{"id":17550,"date":"2025-05-26T17:44:12","date_gmt":"2025-05-26T10:44:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=17550"},"modified":"2026-10-19T16:13:21","modified_gmt":"2026-10-19T09:13:21","slug":"20-perintah-atau-code-termux-terbaru-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/20-perintah-atau-code-termux-terbaru-2025\/","title":{"rendered":"20 Perintah atau Code Termux Terbaru 2026"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemanfaatan perangkat <em>mobile<\/em> untuk kebutuhan teknis dan pengembangan sistem semakin populer. Salah satu aplikasi terminal yang paling banyak digunakan di Android adalah <strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/tag\/termux\/\" data-type=\"post_tag\" data-id=\"421\">Termux<\/a><\/strong>. Aplikasi ini membuat perangkat Android berfungsi layaknya terminal Linux, sehingga kalian bisa menjalankan perintah berbasis Unix, menginstal <em>package<\/em>, hingga mengelola <em>file<\/em> tingkat lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daftar di bawah sudah kami periksa ulang pada Oktober 2026 terhadap repositori resmi Termux. Perintah yang <em>package<\/em>-nya sudah tidak tersedia kami ganti dengan perintah yang masih berfungsi, jadi semuanya bisa langsung kalian jalankan di Termux versi terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut 20 <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-menggunakan-linux-command-line-di-android-dengan-termux\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3007\">perintah atau code Termux<\/a> terbaru 2026. Jika kalian baru pertama kali memakai Termux, baca dulu panduan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/belajar-cara-menggunakan-termux-kode-atau-perintah-2021\/\">belajar cara menggunakan Termux<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <code>pkg update &amp;&amp; pkg upgrade<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah ini adalah langkah awal yang wajib dilakukan. Fungsinya untuk memperbarui daftar repositori dan seluruh <em>package<\/em> yang sudah terpasang di Termux agar tetap mutakhir dan kompatibel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <code>termux-setup-storage<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberi Termux izin mengakses penyimpanan internal perangkat. Perintah ini penting jika kalian ingin mengelola <em>file<\/em> di HP langsung dari terminal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <code>pkg install git<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Git adalah sistem kontrol versi yang paling banyak digunakan, baik untuk <em>clone repository<\/em> dari GitHub maupun mengelola proyek secara lokal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <code>pkg install python<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Python adalah bahasa pemrograman serbaguna yang didukung penuh di Termux. Dengan perintah ini, kalian bisa menjalankan <em>script<\/em> otomatisasi, <em>scraping<\/em>, hingga bot sederhana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <code>pkg install nodejs<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk pengembang JavaScript, Node.js bisa dipasang di Termux untuk mengembangkan aplikasi <em>backend<\/em> atau menjalankan <em>framework<\/em> seperti Express.js langsung dari Android.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <code>pkg install nmap<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nmap digunakan untuk memindai jaringan dan <em>port<\/em>. Gunakan hanya pada jaringan milik sendiri atau jaringan yang pemiliknya sudah memberi izin, misalnya untuk mengecek <em>port<\/em> apa saja yang terbuka di router rumah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. <code>pkg install curl<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Curl berfungsi untuk mengirim dan menerima data dari atau ke <em>server<\/em>. Perintah ini sangat berguna untuk menguji API maupun <em>debugging<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. <code>pkg install wget<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berfungsi untuk mengunduh <em>file<\/em> dari internet. Wget sering dipakai bersama perintah lain di dalam <em>script<\/em> otomatisasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. <code>pkg install openssh<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasang SSH di Termux, baik sebagai <em>client<\/em> maupun <em>server<\/em>. Cocok untuk mengelola <em>server<\/em> jarak jauh langsung dari ponsel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. <code>ssh user@host<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah <code>openssh<\/code> terpasang, perintah ini digunakan untuk masuk ke <em>server<\/em> atau VPS melalui protokol SSH. Ganti <code>user<\/code> dan <code>host<\/code> dengan nama pengguna dan alamat IP <em>server<\/em> kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">11. <code>pkg install clang<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Clang adalah <em>compiler<\/em> untuk bahasa C\/C++. Perintah ini diperlukan jika kalian ingin mengompilasi proyek langsung dari Termux.