{"id":16755,"date":"2024-08-21T10:28:17","date_gmt":"2024-08-21T03:28:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16755"},"modified":"2024-08-14T11:39:57","modified_gmt":"2024-08-14T04:39:57","slug":"apa-itu-cakephp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cakephp\/","title":{"rendered":"Apa Itu CakePHP, Keunggulan, dan Perbedaan dengan Framework PHP Lainnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kesempatan kali ini akan memperkenalkan salah satu <em>framework <\/em>bagus yang patut kalian coba, yaitu cakePHP. Apaan tuh? Masa iya masih ada hubungannya sama cake yang bikin kita ketagihan. Okay deh, tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Apa Itu CakePHP, Keunggulan, dan Perbedaan dengan Framework PHP Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu CakePHP?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/cakephp.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">CakePHP <\/a>adalah salah satu <em>framework <\/em>yang cocok bagi pemula. Alasannya karena <em>tools <\/em>ini berbasis <em>open source<\/em> yang bisa diakses secara gratis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemakaian sehari-hari, biasanya CakePHP juga merupakan opsi yang dipakai oleh seorang <em>developer <\/em>untuk mengembangkan aplikasi bersistem RAD (<em>Rapid Application Development<\/em>). Sistem yang memampukan suatu aplikasi yang dikembangkan&nbsp; menjadi lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur Utama CakePHP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini fitur-fitur luar biasa yang dimiliki oleh CakePHP:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Fitur Pengontrol<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur pengontrol dikenal dalam fungsinya untuk mengelola alur berpikir aplikasi. Masing-masing pengontrol yang ada di sini dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyediakan berbagai fungsionalitas.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengambil dan memodifikasi data dalam tabel memakai model variabel register dan\u00a0 objek yang dipakai ulang dalam fitur \u201cview\u201d.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara lebih spesifik, dalam sistem CakePHP, penamaan file dan kelas merupakan sesuatu yang begitu krusial. Oleh karena itu, cara penamaan file jadi sangat berdampak untuk keoptimalan kerja dari fitur pengontrol. Sebagai contoh, suatu model produksi akan diproses oleh ProductsController.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kondisi ini, pengontrol yang cocok harus dinamai dengan file products controller.php dan nama modelnya adalah product.php.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Fitur Pemodelan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur pemodelan merupakan penggambaran aktual dari beberapa tabel <em>database <\/em>yang dipakai dalam CakePHP untuk data akses.<\/p>\n\n\n\n<p>Tabel-tabel tersebut menciptakan koneksi dengan <em>database <\/em>yang kalian miliki dan menampilkan <em>query <\/em>jika pengontrol memberi instruksi dan menyimpan data dalam <em>database <\/em>tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, biasanya fitur pemodelan dipakai untuk mengakses segala sesuatu yang menyimpan data, seperti file, rekaman LDAP, momen iCal, atau barisan dalam sebuah file CSV.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Fitur Views<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur <em>views <\/em>berperan untuk mempresentasikan tampilan suatu konten pada <em>user<\/em>. Semua variabel yang ada dalam fitur semacam <em>array <\/em>dan objek-objek lainnya direkam memakai pengontrol.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena fungsinya yang sebatas untuk menampilkan itulah, fitur <em>views <\/em>tidak bisa mengakomodasi logika bisnis yang terlalu kompleks. Maka, tak heran kalau pengontrol yang dipakai sifatnya sangatlah <em>basic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keunggulan CakePHP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya menurut UpStackHQ masih banyak keunggulan lainnya dari CakePHP, seperti :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Fleksibilitas Bahasa yang Tinggi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sifatnya yang <em>open source<\/em> bukan hanya membuatnya dapat diakses siapa saja. Namun, hal tersebut juga menyebabkan <em>framework <\/em>tidak terpaku pada beberapa bahasa saja namun ia mampu mengakomodasi berbagai jenis. Suatu manfaat yang membuat <em>developer <\/em>bisa lebih kreatif dalam memakai setiap fitur yang tersedia dengan optimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kode yang Bisa Dipakai Berulang-ulang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Keunggulan selanjutnya adalah kode yang dapat dipakai berulang kali. Kode yang sejenis ini benar-benar membantu meningkatkan efisiensi, yaitu mempersingkat waktu untuk menulis kode baru. Kalian tak perlu lagi menulis dari awal, bisa langsung dipakai dalam berbagai kondisi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Komunitas yang Aktif&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>ini juga memperoleh dukungan komunitas yang besar dari sejumlah <em>programer <\/em>yang memang memiliki <em>passion <\/em>besar dalam <em>platform <\/em>ini. Situasi tersebut begitu menguntungkan terutama bagi pemula. Jika menemui kesulitan, akses untuk bertanya dan mendapatkan solusi sangatlah luas.