{"id":2591,"date":"2019-10-27T09:12:03","date_gmt":"2019-10-27T09:12:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=2591"},"modified":"2022-08-18T11:28:11","modified_gmt":"2022-08-18T04:28:11","slug":"mengenal-apa-itu-nginx","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-nginx\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Nginx dan Perbedaan antara Nginx dengan Web Server Lain"},"content":{"rendered":"<p>Nginx adalah <em>software<\/em> web server <em>open-source<\/em> yang berfungsi sebagai <em>reverse proxy<\/em>, penyeimbang beban HTTP, dan proxy email untuk IMAP, POP3, dan SMTP.\u00a0<strong>Nginx<\/strong>\u00a0dibaca \u201cengine-ex\u201d (enjin-eks), dari kata\u00a0<em>engine<\/em> yang berarti mesin. Jadi, tidak dibaca \u201cNGING\u201d, ya. Okay, kenal lebih jauh yuk dengan Nginx dengan menyimak <strong>Mengenal Apa Itu Nginx dan Perbedaan antara Nginx dengan Web Server Lain<\/strong><\/p>\n<h2 id=\"h-apa-itu-nginx\"><span id=\"Apa_Itu_Nginx\">Apa Itu Nginx?<\/span><\/h2>\n<p>Nginx adalah\u00a0web server dengan performa yang handal dan mempunyai beberapa fitur canggih lain yang mudah dikonfigurasi. Alhasil, Nginx mampu membuat website kalian lebih powerful dan canggih.<\/p>\n<p>Pada awal munculnya, Nginx hanya dipakai untuk server\u00a0HTTP\u00a0saja. Seiring perkembangan teknologinya, sekarang Nginx juga dipakai sebagai HTTP cache,\u00a0<em>load balancer<\/em>\u00a0(HTTP, TCP, dan UDP), dan\u00a0<em>server proxy<\/em>\u00a0(IMAP, <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-melihat-setting-pop3-dan-imap-di-cpanel\/\">POP3<\/a>, dan SMTP).<\/p>\n<p>Selain itu, Nginx juga dapat berjalan di berbagai macam sistem operasi, seperti Linux, Mac OS X, HP-UX, BSD Varian, dan Solaris.<\/p>\n<p>Nginx dipakai di berbagai perusahaan besar, antara lain Atlassian, Intuit, T-Mobile, GitLab, Microsoft, DuckDuckGo, IBM, Google, Adobe, Salesforce, Xerox, VMWare, LinkedIn, Cisco, Facebook, Twitter, Apple, dan masih banyak lainnya.<\/p>\n<p>Nginx awalnya dikembangkan oleh Igor Sysoev (Software Engineer asal Rusia) dan dirilis pada Oktober 2014. Saat itu terdapat masalah yang dikenal dengan nama C10k atau masalah kinerja sistem pada saat menangani 10 ribu koneksi secara bersamaan. Igor mencoba mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.<\/p>\n<p>Igor membuat Nginx yang menawarkan penggunaan konkurensi tinggi yang dapat menangani ribuan koneksi secara bersamaan dengan penggunaan memori yang rendah. Nginx menggunakan proses\u00a0<em>asynchronous<\/em>\u00a0(mengeksekusi kode sebelum perintah sebelumnya selesai dijalankan) daripada membuat proses baru untuk setiap eksekusi baris kode yang ada.<\/p>\n<p>Tidak hanya menambahkan proses\u00a0<em>asynchronous<\/em>, Nginx juga melakukan pendekatan <em>event-driven<\/em>. Pendekatan<em> event-driven<\/em> menangani\u00a0<em>request<\/em>\u00a0(permintaan atau proses) di dalam satu <em>thread<\/em> saja. Melalui berbagai macam teknologi ini Nginx merevolusi bagaimana web server bekerja dan berhasil menjadi web server paling populer sampai dengan saat ini.<\/p>\n<h2 id=\"h-bagaimana-nginx-bekerja\"><span id=\"Bagaimana_Nginx_Bekerja\">Cara Kerja Nginx\u00a0<\/span><\/h2>\n<p>Nginx menawarkan penggunaan memori yang kecil dengan konkurensi yang tinggi. Jadi Nginx tidak membuat proses baru ketika ada permintaan (<em>web request<\/em>) tapi ditangani di dalam satu thread (<em>asynchronous\u00a0<\/em>dan pendekatan\u00a0<em>event-driven<\/em>).