{"id":15500,"date":"2024-01-25T07:22:52","date_gmt":"2024-01-25T00:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15500"},"modified":"2024-01-17T10:54:45","modified_gmt":"2024-01-17T03:54:45","slug":"apa-itu-primary-key-pada-database","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-primary-key-pada-database\/","title":{"rendered":"Apa Itu Primary Key pada Database dan Tips Menentukan Primary Key Database"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah suatu nilai untuk mengidentifikasi nilai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">record <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">data pada sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini bisa melakukan sortir yang mampu membandingkan tabel secara otomatis. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak saja yuk <\/span><b>Apa Itu Primary Key pada Database dan Tips Menentukan Primary Key Database<\/b><\/p>\n<h2><b>Sejarah Primary Key\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Charles Bachman adalah orang pertama yang menjelaskan tentang kunci ini pada definisinya tentang <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/langkah-mudah-backup-database-codeigniter\/\">database<\/a> navigasi. Meski banyak digunakan di zaman sekarang di beberapa konteks <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sebutan \u2018primary key\u2019 sebelumnya sudah dipakai pada model relasional dan dipakai pada model <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi Primary Key pada Database<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berfungsi untuk membedakan antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">record <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan tabel. Pada relasional <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tabel dipakai untuk menyimpan nilai di dalamnya. Tabel sendiri adalah gabungan kolom dan barus yang terdiri atas nilai yang bersifat unik. Pada tabel, ada kombinasi kolom yang di dalamnya ada kunci yang menentukan tingkat integrasi suatu tabel. Pemilihan ini sendiri menjadi langkah krusial untuk mendapatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang valid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya itu, dalam relasional <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berguna untuk menghubungkan antar satu tabel dan tabel lainnya. Kunci ini nantinya akan mewakili tiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">record <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ada di tabel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski sebenarnya penggunaan kunci ini pada tabel tidak diwajibkan tapi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">query database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dilakukan dengan mudah. Kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">searching <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(pencarian) maupun pengurutan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sorting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) pada data dapat dilakukan dengan cepat jika menggunakan kunci ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penentuan Primary Key dalam Database<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan agar sebuah kolom bisa ditentukan sebagai sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data pada kolom harus berupa data yang unik sehingga nantinya tidak ada data yang sama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kolom yang ada tidak boleh kosong<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada satu tabel hanya diperbolehkan terdapat satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jumlah maksimal kunci utama adalah enam belas kolom dan panjang kuncinya yaitu 900 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">byte<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kolom kunci utama harus didefinisikan sebagai \u201cNOT NULL\u201d, yang mana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">not null <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini ada untuk memastikan kabel yang ada tidak kosong. Jika kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">not null<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini tidak masukkan maka akan ada kesalahan yang terjadi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak boleh adanya nilai yang sama antara satu baris dan baris lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tipe data yang digunakan pada kunci ini adalah INT, BIGINT&lt; TINYINT, SMALLINT, dan sebagainya. Tidak boleh dalam bentuk BLOB.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika semua syarat sudah dipenuhi maka kolom yang diinginkan bisa ditentukan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Sebagai tambahan, pada kunci primer <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/sql-server\/sql-server-downloads\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SQL<\/a>, nantikan akan ada atribut AUTO_INCREMENT yang mana akan menghasilkan urutan naik pada kunci dengan otomatis. Oleh karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> baris selanjutnya akan bernilai lebih besar dari baris sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Dalam Menentukan Primary Key Database<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menentukan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, ada beberapa hal yang perlu dipahami dulu. Berikut ini beberapa tips penentuan kunci utama:<\/span><\/p>\n<h3><b>Hanya Ada Satu Data yang Menjadi Primary Key<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah patokan dalam sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan begitu artinya hanya ada satu elemen data yang bisa menjadi referensi. Sehingga, jika ingin menentukan data untuk kunci primer maka dibutuhkan kehati-hatian sehingga tidak banyak perubahan sebab kesalahan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Melebihi Batas Kolom\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat sudah menentukan sebuah data sebagai kunci utama maka data tersebut juga harus diperhatikan. Data tidak boleh melebihi maksimum 16 kolom. Panjang kunci yang ada pun harus 900 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">byte <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sehingga tidak terjadi kesalahan dalam sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kolom Kunci Utama Tidak Kosong<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus disetting sebagai \u2018not null\u2019, artinya kolom yang ada tidak boleh kosong. Jika tidak mengisi \u2018not null\u2019 pada kolom maka kesalahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan terjadi.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Boleh Memiliki Nilai yang sama Pada Kolom<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kolom yang sudah dipilih sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak dapat memiliki data yang sama. Setiap data yang ada harus bersifat unik seperti serial nomor ID pada KTP, no kartu debit, no telepon, no induk, dan seperti data lainnya yang bisa membedakan antara punya yang satu dan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Data Tidak Menggunakan Tipe BLOB<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memang bisa menggunakan banyak tipe data. Namun, ada satu tipe data yang tak bisa digunakan, yaitu tipe data BLOB atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Binary Large Object<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. BLOB adalah data yang tersimpan dalam suatu entitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database management system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Data pada BLOB tersimpan pada bentuk multimedia berupa gambar, video, rekaman suara, atau file dokumen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Simpulan<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Primary key<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sangat dibutuhkan dan penting bagi sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Nah, dengan kunci ini, data dapat disusun dan diolah dengan mudah. Dengan data yang terorganisir, proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">recording <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">data pun akan berjalan dengan mudah. Fungsi utama dari kunci ini adalah untuk menghubungkan tabel relasional dari sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Primary key adalah suatu nilai untuk mengidentifikasi nilai dari record data pada sebuah database. Database yang menggunakan primary key ini bisa melakukan sortir yang mampu membandingkan tabel secara otomatis. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak saja yuk Apa Itu Primary Key pada Database dan Tips Menentukan Primary Key Database Sejarah Primary Key\u00a0 Charles Bachman &#8230; <a title=\"Apa Itu Primary Key pada Database dan Tips Menentukan Primary Key Database\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-primary-key-pada-database\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Primary Key pada Database dan Tips Menentukan Primary Key Database\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5768,5769,7,5771,5770,5767],"class_list":["post-15500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-fungsi-primary-key","tag-fungsi-primary-key-pada-database","tag-hosting-murah","tag-menentukan-primary-key-database","tag-penentuan-primary-key","tag-sejarah-primary-key","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15500"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15500\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15514,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15500\/revisions\/15514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}