{"id":15493,"date":"2024-01-22T07:08:57","date_gmt":"2024-01-22T00:08:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15493"},"modified":"2024-01-17T10:35:43","modified_gmt":"2024-01-17T03:35:43","slug":"apa-itu-predictive-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-predictive-marketing\/","title":{"rendered":"Apa Itu Predictive Marketing, Cara Kerja, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu strategi yang digunakan dengan cara mengandalkan data atau biasa disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bagi yang belum paham apapun mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, langsung simak saja yuk <\/span><b>Apa Itu Predictive Marketing, Cara Kerja, dan Manfaatnya<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Predictive Marketing?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan data dan teknologi dalam pengambilan keputusan bisnis. Dalam penerapannya, strategi ini memanfaatkan analisis data pelanggan. Nah, dengan data tersebut, mampu menghasilkan prediksi kampanye pemasaran dan memungkinkan bisnis lebih sukses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misal, kalian memiliki sebuah perusahaan dan memiliki daftar pelanggan. Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kalian mengambil semua data tersebut dan mengolahnya untuk menentukan potensi pelanggan yang kemungkinan besar akan menjadi pelanggan setia. Lalu kalian dapat menargetkan mereka dengan penawaran spesifik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian juga dapat menggunakannya untuk menentukan potensi pelanggan mana yang mungkin akan berpindah nih sehingga kalian dapat mengambil langkah untuk mencegah hal tersebut terjadi dan meningkatkan tingkat retensi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja Predictive Marketing<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dilakukan dengan menganalisis kumpulan data yang dapat berupa data internal atau eksternal. Kumpulan data internal dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri sedangkan kumpulan data eksternal dikumpulkan oleh lembaga luar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menggunakan data pelanggan masa lalu untuk membuat model yang dapat memprediksi perilaku pelanggan di masa depan dengan menganalisis berbagai faktor, seperti riwayat pembelian, demografi, dan sejumlah besar data berharga lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut tiga jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> beserta fungsinya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Model klaster dirancang untuk mengelompokkan audiens berdasarkan keterlibatan merek, pembelian, dan data demografis di masa lalu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Model kecenderungan mengevaluasi kemungkinan pelanggan untuk mengonversi, bertindak berdasarkan penawaran, atau melepaskan diri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Model penyaringan rekomendasi mengevaluasi riwayat pembelian di masa lalu untuk memahami yang mana mungkin ada peluang penjualan tambahan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah model prediktif dibuat, model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan mana yang paling mungkin berpindah, membeli produk tertentu, atau merespons kampanye tertentu. Dengan analisis tersebut, dapat memanfaatkan kekuatan Big Data untuk memahami pelanggan dengan lebih baik dan memprediksi tren di masa depan. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi peluang yang mungkin tidak disadari sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-algoritma-pemrograman\/\">algoritma<\/a> yang secara berkala mengoleksi data kalian loh yang disebut sebagai algoritma \u2018saran produk\u2019 dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Maksudnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bekerja terhadap apa yang kalian sukai, apa yang menarik bagi kalian berdasarkan apa yang dilihat di intenet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Makanya, saat memutuskan untuk membeli atau mencari suatu produk di internet maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tempat kalian mencari akan menampilkan saran produk serupa. Selain itu, bisa juga dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lain, seperti sosial media, kotak masuk email, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">streaming platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> hingga situs website.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah mendapatkan kontak pelanggan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan membangun daftar kontak. Pasti kalian ingin melanjutkan pemasaran kepada calon pelanggan atau yang berpotensi mengarahkan mereka ke perwakilan penjualan. Namun, jika mencoba memasarkan merek kalian secara terus menerus kepada setiap kontak baru, mungkin akan membuang-buang waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menghindari hal tersebut, <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/brand-guideline-dalam-bangun-reputasi-bisnis\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">brand <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">dapat menggunakan alat bantu seperti fitur Predictive Lead Scoring dari HubSpot untuk menganalisis profil data kontak dan memperkirakan prospek mana yang paling mungkin melakukan transaksi di masa depan. Ketika memiliki database kontak yang sangat besar dengan berbagai tingkat ketertarikan terhadap produk, merek, atau layanan, data prediktif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lead scoring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seperti di atas, hal ini dapat memberi wawasan tentang prospek mana yang harus diprioritaskan dalam upaya pemasaran atau penjualan kalian terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saluran sosial seperti Facebook, Twitter, dan Pinterest juga menawarkan beberapa alat prediktif dalam platform iklan mereka. Selain penargetan iklan prediktif, platform sosial seperti Facebook dan Pinterest juga menggunakan algoritma untuk membuat prediksi yang berkaitan dengan pengujian multivariat atau A\/B.