{"id":16045,"date":"2024-03-13T13:47:06","date_gmt":"2024-03-13T06:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=16045"},"modified":"2024-03-06T14:01:52","modified_gmt":"2024-03-06T07:01:52","slug":"apa-itu-user-experience","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-user-experience\/","title":{"rendered":"Apa Itu User Experience, Fungsi, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sering dijumpai pada aplikasi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berkaitan dengan interaksi pengguna dan sistem. Pernah mengalami loading yang lambat? Nah, itu salah satu bagian dari kepuasan pengguna atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tak usah pakai lama, langsung simak penjelasan detailnya saja yuk tentang <\/span><b>Apa Itu User Experience, Fungsi, dan Cara Kerjanya<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa Itu User Experience?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (UX) adalah bagaimana kita berinteraksi dengan suatu produk, khususnya produk digital. Ketika mengakses website, UX merupakan pengalaman yang kita dapatkan, mulai dari mengeksplorasi fitur, menavigasi tombol, hingga melakukan prosedur seperti transaksi produk atau jasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">UX berfokus pada cara kita berinteraksi dengan produk atau layanan yang kita gunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Leadpages, 94% kesan pertama sebuah website ditentukan oleh desainnya. Makanya, peran desain sebuah sistem atau produk menjadi penting sebab dapat membantu menemukan cara yang paling efisien bagi pengguna dalam menggunakan produk atau layanan tersebut. Sehingga mampu meningkatkan kepuasan pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, hindari hal-hal yang dapat memperburuk pengalaman pengguna. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berpengaruh terhadap konversi penjualan dan tingkat keberhasilan produk atau layanan. Pengalaman pengguna yang baik dapat membantu meningkatkan konversi penjualan, begitu pun sebaliknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi User Experience<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa fungsi UX yang akan kalian peroleh:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Kemudahan untuk pengguna<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian tentu sudah paham kan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menggunakan suatu produk? Sebaliknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang buruk dan tidak memberi kepuasan penggunaan bisa berdampak negatif terhadap popularitas produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Meningkatkan pendapatan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika menawarkan pengalaman pengguna yang sederhana dan mudah diakses, kalian akan menarik lebih banyak pengguna untuk menggunakan website atau aplikasi kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik akan mempengaruhi keputusan pembelian dan loyalitas pelanggan. Hal ini dapat menghasilkan konversi yang lebih baik dan meningkatkan lebih banyak pendapatan untuk bisnis.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Waktu pemasaran lebih cepat<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik dapat mempercepat waktu pemasaran produk baru. Sebab, produk yang mudah digunakan tentunya lebih cepat diterima pasar kan karena pengguna tidak perlu banyak belajar dan beradaptasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika website atau aplikasi memiliki UX yang baik, hal ini dapat menghindari bolak-balik antara desainer dan pengembang untuk memperbaikinya. Hal ini akan mengurangi waktu dan biaya pengembangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, proses pengembangan yang efisien inilah yang dapat mempercepat waktu untuk merilis dan memasarkan produk.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> Meningkatkan interaksi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik meningkatkan interaksi dengan konsumen sebab konsumen tuh lebih senang berinteraksi dengan produk yang punya tampilan menarik dan mudah digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat UX sudah usang nih, pengguna mungkin akan bingung dalam menavigasi. Sedangkan jika pengguna menilai UX-nya mudah dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> up-to-date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> nih, mereka cenderung lebih nyaman berinteraksi dengan perusahaan atau merek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Maka,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">up-to-date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> penting untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><b> Meningkatkan loyalitas pelanggan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengguna cenderung setia menggunakan bahkan merekomendasikan serta memberi testimonial saat pengguna merasakan kepuasan dalam menggunakan suatu produk.\u00a0 Hal inilah yang akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan membuka peluang pelanggan baru.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja User Experience<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini cara kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari awal hingga akhir.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Melakukan riset<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap pertama adalah melakukan riset. Setelah UX <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">designer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mendapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">brief <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari klien, ia akan melakukan riset dengan mempelajari audiens sasaran, kebutuhan mereka, tujuan produk yang akan dibuat, peluang, hingga riset kompetitor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa alasan mengapa riset sangat penting dalam tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memungkinkan desainer UX memahami masalah dan kebutuhan pengguna secara mendalam untuk mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup proyek dengan jelas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi resiko membuat asumsi yang salah tentang apa yang diinginkan pengguna.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menjamin desain UX yang dibuat sungguh bermanfaat dan bisa menyelesaikan masalah pengguna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memungkinkan desainer UX membuat prototipe yang sudah tervalidasi sejak awal proses desain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Analisis<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Langkah selanjutnya adalah analisis. Desainer UX perlu merangkum dan menganalisis data yang diperoleh dari riset. Tujuannya adalah memahami pola dan informasi tentang perilaku pengguna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari analisis ini, bisa mengidentifikasi masalah utama pengguna dan fitur apa saja yang dibutuhkan pada produk. Desainer UX juga bisa mempelajari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">persona melalui wawancara untuk memahami kebutuhan pengguna, loh.