{"id":16412,"date":"2024-05-13T02:35:00","date_gmt":"2024-05-12T19:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16412"},"modified":"2024-05-07T15:42:03","modified_gmt":"2024-05-07T08:42:03","slug":"apa-itu-http-status-codes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-http-status-codes\/","title":{"rendered":"Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah dengar istilah HTTP status codes? HTTP status codes merupakan sebuah pesan berupa angka tiga digit yang muncul saat sebuah website sedang diakses. Masih bingung, kah? Kalem, kali ini akan dijelaskan secara detail mengenai <strong>Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya<\/strong>. Simak sampai kelar, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu HTTP Status Codes?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>HTTP status codes merupakan sebuah pesan yang ditampikan sebagai bentuk respon dari server ketika client atau user mencoba akses sebuah halaman web. Pesan kode yang ditampilkan berbeda-beda dan memiliki artinya masing-masing. Hanya saja, umumnya pesan ini dijadikan sebagai indikasi berhasil atau tidaknya <em>client <\/em>atau <em>user <\/em>mengakses sebuah halaman web.<\/p>\n\n\n\n<p>Kode status ini terdiri dari tiga digit angka. Digit pertama akan dimulai dari angka 1-5 yang menunjukkan kode status dalam rentang tersebut. Selanjutnya, digit kedua dan ketiga memiliki arti tertentu yang menunjukkan kategori dari status tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, tidak semua digit kedua dan ketiga memiliki makna spesifik ya, sebagian besar mengikuti pola umum yang telah disepakati dalam spesifikasi HTTP.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini ringkasan dari tiap-tiap kode status:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1xx \u2013 Informasi: <\/strong>Memberikan informasi saja, jarang digunakan dalam praktik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>2xx \u2013 Sukses: <\/strong>Permintaan klien berhasil diproses oleh server.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>3xx \u2013 Redireksi:<\/strong> Membutuhkan tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>4xx \u2013 Kesalahan Klien:<\/strong> Terjadi kesalahan pada sisi klien, misalnya permintaan tidak valid atau tidak diizinkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>5xx \u2013 Kesalahan Server:<\/strong> Terjadi kesalahan pada sisi server, misalnya server gagal memproses permintaan karena kesalahan internal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daftar Status Code dan Artinya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa daftar HTTP status codes yang perlu kalian ketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. 1XX \u2013 Pesan informasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>100 : Continue<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server telah menerima <em>header <\/em>permintaan dari klien, yang selanjutnya server ingin memberi tahu klien bahwa permintaan yang diajukan telah diterima dan prosesnya akan dilanjutkan dengan mengirimkan <em>body<\/em> dari permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>101 : Switching Protocols<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server menerima permintaan awal dan dilanjutkan dengan server yang beralih <em>protocol <\/em>sesuai dengan permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>103 : Early Hints<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan informasi awal kepada klien sebelum respon server sepenuhnya siap. Informasi awal ini biasanya berisi sumber daya yang diminta dan memungkinkan server menginformasikan sebagai petunjuk klien mengenai sumber daya tersebut yang nantinya mempercepat proses permintaan klien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. 2XX \u2013 Pesan berhasil<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>200 : Everything is OK<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa sebuah halaman web atau sumber daya yang diminta oleh klien bekerja dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>201 : Created<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server berhasil memenuhi permintaan klien sebagai hasilnya sumber daya terbaru terbuat.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>202 : Accepted<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan server telah menerima permintaan klien dan masih memprosesnya. Biasanya permintaan ini butuh beberapa waktu atau tugas yang telah dijadwalkan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>203 : Non-Authoritative Information<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan sumber daya yang ditampilkan kepada klien bukanlah representasi dari sumber asli tetapi mungkin <em>copy <\/em>atau <em>cache <\/em>dari sumber yang mungkin telah dimodifikasi atau disisipkan oleh sumber lain. Biasanya muncul saat server <em>proxy <\/em>digunakan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>204 : No Content<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan permintaan telah berhasil tetapi server tidak memberikan sumber daya apapun.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>205 : Reset Content<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan sebuah instruksi dari server bahwa klien harus mereset tampilan dokumen yang diminta. Seperti mengirimkan folmulir namun server tidak memuat entitas yang perlu ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>206 : Partial Content<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server telah berhasil memenuhi bagian dari permintaan klien, yang disertai dengan Header Range hanya mengirimkan bagian konten yang diminta, bukan keseluruhan konten.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. 3XX \u2013 Pesan redirect atau pengalihan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>300 : Multiple Choices<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diminta lebih dari satu dan klien harus memilih salah satunya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>301 : Moved permanently<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diinginkan telah dipindahkan secara permanen ke lokasi yang baru. Sehingga <em>client <\/em>harus mengarahkan permintaanya ke lokasi baru yang telah ditentukan dalam respon server.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>302 : Found<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diinginkan ditemukan tetapi tidak berada di lokasi yang seharusnya yang mengarahkan klien ke URL baru atau lokasi baru dan umumnya ini hanya bersifat sementara.