabila tidak terjadi apa-apa maka saatnya untuk beralih ke langkah berikutnya.<\/p>\n<p><strong>Metode 3 &#8211; Menonaktifkan Plugin WordPress<\/strong><\/p>\n<p>Jika Anda sampai sejauh ini, kemungkinan besar kesalahan tersebut terjadi karena plugin yang tidak kompatibel atau rusak.<\/p>\n<p>Hal terbaik untuk dilakukan adalah menonaktifkan semua plugin sekaligus daripada melalui proses satu per satu. Inilah yang harus Anda lakukan:<\/p>\n<ol>\n<li>Akses akun hosting Anda dengan FTP dan cari folder <strong>public_html<\/strong> (atau folder yang berisi file instalasi WordPress Anda).<\/li>\n<li>Temukan folder <strong>wp-content <\/strong>di halaman.<\/li>\n<li>Temukan folder <strong>Plugins<\/strong> dan ganti namanya menjadi sesuatu yang berbeda, seperti \u2018<strong>disabled-plugins<\/strong>&#8216; sehingga lebih mudah untuk dilacak. <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3495 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-3.png\" alt=\"403-3\" width=\"694\" height=\"459\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-3.png 694w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Apa-Itu-403-Forbidden-Error-dan-Cara-Memperbaikinya-3-300x198.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 694px) 100vw, 694px\" \/><\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah Anda menonaktifkan semua plugin, cobalah untuk akses situs web Anda lagi. Jika memperbaiki masalah maka plugin yang bermasalah adalah sumber kesalahan sebenarnya.<\/p>\n<p>Cobalah nonaktifkan plugin Anda satu persatu dan periksa apakah situs web Anda kembali berfungsi sekarang agar Anda dapat mendeteksi plugin yang rusak.<\/p>\n<p>Selanjutnya Anda dapat memilih untuk memperbarui plugin atau menginstal yang baru. Apabila langkah-langkah tersebut tidak bekerja maka Anda mungkin perlu menghubungi penyedia hosting Anda.<\/p>\n<p>Oia, Anda juga tentunya bisa memilih berbagai paket <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/wordpress-hosting\/\">WordPress Hosting<\/a> terbaik yang disediakan oleh Jetorbit.\u00a0Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda membaca ini, Anda baru saja menemukan pesan kesalahan yang mengatakan \u2018403 Forbidden &#8211; you don\u2019t have permission to access\u2018 \/ \u2019on this server\u2019. Jangan khawatir! Ini adalah skenario yang cukup umum yang dialami banyak webmaster. Yuk baca sampai selesai Apa Itu 403 Forbidden Error di WordPress dan Cara Memperbaikinya Apakah 403 Forbidden Error &#8230; <a title=\"Apa Itu 403 Forbidden Error di WordPress dan Cara Memperbaikinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-403-forbidden-error-dan-cara-memperbaikinya\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu 403 Forbidden Error di WordPress dan Cara Memperbaikinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[571,283,7,560,559],"class_list":["post-3491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tutorial","tag-403-forbidden-error","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-membuat-file-htaccess","tag-menemukan-file-htaccess","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3491"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3491\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8659,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3491\/revisions\/8659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}