{"id":16704,"date":"2024-08-09T04:15:00","date_gmt":"2024-08-08T21:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16704"},"modified":"2024-08-02T10:36:47","modified_gmt":"2024-08-02T03:36:47","slug":"pengertian-raid-server","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-raid-server\/","title":{"rendered":"Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah pahamkah bahwa dalam mengelola server, memastikan kecepatan dan keamanan adalah hal yang terpenting? Kalem, sekarang sudah ada teknologi yang memudahkan untuk mengoptimalkan keduanya. Tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Raid Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kata RAID di sini merupakan singkatan dari <em>Redundant Array of Independent Disks<\/em>. Dalam Bahasa Indonesia artinya susunan <em>disk <\/em>dalam jumlah berlebih yang berdiri secara independen.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Storware <\/em>menjelaskan Raid server adalah server yang dilengkapi teknologi untuk menyimpan sejumlah data yang tersebar pada beberapa <em>hard drives<\/em>. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya <em>error <\/em>dengan lebih baik maupun untuk meningkatkan performa.&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya teknologi Raid server banyak digunakan dalam lingkungan perusahaan karena pasti ada beberapa sektor yang berurusan dengan data-data sensitif <em>customer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Raid Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>RAID server terbagi lagi ke dalam 2 kategori besar, yaitu berdasarkan level fungsional dan berdasarkan perangkat di mana ia terpasang. Berikut ini penjelasan selengkapnya sebagaimana yang dilansir techtarget :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Berdasarkan Level Fungsional&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Maksud level fungsional di sini mengacu pada kompetensi yang dimiliki RAID tersebut. Mencakup pada sampai sejauh apa toleransinya pada <em>error<\/em>, meningkatkan performa server, dan kapasitas penyimpanannya. Apa saja level-levelnya? Yuk simak pembahasannya menurut red switches :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 0<\/strong><\/h4>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16705\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>RAID dalam level ini sudah memiliki sistem data <em>striping <\/em>tapi tidak menyediakan redudansi data dan toleransi kesalahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 1<\/strong><\/h4>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16706\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>RAID server level 1 sering dikenal juga sebagai <em>disk mirroring<\/em> yang mana konfigurasinya terdiri atas paling sedikit dua <em>drives <\/em>yang menduplikasi penyimpanan data. Hal yang membuat performa pembacaan datanya meningkat karena dari kedua disk bisa dibaca pada saat yang bersamaan. Sayangnya, di sini tidak memiliki sistem data <em>striping<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 2<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Konfigurasi ini menggunakan <em>striping <\/em>di seluruh <em>disk <\/em>sedangkan beberapa disk bertanggung jawab menyimpan informasi serta melakukan pemeriksaan dan perbaikan kesalahan (ECC).<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16707\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Selain itu, RAID 2 juga menggunakan paritas yang terdedikasi ke dalam&nbsp; kode Hamming, bentuk linear dari ECC.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, versi ini sudah tidak terpakai karena sudah kalah bersaing dengan versi-versi yang lebih modern.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 3<\/strong><\/h4>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16708\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>RAID 3 dalam level RAID server menekankan pada proses <em>striping <\/em>lalu cenderung mengalokasikan penyimpanan datanya pada satu jalur saja. Selain itu, level yang satu ini juga memiliki kelebihan lain:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Telah terpasang sistem informasi ECC untuk mengantipasi terjadinya <em>error.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Dapat melakukan pemulihan data dengan menghitung informasi eksklusif yang direkam pada drive lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok digunakan untuk sistem pengguna tunggal dengan aplikasi rekaman yang panjang. Alasannya adalah karena kinerja operasional dari RAID ini yang mengakses semua <em>drive <\/em>secara bersamaan, tidak dapat melakukan penumpukan di salah satu jalur.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 4<\/strong><\/h4>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16709\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Tingkat RAID 4 menggunakan stripe besar, yang memungkinkan pengguna dapat membaca catatan dari setiap <em>drive <\/em>tunggal. Selain itu, karena sistem operasi yang mengizinkan adanya tumpang tindih sehingga dapat membantu performa pembaca data oleh server.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 5<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Merupakan sebuah level RAID server yang cara kerjanya berdasarkan <em>parity block-level striping<\/em>. Informasi paritas ini tersebar di seluruh <em>drive<\/em>, memungkinkan <em>array <\/em>tersebut tetap berfungsi meski satu <em>drive <\/em>mengalami kegagalan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16710\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Arsitektur <em>array <\/em>memungkinkan operasi baca dan tulis melintasi beberapa <em>drive<\/em>. Hal ini menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada satu <em>drive <\/em>meski tidak secepat <em>array <\/em>RAID 0.