{"id":16562,"date":"2024-06-25T02:00:00","date_gmt":"2024-06-24T19:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16562"},"modified":"2024-06-21T14:51:51","modified_gmt":"2024-06-21T07:51:51","slug":"manfaat-sales-page","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/manfaat-sales-page\/","title":{"rendered":"Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi"},"content":{"rendered":"\n<p>Berbeda dengan <em>landing page<\/em>, kata <em>sales <\/em>ini masih terasa asing di pendengaran. <em>Anyway<\/em>, fungsinya cukup signifikan lho untuk membantu pemasaran lebih efektif dan bisa menjangkau pasar lebih luas. Okay, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Penggunaan Sales Page<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa manfaat dari <em>sales page<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Meningkatkan Penjualan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan <em>sales page<\/em> akan membantu meningkatkan penjualan sebuah usaha. Pemakaian media ini paling cocok untuk UMKM atau bagi yang sedang merintis bisnis baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, keberadaan dari <em>sales page<\/em> ini untuk membangun kredibilitas antara penjual dan pembeli. <em>Sales page<\/em> sangatlah tepat bagi yang menawarkan sebuah promosi, seperti bonus atau potongan belanja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Membangun Brand Awareness<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemakaian <em>sales page<\/em> bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk membangun identitas sebuah <em>brand<\/em>, penyampaian pesan dari <em>brand<\/em>, serta meningkatkan kepercayaan <em>brand <\/em>di hati pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hemat Waktu dan Tenaga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan<em> sales page<\/em> juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Sebab, penjualan bisa dilakukan dengan memanfaatkan otomatisasi proses tetapi tetap menjangkau banyak calon pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Media Mengumpulkan Data Pelanggan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FYI, biasanya di <em>sales page<\/em> akan dilengkapi dengan pengisian formulir yang bertujuan untuk mendapatkan data pelanggan, seperti nama, alamat, dan email pelanggan. Jika sistem sudah mencatat informasi tersebut maka bisa dilakukan konversi sebagai kampanye pemasaran melalui <em>email marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Meningkatkan Layanan Pelanggan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Oia, pada <em>sales page<\/em> sudah dilengkapi dengan FAQ (<em>Frequently Asked Questions<\/em>) untuk membantu memberikan jawaban dari pertanyaan umum. Nah, meski sederhana, keberadaan FAQ banyak membantu pelanggan mendapatkan jawaban tanpa harus menghubungi pihak penjual.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Sales Page<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sales page memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu bentuk halaman pendek dan panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada halaman berbentuk pendek, sifat penyampaiannya tepat dan menampilkan informasi penting mengenai produk atau layanan yang ingin ditawarkan. Bentuk ini lebih mudah dipahami karena memberi rincian yang pelanggan butuhkan dengan prospek untuk bertransaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan halaman berbentuk panjang, deskripsinya sendiri sangat rinci menerangkan produk atau layanan yang ditawarkan. Biasanya jenis ini disebut \u2018surat penjualan\u2019 karena menampilkan seluruh informasi yang orang butuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Elemen Isi dalam Sales Page<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa elemen penting untuk kalian kuasai:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buat Judul Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Aspek penting dalam pemasaran adalah memikat hati calon pelanggan. Oleh karena itu, silakan buat judul semenarik mungkin dan biarkan calon pelanggan penasaran dengan isi dari <em>sales page<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Berikan Pain Point<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Keberadaan dari poin ini untuk membantu pelanggan kalian mengatasi masalahnya, yang mana prosesnya dengan mengerti kebutuhan, keluhan, dan keinginan dari pelanggan. Nah, setelah itu kalian bisa memberi solusi terbaik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tampilkan Keunggulan Produk<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Yeayy, sekarang saatnya untuk menjelaskan sisi unggul dari produk atau jasa yang ditawarkan. Tujuannya untuk memikat dan meyakikan hati pembeli mengenai merk dagang kalian yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Tambahkan Ulasan Pelanggan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Umpan balik atau ulasan ini akan membantu untuk menerangkan kepada konsumen bahwa perusahaan sangat populer dan banyak peminat. Keberadaan dari ulasan ini akan membantu meyakinkan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan, loh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Fasilitasi FAQ pada Halaman Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah mengarahkan calon pembeli sampai di<em> sales page<\/em> formulir, pastikan untuk memfasilitasinya dengan beberapa FAQ penting. Nah, nantinya pengunjung bisa mendapat jawaban secara langsung tanpa menunggu jawaban dari admin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. CTA&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, tambahkan ajakan untuk bertindak, ya. Poin ini sangat penting ada di <em>sales page<\/em> akhir untuk meyakinkan klien untuk membeli produk kalian. Sertakan beberapa tombol CTA di seluruh halaman web tetapi jangan sampai melupakan penyebutannya di bagian akhir.