<\/p>\n<p>Jika menggunakan Nginx, satu proses utama (<em>master process<\/em>) dapat mengontrol berbagai proses lainnya (<em>worker process<\/em>). Jadi proses utama tetap menjalankan tugasnya sambil mengontrol proses lain yang ada di bawahnya. Dikarenakan Nginx menggunakan <em>asynchronous,\u00a0<\/em>setiap\u00a0<em>web request<\/em>\u00a0dapat dieksekusi oleh proses lain tanpa mengganggu\u00a0<em>web request<\/em>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Dalam menjalankan tugasnya, Nginx juga mempunyai beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung performa web server yang handal seperti:<\/p>\n<ol>\n<li>Reverse proxy dengan proses cache<\/li>\n<li>Dukungan IPv6<\/li>\n<li>Load balancing<\/li>\n<li>Dukungan FastCGI dengan proses cache<\/li>\n<li>WebSockets<\/li>\n<li>Menangani file statis, file index, dan\u00a0<em>auto-indexing<\/em><\/li>\n<li>TLS\/\u00a0<strong>Sertifikat SSL<\/strong>\u00a0dengan SNI (<em>Server Name Indication<\/em>)<\/li>\n<\/ol>\n<h2 id=\"h-kelebihan-nginx\"><span id=\"Kelebihan_Nginx\">Kelebihan Nginx<\/span><\/h2>\n<p>Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Nginx:<\/p>\n<h3 id=\"h-1-nginx-dapat-menggantikan-hardware-load-balancer\"><span id=\"1_Nginx_dapat_menggantikan_hardware_load_balancer\">1.\u00a0<strong>Nginx dapat menggantikan hardware load balancer.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Sebagai <em>software load balancer<\/em> yang <em>open source<\/em>, Nginx lebih murah dan mudah untuk dikonfigurasi daripada <em>hardware load balancer<\/em>. Web server ini juga didesain untuk arsitektur <em>cloud<\/em> yang modern. Nginx juga mendukung konfigurasi ulang\u00a0<em>on-the-fly<\/em>\u00a0dan terintegrasi dengan DevOps yang modern untuk proses pemantauan yang mudah.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-nginx-menjadi-tool-yang-multifungsi\"><span id=\"2_Nginx_menjadi_tool_yang_multifungsi\">2.\u00a0<strong>Nginx menjadi tool yang multifungsi.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Oia, kalian juga bisa menggunakan Nginx sebagai <em>load balancer<\/em>, <em>cache<\/em> konten, dan <em>server proxy<\/em>. Karena seluruh konfigurasi berpusat pada satu aplikasi, proses pemantauan akan lebih mudah. Hal ini tentu juga meminimalkan jumlah tool yang dikelola.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-tersedia-berbagai-macam-dokumentasi-yang-lengkap\"><span id=\"3_Tersedia_berbagai_macam_dokumentasi_yang_lengkap\">3.\u00a0<strong>Tersedia berbagai macam dokumentasi yang lengkap.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Jika kalian masih awam menggunakan web server khususnya Nginx, jangan khawatir karena Nginx menyediakan berbagai macam tutorial, webinar, dan dokumentasi yang cukup lengkap untuk dipelajari.<\/p>\n<p>Jika masih kebingungan dengan Nginx tetapi tetap masih ingin menggunakannya, kalian dapat menggunakan Nginx Plus untuk mendapatkan fasilitas <em>customer support<\/em>. Jadi kalian bisa mendapatkan bantuan untuk mendiagnosis masalah yang muncul di Nginx.<\/p>\n<h3 id=\"h-4-nginx-masih-terus-dikembangkan\"><span id=\"4_Nginx_masih_terus_dikembangkan\">4.\u00a0<strong>Nginx masih terus dikembangkan.<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Nginx sampai dengan saat ini terus dikembangkan secara serius. Apalagi selama satu dekade terakhir Nginx sudah berada di garis depan pengembangan web modern dan telah mendorong pengembangan teknologi dari HTTP hingga dukungan layanan mikro.<\/p>\n<p>Seiring perkembangan pengiriman konten web, Nginx berencana menambahkan dan menyempurnakan fitur sehingga tidak ada pengiriman data yang cacat. Baru-baru ini Nginx juga mengumumkan akan mengimplementasikan JavaScript yang disesuaikan dengan Nginx dan dukungan untuk modul yang dinamis.