{"id":16414,"date":"2024-05-14T02:41:00","date_gmt":"2024-05-13T19:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16414"},"modified":"2024-05-07T15:43:13","modified_gmt":"2024-05-07T08:43:13","slug":"apa-itu-w3-total-cache","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-w3-total-cache\/","title":{"rendered":"Apa Itu W3 Total Cache, Fitur, dan Cara Instalasinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah tahukah bahwa W3 Total Cache adalah sebuah <em>plugin caching<\/em> WordPress yang berfungsi meningkatkan kinerja dan optimasi website? Bentar, kalau masih ada yang belum paham sama sekali mengenai W3 Total Cache, kalian simak selengkapnya saja yuk mengenai <strong>Apa Itu W3 Total Cache, Fitur, dan Cara Instalasinya<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu W3 Total Cache?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>W3 Total Cache adalah <em>plugin <\/em>WordPress yang berfungsi mengoptimalkan kinerja website melalui teknik <em>caching<\/em>. <em>Plugin <\/em>ini membantu meningkatkan kecepatan <em>loading <\/em>website dengan meminimalkan jumlah permintaan sumber daya yang harus diproses oleh server.<\/p>\n\n\n\n<p>Plugin ini pertama kali dibuat oleh Frederick Townes, CTO dan Senior Technical Advisor Mashable. Lalu dimaintain dan didukung oleh agensi milik Frederick, W3 Edge. Sampai saat ini, W3 Total Cache telah digunakan oleh 1.049.955 website yang aktif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Data tersebut menunjukkan bahwa <em>plugin <\/em>ini sangat populer dan banyak digunakan oleh pengembang website WordPress di seluruh dunia, termasuk 6.074 website di Indonesia dan menjadikannya sebagai salah satu <em>plugin <\/em>paling banyak digunakan di WordPress Plugin Directory.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Plugin cache<\/em> memiliki 16 halaman opsi konfigurasi sehingga pengguna dapat menentukan solusi <em>caching <\/em>apa yang dibutuhkan dan mengatur <em>plugin <\/em>ini sesuai dengan kebutuhan mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>W3TC mengoptimalkan sumber daya <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/menambah-custom-html-di-sitepad-website-builder\/\">HTML<\/a>, CSS, dan <a href=\"https:\/\/www.javascript.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">JavaScript <\/a>dengan meminimalkan, mengkombinasikan, dan mengompresnya. Selain itu, W3TC juga menciptakan dan menyimpan sumber daya website statis untuk mengurangi beban di server dan mempercepat pengiriman website. Hal itulah yang akhirnya dapat membantu website dalam mempercepat <em>loading <\/em>halaman web.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fitur W3 Total Cache<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Plugin <\/em>W3 Total Cache menawarkan berbagai fitur utama yang dapat membantu dalam mengoptimalkan kinerja website dari segi <em>caching<\/em>, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Caching<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Plugin <\/em>W3 Total Cache membuat salinan HTML statis yang disimpan di server. Saat pengunjung pertama kali mengakses halaman, WordPress harus membangun halaman secara dinamis dari <em>database <\/em>dan sebagainya ini butuh banyak sumber daya server.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, untuk pengunjung berikutnya yang mengakses halaman yang sama, <em>plugin <\/em>akan mengirimkan salinan HTML yang sudah dibuat sebelumnya. Hal ini lebih cepat daripada membangun halaman dinamis dari awal. Makanya akan mengurangi beban server dan mempercepat waktu pemuatan halaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Minifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>W3 Total Cache dapat meminimalkan ukuran file CSS, JavaScript, dan HTML dengan menghapus karakter yang tidak perlu, seperti spasi, komentar, dan tanda baca yang tidak dibutuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini dikenal sebagai minifikasi, yang memperkecil ukuran file sehingga dapat ditransfer lebih cepat dari server ke browser pengunjung. Semakin kecil ukuran file maka semakin cepat waktu pemuatan halaman website.