{"id":16590,"date":"2024-07-02T01:34:00","date_gmt":"2024-07-01T18:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16590"},"modified":"2024-06-27T10:11:19","modified_gmt":"2024-06-27T03:11:19","slug":"apa-itu-query","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-query\/","title":{"rendered":"Apa Itu Query, Cara Kerja Query, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Tahukah kalian bahwa sebenarnya query bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, lho? Ada yang masih bingung dengan query? Santuy, kalem, langsung kalian cari tahu detail selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Apa Itu Query, Cara Kerja Query, dan Contohnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Query?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Query <\/em>adalah <em>syntax <\/em>atau perintah untuk meminta dan mengakses data yang disimpan dalam sistem <em>database<\/em>. <em>Query database<\/em> bisa dipahami sebagai permintaan informasi dalam bahasa yang dipahami oleh sistem. Permintaan ini diajukan dalam bentuk rangkaian kode.<\/p>\n\n\n\n<p>Kode ini disebut sebagai bahasa <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-pengertian-query-database-secara-lengkap\/\" data-type=\"post\" data-id=\"8964\">query<\/a><\/em>. Pada dasarnya sih, ada beberapa bahasa <em>query <\/em>yang cukup umum digunakan, seperti DMX, AQL, atau Datalog. Untuk penggunaan aplikasi <em>Database Management System<\/em> (<a href=\"https:\/\/www.geeksforgeeks.org\/dbms\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">DBSM<\/a>) standar bahasa <em>query <\/em>yang digunakan adalah <em>Structured Query Language <\/em>(SQL).<\/p>\n\n\n\n<p>Bahasa query SQL digunakan di berbagai aplikasi <em>database<\/em>. Di kalangan <em>database <\/em>administrator, SQL dikenal sebagai <em>query language <\/em>yang paling populer. Bahasa <em>query <\/em>digunakan untuk memudahkan komunikasi antara permintaan yang diajukan pengguna dengan sistem <em>database<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Query Database<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada SQL, terdapat tiga jenis <em>query<\/em>. Persamaan dari ketiga <em>query <\/em>ini adalah memiliki tugas untuk membuat objek <em>database<\/em>. Namun, tugas pembuatan objek <em>database <\/em>dari masing-masing jenis ini memiliki perbedaan, loh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Data Definition Language (DDL)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis <em>query <\/em>ini dipakai untuk mendefinisikan data yang terdapat dalam <em>database<\/em>. <em>Query <\/em>ini bertugas untuk membantu pengguna membuat dan mengubah tabel, menentukan struktur tabel, membuat indeks, dan sebagainya. Sedangkan <em>query <\/em>DDL meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>CREATE: <\/strong>merupakan <em>query <\/em>untuk membuat <em>database <\/em>dan tabel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alter: <\/strong><em>query <\/em>untuk mengubah struktur tabel yang sudah dibuat, seperti <strong>Add <\/strong>untuk menambahkan kolom, <strong>Change <\/strong>untuk mengubah nama kolom tabel, atau <strong>Drop <\/strong>untuk menghapus kolom tabel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Drop: <\/strong>digunakan untuk menghapus <em>database <\/em>maupun tabel.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Data Control Language (DCL)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis <em>query <\/em>ini bertugas untuk memberi izin akses <em>database<\/em>, alokasi <em>space<\/em>, audit pemakaian <em>database<\/em>, dan sebagainya. Query yang dimiliki DCL adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>COMMIT<\/strong>: merupakan <em>query <\/em>untuk menetapkan penyimpanan <em>database<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>REVOKE<\/strong>: digunakan untuk membatalkan izin <em>user<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ROLLBACK<\/strong>: <em>query <\/em>untuk membatalkan penyimpanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>GRANT<\/strong>: digunakan untuk memberikan izin akses <em>user<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Data Manipulation Language (DML)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis <em>query <\/em>ini bertugas untuk melakukan manipulasi objek yang sudah dibuat pada <em>database<\/em>. Query yang termasuk dalam DML adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>DELETE<\/strong>: digunakan untuk menghapus data dari tabel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>INSERT<\/strong>: <em>query <\/em>untuk menambahkan atau memasukkan data pada tabel yang sudah ada.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>UPDATE<\/strong>: <em>query <\/em>untuk mengubah data pada tabel.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Query<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalian pemula yang masih mempelajari <em>database<\/em>? Wajar sih masih bertanya-tanya bagaimana <em>query <\/em>digunakan untuk mengelola <em>database<\/em>. Sebenarnya sih, cara kerja <em>query database<\/em> bisa lebih sederhana untuk dipahami dengan menggunakan perumpamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, saat kalian ingin pesan satu menu di restoran, kalian pasti akan menyebutkan nama menu yang ingin dipesan dan bertanya apakah menu tersebut tersedia. Pelayan restoran tentu akan menerima pertanyaan, memeriksa pesanan, dan menghidangkan pada pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, <em>query <\/em>juga bekerja layaknya pelayan restoran tersebut. Pesanan pembeli merupakan rangkaian kode yang tidak lain adalah bahasa <em>query<\/em>. Dengan menggunakan bahasa yang bisa dipahami, pelayan restoran dapat memproses pesanan dan memberi sesuai dengan permintaan dari pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Persyaratan untuk pertukaran informasi antara <em>user <\/em>dan <em>database <\/em>hanya menggunakan bahasa yang sama. Baik dengan bahasa SQL maupun lainnya, selama rangkaian kode permintaan <em>user <\/em>bisa dipahami oleh sistem <em>database<\/em> maka permintaan dapat diproses.