<\/p>\n<h2 id=\"h-perbandingan-nginx-dengan-web-server-lain\"><span id=\"Perbandingan_Nginx_dengan_Web_Server_Lain\">Perbandingan Nginx dengan Web Server Lain<\/span><\/h2>\n<h3 id=\"h-perbandingan-nginx-vs-apache\"><span id=\"Perbandingan_Nginx_Vs_Apache\"><strong>Perbandingan Nginx vs Apache<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>Apache dan NGINX adalah dua pemain utama dalam bisnis web server yang mencakup 5 persen lalu lintas web melalui internet tetapi mereka berbeda satu sama lain.<\/p>\n<p>Apache adalah &#8220;Apache HTTP Server&#8221;. Ini adalah perangkat lunak web server <em>open-source<\/em>, berkinerja tinggi yang dikembangkan dan dikelola oleh Apache Software Foundation. Apache dirancang untuk membuat web server kelas komersial yang aman, kuat, dan efisien sesuai dengan standar HTTP saat ini.<\/p>\n<p>Apache tetap menjadi pilihan pertama di antara administrator server karena fleksibilitas, kesederhanaan arsitektur, kompatibilitas daya, dan dukungan multi-platform. Ini dapat berjalan di hampir semua sistem operasi, seperti Windows, UNIX, OSX, NetWare, dan lain-lain. Namun umumnya digunakan dalam kombinasi dengan Linux.<\/p>\n<p>Apache menjadi tulang punggung WWW (World Wide Web) tetapi ketika NGINX datang dalam bisnis, pilihan administrator server berubah.<\/p>\n<p>Mari kita lihat perbedaan antara Apache dan NGINX:<\/p>\n<ul>\n<li>Apache adalah server HTTP open-source sedangkan Nginx adalah open-source, web server asinkron berkinerja tinggi, dan server proxy terbalik.<\/li>\n<li>Perbaikan bug, dukungan, pemeliharaan, dan pengembangan aplikasi di server HTTP Apache dikelola dan dikelola oleh komunitas pengguna dari seluruh dunia dan dikoordinasikan oleh Yayasan Perangkat Lunak Apache sedangkan Nginx ditangani oleh perusahaan dengan nama yang sama yang didirikan di 2011.<\/li>\n<li>Perbedaan utama antara keduanya adalah bagaimana mereka menangani permintaan klien. Apache menyediakan berbagai modul multiprosesor yang berbeda untuk menangani permintaan klien dan trafik web. Sedangkan Nginx dirancang sedemikian rupa untuk menangani beberapa permintaan klien secara bersamaan dengan sumber daya perangkat keras minimal.<\/li>\n<li>Di <a href=\"https:\/\/blog.jetorbit.com\/apa-itu-apache-kelebihan-dan-kekurangannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apache<\/a>, single thread dikaitkan dengan hanya satu koneksi sedangkan single thread di Nginx dapat menangani beberapa koneksi. Semua proses dimasukkan ke dalam event loop bersama dengan koneksi lain dan dikelola secara tidak sinkron. Proses ini menghabiskan lebih sedikit memori sehingga meningkatkan kinerja.<\/li>\n<li>Apache HTTP Server memiliki arsitektur multi-threaded yang tidak memiliki skalabilitas. Sedangkan Nginx mengikuti pendekatan event-driven asinkron untuk menangani beberapa permintaan klien. Arsitektur event-driven dirancang untuk memfasilitasi kinerja yang lebih baik bahkan di bawah trafik yang padat.<\/li>\n<li>Server Apache menyajikan konten statis menggunakan metode konvensional dan memproses konten dinamis secara asli di dalam web server itu sendiri. Nginx tidak dapat memproses konten dinamis secara internal. Itu bergantung pada proses eksternal untuk eksekusi.<\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center\" width=\"312\"><strong>Apache<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center\" width=\"312\"><strong>NGINX<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Apache berjalan di semua sistem seperti Unix, seperti Linux, BSD, dan lain-lain. Serta sepenuhnya mendukung Windows.<\/td>\n<td width=\"312\">Nginx berjalan pada sistem mirip Unix modern; namun memiliki dukungan terbatas untuk Windows.