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Sales Page<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini cara membuat <em>sales page<\/em> yang baik dan berkonversi tinggi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pastikan Kenal Siapa Audiensnya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum melakukan pemasaran sebuah produk, kenali dulu siapa target audiensnya. Kenali lebih dalam apa saja yang mereka sukai. Poin paling penting adalah bantu mereka memecahkan masalah yang dibutuhkan melalui penawaran produk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Buat Proposisi Nilai untuk Penawaran Kalian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah itu, pastikan memikirkan proporsi nilai yang akan ditawarkan kepada konsumen di luar sana seperti apa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tentukan Harga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meski menentukan harga yang pas ini cukup rumit, pastikan bisa melakukannya dengan hati-hati, ya. Sebab, membebankan biaya terlalu banyak akan membuat kalian berisiko kehilangan penjualan. Sedangkan, memberi harga terlalu rendah akan merugikan karena tidak bisa mengasosiasikan produk dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pilih Panjang Sales Page yang Efektif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentukan panjang halaman yang dirasa efektif untuk <em>sales page<\/em>. Apakah ingin menjelaskan detail penawaran atau hanya ingin membuat <em>copywriting <\/em>yang memikat. Silakan pikirkan hal tersebut juga, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Buat Salinan yang Memikat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Anyway<\/em>, kalian perlu membuat salinan judul yang memikat, ya. Caranya dengan bahasa singkat dan banyak versi. Setelah itu lihat apakah kalimat yang dipilih cukup menawan untuk ditawarkan atau belum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Buat Desain Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Desain memiliki peran penting dalam memikat hati calon pembeli. Oleh karena itu, meski menggunakan <em>template <\/em>gratisan, pastikan untuk mengeditnya dulu agar terlihat lebih profesional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Miliki CTA yang Unik dan Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pastikan ada satu ajakan kepada pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan di <em>sales page<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Buat Saluran Penjualan Bekerja secara Otomatis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, bantulah calon pembeli agar lebih mudah dalam bertransaksi dengan melakukan saluran penjualan secara cepat dan aksesnya juga mudah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, kalian ingin membuat <em>sales page<\/em> yang memiliki konversi tinggi? Pastikan kalian ikuti teknik dasarnya berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buatlah Judul Semenarik Mungkin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembuatan judul yang menarik akan memikat hati pengunjung. Apalagi fungsi dari judul sendiri sebagai \u2018pengait\u2019 yang akan memancing pengunjung melihat penawaran yang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Fokus pada Manfaat, Bukan Fitur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikan alasan kenapa pengunjung harus membeli produk kalian dibanding menawarkan fitur menarik. Teknik ini jarang digunakan lho tetapi justru memiliki hasil yang signifikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tambahkan Testimoni<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jejak digital merupakan konversi tinggi dalam sebuah penjualan. Indikator kepercayaan pengunjung dimulai dari jejak digital yang ditinggalkan oleh pengunjung sebelumnya. Oleh karena itu, tambahkan testimoni di <em>sales page<\/em> demi meningkatkan keberhasilan konversi di <em>sales page<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Beri Gambar yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tambahkan gambar yang sesuai dengan penjelasan pada halaman, ya. Gambar ini berperan sebagai visual inti dari halaman sehingga memiliki nilai grafis untuk memancing perhatian konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Lakukan Komunikasi Lebih Dekat dengan Pelanggan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan membuat pebisnis bisa melakukan komunikasi ringan dengan pembeli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Bagian Akhir Tambahkan CTA yang Kuat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Seluruh konten dan salinan pada <em>sales page<\/em> haruslah mengandung CTA sehingga pembaca terdorong untuk melakukan pembelian pada tahap selanjutnya. Jadi, jangan hanya bertuliskan \u201cBeli sekarang.