{"id":16531,"date":"2024-06-14T10:48:00","date_gmt":"2024-06-14T03:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16531"},"modified":"2024-06-21T14:53:10","modified_gmt":"2024-06-21T07:53:10","slug":"definisi-flutter-dan-kelebihannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/definisi-flutter-dan-kelebihannya\/","title":{"rendered":"Definisi Flutter, Kelebihan, Cara Kerja, dan Alasan Kenapa Flutter Patut Dipelajari"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian ingin membuat aplikasi untuk kebutuhan bisnis? Ingat ya, aspek visual tidak boleh diabaikan. Terkait kebutuhan tersebut, untungnya sekarang membuat desain yang bagus menjadi mudah karena hadirnya <em>framework <\/em>Flutter. Okay, tanpa pakai basa basi lagi, simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Definisi Flutter, Manfaat, Cara Kerja, dan Alasan Kenapa Flutter Patut Dipelajari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Definisi Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>AWS amazon menjelaskan bahwa Flutter adalah sebuah <em>framework <\/em>berbasis<em> open source<\/em> yang memperoleh dukungan langsung dari Google. Biasanya, penggunaan <em>framework <\/em>tersebut lebih kepada kebutuhan <em>frontend <\/em>maupun <em>fullstack <\/em>karena kemampuannya dalam membangun <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-user-interface-fungsi-cara-kerja-dan-karakteristiknya\/\" data-type=\"post\" data-id=\"6871\">User Interface<\/a><\/em> (UI) yang bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara lebih spesifik, dalam membangun UI pada suatu aplikasi untuk berbagai <em>platform<\/em> dan Flutter menggunakan <em>codebase <\/em>tunggal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu membuat aplikasi yang dikerjakan dengan <em>framework <\/em>ini dapat <em>user <\/em>akses melalui banyak <em>platform<\/em>, mulai dari <em>smartphone <\/em>dengan sistem operasi Android maupun IOS hingga perangkat dengan layar yang lebih besar seperti laptop\/PC.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa kelebihan dari <a href=\"https:\/\/flutter.dev\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Flutter<\/a>, yakni:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memberikan Kemudahan dan Waktu yang Lebih Cepat Dalam Pengembangan Aplikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kemampuan untuk memudahkan dan mempercepat pembuatan aplikasi didapatkan karena adanya 2 fitur dari Flutter yang terdiri atas :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>User interface widgets<\/em> yang telah Google kembangkan dengan kualitas <em>coding <\/em>yang terjaga dengan sangat baik. <em>Widgets <\/em>inilah yang membuat perangkaian program menjadi mudah karena memungkinkan membuat <em>coding <\/em>tidak perlu mulai dari nol.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Hot reload<\/em> yang menyebabkan pengembang dapat melihat hasil perubahan <em>coding <\/em>yang telah tim lakukan sesegera mungkin. Fitur inilah yang turut mempercepat proses pengembangan untuk melakukan eksperimen dalam pembuatan desain.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memiliki Custom User Interface yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Poin yang membuat Flutter begitu menarik adalah kompetensinya membuat UI yang mantap. <em>Why<\/em>?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya adalah karena adanya fitur <em>widget <\/em>yang sangat menunjang bagi yang membangun sebuah aplikasi dengan visual yang sangat memanjakan mata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian sebagai <em>developer <\/em>dapat memanfaatkan koleksi <em>widget <\/em>yang tersedia untuk pendesainan secara menyeluruh, mulai dari bagian <em>layout<\/em>, animasi, tulisan, navigasi, sampai kepada efek <em>scrolling<\/em>. <em>Widget-widget<\/em> tersebut sifatnya fleksibel makanya kalian memperoleh keleluasaan untuk mengotak-atik sesuai kebutuhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Meminimalisasi Budget yang Harus Dialokasikan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Manfaat lainnya adalah menghemat <em>budget<\/em>. Ia memiliki kemampuan tersebut berkat kelebihannya yang dapat diakses dari berbagai <em>platform<\/em>. Sebagai <em>developer, <\/em>tidak usah membuat dari awal lagi pada setiap <em>platform <\/em>yang berbeda. Poin inilah yang kemudian akan lebih menekan biaya pengeluaran dan menghemat waktu serta tenaga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Flutter juga memiliki kekurangan-kekurangan, seperti:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jumlah Sumber Daya dalam Library yang Masih Sedikit<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi yang belum tahu apa itu <em>library <\/em>dalam konteks pemrograman, fungsinya di sini adalah seperti glosarium dalam buku-buku nonfiksi. <em>Library <\/em>berisi sejumlah fungsi <em>coding <\/em>yang digunakan dalam suatu <em>framework.