{"id":16058,"date":"2024-03-19T09:11:40","date_gmt":"2024-03-19T02:11:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16058"},"modified":"2024-03-18T10:26:30","modified_gmt":"2024-03-18T03:26:30","slug":"pengertian-function-dan-contoh-function","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-function-dan-contoh-function\/","title":{"rendered":"Pengertian Function, Ciri-cirinya, dan Contoh Function pada PHP"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Bahasa pemrograman PHP merupakan langkah awal yang tepat , yang mana kalian bisa memulai belajar komponen-komponen di dalamnya. Okay, artikel kali ini akan membahas salah satu komponen penting di PHP atau banyak pemrograman lainnya. Tak usah pakai lama, langsung simak pembahasannya sampai kelar yuk tentang <\/span><b>Pengertian Function, Ciri-cirinya, dan Contoh Function pada PHP<\/b><\/p>\n<h2><b>Pengertian Function\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam konteks dunia IT, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah kode pemrograman PHP yang dibuat untuk menyelesaikan tugas tertentu dan dapat digunakan berulang kali yang merupakan bagian dari program utama yang dibuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pokoknya, kalianndapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tertentu yang spesifik atau unik agar website yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Suatu fungsi dapat dijalankan jika fungsi tersebut dipanggil.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah komponen yang memiliki nama unik dan memiliki algoritma pemrograman di dalamnya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau permasalahan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah komponen yang sebenarnya dimiliki oleh banyak bahasa pemrograman.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biasanya juga diberi nama sesuai dengan isi di dalamnya, loh. Contohnya saat ingin membuat fungsi yang berisi pengurutan angka dari besar ke kecil. Biasanya sih sebagai developer, agar kode lebih mudah dibaca maka penamaannya tidak jauh dari \u201cpengurutan angka\u201d tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Format Penulisan pada Function<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut merupakan aturan penamaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p>\n<h3><b>Menggunakan Camel Case<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peraturan penulisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah yang pertama disarankan menggunakan gaya penulisan Camel Case untuk nama fungsi. Dalam Camel Case, setiap kata diawali dengan huruf kapital, kecuali kata pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh: myFunction, hitungTotalPenjualan, dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar seluruh nama fungsi memiliki keseragaman struktur serta lebih jelas untuk mengerti tujuan dari sebuah fungsi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Menggunakan Tanda Baca<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peraturan selanjutnya adalah tidak diperbolehkan menggunakan tanda baca. Jika menggunakan tanda baca maka fungsi kalian akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan tidak akan bisa dijalankan atau dieksekusi pada sebuah program.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">underscore <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">masih bisa digunakan sih namun hal ini juga tidak disarankan oleh beberapa ahli karena dirasa akan membingungkan orang lain yang membaca kode tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Hindari Penggunaan Keywords yang Sudah Ada<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peraturan ketiga adalah pastikan menggunakan nama yang unik serta bukan kata yang mengandung unsur bahasa pemrograman yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk lebih memperjelas program agar tidak salah paham dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">keywords <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sudah dikenali sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-ciri Function<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini ciri-ciri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang paling menonjol pada kode kalian:<\/span><\/p>\n<h3><b>Memiliki Nama Function yang Unik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri pertama adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memiliki nama yang unik yang menyesuaikan tugas atau tujuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut. Kalian bebas sih untuk mendefinisikan nama dari sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, asalkan tidak melanggar aturan penulisan yang telah dijelaskan di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulisan nama dalam function biasanya diikuti tanda kurung yang berisikan parameter dari sebuah function.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang unik membuat seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang bekerja di dalam tim dapat lebih mudah menyampaikan pesan dari sebuah algoritma kode kepada rekan satu timnya dan dapat meningkatkan efisiensi dalam bekerja.<\/span><\/p>\n<h3><b>Parameter<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri kedua adalah memiliki tempat untuk menampung parameter. Parameter adalah nilai atau informasi yang diteruskan ke dalam suatu fungsi atau metode saat fungsi tersebut dipanggil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada penulisannya, parameter terletak di dalam kurung di sebelah kanan nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Parameter bisa saja kosong atau bahkan lebih dari 1 parameter yang dapat menyesuaikan kebutuhkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang telah dibuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Parameter biasanya akan digunakan di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk menggambarkan nilai dari sebuah data yang nantinya akan diisi saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut dipanggil.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Memiliki Nilai Pengembalian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri selanjutnya adalah memiliki nilai pengembalian atau \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">return<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Pada saat membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pasti memiliki ekspektasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">output <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kalian. Kalian bisa menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">keyword <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">return<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d untuk menentukan apa yang menjadi nilai pengembalian pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut saat dipanggil.<\/span><\/p>\n<h3><b>Reusable<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri keempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah algoritma yang ada di dalam sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat digunakan kembali atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reusable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">biasanya tak terlalu spesifik pada data-data tertentu sih karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memiliki parameter sebagai penggambaran sebuah data.