{"id":16882,"date":"2024-09-24T02:49:00","date_gmt":"2024-09-23T19:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16882"},"modified":"2024-09-13T16:01:09","modified_gmt":"2024-09-13T09:01:09","slug":"apa-itu-nestjs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-nestjs\/","title":{"rendered":"Apa Itu NestJS, Kelebihan, dan Alasan Kenapa Menggunakan NestJS"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah tahu kah bahwa bagian back end kompleksitasnya lebih tinggi dibanding front end karena inilah yang menjadi kerangka utamanya. Makanya, kalian butuh NestJS untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Apa Itu NestJS, Kelebihan, dan Alasan Kenapa Menggunakan NestJS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu NestJS?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/nestjs.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">NestJS <\/a>adalah <em>framework <\/em>yang dibangun dalam lingkungan Node Js dan bahasa pemrograman jenis TypeScript. Secara umum sih, <em>framework <\/em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-perbedaan-antara-developer-dan-programmer\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3726\"><em>developer<\/em> <\/a>desain sedemikian rupa untuk mampu mengoptimalkan suatu <em>platform <\/em>website maupun aplikasi melalui :\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Struktur program efektif yang bentuknya tidak sinkron.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Skalabilitas yang fleksibel.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa kelebihan dari NestJS yang perlu kalian ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.&nbsp; Canggih dan Tetap Ramah Pengguna<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>ini terjamin memberi kepraktisan dalam kinerja <em>developer. <\/em>Terbukti fitur yang paling kompleks di sini juga mudah digunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan begitu <em>developer <\/em>dapat dengan cepat memulai dan fokus hanya pada bagaimana merangkai <em>coding <\/em>dengan sesempurna mungkin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Sintaks yang Kompatibel dengan Framework Angular&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Angular merupakan <em>framework <\/em>khusus <em>front end<\/em> yang sangat populer dengan konsentrasi pada arsitektur dan struktur. NestJS dalam hal ini karena gaya dan sintaksnya yang&nbsp; mampu bersinergi dengan Angular untuk membantu menyusun proyek perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Adanya Bahasa Pemrograman TypeScript<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dukungan TypeScript terhadap <em>framework <\/em>yang satu ini memberi berbagai manfaat, seperti:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memecahkan masalah kinerja dengan efisien.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Menyediakan penulisan aplikasi dengan cepat dengan langsung menyediakan detektor saat terjadi kesalahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terintegrasi dengan baik ke dalam VSCode untuk menciptakan lingkungan pengembangan yang lebih mudah diakses.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Dokumentasi yang Sifatnya Menyeluruh<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>NestJS termasuk salah satu <em>framework <\/em>yang memiliki dokumentasi terbaik. Alasan utamanya karena sangat mudah dipahami sehingga lebih efektif mengatasi <em>bug <\/em>karena dapat segera menemukan solusi yang tepat saat membaca dokumentasi tersebut.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kekurangan yang tampak jelas dari NestJS, terletak pada pengoperasian untuk <em>developer <\/em>yang masih pemula. Bagi yang tidak punya latar belakang mempelajari Angular, kemungkinan besar akan merasa sistemnya rumit untuk dipahami lebih lanjut. Apalagi, tidak semua pengembang JavaScript menggunakan TypeScript.<\/p>\n\n\n\n<p>Kurang ramahnya bagi pemula semakin terbukti karena mereka yang masih baru memulai memakai <em>framework <\/em>ini,<em> <\/em>pasti akan melewati proses <em>debugging <\/em>yang melelahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi yang ingin memakai Nest JS, akan butuh <em>effort <\/em>yang lebih untuk bisa mahir mengoperasikannya karena memang kurang cocok untuk pemula.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>NestJS didukung melalui beraneka ragam fitur di bawah ini:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Fitur Injeksi Dependensi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur yang fungsinya untuk menata rangkaian <em>coding <\/em>menjadi lebih teratur sehingga lebih enak dilihat mata. Bukan hanya perkara visual, kode yang susunannya rapi juga akan lebih mudah diperbaiki jika suatu saat timbul <em>error <\/em>atau <em>bug<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Fitur Proteksi Keamanan yang Terjamin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melihat semakin masif dan canggihnya peretasan saat ini, tentu bagi yang berkecimpung dalam bisnis digital cukup mengkhawatirkan, ya. Kalian tak perlu terlalu khawatir ya karena di sini NestJS menjamin memberi proteksi keamanan data <em>user <\/em>memakai <em>module <\/em>dan <em>guard<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara lebih spesifik, bentuk pengamanannya di sini adalah <em>two factor authentication <\/em>dan pemberlakukan sistem otorisasi, siapa saja yang berhak mengutak-atik sistem website.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Fitur Microservices<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi para <em>developer, <\/em>adanya microservice sangat menguntungkan membuat pengelolaan <em>coding <\/em>website atau aplikasi menjadi lebih mudah. Alasannya karena fitur berikut bisa \u201cmemotong-motong\u201d rangkaian kode yang begitu rumit menjadi berukuran lebih kecil.