{"id":2253,"date":"2019-08-08T05:45:01","date_gmt":"2019-08-08T05:45:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=2253"},"modified":"2019-08-08T05:45:01","modified_gmt":"2019-08-08T05:45:01","slug":"apa-artinya-front-end-back-end-dan-full-stack","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-artinya-front-end-back-end-dan-full-stack\/","title":{"rendered":"Apa Artinya Front-End, Back-End, dan Full-Stack?"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa dari kalian pasti sudah pernah mendengar istilah <em>front-end developer<\/em>,\u00a0<em>back-end developer<\/em>, dan\u00a0<em>full-stack developer<\/em>. Bisa jadi justru ada yang pekerjaannya menjadi salah satu dari ketiganya. Lalu, apakah arti dari ketiga istilah tersebut? Makanya Gaes, simak ya sampai selesai terkait <strong>Apa Artinya Front-End, Back-End, dan Full-Stack?<\/strong><\/p>\n<p>Web telah berkembang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut berarti seorang developer tidak lagi harus melakukan keseluruhan dari proses membangun web karena sudah terspesialisasi.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu<em> Front-End?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Apa yang langsung dilihat oleh user merupakan bagian\u00a0<em>front-end<\/em>\u00a0dari sebuah\u00a0<em>website<\/em>.\u00a0Bahkan <em>user<\/em>\u00a0pun dapat langsung berinteraksi di bagian ini. Bagian <em>front-end<\/em> dibangun menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.<\/p>\n<p>Tulang punggung atau bagian utama dari web adalah HTML (HyperText Markup Languange). Artinya, semua website yang Anda kunjungi dibuat menggunakan HTML. Struktur dan konten website pun ditentukan oleh HTML. Saat ini HTML5 merupakan versi terakhir dari HTML yang dilaunching pada tahun 2014.<\/p>\n<p>Sedangkan bahasa pemograman yang mengontrol tampilan HTML pada halaman\u00a0<em>website<\/em> disebut CSS (Cascading Style Sheets). Penentuan warna, <em>font<\/em>, gambar\u00a0<em>background<\/em> bahkan bagaimana tampilan keseluruhan\u00a0<em>website <\/em>ditentukan oleh CSS. CSS3 merupakan versi terakhir dari CSS yang mana menambahkan fitur seperti interaktifitas dan animasi dasar.<\/p>\n<p>JavaScript akan membuat website benar-benar tampil menarik meskipun Anda bisa menciptakan sebuah\u00a0website\u00a0hanya dengan menggunakan HTML dan CSS. Hal ini dikarenakan Anda bisa melakukan banyak hal, seperti interaktivitas, animasi juga lebih kompleks bahkan bisa membuat\u00a0<em>fully feature web application <\/em>dengan bantuan JavaScript.<\/p>\n<p>JavaScript saat ini bisa dijalankan dengan baik karena\u00a0<em>browser <\/em>semakin canggih. Hal inilah yang akhirnya menjadikan JavaScript tidak lagi hanya digunakan untuk bagian\u00a0<em>back-end<\/em>. JavaScript sendiri telah mengalami banyak kemajuan karena bertambahnya\u00a0beberapa <em><a href=\"https:\/\/blog.jetorbit.com\/pengertian-fungsi-dan-jenis-framework\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">framework<\/a>,<\/em>\u00a0seperti Angulars, jQuery, dan Node.js.<\/p>\n<p>Terkait untuk coding website, <em>front-end developer<\/em>\u00a0menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript untuk\u00a0<em>coding website<\/em>. HTML, CSS, dan JavaScript digunakan oleh sebagian website namun sebagian lainnya juga menggunakan <em>back-end programming language<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu <em>Back-End?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Bagian belakang layar dari sebuah\u00a0<em>website disebut dengan back-end<\/em>. Back-end <em>development <\/em>mempunyai bahasa pemograman, antara lain PHP, Ruby, Python, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Bahasa pemrograman <em>back-end<\/em> bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh JavaScript. Pada aplikasi\u00a0<em>web<\/em>\u00a0yang kompleks merupakan contoh dari sistem manajemen konten yang dibangun melalui\u00a0<em>back-end programming<\/em>. Anda akan belajar menemukan solusi terbaik dalam berbagai masalah saat Anda belajar\u00a0<em>coding. <\/em>Pun terkadang\u00a0<em>back-end programming<\/em>\u00a0merupakan bagian dari solusi tersebut.