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>303 : See Other<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa permintaan telah diterima namun untuk melanjutkannya klien harus melakukan permintaan ke lokasi lain sesuai arahan dari server. Biasanya sih terdapat 4 metode permintaan HTTP POST, PUT, GET, atau Delete untuk menemukan sumber daya. Kode 303 biasanya digunakan dalam konteks pengalihan dan digunakan bersamaan dengan metode HTTP GET atau URL untuk mendapatkan <em>resource <\/em>baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>304 : Not Modified<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan sebagai pesan dari server ke klien bahwa klien mengakses dengan sumber daya yang tidak berubah. Biasanya sumber daya ini tersimpan di dalam <em>cache <\/em>browser.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>307 : Temporary Redirect<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa permintaan pengalihan diterima oleh server. Namun, secara umum 307 digunakan untuk memastikan klien tidak mengubah metode permintaan (seperti dari POST menjadi GET) saat melakukan pengalihan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>308 : Permanent Redirect<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diminta telah dipindahkan secara permanen ke lokasi baru yang ditentukan dalam respon dan klien harus menggunakan URL baru sesuai dengan arahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. 4XX \u2013 Pesan client atau user error<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>400 : Bad Request<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server tidak memahami dan tidak mengembalikan respon terhadap permintaan dari klien. Biasanya terjadi karena kesalahan sintaks, format yang salah, atau yang lainnya karena kesalahan dari sisi <em>client<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>401 : Unauthorized<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa klien mengakses sumber daya ke server tidak diizinkan karena tidak memiliki kredensial yang valid atau tidak ada akses yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>402 : Payment Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa klien yang mencoba akses ke sumber daya harus melakukan pembayaran terlebih dahulu untuk mendapatkan akses. Biasanya digunakan ke konten premium berbayar.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>403 : Forbidden<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server menerima permintaan klien namun klien tidak memiliki izin untuk mengakses sumber daya. Seperti kebijakan server dan hak akses terbatas.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>404 : Not Found<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa permintaan klien ke server tidak ada. Menunjukan server tidak memiliki sumber daya yang diminta oleh klien.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>405 : Method Not Allowed<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa permintaan yang dikirim dengan metode tertentu tidak diizinkan oleh server sehingga server merespon dengan pesan \u201cMethod Not Allowed\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh klien <em>request <\/em>dengan metode POST sedangkan sumber daya hanya mendukung metode GET.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>406 : Not Acceptable<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa respon server hanya mampu mengembalikan sumber daya yang dapat diterima. Sehingga, saat klien melakukan <em>request <\/em>di luar ketentuan maka permintaan tidak akan diterima. Biasanya, format yang diminta klien tidak sesuai atau server hanya membatasi jenis media yang diizinkan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>407 : Porxy Authentication Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampikan pesan dari server bahwa klien harus memberikan kredensial otentikasi untuk mengakses <em>proxy<\/em>. Biasanya, sebelum terkoneksi dengan <em>proxy <\/em>server otentikasi harus diberikan oleh klient agar diizinkan untuk terhubung.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>408 : Request Timeout<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server telah menunggu terlalu lama untuk menerima semua permintaan dari klien atau server tidak menerima permintaan secara lengkap. Biasanya terjadi karena kendala jaringan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>409 : Conflict<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan server tidak dapat memenuhi permintaan klien karena permasalahan dengan sumber daya yang diminta. Pada dasarnya masalah konflik yang harus dipecahkan sebelum permintaan diproses dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>410 : Gone<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server yang mana sumber daya telah dihapus secara permanen dan diharapkan klien tidak melakukan permintaan lagi untuk sumber daya yang sama.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>411 : Length Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon bahwa server menolak permintaan karena server mengharapkan<em> Header Contnet-length<\/em> yang ditentukan. Namun, klien tidak menyertakan di dalam permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>412 : Precondition Failed<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server tidak bisa memberikan sumber daya karena server tidak bisa memenuhi spesifikasi yang diminta dengan kondisi tertentu sehingga proses tidak bisa dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>413 : Payload Too Large<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server yang menolak permintaan karena ukuran permintaan yang dikirim oleh klien melebihi batas semestinya yang ditetapkan oleh server.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>414 : URI Too Long<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan tersebut tidak dapat diproses karena URI terlalu Panjang.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>415 : Unsupported Media Type<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon bahwa server tidak mendukung jenis media yang dikirimkan oleh klien.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>416 : Requested Range Not Satisfiable<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server tidak bisa memenuhi permintaan klien karena rentang permintaan klien tidak ada di sumber daya. Contoh permintaan <em>range <\/em>bagian dari file media video atau audio.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>417 : Expectation Failed<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta oleh klien yang ditentukan pada <em>header <\/em>\u201c<em>expect<\/em>\u201d dari permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>418 : l\u2019m a teapot<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bawa server menolak untuk memproses permintaan. Biasanya digunakan untuk tujuan lucu atau demonstrasi. Sebab, pada pengembahan aplikasi web status HTTP code yang dipakai adalah 404 atau 500 untuk mengindikasikan masalah yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>419 : Page Expired<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode digunakan pada aplikasi web untuk menampilkan bahwa sesi pengguna telah kadaluarsa atau tidak valid. Implementasinya pada saat pengembangan aplikasi web sebagai bagian dari logika atau keamanan aplikasinya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>422 : Unprocessable Entity<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan bahwa server tidak dapat memprosesnya karena isi yang di dalam permintaan tidak dapat diproses atau validasi gagal.