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyimpanan <em>database <\/em>didesain untuk menyimpan data dalam bentuk tabel. Masing-masing tabel terdiri atas kolom-kolom dengan atribut data dan baris yang berisi informasi. <em>Query <\/em>menentukan aksi yang perlu dilakukan pada data-data tersebut. msalnya untuk <em>query select<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Query <\/em>ini akan memilih data tertentu dari sumber data dalam <em>database<\/em>. Jika dengan data yang sudah dipilih tersebut <em>user <\/em>melanjutkan dengan <em>query action<\/em> maka <em>user <\/em>bisa mengambil tindakan untuk memanipulasi data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Query<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa contoh penggunaan <em>query<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Query untuk Membuat Database<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini merupakan <em>query <\/em>utama yang wajib diketahui agar dapat menyimpan tabel-tabel data. Query CREATE dapat dituliskan seperti ini: <strong>create database nama_database;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, kalian akan membuat <em>database <\/em>untuk kebutuhan inventarisir barang di gudang A. Dengan menggunakan <em>query <\/em>ini, dapat ditulis menjadi: <strong>create database gudangA;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, <em>query <\/em>OK akan menampilkan pembuatan <em>database <\/em>dengan nama yang kalian masukkan. Jika ingin melihat <em>output database<\/em> yang dibuat menggunakan MySQL, masukkan query: <strong>show databases;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Query untuk Membuat Tabel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian sudah paham kan mengenai informasi dan data-data akan disimpan dalam bentuk tabel dalam <em>database<\/em>. Artinya, tabel merupakan objek yang wajib tersedia dalam <em>database<\/em>. Kalian dapat membuat tabel hanya jika sudah membuat <em>database <\/em>seperti yang sudah dijelaskan caranya di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum membuat tabel, pertama kalian kalian aktifkan <em>database <\/em>dulu. <em>Query database <\/em>untuk mengaktifkannya adalah: <strong>use nama_database;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin mengaktifkan <em>database <\/em>milik gudang A maka silakan tuliskan <em>syntax <\/em>menjadi: <strong>use gudangA;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah masuk ke <em>database<\/em>, kalian bisa mulai membuat tabel dengan query <strong>create table nama_table;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Query untuk Memasukkan Data ke Tabel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memasukkan data menggunakan <em>query database<\/em> INSERT. Ini merupakan query DML yang berguna untuk menambahkan data ke tabel atau data yang sudah tersedia sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memasukkan data ke sebuah tabel, tuliskan <em>query <\/em>sebagai berikut: <strong>insert into nama_tabel values(\u2018data untuk kolom pertama\u2019, \u2018data untuk kolom kedua\u2019, \u2018data untuk kolom ketiga\u2019);<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalian dapat menambahkan bagian kolom sesuai dengan data yang akan dimasukkan. Jika ingin menampilkan data yang telah dimasukkan ke tabel, gunakan query: <strong>select * from nama_tabel;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Query untuk Menghapus Data<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagaimana jika sebuah data sudah tidak relevan atau tidak dibutuhkan kembali? Tentunya kalian dapat menghapusnya dari <em>database<\/em>. Format kode <em>query <\/em>yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini kurang lebih mirip dengan contoh-contoh di atas. Namun, untuk menghapus data, <em>query <\/em>yang dibutuhkan adalah DELETE.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghapus seluruh data dari sebuah tabel, dapat menggunakan query: <strong>delete from nama_tabel;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika ingin menghapus sebagian data saja juga bisa. <em>Query <\/em>yang dibutuhkan adalah: <strong>DELETE FROM nama_tabel WHERE nama_data;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misal ingin menghapus data di tabel nomor 7. Penulisan syntax query menjadi: <strong>delete from list_produk where no=\u20197\u2019;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Okay deh, setelah memahami apa itu <em>query database<\/em>, kalian bisa memulai menggunakan <em>query <\/em>untuk memilih, mengubah, atau menambahkan data ke dalam <em>database <\/em>milik kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, dapatkan penghasilan melalui<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\"> Afiliasi Jetorbit<\/a>, yuk. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kalian bahwa sebenarnya query bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, lho? Ada yang masih bingung dengan query? Santuy, kalem, langsung kalian cari tahu detail selengkapnya saja yuk mengenai Apa Itu Query, Cara Kerja Query, dan Contohnya Apa Itu Query? Query adalah syntax atau perintah untuk meminta dan mengakses data yang disimpan dalam sistem database. Query &#8230; <a title=\"Apa Itu Query, Cara Kerja Query, dan Contohnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-query\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Query, Cara Kerja Query, dan Contohnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6311,2789,2790,283,7,6313,6312],"class_list":["post-16590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-query","tag-cara-kerja-query","tag-contoh-query","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-query-database","tag-query-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16593,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16590\/revisions\/16593"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}