{"id":15499,"date":"2024-01-24T07:22:47","date_gmt":"2024-01-24T00:22:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15499"},"modified":"2024-01-17T10:38:52","modified_gmt":"2024-01-17T03:38:52","slug":"apa-itu-http3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-http3\/","title":{"rendered":"Apa Itu HTTP3, Sejarah, dan Kelebihannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">HTTP3 adalah protokol standar sebuah website yang direncanakan untuk dipakai dalam waktu dekat menggantikan HTTP2. Ada yang belum paham mengenai HTTP3? Santuy, kali ini akan disampaikan terkait HTTP3 itu apa, sejarah bahkan kelebihannya. Okay, tanpa banyak basa-basi, langsung simak saja yuk <\/span><b>Apa Itu HTTP3, Sejarah, dan Kelebihannya<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa Itu HTTP3?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">HTTP adalah protokol jaringan pada layer aplikasi yang bisa mentransisi dokumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hypermedia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau HTML ke dalam komunikasi komputer <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">client <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan komputer server.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di sini bisa diartikan bahwa HTTP merupakan sebuah server yang memungkinkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menerima sebuah konten di saat sedang mengakses browser. Konten-konten inilah yang dikirim dari komputer server. Maka, HTTP3 adalah versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upgrade <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ketiga dari HTTP. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Upgrade <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang diberikan bisa meningkatkan kecepatan dari transmisi data.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Protokol pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">transport layer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dipakai HTTP3 adalah QUIC atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Quick User Datagram Protocol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. HTTP jenis baru ini tidak menggunakan TCP atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">transmission control protocol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seperti pada HTTP2. Dengan menggunakan QUIC, proses transmisi data bisa dilakukan secara cepat. Selain itu, pada HTTP3 tertanam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/dns-over-tls-dan-dns-over-https-serta-cara-pakainya\/\">Transport Layer Securit<\/a>y<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (TLS) yang bisa menunjang keamanan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sejarah HTTP3<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">HTTP3 pertama kali dikembangkan pada tahun 2012, yang mana pengembang Google mulai mengembangkan sebuah protokol yang di atas UDP. Protokol yang dikembangkan inilah yang dikenal dengan nama QUIC.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Protokol QUIC ini mendapat pengakuan dari IETF (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Internet Engineering Task Force<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Melalui IETF inilah QUIC pun diperkenalkan sebagai HTTP2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">over <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">QUIC pada tahun 2018.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nama HTTP3 adalah nama yang dicetuskan oleh kelompok kerja HTTP dan QUIC dari IETF, Mark Nottingham. Mereka mengusulkan untuk mengganti nama HTTP2 over QUIC menjadi HTTP3. Pada tahun 2020, hal tersebut masih dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">draft <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">IETF namun sudah banyak perusahaan yang menggunakan protokol tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bahkan selama tahun 2021 terdapat 11,8 persen dari total web yang menggunakan HTTP3 ini.\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Draft <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari HTTP2 ini bisa digunakan secara manual melalui Google Chrome, <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/en-us\/edge?ep=198&amp;form=MA13L7&amp;es=40\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Microsoft Edge<\/a>, Apple Safari, dan Mozilla Firefox. Bahkan web server seperti Lightspeed, Cloudflare, dan Nginx juga mendukung penggunaan HTTP3 ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>HTTP3 atau HTTP2?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa perbedaan antara HTTP2 dan HTTP3. Perbedaan paling mencolok adalah pada protokol yang digunakan. HTTP2 menggunakan TCP sedangkan HTTP3 menggunakan UDP. Trus, apa yang dimaksud dengan TCP dan UDP?<\/span><\/p>\n<h3><b>TCP<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Data akan dibagi menjadi bagian-bagian kecil saat mengirim data antara dua perangkat komputasi dari jaringan internet\u2013data ini yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">packets<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tugas utama dari protokol data adalah untuk merangkai kembali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">packets <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut hingga sampai pada tujuannya. TCP sendiri bisa meminta dan menerima seluruh data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">packets <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari suatu data sekaligus. Dengan begitu TCP bisa melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">multiplexing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pengiriman data akan dikirim secara satu persatu sehingga proses transfer data bisa melambat jika ada satu saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tidak merespon dan proses pun akan dimulai ulang. Makanya kerja TCP lambat karena hal ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, ada baiknya TCP ini mengurutkan tiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">packet <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan data yang dikirim sehingga dapat dipastikan bahwa data yang diterima dalam bentuk utuh dan memang identik dengan data yang diminta. Oia, TCP juga akan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">checksum <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk mencari tahu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pada data.