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada sebuah kasus berbeda, jika proses pada logika pemrogramannya sama, maka bisa menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sudah dibuat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dapat Dipanggil atau Dideklarasikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri selanjutnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat dipanggil dan dideklarasikan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Anyway<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, untuk menjalankan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kalian harus memanggil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut secara terpisah (masih di dalam dokumen yang sama) di luar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang telah dibuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">FYI, sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga dapat dideklarasikan dengan tujuan memisahkan definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dipanggil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Function pada PHP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">&lt;?php<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\/\/ menghitung total harga<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">function<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">calculateTotalPrice<\/span><span style=\"font-weight: 400\">($quantity,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$pricePerUnit)<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">{<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">$total<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">=<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$quantity<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">*<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$pricePerUnit;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">return<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$total;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">}<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\/\/ Memanggil fungsi dengan input nilai parameter<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">$quantity<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">=<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">5<\/span><span style=\"font-weight: 400\">;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">$pricePerUnit<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">=<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">10<\/span><span style=\"font-weight: 400\">;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">$totalPrice<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">=<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">calculateTotalPrice<\/span><span style=\"font-weight: 400\">($quantity,<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$pricePerUnit);<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">\/\/ Menampilkan hasil<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">echo<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Total Price: $&#8221;<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">$totalPr<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi di atas merupakan contoh sederhana fungsi pada <a href=\"https:\/\/www.php.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PHP<\/a> tetapi konsepnya dapat diaplikasikan pada fungsi yang lebih kompleks dengan lebih banyak logika atau tugas tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi pada PHP membantu dalam memecah program menjadi unit yang lebih kecil dan dapat digunakan kembali di berbagai bagian program.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada Deklarasi Fungsi (function calculateTotalPrice($quantity, $pricePerUnit) {\u2026}), Fungsi calculateTotalPrice menerima dua parameter, yaitu $quantity dan $pricePerUnit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya akan masuk ke dalam isi fungsi. Di dalam fungsi, dilakukan perhitungan total harga dengan mengalikan kuantitas ($quantity) dengan harga perunit ($pricePerUnit).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, hasil dari perhitungan disimpan dalam variabel $total. Kemudian nilai $total dikembalikan menggunakan pernyataan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">return <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai nilai pengembalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengeksekusi fungsi maka dibutuhkan Panggilan Fungsi ($totalPrice = calculateTotalPrice($quantity, $pricePerUnit);).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya untuk menampilkan, akan digunakan echo dengan variabel $totalPrice yang telah dideklarasikan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lalu, Kapan sih Kita Harus Menggunakan Function?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">function <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat diaplikasikan jika ingin membuat sebuah program yang terdiri dari 2 atau lebih logika pemrograman dan membutuhkan algoritma yang dapat digunakan atau dipanggil berkali-kali atau memiliki tingkat daur ulang yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian juga akan membutuhkan fungsi pada PHP saat memiliki data yang masif serta beraneka ragam. Nah, untuk memudahkan hal tersebut, kalian bisa menerapkan fungsi agar dokumentasi kode dapat dibaca dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oia, sebagian besar para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pasti mereka memiliki portofolio yang berkaitan dengan website dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Sebab, dengan website maka kemampuan seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat dibuktikan atau diukur kapabilitasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, untuk mendukung performa website kalian nih, yuk gunakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-vps\/\"><span style=\"font-weight: 400\">VPS <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">Jetorbit agar memiliki performa yang optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahasa pemrograman PHP merupakan langkah awal yang tepat , yang mana kalian bisa memulai belajar komponen-komponen di dalamnya. Okay, artikel kali ini akan membahas salah satu komponen penting di PHP atau banyak pemrograman lainnya. Tak usah pakai lama, langsung simak pembahasannya sampai kelar yuk tentang Pengertian Function, Ciri-cirinya, dan Contoh Function pada PHP Pengertian Function\u00a0 &#8230; <a title=\"Pengertian Function, Ciri-cirinya, dan Contoh Function pada PHP\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-function-dan-contoh-function\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Function, Ciri-cirinya, dan Contoh Function pada PHP\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5946,5947,283,5945,5944,7,5943],"class_list":["post-16058","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-ciri-function","tag-contoh-function","tag-domain-murah","tag-format-penulisan-function","tag-function-adalah","tag-hosting-murah","tag-pengertian-function","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16058"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16059,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16058\/revisions\/16059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}