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Adanya <em>library <\/em>tersebut cukup krusial karena ke depannya akan begitu membantu <em>developer <\/em>mencari inspirasi <em>syntax <\/em>apa yang cocok sesuai dengan keinginan mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya tadi karena jumlah sumber daya dalam <em>library <\/em>dari Flutter masih sedikit sehingga ruang gerak <em>developer <\/em>pun jadi lebih terbatas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ukuran Aplikasi yang Framework Hasilkan Cenderung Besar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Aplikasi yang diproses dari <em>framework <\/em>ini kinerjanya terjamin stabilitasnya, sayangnya ukuran filenya cenderung lebih besar. Sebagai perbandingan ukuran antara aplikasi \u201cHello World\u201d yang dihasilkan Flutter dengan <em>native <\/em>berbanding 4 MB dengan 500 kb.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, bagi <em>user <\/em>yang perangkatnya memiliki ruang penyimpanan yang kecil akan terhambat saat melakukan proses instalasi. Selain itu, ukuran yang besar juga dapat mengurangi performa aplikasi, terutama dalam kondisi koneksi internet yang lambat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Masih Harus Menguasai Bahasa Pemrograman yang Baru<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memakai <em>framework <\/em>Flutter secara optimal kemungkinan butuh waktu yang lama karena harus belajar bahasa pemrograman baru, yaitu Dart. Bahasa pemrograman yang satu ini belum begitu populer sehingga tidak bisa diharapkan penggunanya akan sebesar Java atau C+&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untungnya, untuk memfasilitasi proses pembelajaran, pihak <em>developer <\/em>telah&nbsp; menyediakan tutorial video di saluran YouTube-nya untuk memudahkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Framework Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini tahapan-tahapan cara Flutter bekerja:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Seorang <em>developer <\/em>yang ingin membuat aplikasi lewat <em>framework <\/em>ini harus sedikit banyak memahami bahasa pemrograman \u201cDart\u201d dan <em>widget <\/em>yang tersedia di dalamnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila pengerjaan memakai Android maka rangkaian <em>coding <\/em>yang telah <em>developer <\/em>tulis akan dikompilasi dengan mesin C++ menggunakan Android NDK (<em>Native Development Kit<\/em>). Apabila di iOS, LLVM (<em>Low-Level Virtual Machine<\/em>) yang akan menjadi mesin pengompilasinya.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Apabila kode sudah selesai melalui proses kompilasi, aplikasi baru akan bisa dijalankan dalam berbagai <em>platform<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Flutter Layak Dipelajari?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Hal-hal di bawah ini mendukung alasan agar kalian memakai Flutter:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Cross platform<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan adanya Flutter, kalian cukup membuat satu aplikasi dengan satu basis <em>code <\/em>dan dapat dipakai di berbagai <em>platform, <\/em>seperti mobile Android, iOS, web, serta pada desktop.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Fast development<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Flutter adalah <em>framework multiplatform<\/em> sehingga proses pengembangan menjadi lebih cepat dan efisien. Adanya tambahan fitur Hot Reload, UI widget, data <em>backend<\/em>, <em>platform integration<\/em>, aksesibilitas dan internasionalisasi, <em>packages<\/em>, dan <em>plugin <\/em>yang memudahkan pembuatan aplikasi oleh <em>developer<\/em> sehingga bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Beautiful UI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>User interface<\/em> merupakan salah satu keunggulan Flutter karena menyediakan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat membuat tampilan aplikasi secara unik dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Belajar Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalian tertarik memakai Flutter untuk membuat aplikasi, kah? Kalau iya maka mari perhatikan tips-tips belajarnya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Benar-Benar Menguasai Konsep Dasarnya&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips pertama dalam belajar adalah harus dipastikan sudah paham dengan beberapa konsep dasar dari bahasa pemrograman sebelum masuk ke dalam Flutter.