{"id":16539,"date":"2024-06-18T10:48:00","date_gmt":"2024-06-18T03:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16539"},"modified":"2024-06-07T15:09:04","modified_gmt":"2024-06-07T08:09:04","slug":"apa-itu-uptime-server","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-uptime-server\/","title":{"rendered":"Apa Itu Uptime Server, Strategi Meningkatkan Uptime Server, dan Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi"},"content":{"rendered":"\n<p>Uptime pada server yang terjaga bisa memberi efek positif bagi bisnis atau pelanggan, loh. Pelanggan akan merasa puas ketika akses website bisnis kalian berjalan lancar tanpa masalah <em>downtime<\/em>. Kalem, tak perlu bingung, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Apa Itu Uptime Server, Strategi Meningkatkan Uptime Server, dan Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Uptime Server?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Uptime <\/em>adalah metrik yang digunakan untuk mengukur keandalan suatu server yang mengacu pada jumlah waktu server aktif. Biasanya sih, <em>uptime <\/em>ditulis dalam persentase angka untuk menunjukkan tingkat keandalannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi angka persentase <em>uptime server<\/em> maka semakin bagus hosting dan sedikit waktu mengalami gangguan atau <em>downtime<\/em>. Jika <em>uptime <\/em>menunjukkan angka 90,98% maka hosting sering mengalami <em>downtime<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika persentase uptime berada di angka 99,99% maka dipastikan hosting server bagus dan selalu aktif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, penting ya memperhatikan waktu <em>uptime <\/em>sebelum memilih hosting. Jika tidak bisa mengukur metrik <em>uptime<\/em> maka silakan ditanyakan kepada CS terkait angka metrik yang tertera.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Alasan Pentingnya Uptime Server untuk Website<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Alasan <em>uptime server<\/em> penting untuk website sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Ketersediaan Akses Pengguna<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika <em>update <\/em>untuk server website memiliki persentase tinggi maka pengguna bisa mengakses dengan lancar. Pengguna bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bisa melakukan transaksi dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kepercayaan dan Reputasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Uptime server<\/em> yang tinggi membantu membangun kepercayaan pengguna terhadap suatu website. Otomatis citra dan reputasi website akan meningkat karena aksesnya mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Dampak Terhadap Pendapatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika suatu website bisnis bergantung pada transaksi online atau iklan maka memang perlu <em>uptime <\/em>tinggi, kan? Saat website sering <em>down, <\/em>hal ini akan berdampak pada pembelian atau melihat konten yang bisa menghasilkan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Mempengaruhi Peringkat SEO<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika website sering <em>down<\/em> maka hal tersebut bisa mempengaruhi peringkat SEO dan mengurangi peringkat di halaman mesin pencarian Google. FYI, Google sangat mempertimbangkan keandalan dan ketersediaan server website.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Pengalaman Pengguna<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengguna akan merasa terganggu dengan website yang sering <em>downtime<\/em>. Iya, kan? Nah, dengan <em>uptime <\/em>yang tinggi tentu bisa menjaga pengalaman pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghitung Uptime Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara menghitung persentase <em>uptime server<\/em> bisa dilakukan dengan membagi jumlah total waktu tersedia dengan waktu aktif website kalian, dikali 100%.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, website kamu sudah aktif selama 1 tahun dan mengalami <em>downtime <\/em>selama 48 jam dalam setahun tersebut. Berapa persentase <em>uptime <\/em>pada server? Berikut ini cara menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>365 hari x 24 jam = 8760 jam aktif<\/p>\n\n\n\n<p>8.760 jam aktif \u2013 48 jam tidak aktif = 8.712 jam tersedia<\/p>\n\n\n\n<p>8.712 jam tersedia \/ 8.760 jam aktif x 100% = 99,45% uptime<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh selanjutnya, website kamu mengalami <em>downtime <\/em>selama 5 jam dalam sebulan. Berapa persentase <em>uptime <\/em>setiap bulan? Berikut ini cara menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>30 hari x 24 jam = 720 jam aktif<\/p>\n\n\n\n<p>720 jam aktif \u2013 5 jam tidak aktif = 715 jam tersedia<\/p>\n\n\n\n<p>715 jam tersedia \/ 720 jam aktif x 100% = 99,30% uptime<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Strategi Meningkatkan Uptime Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Strategi untuk meningkatkan persentase <em>uptime server<\/em> agar optimal adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pilih Layanan Hosting Terbaik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Silakan lakukan riset ekstensif lalu pilih provider layanan hosting dengan reputasi yang andal dan kuat. Temukan penyedia layanan hosting dengan rekam jejak yang aman dan terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan layanan hosting tersebut menawarkan <em>uptime <\/em>99,9% dan skalabilitas yang bagus, seperti <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">layanan hosting dari Jetorbit<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Mengkompress Website&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi kompresi halaman website bisa membantu untuk meningkatkan <em>uptime<\/em>. Kalian bisa memakai kompresi GZIP untuk menghemat <em>bandwith<\/em>, mengurangi <em>error<\/em>, dan mengurangi durasi pemuatan website.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika ragu memakai kompresi GZIP apakah bisa berhasil meningkatkan <em>uptime<\/em> maka silakan memakai alat pemeriksa kompresi GZIP. Seharusnya setelah dikompresi, <em>uptime <\/em>bisa semakin meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Optimalkan Ukuran Gambar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian sudah tahu kan bahwa semakin banyak gambar pada halaman website maka semakin lama waktu pemuatannya? Jika suatu website sulit diakses karena terlalu berat maka bisa memperkecil ukuran file gambar. Lebih sedikit memori yang dibutuhkan dengan cara mengoptimalkan ukuran gambar sehingga waktu pemuatan lebih cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Kompres File JavaScript<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kompres semua file JavaScript ini melibatkan penghapusan file ekstra, mengurangi ukuran file, dan meningkatkan waktu akses pembuatan website. Selain itu, memuat file JavaScript pihak ketiga secara asinkron.