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Integrasi dengan Content Delivery Network (CDN)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Layanan <em>Content Delivery Network<\/em> (CDN) menyimpan salinan file-file website di berbagai server di seluruh dunia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengintegrasikan W3 Total Cache dengan CDN, file-file website dapat dikirimkan dari server terdekat dengan lokasi pengunjung, mengurangi jarak dan waktu tunda (<em>latency<\/em>) dalam pengiriman data. Integrasi dengan CDN sangat membantu meningkatkan kecepatan akses website bagi pengunjung dari lokasi geografis yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Database Caching<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap kali halaman web dimuat, WordPress perlu melakukan <em>query <\/em>ke <em>database <\/em>untuk mengambil konten yang dibutuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>W3 Total Cache menyediakan opsi untuk menyimpan hasil <em>query database<\/em> dalam <em>cache<\/em> sehingga <em>query <\/em>yang sama tidak perlu dijalankan lagi untuk permintaan berikutnya. Hal tersebut dapat mengurangi beban pada server <em>database <\/em>dan mempercepat waktu pemuatan halaman karena data dapat diambil langsung dari <em>cache <\/em>yang ada di memori server web.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Instalasi W3 Total Cache<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini langkah instalasi W3 Total Cache pada WordPres.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Login WordPress<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, silakan <em>login <\/em>ke <em>dashboard <\/em>WordPress yang akan dipasang <em>plugin <\/em>W3 Total Cache. Masukkan <em>username <\/em>dan <em>password <\/em>akun WordPress kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tambahkan Plugin W3 Total Cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah itu, silakan tambahkan <em>plugin <\/em>W3 Total Cache pada WordPress dengan cara pilih <strong>Plugins =&gt; Add New<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"143\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16416\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Install Plugin W3 Total Cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah muncul tampilan di bawah ini, lakukan pencarian <em>plugin <\/em>W3 Total Cache. Jika sudah, klik tombol <strong>Install Now<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah di <em>install<\/em>, klik <strong>Activate <\/strong>untuk memulai aktivasi <em>plugin<\/em>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"240\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16415\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Aktifkan Fitur Cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah instalasi W3 Total Cache berhasil, kalian akan menemukan menu <strong>Performance <\/strong>pada <em>sidebar <\/em>sebelah kiri. <em>Plugin <\/em>ini menawarkan berbagai fitur <em>caching<\/em> namun tiga fitur utama yang perlu diaktifkan adalah <em>Database Cache, Object Cache,<\/em> dan <em>Page Cache<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini langkah-langkah mengaktifkannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik menu <strong>Performance <\/strong>lalu pilih <strong>General Settings<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Cari bagian <strong>Page Cache<\/strong> dan centang opsi <strong>Enable<\/strong>.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pada <strong>Page Cache Method<\/strong>, pilih <strong>Memcached<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah selesai, klik tombol \u201c<strong>Save all settings<\/strong>\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setelah itu, silakan <em>scroll <\/em>ke bawah hingga menemukan bagian <strong>Object Cache<\/strong> dan <strong>Database Cache<\/strong>, lalu ubah pengaturannya seperti pada Page Cache dengan memilih <strong>Memcached <\/strong>sebagai metode <em>caching<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Memcached <\/em>adalah sistem <em>caching <\/em>yang dapat mempercepat waktu pemuatan halaman dengan menyimpan salinan halaman dalam memori.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Kelola database cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu fitur utama W3 Total Cache adalah kemampuannya untuk meringankan beban pada <em>database <\/em>melalui teknik <em>caching<\/em>. Nah, dengan menggunakan Database Cache, kalian dapat meningkatkan performa website secara signifikan. Berikut ini langkah mengoptimalkannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik menu <strong>Performance <\/strong>kemudian pilih sub-menu <strong>Database Cache<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian <strong>Memcached hostname:port\/IP:port:<\/strong>, masukkan alamat URL atau IP beserta nomor port yang digunakan untuk menjalankan layanan Memcached pada server kalian.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Test <\/strong>untuk memverifikasi koneksi antara W3 Total Cache dengan Memcached.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika muncul pesan <strong>Test Passed<\/strong> dengan warna hijau, artinya Database Cache berhasil terhubung dengan Memcached.