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya RAID 5 butuh setidaknya tiga <em>disk <\/em>tetapi sering disarankan untuk menggunakan setidaknya lima <em>disk<\/em>. Alasannya untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID 6<\/strong>&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p>Teknis bagaimana server berikut berfungsi kurang lebih mirip dengan RAID 5 tapi di sini melibatkan skema distribusi paritas yang kedua ke semua <em>drive <\/em>dalam <em>array<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"294\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Pengertian-Raid-Server-7.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16711\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Adanya tambahan paritas membuat <em>array <\/em>tetap bisa berfungsi baik meski dua <em>disk <\/em>secara berturut-turut mengalami kegagalan. Namun. adanya perlindungan tambahan juga membawa konsekuensi yang mana RAID jadi lebih lambat performanya dibanding RAID 5.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Berdasarkan Perangkat di Mana RAID Terpasang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID Hardware<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Raid jenis <em>hardware <\/em>ini lebih baik dibanding jenis <em>software <\/em>dari segi kecepatan baca dan tulis ke <em>storage<\/em>. Raid <em>hardware <\/em>juga dilengkapi baterai untuk menyimpan <em>cache storage, <\/em>yaitu bbu atau <em>cache vault<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>RAID Software<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Membangun sebuah raid dari sisi <em>software<\/em>\/OS. Biasanya jika kita menggunakan <a href=\"https:\/\/www.linux.org\/pages\/download\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Linux <\/a>pada awal <em>setup <\/em>partisi. Kalian akan jadi lebih mudah menentukan instalasi raid sejumlah dengan kebutuhan kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keuntungan Menggunakan RAID di Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Keandalan Tinggi: Kemampuan untuk tetap beroperasi jika ada kegagalan <em>disk<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kinerja yang Meningkat: Dapat meningkatkan kecepatan baca atau tulis data, terutama dalam konfigurasi RAID yang menggunakan <em>striping<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Skalabilitas: Memungkinkan penambahan kapasitas penyimpanan dan\/atau kinerja dengan menambah <em>disk <\/em>ke dalam <em>array<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Risiko atau Kelemahan Menggunakan RAID di Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya: Konfigurasi RAID dapat lebih mahal karena butuh lebih dari satu <em>disk<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Kompleksitas: Konfigurasi dan manajemen RAID butuh pemahaman teknis yang baik dan pemantauan yang rutin.<\/li>\n\n\n\n<li>Performa Tertentu: Beberapa level RAID seperti RAID 5 dapat mengalami degradasi performa saat melakukan pemulihan data setelah kegagalan <em>disk<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah RAID Menggantikan Kebutuhan Backup?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak! RAID tidak menggantikan kebutuhan terkait <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-melakukan-backup-di-softaculous-cpanel\/\">backup <\/a><\/em>yang terpisah. Meski RAID menyediakan tingkat redudansi data, <em>backup <\/em>yang terpisah tetap dibutuhkan untuk melindungi data dari ancaman yang lebih luas, seperti bencana alam, serangan <em>ransomware<\/em>, atau kesalahan manusia<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, jadi itulah penjelasan mengenai RAID server. Oia, jangan lupa ya bahwa server ini punya levelnya sendiri dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Nah, kalian harus tahu dulu kebutuhan kalian sejauh apa sehingga bisa menentukan dengan tepat levelnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat ya \ud83d\ude42&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah pahamkah bahwa dalam mengelola server, memastikan kecepatan dan keamanan adalah hal yang terpenting? Kalem, sekarang sudah ada teknologi yang memudahkan untuk mengoptimalkan keduanya. Tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya Pengertian Raid Server Kata RAID di sini merupakan singkatan dari Redundant Array of &#8230; <a title=\"Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-raid-server\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16724,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,6448,6450,6453,6451,6452,6449,6445,6447,6446],"class_list":["post-16704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-raid-server","tag-kelemahan-menggunakan-raid","tag-kelemahan-raid","tag-keuntungan-menggunakan-raid","tag-keuntungan-raid","tag-level-fungsional","tag-pengertian-raid-server","tag-raid-server","tag-raid-server-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16704"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16712,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16704\/revisions\/16712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}