\u201d Tambahkan juga informasi mendukung, seperti harga terjangkau, produk aman, dan metode pembayaran bervariasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Pastikan Sales Page Cepat Diakses<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Sales page<\/em> mungkin sering terlambat sehingga menyebabkan potensial pelanggan terjauhkan. Nah, dengan Jetorbit kalian mendapat akses ke web hosting super cepat dan domain yang dapat mempercepat kinerja<em> sales page<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Sales Page<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Somnifix<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Contoh <em>sales page<\/em> yang bagus dengan jenis pendek adalah Somnifix. Di bagian judul Somnifix sudah membantu menjelaskan bagaimana produknya bisa membantu masalah mendengkur.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Manfaat-Sales-Page-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"351\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Manfaat-Sales-Page-1.png\" alt=\"sales page\" class=\"wp-image-16564\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Somnifix juga memanfaatkan poin-poin penting untuk mencantumkan keunggulan produknya dalam memikat calon pelanggan. Belum pula adanya tombol CTA di akhir teks untuk mengarahkan pembaca menuju toko online.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Ruby<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ruby memberi layanan pelanggan virtual bagi pemilik bisnis. Halaman satu ini bisa dinilai cukup bagus karena arahannya sangat menarik dalam menyampaikan informasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada <em>sales page<\/em>, Ruby memberi penjelasan kenapa produk mereka sangat penting. Oia, Ruby juga melengkapi dua CTA di bagian akhirnya untuk menghubungi tim marketing dan berkonsultasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Hotjar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hotjar menjadi <em>platform <\/em>untuk memahami tingkah laku dan suara online penggunanya. Dari beberapa <em>sales page<\/em>, <a href=\"https:\/\/www.hotjar.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hotjar <\/a>memiliki<em> sales page <\/em>cukup baik sebab mampu menjawab perasaan dan kebutuhan calon penggunanya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Manfaat-Sales-Page-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"351\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Manfaat-Sales-Page-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16565\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Perbedaan Sales Page dan Landing Page<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya sama-sama bertugas untuk memastikan konversi, aliran prospek dan hasil pendapatan konstan. Selain itu, keduanya juga mampu menjangkau target audiens lebih besar dengan pengalaman langganan yang memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa perbedaan dari dua halaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td><strong>Landing Pages<\/strong><\/td><td><strong>Sales Page<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Tujuan<\/td><td>Bervariasi (biasanya tergantung menghasilkan prospek)<\/td><td>Membuat penjualan<\/td><\/tr><tr><td>Desain<\/td><td>Sederhana dan ringkas<\/td><td>Elaborasi dan detail<\/td><\/tr><tr><td>Harga<\/td><td>Tidak berbayar<\/td><td>Berbayar<\/td><\/tr><tr><td>FAQ<\/td><td>Tergantung pada jenis halaman arahan<\/td><td>Ya<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah CTA<\/td><td>Biasanya hanya satu<\/td><td>Banyak CTA<\/td><\/tr><tr><td>Panjang<\/td><td>Umumnya ditentukan oleh tujuan halaman arahan<\/td><td>Selama dibutuhkan untuk melakukan penawaran<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Jadi, apakah kalian tertarik menggunakan <em>sales page<\/em>? Atau, justru sudah menggunakan <em>sales page<\/em>? Sharing yuk \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p>Oia Guys, agar <em>brand <\/em>kalian lebih tepercaya lagi, kalian perlu membuat email dengan domain sendiri karena sekarang lebih mudah, aman, dan keren! Gunakan layanan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/email-hosting\/\"> &nbsp;email hosting<\/a> dari<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\"> Jetorbit<\/a> yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\udd25<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbeda dengan landing page, kata sales ini masih terasa asing di pendengaran. Anyway, fungsinya cukup signifikan lho untuk membantu pemasaran lebih efektif dan bisa menjangkau pasar lebih luas. Okay, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi Manfaat Penggunaan Sales Page Berikut ini beberapa &#8230; <a title=\"Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/manfaat-sales-page\/\" aria-label=\"Read more about Manfaat Sales Page, Cara Membuatnya, dan Tips Membuat Sales Page dengan Konversi Tinggi\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16563,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6285,283,6283,7,6282,2505,6281,6284,2762],"class_list":["post-16562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-contoh-sales-page","tag-domain-murah","tag-elemen-sales-page","tag-hosting-murah","tag-jenis-sales-page","tag-konversi-tinggi","tag-manfaat-sales-page","tag-membuat-sales-page","tag-sales-page","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16566,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16562\/revisions\/16566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}