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">12. <code>pkg install nano<\/code> \/ <code>pkg install vim<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua perintah ini memasang editor teks. Pilihan antara nano atau vim tergantung preferensi; nano lebih mudah untuk pemula, sedangkan vim lebih lengkap untuk yang sudah terbiasa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">13. <code>pkg install fastfetch<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menampilkan informasi sistem, seperti versi Android, CPU, dan RAM, dalam tampilan yang rapi. Fastfetch adalah pengganti neofetch, yang pengembangannya sudah dihentikan sejak 2024.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">14. <code>pkg install tmux<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tmux membuat beberapa sesi terminal dalam satu layar dan menjaga sesi tetap berjalan meskipun kalian berpindah aplikasi. Gunakan <code>tmux new -s kerja<\/code> untuk membuat sesi dan <code>tmux attach -t kerja<\/code> untuk kembali ke sesi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">15. <code>pkg install tor<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasang Tor untuk koneksi anonim melalui jaringan Tor. Umumnya dipakai untuk membuat koneksi yang lebih privat dari Termux.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">16. <code>pkg install php<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menjalankan <em>script<\/em> PHP langsung di terminal. Berguna bagi pengembang web yang ingin menguji kode, bahkan menjalankan <em>web server<\/em> lokal dengan <code>php -S localhost:8080<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">17. <code>pkg install figlet<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Figlet menghasilkan teks ASCII art. Biasanya digunakan untuk membuat <em>banner<\/em> atau tampilan terminal yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">18. <code>pkg install root-repo &amp;&amp; pkg install tsu<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika perangkat sudah di-<em>root<\/em>, perintah ini memasang repositori khusus <em>root<\/em> dan <code>tsu<\/code>, sehingga Termux bisa menjalankan perintah dengan akses <em>root<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">19. <code>termux-wake-lock<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Android sering menghentikan aplikasi di latar belakang untuk menghemat baterai. Perintah ini mencegah Termux dihentikan saat layar mati, sehingga <em>script<\/em> yang berjalan lama tidak terputus. Jalankan <code>termux-wake-unlock<\/code> untuk melepasnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">20. <code>pkg install termux-services<\/code><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memungkinkan kalian menjalankan layanan seperti <code>sshd<\/code> atau <code>crond<\/code> di latar belakang dan menyalakannya otomatis. Setelah dipasang, tutup dan buka ulang Termux, lalu aktifkan layanan dengan perintah seperti <code>sv-enable sshd<\/code>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Termux di HP atau VPS: Kapan Perlu Pindah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perintah nomor 19 dan 20 menunjukkan batasan utama Termux: semuanya bergantung pada HP. Jika baterai habis, sinyal hilang, atau Android tetap menutup Termux, bot, <em>script<\/em>, dan <em>server<\/em> yang kalian jalankan ikut berhenti. HP juga tidak memiliki IP publik yang tetap, jadi sulit diakses dari luar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termux pada dasarnya adalah Linux di HP, sedangkan VPS adalah Linux di <em>server<\/em>. Perintah yang kalian pelajari di atas, seperti <code>pkg<\/code>\/<code>apt<\/code>, <code>git<\/code>, <code>python<\/code>, <code>ssh<\/code>, dan <code>tmux<\/code>, bisa dipakai dengan cara yang hampir sama di VPS. Bedanya, VPS menyala 24 jam di <em>data center<\/em> dan bisa kalian akses kapan saja lewat SSH, termasuk dari Termux.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"jo-cta jo-cta-box\" style=\"margin:2em 0;padding:20px 22px;border:1px solid #cfe0f5;border-left:4px solid #1e6fd9;border-radius:8px;background:#f4f8fd;\">\n<p style=\"margin:0 0 6px;font-weight:700;font-size:1.05em;\">Jalankan script dan bot 24 jam tanpa HP harus menyala<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 14px;\">Pindahkan project Termux kalian ke Cloud VPS Jetorbit. Kalian mendapat akses root penuh, storage NVMe, IPv4 dedicated, dan pilihan data center Jakarta atau Singapore. Cukup login dengan <code>ssh<\/code> dari Termux, lalu lanjutkan pekerjaan seperti biasa.