{"id":15434,"date":"2024-01-12T09:35:20","date_gmt":"2024-01-12T02:35:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15434"},"modified":"2024-01-09T11:02:30","modified_gmt":"2024-01-09T04:02:30","slug":"mariadb-vs-mysql","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mariadb-vs-mysql\/","title":{"rendered":"MariaDB vs MySQL: Perbedaan serta Kelebihan dan Kekurangannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang paling populer saat ini adalah MySQL dan MariaDB. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk menyimpan dan mengelola data dalam pengembangan website. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk <\/span><b>MariaDB vs MySQL: Perbedaan serta Kelebihan dan Kekurangannya<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa Itu RDBMS (Relational Database)?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RDBMS (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Relational Database Management System<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) adalah versi yang lebih canggih dari DBMS (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Database Management System<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Sistem ini menggunakan modul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">storage engine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk menyimpan, mengelola, dan memodifikasi data.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">RDBMS berfungsi untuk mengelola data dalam format tabel. Penggunaan tabel ini meminimalkan masalah redundansi data yang dialami DBMS karena penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">key <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan indeks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">FYI, MariaDB dan MySQL sama-sama termasuk dalam kategori RDBMS.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu MariaDB?<\/b><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mariadb.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">adalah cabang dari MySQL. Para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mengembangkan RDBMS ini untuk mempertahankan struktur dan fitur MySQL. Hal ini karena saat itu ada proses akuisisi oleh Oracle, perusahaan di balik Oracle Database yang menjadi pesaing terbesar MySQL. Dikhawatirkan nih, setelah akuisisi ini MySQL tidak akan dilanjutkan lagi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB memastikan bahwa setiap rilisnya kompatibel dengan versi MySQL terkait. Selain mengadopsi file data dan definisi tabel MySQL, MariaDB juga menggunakan protokol klien, API klien, port, dan socket yang sama agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">MySQL bisa beralih ke MariaDB tanpa masalah. Oia, MariaDB bisa dimodifikasi menggunakan pernyataan SQL.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu MySQL?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL adalah sistem manajemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">relasional <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">open-source <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dibuat oleh MySQL AB untuk pengembangan aplikasi web. Sistem ini memungkinkan web <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mengelola data dengan mudah menggunakan tabel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Umumnya, MySQL bisa digunakan dengan PHP, Apache web server, dan berbagai distribusi Linux. Untuk memodifikasinya, bisa menggunakan SQL (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Structured Query Language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Popularitas MySQL meningkat sejak <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/membuat-website-toko-online-dengan-wordpress-dan-woocommerce\/\">WordPress<\/a> mulai menggunakan dalam sistemnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">MySQL sudah disertakan dalam beberapa distribusi termasuk Ubuntu karena kompatibel dengan Linux.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbandingan MariaDB vs MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini perbandingan performa MySQL dan MariaDB serta membahas kompatibilitasnya dengan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<h3><b>Performa dan Batasan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL dan MariaDB bekerja dengan cara yang serupa, keduanya sering diuji dalam hal performa dan batasan untuk menentukan mana yang lebih unggul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Uji tuntas performa dan UTF8 yang dilakukan oleh <\/span><a href=\"http:\/\/dimitrik.free.fr\/blog\/archives\/2018\/04\/mysql-performance-80-and-utf8-impact.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Dimitri Kravtchuk<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> menunjukkan bahwa MySQL 8.0 bisa menangani jumlah kueri perdetik yang lebih banyak dibanding MariaDB 10.3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, menurut tes performa dan batasan yang dilakukan oleh <\/span><a href=\"https:\/\/minervadb.com\/index.php\/2018\/06\/01\/benchmarking-innodb-and-myrocks-performance-using-sysbench\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Minerva DB<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada InnoDB (menggunakan versi MySQL 8.0) dan MyRocks (menggunakan versi MariaDB 10.3.7), InnoDB bisa menangani lebih banyak kueri perdetik dibandingkan dengan MyRocks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan dalam hal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hardware <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">standar, <\/span><a href=\"https:\/\/mariadb.org\/maria-10-1-mysql-5-7-commodity-hardware\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Axel Schwenke<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> menemukan bahwa MariaDB 10.1 memiliki performa yang lebih baik dibandingkan MySQL 5.7.9.