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebaiknya sedikit banyak pahami pula tentang bahasa pemrograman yang menerapkan konsep <em>Object-Oriented Programming<\/em> (OOP), seperti C++ dan Java.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Belajar Dari Documentation Flutter<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Demi menunjang kemudahan proses belajar, Google turut menawarkan untuk bisa belajar melalui dokumentasinya. Semuanya dapat diakses secara gratis dan materi-materinya pun lengkap, seperti:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dasar- dasar <em>framework\u00a0<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Widget <\/em>yang tersedia<\/li>\n\n\n\n<li>Dokumen API<\/li>\n\n\n\n<li>Contoh tutorial penggunaan\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Contoh aplikasi<\/li>\n\n\n\n<li>Video tutorial dari channel YouTube\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Belajar Melalui E-book<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Eitss, tersedia juga bentuk <em>e-book<\/em> untuk semakin mengefektifkan proses pemahaman, loh. Adapun beberapa <em>e-book<\/em> yang bisa dijadikan referensi memahami segala hal seputar Flutter adalah:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Flutter Succinctly<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>E-book<\/em> yang cukup fleksibel karena sangat cocok bagi yang sudah berpengalaman dalam dunia <em>programming <\/em>maupun yang masih pemula. Dalam <em>e-book<\/em> ini kalian akan mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai :&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cara kerja dari Flutter\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana tahapannya dalam membuat aplikasi berbasis Android atau iOS<\/li>\n\n\n\n<li>Flutter Tutorials Handbook<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>E-book<\/em> berikut berisi panduan lengkap menyelesaikan masalah yang sering terjadi saat menggunakan Flutter. Masalah-masalah tersebut akan dikupas secara mendetail beserta penyebab terjadinya supaya semakin memahaminya dengan lebih dalam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengikuti Kursus Formal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bisa dibilang <em>framework <\/em>ini yang dibuat tahun 2018 semakin populer yang mana memicu banyak orang ingin mempelajarinya lebih lanjut. Hal inilah yang kemudian menyebabkan instansi-instansi penyedia kursus seperti udemy maupun course-net turut memasukkan <em>framework <\/em>ini ke dalam program yang mereka jual. Materi yang tersedia juga variatif loh, dari tingkat paling dasar sampai ke tingkat yang sudah cukup mahir.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, jadi itulah pembahasan mengenai <em>framework <\/em>Flutter. Apakah kalian tertarik belajar Flutter? Atau, justru kalian sudah belajar Flutter? Sharing yuk di kolom komentar \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian ingin membuat aplikasi untuk kebutuhan bisnis? Ingat ya, aspek visual tidak boleh diabaikan. Terkait kebutuhan tersebut, untungnya sekarang membuat desain yang bagus menjadi mudah karena hadirnya framework Flutter. Okay, tanpa pakai basa basi lagi, simak selengkapnya saja yuk mengenai Definisi Flutter, Manfaat, Cara Kerja, dan Alasan Kenapa Flutter Patut Dipelajari Definisi Flutter AWS amazon &#8230; <a title=\"Definisi Flutter, Kelebihan, Cara Kerja, dan Alasan Kenapa Flutter Patut Dipelajari\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/definisi-flutter-dan-kelebihannya\/\" aria-label=\"Read more about Definisi Flutter, Kelebihan, Cara Kerja, dan Alasan Kenapa Flutter Patut Dipelajari\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6239,6235,283,6236,6240,7,6238,6237,6241],"class_list":["post-16531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cara-kerja-framework-flutter","tag-definisi-flutter","tag-domain-murah","tag-flutter-adalah","tag-flutter-layak-dipelajari","tag-hosting-murah","tag-kekurangan-flutter","tag-kelebihan-flutter","tag-tips-belajar-flutter","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16533,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16531\/revisions\/16533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}