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Apache menggunakan pendekatan multi-threaded untuk memproses permintaan klien.<\/td>\n<td width=\"312\">Nginx mengikuti pendekatan <em>event-driven<\/em> untuk melayani permintaan klien.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Apache tidak dapat menangani beberapa permintaan secara bersamaan dengan trafik web yang berat.<\/td>\n<td width=\"312\">Nginx dapat menangani beberapa permintaan klien secara bersamaan dan efisien dengan sumber daya hardware yang terbatas.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Apache dirancang untuk menjadi web server.<\/td>\n<td width=\"312\">Nginx adalah web server dan proxy server.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Modul dimuat atau dibongkar secara dinamis sehingga lebih fleksibel.<\/td>\n<td width=\"312\">Karena modul tidak dapat dimuat secara dinamis, mereka harus dikompilasi dalam software inti itu sendiri.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Single thread hanya dapat memproses satu koneksi.<\/td>\n<td width=\"312\">Single thread dapat menangani beberapa koneksi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"312\">Kinerja Apache untuk konten statis lebih rendah dari Nginx.<\/td>\n<td width=\"312\">Nginx secara bersamaan dapat menjalankan ribuan koneksi konten statis dua kali lebih cepat dari Apache dan menggunakan sedikit memori.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3 id=\"h-perbandingan-nginx-vs-litespeed-web-server\"><span id=\"Perbandingan_Nginx_Vs_LiteSpeed_Web_Server\"><strong>Perbandingan Nginx Vs LiteSpeed Web Server<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>LiteSpeed Web Server dari segi kepopuleran memang masih kalah dengan Nginx tapi dari segi performa LiteSpeed Web Server tidak bisa dianggap remeh. Jika kalian menggunakan LiteSpeed, setidaknya bisa mendapatkan keunggulan Nginx dan Apache dalam satu web server. Dua kombinasi keunggulan tersebut adalah skalabilitas <em>event-driven<\/em> yang dipunya oleh Nginx dan berbagai macam <em>tools<\/em> manajemen seperti yang disediakan Apache.<\/p>\n<h4 id=\"h-performa-nginx-vs-litespeed-web-server\"><span id=\"Performa_Nginx_Vs_LiteSpeed_Web_Server\"><strong>Performa Nginx vs LiteSpeed Web Server<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Salah satu keunggulan yang ditawarkan LiteSpeed adalah LiteSpeed simpler stack dan intelligent cache. Kalian bisa menggunakan intelligence cache untuk menggantikan fungsi dari proxy pihak ketiga. Jadi kalian tidak membutuhkan reverse proxy HTTPS atau penyedia cache pihak ketiga. Selain itu, LiteSpeed melakukan kompresi terlebih dahulu sebelum menyimpan file cache, di mana hal ini tidak dilakukan oleh Nginx.<\/p>\n<p>Jika dibandingkan, kecepatan Nginx (menggunakan FCGI) tertinggal jauh dari LiteSpeed Web Server yang dikombinasikan dengan LiteSpeed Cache.<\/p>\n<h4 id=\"h-keamanan-nginx-vs-litespeed-web-server\"><span id=\"Keamanan_Nginx_Vs_LiteSpeed_Web_Server\"><strong>Keamanan Nginx Vs LiteSpeed Web Server<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Keamanan merupakan masalah yang serius makanya LiteSpeed juga mendukung aturan ModSecurity yang juga dipakai oleh Apache dan Nginx. Akan tetapi, LiteSpeed melakukannya tanpa mengorbankan kinerja. LiteSpeed Web Server juga menawarkan dukungan penggunaan reCaptcha, perlindungan serangan brute force, dan tindakan anti-DDoS lainnya yang juga dimiliki oleh Nginx.<\/p>\n<h2 id=\"h-cara-mengecek-web-server-yang-anda-pakai\"><span id=\"Cara_Mengecek_Web_Server_yang_Anda_Pakai\">Cara Mengecek Web Server yang Anda Pakai<\/span><\/h2>\n<p>Eitss, kalian bisa mengecek web server yang dipakai di website kalian, lho. Di website pada umumnya, kalian dapat dengan mudah mengecek server HTTP header untuk melihat apakah web server menggunakan Apache, Nginx, atau LiteSpeed Web Server.