<\/p>\n<p><em>Back-end developer<\/em>\u00a0biasanya bekerjasama dengan\u00a0<em>front-end developer<\/em> dalam membangun sebuah\u00a0<em>website<\/em>\u00a0agar berjalan dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu <em>Full-Stack?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pada bagian\u00a0<em>front-end<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>back-end <\/em>inilah<em> full-stack developer<\/em>\u00a0bekerja. <em>Full-stack developer<\/em>\u00a0 menguasai HTML, CSS, JavaScript serta satu bahkan lebih bahasa pemograman\u00a0<em>back-end<\/em>.<\/p>\n<p>Bagian\u00a0<em>back-end<\/em> yang sebelumnya banyak melakukan hal, kini juga bisa dilakukan melalui\u00a0<em>front-end<\/em>. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi sehingga membuat perbedaan\u00a0<em>front-end<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>back-end development<\/em>\u00a0menjadi semakin sedikit. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya\u00a0<em>developer<\/em>\u00a0yang menguasai\u00a0<em>front-end<\/em>\u00a0sekaligus\u00a0<em>back-end programming<\/em>. Apalagi jika Anda menjadi\u00a0<em>full-stack developer<\/em>\u00a0maka akan menambah nilai khusus di mata perusahaan.<\/p>\n<p>Keseluruhan kode baik\u00a0<em>front-end<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>back-end<\/em>\u00a0pada sebuah website, bukan berarti harus dikerjakan semua jika menjadi\u00a0<em>full-stack developer.<\/em> Hal ini karena kebanyakan\u00a0<em>full stack developer<\/em>\u00a0menghabiskan waktu pada satu bagian\u00a0<em>programming<\/em>\u00a0saja.<\/p>\n<p><em>Full-stack developer<\/em>\u00a0 mempunyai kelebihan, yakni bisa melakukan analisis masalah pada kedua bagian\u00a0<em>programming<\/em>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> menyediakan web hosting terbaik dan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\">domain murah<\/a> di tahun 2019 ini. Web hosting adalah tempat untuk membuat website Anda bisa diakses oleh semua pengunjung di seluruh belahan dunia. Agar bisa online dengan mudah dan cepat maka pilihlah web hosting terbaik dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Sedangkan domain adalah identitas dari website Anda agar mudah pengunjung mengingat nama identitas dari website Anda.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> juga bisa didapatkan di Jetorbit dengan tanpa mengurangi kualitas, Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan dan sukses dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa Anda coba.<\/p>\n<p>Hosting indonesia pun telah tersedia. Anda bisa melakukan pemesanan web <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/reseller-hosting\/\">hosting Indonesia<\/a> di Jetorbit dengan spesifikasi hosting terbaik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa dari kalian pasti sudah pernah mendengar istilah front-end developer,\u00a0back-end developer, dan\u00a0full-stack developer. Bisa jadi justru ada yang pekerjaannya menjadi salah satu dari ketiganya. Lalu, apakah arti dari ketiga istilah tersebut? Makanya Gaes, simak ya sampai selesai terkait Apa Artinya Front-End, Back-End, dan Full-Stack? Web telah berkembang semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut &#8230; <a title=\"Apa Artinya Front-End, Back-End, dan Full-Stack?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-artinya-front-end-back-end-dan-full-stack\/\" aria-label=\"Read more about Apa Artinya Front-End, Back-End, dan Full-Stack?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[269,268,270,142],"class_list":["post-2253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-back-end","tag-apa-itu-front-end","tag-apa-itu-fullstack","tag-cara-membuat-website","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2255,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2253\/revisions\/2255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}