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, melalui komunitas inilah kalian dapat mengikuti perkembangan paling <em>up to date<\/em> yang terjadi di sini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Keamanan yang Terjamin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Manfaat terakhir yang tak kalah pentingnya adalah pada jaminan keamanannya. Terbukti dari <em>framework <\/em>ini, kalian mampu menampilkan validasi data dan menambahkan kode dengan cepat dan aman untuk pengembangan website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, <em>developer <\/em>menjadi lebih mudah untuk memproteksi program dari masalah-masalah tertentu sambil memastikan aplikasi tetap aman demi menjaga kepercayaan <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan CakePHP dengan Framework PHP Lain<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di sini yang akan menjadi perbandingannya adalah laravel. Yuk simak penjelasannya berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Perbandingan dari Segi Keamanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laravel<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penilaian secara umum, laravel masih dipertimbangkan sebagai <em>framework <\/em>yang aman. Contohnya, ia memiliki sistem otentikasi yang memungkinkan pemilik <em>project <\/em>mengaksesnya. Kalian pun masih bisa menambahkan tingkat keamanan dengan menyematkan <em>force <\/em>HTTPs, mengurangi <em>query <\/em>mentah, memperbarui versi, dan lain-lain.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>CakePHP<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara umum, jika mengacu pada keamanan, CakePHP memiliki sistem keamanan yang lebih baik dibanding laravel. Salah satu alasannya bisa dilihat <em>framework <\/em>tersebut yang menggunakan fitur CSRF (<em>cross site request forgery<\/em>). Fitur yang membuat dapat menghindari serangan <em>hacking <\/em>dan menambah proteksi melalui enkripsi dan dekripsi.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Perbandingan Dari Segi Performa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laravel<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Laravel memiliki rekam jejak performa yang sempurna terutama jika harus berurusan dengan <em>project <\/em>berskala besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Performa yang bagus ini juga bisa diharapkan karena dalam <em>framework <\/em>laravel terdapat fitur-fitur penunjang, seperti sistem <em>backup<\/em>, dokumentasi yang detail, dan <em>plugin-plugin<\/em> lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>CakePHP<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika membandingan kinerja, CakePHP lebih cepat dibandingkan Laravel, cakupan proyek juga lebih kecil. Selain itu, CakePHP tidak menawarkan proses pengikatan data merupakan alasan tambahan mengapa ia menawarkan kecepatan yang lebih baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menginstal CakePHP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Persyaratan sistem: Pastikan kalian memiliki PHP versi 7.2 atau lebih baru dan server web seperti Apache atau Nginx.<\/li>\n\n\n\n<li>Composer: Instal Composer jika belum terpasang. Composer adalah alat manajemen dependensi PHP.<\/li>\n\n\n\n<li>Menginstal CakePHP:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-Itu-CakePHP-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"694\" height=\"100\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Apa-Itu-CakePHP-1.png\" alt=\"apa itu cakephp\" class=\"wp-image-16756\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gantilah my_app_name dengan nama aplikasi kalian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Struktur Dasar Direktori CakePHP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\/src: Berisi kode sumber aplikasi (Model, View, Controller, dan sebagainya).<\/li>\n\n\n\n<li>\/templates: Berisi file tampilan (<em>template<\/em>) untuk aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>\/config: Berisi file konfigurasi aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>\/logs: Menyimpan log aplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>\/tmp: Menyimpan data sementara seperti <em>cache<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>\/vendor: Berisi dependensi yang diinstal oleh Composer.<\/li>\n\n\n\n<li>\/webroot: Direktori publik yang diakses oleh web server.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Miliki website dan langsung online sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Jetorbit siap membantu onlinekan website idaman kalian dan menjadikan usaha kalian dikenal oleh seluruh dunia. Jetorbit tidak hanya membangun website atau aplikasi namun juga mengembangkan bagian bisnis kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan kalian harus membuat website di <a href=\"https:\/\/jetweb.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Jetweb<\/strong><\/a> adalah kami memberikan solusi pada apa yang kalian inginkan melalui website dan aplikasi dengan desain, ide, serta kemungkinan yang tak terbatas lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesempatan kali ini akan memperkenalkan salah satu framework bagus yang patut kalian coba, yaitu cakePHP. Apaan tuh? Masa iya masih ada hubungannya sama cake yang bikin kita ketagihan. Okay deh, tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Apa Itu CakePHP, Keunggulan, dan Perbedaan dengan Framework PHP Lainnya Apa Itu CakePHP? CakePHP adalah &#8230; <a title=\"Apa Itu CakePHP, Keunggulan, dan Perbedaan dengan Framework PHP Lainnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cakephp\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu CakePHP, Keunggulan, dan Perbedaan dengan Framework PHP Lainnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16769,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6498,6500,6499,6503,6504,283,6501,7,6502],"class_list":["post-16755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-cakephp","tag-cakephp","tag-cakephp-adalah","tag-cara-instal-cakephp","tag-direktori-cakephp","tag-domain-murah","tag-fitur-cakephp","tag-hosting-murah","tag-keunggulan-cakephp","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16757,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16755\/revisions\/16757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}