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Save all settings<\/strong> agar pengaturan tersimpan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan mengintegrasikan Database Cache dengan Memcached, W3 Total Cache akan menyimpan hasil <em>query database<\/em> dalam <em>cache <\/em>sistem. Saat pengunjung mengakses halaman yang butuh data dari <em>database<\/em>, <em>plugin <\/em>akan mengambil data dari <em>cache <\/em>dulu daripada melakukan <em>query <\/em>langsung ke <em>database<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Kelola page cache dan W3 Total Cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya kalian juga perlu mengaktifkan fitur <em>page cache<\/em> melalui langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik menu <strong>Performance =&gt; Page Cache<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian <strong>Memcached hostname:port \/IP:port<\/strong>, masukkan URL yang ditampilkan saat menjalankan Memcached sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Test <\/strong>untuk memverifikasi koneksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika muncul pesan <strong>Test Passed <\/strong>\u00a0dengan warna hijau, artinya Page Cache berhasil diaktifkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Save all settings<\/strong> agar pengaturan tersimpan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Kelola object cache<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Object cache<\/em> berfungsi untuk menyimpan data objek seperti hasil <em>query database <\/em>dalam memori sementara agar dapat diakses lebih cepat pada permintaan berikutnya. Hal tersebut dapat meningkatkan performa website dengan mengurangi beban pada server <em>database<\/em>. Berikut ini langkah-langkahnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik menu <strong>Performance =&gt; Object Cache<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada bagian <strong>Memcached hostname:port \/IP:port<\/strong>, masukkan URL yang ditampilkan saat menjalankan Memcached sebelumnya. URL ini sama dengan yang digunakan untuk mengaktifkan Page Cache.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik tombol <strong>Test <\/strong>untuk memverifikasi koneksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika muncul pesan <strong>Test Passed<\/strong> dengan warna hijau, artinya Object Cache berhasil diaktifkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Pengecekan memcached<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Nah, terakhir, perlu mengecek apakah fitur <em>memcached <\/em>berjalan atau tidak dengan langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka situs WordPress kalian.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik kanan pada halaman lalu pilih opsi <strong>View Page Source<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Scroll <\/em>ke bagian bawah sumber halaman.<\/li>\n\n\n\n<li>Akan terlihat informasi seperti pada gambar yang disertakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika melihat informasi tersebut pada sumber halaman, itu menandakan bahwa <em>plugin <\/em>W3 Total Cache yang terintegrasi dengan Memcached telah berhasil diinstal dan berfungsi pada situs kalian, ya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa disimpulkan bahwa W3 Total Cache adalah <em>plugin caching<\/em> populer untuk WordPress yang membantu meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, <em>plugin <\/em>ini menggunakan teknik <em>caching <\/em>dengan cara permintaan sumber daya ke server, seperti membuat salinan HTML statis, meminifikasi file CSS\/JS, mengintegrasikan CDN, dan menyimpan hasil <em>query database<\/em> dalam <em>cache <\/em>agar dapat diakses lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahukah bahwa W3 Total Cache adalah sebuah plugin caching WordPress yang berfungsi meningkatkan kinerja dan optimasi website? Bentar, kalau masih ada yang belum paham sama sekali mengenai W3 Total Cache, kalian simak selengkapnya saja yuk mengenai Apa Itu W3 Total Cache, Fitur, dan Cara Instalasinya&nbsp; Apa Itu W3 Total Cache? W3 Total Cache &#8230; <a title=\"Apa Itu W3 Total Cache, Fitur, dan Cara Instalasinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-w3-total-cache\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu W3 Total Cache, Fitur, dan Cara Instalasinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6110,283,6113,7,6114,6112,6111],"class_list":["post-16414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-w3-total-cache","tag-domain-murah","tag-fitur-w3-total-cache","tag-hosting-murah","tag-instalasi-w3-total-cache","tag-w3-total-cache","tag-w3-total-cache-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16417,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16414\/revisions\/16417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}