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>425 : Too Early<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon dari server yang tidak mau memproses permintaan karena klien belum siap hal ini terjadi biasanya karena klien melakukan <em>refresh<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>426 : Upgrade Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server memerlukan klien untuk melakukan permintaan dengan protokol yang lebih baru.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>428 : Precondition Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server butuh syarat atau kondisi tertentu sebelum klien melakukan permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>429 : Too Many Requests<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server yang menolak permintaan karena klien melakukan permintaan melebihi batas dalam kurun waktu tertentu. Server memberi tahu kepada klien untuk menurunkan laju permintaan untuk mengurangi beban server secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>431 : Request Header Fields Too Large<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server yang tidak bisa memproses permintaan <em>header <\/em>yang terlalu besar. Klien dapat memodifikasi permintaan dengan mengurangi ukuran <em>header <\/em>atau menyesuaikan konfigurasi sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh server.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>451 : Unavailable for Legal Reasons<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server yang tidak dapat diproses karena alasan hukum tertentu. Contohnya konten terlarang, hak cipta, sensor, dan peraturan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>499 : Client Closed Request<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Merupakan kode khusus dalam <em>log <\/em><a href=\"https:\/\/nginx.org\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nginx<\/a>. Umumnya terjadi karena klien membatalkan permintaan atau koneksi terputus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. 5XX \u2013 Pesan kesalahan server<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>500 : Internal Server Error<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa terjadi kegagalan pada sisi server sehingga permintaan tidak dapat diproses. <em>Error <\/em>ini biasanya terjadi karena adanya masalah internal, seperti kesalahan konfigurasi server, <em>database<\/em>, <em>logic <\/em>dalam aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>501 : Not Implemented<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon bahwa server tidak mendukung fungsi yang dibutuhkan untuk memproses permintaan. Biasanya terjadi karena metode yang digunakan tidak mendukung perlu adanya tindakan baik dari pemilik situs web ataupun server web itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>502 : Bad Gateway<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon bahwa server menerima permintaan yang tidak valid. Biasanya server bertindak sebagai <em>gateway <\/em>atau <em>proxy <\/em>sebelum permintaan sampai ke server tujuan (titik akhir) yang diminta. Penyebab umumnya adalah <em>timeout<\/em>, server yang dituju tidak berfungsi, dan kesalahan konfigurasi server.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>503 : Service Unavailable<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan diproses saat ini. Hal ini biasanya bersifat sementara karena permintaan yang <em>overload<\/em>, pemeliharaan jaringan atau masalah sementara lainnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>504 : Gateway Timeout<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan server merespon sebagai <em>gateway <\/em>atau <em>proxy <\/em>namun kehabisan waktu sebelum server terakhir atau titik akhir tujuan menerima permintaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>505 : HTTP Version Not Supported<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa versi protokol HTTP tidak mendukung pada saat permintaan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>511 : Network Authentication Required<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan butuh authentikasi jaringan terlebih dahulu sebelum dikirimkan. Contonya adalah Whitelist IP.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>521 : Web server is down<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini merupakan respon yang diberitahukan oleh web server cloudflare. Hal ini terjadi karena cloudflare tidak terhubung dengan server akhir atau titik akhir.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>525 : SSL Handshake Failed<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kode ini menampilkan respon server bahwa terjadi kegagalan pada saat SSL Handshake. Biasanya terjadi karena <em>private key<\/em> dan <em>file certificate<\/em> yang tidak <em>match<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jadi, Sudah Pahamkah Arti dari Setiap HTTP Status Codes?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Anyway, meski terlihat banyak, arti dari setiap kode angka tersebut dapat diidentifikasi melalui digit pertamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, untuk pesan <em>error <\/em>yang berawal dari server, misalnya error 5XX, dapat dihindari dengan menggunakan hosting atau server dengan kualitas andal yang minim gangguan, seperti hosting dari Jetorbit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian pilih sesuai dengan kebutuhan kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dengar istilah HTTP status codes? HTTP status codes merupakan sebuah pesan berupa angka tiga digit yang muncul saat sebuah website sedang diakses. Masih bingung, kah? Kalem, kali ini akan dijelaskan secara detail mengenai Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya. Simak sampai kelar, ya! Apa Itu HTTP Status Codes? HTTP &#8230; <a title=\"Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-http-status-codes\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[6107,6109,283,7,6108],"class_list":["post-16412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-http-status-codes","tag-daftar-status-code","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-http-status-codes","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16413,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16412\/revisions\/16413"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}