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan jenis pengujian ini, sebuah merek akan sering mengirimkan dua atau lebih variasi iklan mereka. Saat iklan ditayangkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">media sosial akan segera menganalisis variasi mana yang paling banyak diklik dan memprediksi mana yang akan memiliki hasil konversi terbaik. Nah, dari sanalah iklan media sosial akan mulai menampilkan variasi yang menang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Predictive Marketing<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Anyway<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, kalian dapat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membuat keputusan yang lebih tepat mengenai perencanaan dan pembelian media yang menghasilkan penggunaan sumber daya pemasaran yang lebih efisien.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki akurasi yang lebih besar dalam memprediksi kebutuhan pelanggan, yang mengarah pada peningkatan tingkat retensi pelanggan. Dengan menggunakan data ini, dapat menargetkan pelanggan dengan pesan yang relevan, membuat penawaran spesifik yang sesuai dengan riwayat pembelian dan minat mereka, serta menjajaki peluang penjualan silang dan peningkatan penjualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tingkatkan layanan pelanggan dengan memberikan wawasan yang lebih cepat tentang kebutuhan pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menciptakan pengalaman yang lebih individual bagi pelanggan, yang mengarah pada basis pelanggan yang besar dan loyal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengetahui suasana hati pelanggan dengan mensurvei media sosial dan melihat kecenderungan yang memungkinkan untuk mendahului potensi reaksi balik sebelum menjadi tidak terkendali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengoptimalkan situs web secara tepat waktu dan proaktif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan kemampuan penargetan dengan kualifikasi dan prioritas prospek yang lebih baik, yang membantu mengelompokkan prospek berdasarkan kemungkinan mereka melakukan pembelian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Contoh Predictive Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini contoh perusahaan yang berhasil menggunakan pemasaran prediktif dalam operasinya:<\/span><\/p>\n<h3><b>Platform Streaming Film Netflix<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Netflix memiliki fitur yang memungkinkan mereka untuk menyarankan film atau serial berdasarkan film atau serial yang telah ditonton sebelumnya. Rekomendasi tersebut merupakan salah satu contoh model prediksi pemasaran Netflix yang diterapkan untuk bisnisnya: semakin banyak rekomendasi yang relevan, semakin banyak pengguna yang menggunakan platformnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Amazon.com<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam kasus ini, <a href=\"https:\/\/www.amazon.com\/?&amp;tag=googleglobalp-20&amp;ref=pd_sl_7nnedyywlk_e&amp;adgrpid=159651196451&amp;hvpone=&amp;hvptwo=&amp;hvadid=675114638556&amp;hvpos=&amp;hvnetw=g&amp;hvrand=14644363586928738244&amp;hvqmt=e&amp;hvdev=c&amp;hvdvcmdl=&amp;hvlocint=&amp;hvlocphy=9120244&amp;hvtargid=kwd-10573980&amp;hydadcr=2246_13649807\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Amazon<\/a> menyarankan pelanggannya untuk membeli produk berdasarkan: Apa yang telah saya beli sebelumnya yang telah dibeli orang lain ketika mereka melihat produk yang sama. Apa yang konsumen beli setelah membeli produk? Rekomendasi tersebut meningkatkan pendapatan Amazon sebesar tiga puluh persen pada tahun 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, dapat disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">predictive marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah strategi pemasaran yang memanfaaatkan data dan tekonologi dalam pengambilan keputusan bisnis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu strategi yang digunakan dengan cara mengandalkan data atau biasa disebut predictive marketing. Bagi yang belum paham apapun mengenai predictive marketing, langsung simak saja yuk Apa Itu Predictive Marketing, Cara Kerja, dan Manfaatnya Apa Itu Predictive Marketing? Predictive marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan data dan teknologi dalam pengambilan keputusan bisnis. Dalam penerapannya, strategi &#8230; <a title=\"Apa Itu Predictive Marketing, Cara Kerja, dan Manfaatnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-predictive-marketing\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Predictive Marketing, Cara Kerja, dan Manfaatnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15507,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5749,5751,5753,283,7,5752,5748,5750],"class_list":["post-15493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-predictive-marketing","tag-cara-kerja-predictive-marketing","tag-contoh-predictive-marketing","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-manfaat-predictive-marketing","tag-predictive-marketing","tag-predictive-marketing-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15493"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15494,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15493\/revisions\/15494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}