<\/p>\n<p>Jika browser yang digunakan Google Chrome, HTTP header dapat dilihat dengan membuka tab Chrome Devtools. Atau, kalian bisa mengecek header menggunakan tools seperti Pingdom, GTMetrix, dan HTTP Header Check.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39119 aligncenter\" src=\"https:\/\/niagaspace.sgp1.digitaloceanspaces.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/20115404\/http-header-nginx-1024x396.png\" alt=\"apa itu nginx 1\" width=\"1024\" height=\"396\" \/><figcaption>Sumber gambar: Kinsta<\/figcaption><\/figure>\n<p>Namun beberapa website terkadang tidak menampilkan web server yang dipakai. Contohnya ketika kalian melakukan analisis website WordPress yang menggunakan layanan proxy seperti Cloudflare. Website yang menggunakan layanan semacam ini akan memunculkan HTTP header dengan nama Cloudflare atau layanan proxy yang dipakai sehingga tidak menampilkan nama web server yang aslinya.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-39121\" src=\"https:\/\/niagaspace.sgp1.digitaloceanspaces.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/20115453\/contoh-server-cloudflare-saat-melakukan-pengecekan-web-server.png\" alt=\"apa itu nginx 2\" width=\"794\" height=\"350\" \/><\/figure>\n<p>Jetorbit menyediakan web hosting terbaik dan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\">domain murah<\/a> di tahun 2019 ini. Web <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/pengertian-web-hosting\/\">hosting adalah<\/a> tempat untuk membuat website Anda bisa diakses oleh semua pengunjung di seluruh belahan dunia. Agar bisa online dengan mudah dan cepat maka pilihlah web hosting terbaik dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Sedangkan domain adalah identitas dari website Anda agar mudah pengunjung mengingat nama identitas dari website Anda.<\/p>\n<p>Selain itu, kami juga menyediakan <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">produk VPS<\/a>, lho.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nginx adalah software web server open-source yang berfungsi sebagai reverse proxy, penyeimbang beban HTTP, dan proxy email untuk IMAP, POP3, dan SMTP.\u00a0Nginx\u00a0dibaca \u201cengine-ex\u201d (enjin-eks), dari kata\u00a0engine yang berarti mesin. Jadi, tidak dibaca \u201cNGING\u201d, ya. Okay, kenal lebih jauh yuk dengan Nginx dengan menyimak Mengenal Apa Itu Nginx dan Perbedaan antara Nginx dengan Web Server Lain &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu Nginx dan Perbedaan antara Nginx dengan Web Server Lain\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-nginx\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu Nginx dan Perbedaan antara Nginx dengan Web Server Lain\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[199,3196,3198,167,3202,283,7,200,3199,3197,3200,3201,331],"class_list":["post-2591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-apache","tag-apa-itu-nginx","tag-cara-kerja-nginx","tag-cara-membuat-web-gratis","tag-cek-web-server","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-kelebihan-dan-kekurangan-apache","tag-kelebihan-nginx","tag-nginx-adalah","tag-nginx-vs-apache","tag-nginx-vs-litespeed-web-server","tag-perbedaan-apache-dan-nginx","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2591"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11670,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2591\/revisions\/11670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}