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-vps\" data-cta=\"blog-termux\" style=\"display:inline-block;padding:10px 18px;border-radius:6px;background:#1e6fd9;color:#fff;font-weight:600;text-decoration:none;\">Lihat paket Cloud VPS<\/a>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Penggunaan Termux<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1160\" height=\"753\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux-1160x753.png\" alt=\"Tips penggunaan Termux di Android\" class=\"wp-image-17552\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux-1160x753.png 1160w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux-800x519.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux-1536x997.png 1536w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Tips-Penggunaan-Termux.png 1982w\" sizes=\"auto, (max-width: 1160px) 100vw, 1160px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menguasai perintah-perintah di atas, berikut beberapa tips untuk memaksimalkan Termux:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Gunakan Storage Internal dengan Benar:<\/strong> Setelah menjalankan <code>termux-setup-storage<\/code>, <em>file<\/em> di <code>~\/storage\/shared<\/code> bisa diakses oleh aplikasi lain di HP.<\/li>\n\n\n<li><strong>Backup Project Secara Berkala:<\/strong> Gunakan Git untuk menyimpan cadangan project ke GitHub atau GitLab.<\/li>\n\n\n<li><strong>Amankan Akses SSH:<\/strong> Jika menyalakan <code>sshd<\/code>, gunakan SSH key dan jangan memakai kata sandi yang mudah ditebak.<\/li>\n\n\n<li><strong>Gunakan Tools Keamanan Secara Legal:<\/strong> Tools seperti nmap hanya boleh dipakai pada perangkat dan jaringan milik sendiri atau yang sudah memberi izin.<\/li>\n\n\n<li><strong>Kenali Error Umum:<\/strong> Jika muncul pesan error saat memasang <em>package<\/em>, cek daftar <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/10-error-pada-termux-dan-cara-mengatasinya\/\">10 error pada Termux dan cara mengatasinya<\/a>.<\/li>\n\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Termux Tetap Relevan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termux tidak hanya menjalankan lingkungan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/tag\/linux\/\" data-type=\"post_tag\" data-id=\"3191\">Linux<\/a> di Android, tetapi juga mendukung berbagai bahasa pemrograman dan <em>tools<\/em> jaringan, dan <em>package<\/em>-nya masih rutin diperbarui. Karena itu, Termux cocok sebagai tempat belajar perintah Linux sebelum kalian mengelola <em>server<\/em> sungguhan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termux telah berkembang menjadi terminal yang sangat berguna di Android. Dengan menguasai 20 perintah di atas, kalian bisa memaksimalkan perangkat untuk pengembangan <em>software<\/em>, mengelola <em>server<\/em> lewat SSH, memeriksa jaringan sendiri, hingga mempelajari sistem Linux.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"jo-cta jo-cta-end\" style=\"margin:1.5em 0;padding:14px 18px;border-radius:8px;background:#f4f8fd;border:1px solid #cfe0f5;\">\n<p style=\"margin:0;\">Jika project Termux kalian perlu berjalan 24 jam, coba pindahkan ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-vps\" data-cta=\"blog-termux\" style=\"font-weight:600;\">Cloud VPS Jetorbit<\/a>. Perintah yang sudah kalian pelajari tetap bisa dipakai di sana.<\/p>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemanfaatan perangkat mobile untuk kebutuhan teknis dan pengembangan sistem semakin populer. Salah satu aplikasi terminal yang paling banyak digunakan di Android adalah Termux. Aplikasi ini membuat perangkat Android berfungsi layaknya terminal Linux, sehingga kalian bisa menjalankan perintah berbasis Unix, menginstal package, hingga mengelola file tingkat lanjut. Daftar di bawah sudah kami periksa ulang pada Oktober &#8230; <a title=\"20 Perintah atau Code Termux Terbaru 2026\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/20-perintah-atau-code-termux-terbaru-2025\/\" aria-label=\"Read more about 20 Perintah atau Code Termux Terbaru 2026\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6865,421],"class_list":["post-17550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-code-termux","tag-termux","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17550"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18220,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17550\/revisions\/18220"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}