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Mulai membangun desain UX<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah riset dan analisis, kalian sudah bisa mulai membangun desain UX. Tahap ini melibatkan pembuatan arsitektur informasi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wireframe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">prototype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desainer UX biasanya sering melakukan pengkodean untuk membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">prototype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang interaktif. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Prototype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan model sederhana produk sebelum lanjut ke model yang lebih detail. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">wireframe <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berguna untuk menata elemen halaman web atau aplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Membangun desain UX penting untuk menerjemahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">insight <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pengguna menjadi pengalaman pengguna yang berguna dan mudah digunakan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">prototype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><a href=\"https:\/\/wireframe.cc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400\">wireframe<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> UI Design<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada tahap ini, perlu mendesain antarmuka pengguna secara visual, termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">layout<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, warna, tipografi, dan gambar. UI <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">design <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sangat penting untuk menyempurnakan pengalaman pengguna. Desain yang yang baik dan intuitif membuat produk mudah dan nyaman digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Anyway<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, UI dan UX memiliki perbedaan dari sisi fungsi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">User experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> fokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user interface<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lebih ke visualisasi untuk membuat tampilan yang menarik. Tentu kedua hal tersebut saling melengkapi dalam pembuatan desain produk digital, ya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><b> Tahap pengembangan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap selanjutnya adalah pengembangan produk secara teknis oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programmer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pada tahap ini desain UI dan UX diterjemahkan ke dalam kode program agar bisa berfungsi. Tahap pengembangan penting untuk memastikan desain yang sudah dibuat bisa diimplementasikan dengan baik secara teknis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap ini memungkinkan kolaborasi antara desainer UX dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programmer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Desainer UX dapat memastikan fitur-fitur yang dibutuhkan pengguna terbangun dengan benar. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">programmer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat memberi masukan jika ada kendala teknis dari sisi implementasi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h3><b> Evaluasi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi dapat dilakukan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">usability testing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk mengukur keberhasilan desain dan mengetahui apakah produk tersebut dapat memberikan solusi pada pengguna atau sebaliknya. Tanpa evaluasi, desainer UX tidak tahu apakah desain mereka sudah tepat atau belum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah itu, silakan untuk meminta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">feedback <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari pengguna terkait pemakaian produk tersebut. Hasil tersebut dapat dijadikan masukan untuk mengembangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang lebih baik pada iterasi selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Simpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, bisa dibilang bahwa UX fokus pada kemudahan dan kenyamanan pengguna. Dengan UX yang baik maka bisa memberi banyak manfaat, seperti meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oia, untuk membuat website dan aplikasi nih, penting loh untuk menentukan <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\"><span style=\"font-weight: 400\">layanan hosting<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dan domain yang andal. Nah, Jetorbit menyediakan hosting dan domain berkualitas tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat dan selamat belajar \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah user experience sering dijumpai pada aplikasi atau software yang berkaitan dengan interaksi pengguna dan sistem. Pernah mengalami loading yang lambat? Nah, itu salah satu bagian dari kepuasan pengguna atau user experience. Tak usah pakai lama, langsung simak penjelasan detailnya saja yuk tentang Apa Itu User Experience, Fungsi, dan Cara Kerjanya Apa Itu User Experience? &#8230; <a title=\"Apa Itu User Experience, Fungsi, dan Cara Kerjanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-user-experience\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu User Experience, Fungsi, dan Cara Kerjanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5923,5926,283,5925,7,2509,5924],"class_list":["post-16045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-user-experience","tag-cara-kerja-user-experience","tag-domain-murah","tag-fungsi-user-experience","tag-hosting-murah","tag-user-experience","tag-user-experience-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16045"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16045\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16047,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16045\/revisions\/16047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}