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Fitur Mempermudah Pengujian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Developer <\/em>NestJS juga berusaha memudahkan tahap pengujian agara aplikasi atau website bisa segera diluncurkan. Kemudahan pengujian dilaksanakan melalui modul <em>testing <\/em>dasar, seperti unit test hingga <em>end-to-end<\/em> tes. Pengujian yang semakin sederhana diharapkan akan lebih optimal dalam meminimalkan timbulnya <em>bug<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Alasan Kenapa Menggunakan NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>dengan peran yang sejenis sudah banyak yang rilis lebih dahulu dibandingkan NestJS. Namun, kira-kira yang membuatnya layak dipertimbangkan apa ya? Berikut ini alasan-alasannya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Framework <\/em>keluaran tahun 2017 ini memang pada dasarnya dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan sistem <em>backend <\/em>yang efisiensi dan fleksibilitasnya tinggi. Terbukti dari apa yang sudah disebutkan di atas bahwa struktur kodenya sangat rapi sehingga pengelolaannya menjadi lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Framework <\/em>ini kompatibel dipakai mendesain sistem RESTful API yang kokoh dan cepat untuk diintegrasikan dengan\u00a0 layanan <em>frontend<\/em>.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Dukungannya terhadap sistem program yang berstruktur microservice membuat NestJS cocok untuk proyek berskala besar yang butuh <em>maintenance <\/em>secara rutin.\u00a0\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Kemudahan pengujian program dan perawatan sistem karena di sini ada\u00a0 lingkungan yang terjamin kondusivitasnya.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Kompetensi yang bagus untuk mendesain aplikasi berbasis<em> real time, <\/em>misalnya aplikasi untuk percakapan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menginstal NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menginstal NestJS, perlu menginstal Node.js terlebih dahulu. Setelah Node.js terinstal, ikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Instal CLI NestJS:<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>npm install -g @nestjs\/cli<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Buat Proyek Baru:<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>nest new project-name<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jalankan Aplikasi:<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>cd project-name npm run start<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Modul di NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>nest generate module module-name<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini akan menghasilkan file modul baru di dalam proyek kalian dengan <em>template <\/em>dasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Controller di NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>nest generate controller controller-name<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini akan menghasilkan file controller baru di dalam proyek kalian dengan <em>template <\/em>dasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh sederhana controller:<\/p>\n\n\n\n<p>Copy code<\/p>\n\n\n\n<p>import { Controller, Get } from \u2018@nestjs\/common\u2019;<\/p>\n\n\n\n<p>@Controller(\u2018example\u2019)<\/p>\n\n\n\n<p>export class ExampleController {<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;@Get()<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;findAll(): string {<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;return \u2018This action returns all examples\u2019;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;}<\/p>\n\n\n\n<p>}<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Service di NestJS<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Service digunakan untuk mengelola logika bisnis dan dapat diinjeksikan ke dalam <em>controller <\/em>atau komponen lain. Untuk membuat service baru, gunakan CLI NestJS:<\/p>\n\n\n\n<p>nest generate service service-name<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Di Mana Saya Bisa Mendapatkan Dukungan atau Dokumentasi Untuk NestJS?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dokumentasi Resmi: dapat mengakses dokumentasi resmi di docs.nestjs.com.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunitas dan Forum: silakan bergabung dengan komunitas, seperti Stack Overflow, GitHub, dan Discord untuk berdiskusi dan mendapatkan bantuan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tutorial dan Blog: banyak sumber daya online, seperti tutorial, blog, dan video yang membahas tentang penggunaan NestJS.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bagaimana, kalian sudah paham kan mengenai NestJS? Apakah kalian tertarik menggunakan NestJS? Atau, kalian justru sudah menggunakan NestJS? Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahu kah bahwa bagian back end kompleksitasnya lebih tinggi dibanding front end karena inilah yang menjadi kerangka utamanya. Makanya, kalian butuh NestJS untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Apa Itu NestJS, Kelebihan, dan Alasan Kenapa Menggunakan NestJS Apa Itu NestJS? NestJS adalah framework yang &#8230; <a title=\"Apa Itu NestJS, Kelebihan, dan Alasan Kenapa Menggunakan NestJS\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-nestjs\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu NestJS, Kelebihan, dan Alasan Kenapa Menggunakan NestJS\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16894,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6644,283,6649,7,6650,6648,6647,6646,6645],"class_list":["post-16882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-nestjs","tag-domain-murah","tag-fitur-nestjs","tag-hosting-murah","tag-instal-nestjs","tag-kekurangan-nestjs","tag-kelebihan-nestjs","tag-nestjs","tag-nestjs-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16882"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16888,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16882\/revisions\/16888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}