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>UDP<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya TCP, UDP juga bisa melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">multiplexing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, loh. Hanya saja UDP tidak mengurutkan paket pada di data kiriman. Proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pun dilakukan secara keseluruhan sehingga jika ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">packet <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tidak sampai, proses masih akan berlanjut. Dengan begitu, protokol ini jauh lebih cepat dibanding TCP. Namun bisa saja ada data yang termodifikasi dan tidak sempurna yang diterima jika melalui protokol ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan HTTP3<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di bawah ini beberapa kelebihan dari HTTP3:<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Adanya Head-of-Line Blocking pada HTTP3<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelebihan HTTP3 adalah tidak ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">head-of-line blocking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dijelaskan dari Wikipedia\u00a0 bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">head-of-line blocking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sebuah fenomena yang mana sebuah performa dibatasi dikarenakan adanya serangkaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">network package<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang tertahan di antrian oleh<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> network package<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan QUIC, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">head-of-line<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini pun bisa dihindari. QUIC bisa melakukan multipleks sehingga meski ada satu paket jaringan yang hilang, hanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut yang akan terpengaruh dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lain tetap akan berjalan seperti biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Transisi Jaringan Lebih Cepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">IP address tidak dibutuhkan QUIC sebagai sumber ataupun tujuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. ID koneksi yang bersifat uniklah yang dipakai QUIC agar tiap paket bisa sampai ke tempat yang benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">ID koneksi ini akan tetap sama meski <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berpindah jaringan di tengah-tengah koneksi sehingga transmisi data pun bisa berlanjut bahkan saat jaringan telah berpindah.<\/span><\/p>\n<h3><b>Proses Setup Koneksi Lebih Cepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan TLS digunakan pada HTTP2 dan HTTP3 agar koneksi menjadi lebih aman. Jika pada HTTP2, TCP + TLS membutuhkan setidaknya 2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Round-trip times<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (RTT). Sedangkan pada HTTP3, QUIC bisa mengoptimasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">handshake mechanism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehingga pertukaran dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">peers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang saling berkenalan antarprotokol tidak berlebihan. Dengan ini, proses setup koneksi bisa terjadi dengan signifikan dan konsisten.<\/span><\/p>\n<h3><b>Keamanan Ketat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelebihan selanjutnya adalah memiliki keamanan yang baik. QUIC menggunakan enkripsi. Dengan enkripsi ini jelas bahwa HTTP3 memiliki keamanan yang kuat. Serangan manipulator <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">in the middle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan lebih kecil dengan enkripsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">built-in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini. Selain itu, serangan DDoS pun bisa terhindar dengan QUIC.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Website Cepat Bisa Diakses<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelebihan terakhir adalah bisa membuat website cepat diakses. Dengan akses yang cepat ini, pengunjung akan tetap bertahan di website sehingga mencegah pengunjung mengunjungi website lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Simpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, bisa disimpulkan bahwa HTTP3 adalah pembaruan dari protol sebelumnya yaitu HTTP2. HTTP3 dikabarkan akan menggantikan protokol lama tetapi tak serta merta menggeser HTTP2. Sedangkan HTTP2 masih akan tetap dipakai untuk urusan pengunduhan file, update aplikasi ataupun perangkat, hingga pengiriman email.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat \ud83d\ude42\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HTTP3 adalah protokol standar sebuah website yang direncanakan untuk dipakai dalam waktu dekat menggantikan HTTP2. Ada yang belum paham mengenai HTTP3? Santuy, kali ini akan disampaikan terkait HTTP3 itu apa, sejarah bahkan kelebihannya. Okay, tanpa banyak basa-basi, langsung simak saja yuk Apa Itu HTTP3, Sejarah, dan Kelebihannya Apa Itu HTTP3? HTTP adalah protokol jaringan pada &#8230; <a title=\"Apa Itu HTTP3, Sejarah, dan Kelebihannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-http3\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu HTTP3, Sejarah, dan Kelebihannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5759,283,7,5762,5760,5765,5766,5761,5763,5764],"class_list":["post-15499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-http3","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-http-adalah","tag-http3-adalah","tag-http3-atau-http2","tag-kelebihan-http3","tag-sejarah-http3","tag-tcp-adalah","tag-udp-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15499"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15501,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15499\/revisions\/15501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}