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika memuat <a href=\"https:\/\/javascript.info\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">JavaScript <\/a>secara asinkron maka website tidak akan terhenti atau <em>offline <\/em>meski terjadi kerusakan pihak ketiga. Nah, langkah ini mungkin bisa dicoba untuk meningkatkan <em>uptime <\/em>website kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Melakukan Server Monitoring&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Server monitoring merupakan pemantauan dan analisis secara terus-menerus terhadap kinerja server. Jika website <em>down <\/em>maka kalian bisa cepat memperbaiki agar website aktif dan berjalan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa menggunakan server monitoring terbaik untuk membantu menjaga <em>uptime <\/em>tetap stabil. Alat server monitoring ini bisa mendeteksi masalah dan melakukan pemeliharaan terjadwal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa tips memilih hosting dengan layanan <em>uptime <\/em>server tinggi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pilih Penyedia Hosting Berkualitas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika tidak ingin mengalami <em>downtime <\/em>dalam waktu lama, silakan pilih penyedia hosting yang sudah tepercaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Keandalan dan Ketersediaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika memilih hosting pada server dengan <em>uptime <\/em>di bawah 50% maka akan banyak kehilangan pengunjung dan tentu berpengaruh pada pendapatan. Oleh karena itu, pilih hosting dengan <em>uptime <\/em>yang terjamin tinggi, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Memiliki Infrastruktur Redundant<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika ingin <em>uptime <\/em>hosting yang tinggi maka silakan pilih penyedia hosting yang memiliki redundansi pada infrastrukturnya. Ini telah mencakup penyimpanan data, server redundant, dan komponen jaringan server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Jaminan dan Kompensasi Uptime<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Layanan hosting yang andal akan menawarkan kompensasi kepada pelanggan yang terkena dampak gangguan server yang berakibat <em>down<\/em>. Pastikan penyedia hosting memberi jaminan dan kompensasi <em>uptime<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Downtime pada Website<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa saja sih dampak <em>downtime <\/em>terhadap website? Berikut ini penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Reputasi Website Negatif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika website sering <em>downtime<\/em> maka kemungkinan besar citra dan reputasi website menjadi negatif. Pengguna atau pelanggan tidak akan pernah kembali mengunjungi website yang sering mengalami <em>down<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hal mustahil kan website kalian ditinggalkan dan mereka mencari alternatif website lain yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Menimbulkan Kerugian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Server website bisnis online yang sering <em>downtime <\/em>berpotensi mengalami kerugian yang tak sedikit, yakni bisa berupa kerugian finansial.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kerugian finansial, bisa juga mengalami kerugian waktu karena butuh waktu untuk mencari solusi agar website segera pulih. Hal ini tentu berpengaruh pada produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Menurunkan Peringkat Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Website sering <em>offline <\/em>atau <em>downtime <\/em>bisa berdampak pada penurunan peringkat di mesin pencarian Google. Google pun sangat menghindari website yang <em>downtime <\/em>muncul di halaman teratas hasil pencarian.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Anyway<\/em>, Google masih memberi toleransi selama satu hari bagi website yang <em>downtime, <\/em>loh. Namun, jika <em>downtime <\/em>lebih lama hingga hitungan minggu maka peringkat website akan semakin turun di Google.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Menurunkan Kepuasan Pelanggan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dampak yang dirasakan jika website mengalami <em>downtime <\/em>adalah tingkat kepuasan pelanggan menurun. Sebab, layanan pelanggan ikut terhenti sehingga pelanggan tidak terlayani dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Downtime <\/em>server merupakan bentuk layanan yang tidak baik sehingga harus segera diperbaiki. Tentu tidak ingin kehilangan loyalitas pelanggan dan pendapatan dongs ya apalagi website bisnis sudah besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, jadi itulah penjelasan mengenai <em>uptime <\/em>server. <em>Uptime <\/em>memang penting bagi website. Bisa dibilang bahwa <em>uptime <\/em>memiliki peran penting karena membantu meningkatkan kepercayaan dan reputasi, pendapatan, ketersediaan akses, dan pengalaman pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uptime pada server yang terjaga bisa memberi efek positif bagi bisnis atau pelanggan, loh. Pelanggan akan merasa puas ketika akses website bisnis kalian berjalan lancar tanpa masalah downtime. Kalem, tak perlu bingung, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Apa Itu Uptime Server, Strategi Meningkatkan Uptime Server, dan Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi Apa Itu &#8230; <a title=\"Apa Itu Uptime Server, Strategi Meningkatkan Uptime Server, dan Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-uptime-server\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Uptime Server, Strategi Meningkatkan Uptime Server, dan Tips Memilih Hosting dengan Uptime Tinggi\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16541,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6250,6257,283,7,6254,6255,6253,6256,6251,6252],"class_list":["post-16539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-uptime-server","tag-dampak-downtime","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-menghitung-uptime-server","tag-meningkatkan-uptime-server","tag-pentingnya-uptime-server","tag-tips-memilih-hosting","tag-uptime-adalah","tag-uptime-server","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16539"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16540,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16539\/revisions\/16540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}