{"id":16060,"date":"2024-03-20T09:23:16","date_gmt":"2024-03-20T02:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16060"},"modified":"2024-04-05T11:14:00","modified_gmt":"2024-04-05T04:14:00","slug":"mana-yang-lebih-baik-postgresql-atau-mysql","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mana-yang-lebih-baik-postgresql-atau-mysql\/","title":{"rendered":"Mana yang Lebih Baik: PostgreSQL atau MySQL?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada kesempatan kali ini akan membahas dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tools database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sangat populer di kalangan para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programmer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu PostgreSQL vs MySQL. Ingin tahu lebih detail, kah? Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk selengkapnya tentang <\/span><b>Mana yang Lebih Baik: PostgreSQL atau MySQL?<\/b><\/p>\n<h2><b>PostgreSQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">PostgreSQL memungkinkan pengolahan data dalam tabel yang memiliki hubungan satu sama lain, dan poin terbaik adalah sistem manajemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini dapat digunakan secara gratis serta dimodifikasi sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">PostgreSQL berawal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebuah universitas yakni University of California, Berkeley. Pada tahun 1986, proyek PostgreSQL dimulai di universitas ini yang selanjutnya menjadi dasar bagi PostgreSQL.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">PostgreSQL ini lebih dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">open source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> RDBMS. Untuk lebih lengkapnya dapat melakukan instalasi melalui web resmi dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.postgresql.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">PostgreSQL<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan PostgreSQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa kelebihan dalam penggunaan PostgreSQL:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> software open-source<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Digunakan untuk skalabilitas yang besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Replikasi mudah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki dokumentasi lengkap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengembangan yang dilakukan secara fleksibel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kekurangan PostgreSQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa kekurangan dalam penggunaan PostgreSQL:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kinerja yang masih harus dioptimalisasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurang populer di kalangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programmer<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fungsionalitas yang masih terbatas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurangnya dukungan NoSQL<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurangnya integrasi dari berbagai aplikasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL adalah platform database yang dikembangkan, didistribusikan, dan didukung oleh Oracle Corporation. Mysql adalah sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sering digunakan pada pengembangan website yang memerlukan kapasitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang menengah hingga besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL awal mulanya dikembangkan oleh Michael Widenius, David Axmark, dan Allan Larsson pada tahun 1994 di Swedia. Asal nama \u201cMySQL\u201d ini berasal dari nama anak perempuan Michael Widenius yang bernama My.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySql terkenal mudah dipelajari dan dipahami oleh orang awam loh sehingga hal ini membuat maraknya dokumentasi-dokumentasi yang dimiliki oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebar luas di internet.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa kelebihan dalam penggunaan MySQL:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">relasional<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software open-source<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tipe data yang bervariasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak butuh RAM yang besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mudah terintegrasi dengan bahasa pemrograman lain<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kekurangan MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa kekurangan dalam penggunaan MySQL:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Skala data yang cenderung menengah ke kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak cocok dengan aplikasi berbasis game<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">MySQL kurang cocok digunakan untuk data transaksional<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Perbedaan PostgreSQL vs MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tools database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut bisa dibilang memiliki banyak kesamaan dan perbedaan. Penggunaan setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tools <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang sedang dikerjakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini tabel perbedaan PostgreSQL vs MySQL:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PostgreSQL-atau-MySQL-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16061 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PostgreSQL-atau-MySQL-1.png\" alt=\"postgresql\" width=\"768\" height=\"684\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PostgreSQL-atau-MySQL-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-16062 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/PostgreSQL-atau-MySQL-2.png\" alt=\"mysql\" width=\"768\" height=\"447\" \/><\/a><\/p>\n<h2><b>Jadi, Mana yang Lebih Baik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, bisa disimpulkan bahwa untuk menentukan mana yang lebih baik, semua dikembalikan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">apa yang akan dihadapi saat ini dan bagaimana skala dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan MySQL bagi pemula yang awam dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tools database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan ingin mencoba mempelajarinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila kalian adalah seseorang yang sedang mengerjakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berskala besar, kalian dapat mencoba PostgreSQL untuk kemudahan-kemudahan dalam pengaplikasiannya. PostgreSQL lebih cocok untuk aplikasi tingkat perusahaan atau organisasi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">query <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang kompleks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, kalian bisa loh memulai proyek MySQL jika ingin membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">prototype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau membuat aplikasi internal dengan pengguna berskala kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, untuk membangun website, kalian membutuhkan hosting. Apabila kalian ingin membangun sebuah website, yuk gunakan hosting murah yang sudah didukung PostgreSQL dan MySQL dalam implementasinya, yakni di Jetorbit!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada kesempatan kali ini akan membahas dua tools database yang sangat populer di kalangan para programmer, yaitu PostgreSQL vs MySQL. Ingin tahu lebih detail, kah? Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk selengkapnya tentang Mana yang Lebih Baik: PostgreSQL atau MySQL? PostgreSQL PostgreSQL memungkinkan pengolahan data dalam tabel yang memiliki hubungan satu sama lain, &#8230; <a title=\"Mana yang Lebih Baik: PostgreSQL atau MySQL?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mana-yang-lebih-baik-postgresql-atau-mysql\/\" aria-label=\"Read more about Mana yang Lebih Baik: PostgreSQL atau MySQL?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16085,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,5724,5950,5723,5949,302,5948,5951],"class_list":["post-16060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-kekurangan-mysql","tag-kekurangan-postgresql","tag-kelebihan-mysql","tag-kelebihan-postgresql","tag-mysql","tag-postgresql","tag-postgresql-vs-mysql","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16063,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16060\/revisions\/16063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}