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Eitss, perlu diingat ya bahwa hasil uji performa dan batasan ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kueri SQL spesifik, jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan koneksi, serta kasus penggunaan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kompatibilitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB kompatibel dengan MySQL dalam beberapa aspek sebab dikembangkan sebagai pengganti penuh MySQL. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini mendukung semua koneksi, konektor, dan port MySQL. Client package MySQL juga tetap berfungsi dengan MariaDB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk berpindah dari MySQL ke MariaDB, prosedur penginstalannya juga sama saja. Kalian hanya perlu menjalankan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tool <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mysql_upgrade untuk memperbarui hak istimewa dan tabel event database MySQL dengan yang setara di MariaDB.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan dan Kekurangan MariaDB<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan MariaDB.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kelebihan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB memiliki kompatibilitas yang sangat baik dengan versi lama. Artinya, elemen-elemen dalam versi terbaru tetap bisa digunakan dengan versi lama. Fitur ini penting mengingat MariaDB adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software open-source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang terus diupdate oleh komunitasnya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Thread pool<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dinamis juga memungkinkan MariaDB server mengoptimalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan menghentikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">thread <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tidak aktif. Nah, digabungkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">connection pool <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam jumlah besar, fitur ini menghasilkan kecepatan yang sangat bagus, replikasi yang ditingkatkan, dan pembaruan yang lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi Galera cluster canggih bawaannya juga bisa meminimalkan keterlambatan replikasi dan kehilangan transaksi, mengurangi latensi klien, serta meningkatkan skalabilitas bacaan node.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">FYI, MariaDB mendukung lebih banyak mesin penyimpanan dibandingkan dengan MySQL, antara lain kompatibel dengan RDBMS lainnya. Setiap mesin penyimpanan ini memiliki tujuan khusus. Oia, karena MariaDB didistribusikan di bawah lisensi GPL, kalian mendapatkan akses penuh ke semua fiturnya setelah menginstalnya. Plus, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini tersedia secara gratis, loh!<\/span><\/p>\n<h3><b>Kekurangan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB hanya mendukung tipe data JSON mulai dari versi 10.2 dan yang lebih tinggi. Bahkan, setelah itu pun dukungan ini hanya berupa alias untuk LONGTEXT yang dihadirkan demi alasan kompatibilitas. Untuk menduplikasi data JSON saat beralih dari MySQL ke MariaDB, tipe kolom JSON perlu diubah dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa fitur yang tersedia di MySQL Enterprise Edition juga tidak ada di MariaDB. Kalem, sebagai bagian dari solusi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database enterprise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, MariaDB menawarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin open-source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> alternatif, seperti MaxScale untuk data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">masking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya, kalian akan mendapatkan dukungan dari tim ahli dan fitur kelas perusahaan dengan membeli langganan Platform MariaDB. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">MariaDB Community, versi yang dikembangkan oleh komunitas perlu mencari dukungan teknis sendiri melalui artikel bantuan dan forum.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan dan Kekurangan MySQL<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari MySQL.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kelebihan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Enkripsi data bawaan dan kolom dinamis menjadikan sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini lebih aman dan cepat. MySQL bisa menghadirkan performa yang optimal dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">uptime <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang baik berkat desainnya yang sederhana dan adanya beberapa mesin penyimpanan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Anyway<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, MySQL bisa digunakan untuk berbagai kasus penggunaan. Contohnya, MySQL cocok untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">toko online karena memiliki dukungan transaksi yang canggih. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini juga memiliki fitur keamanan data tingkat lanjut yang melindungi transaksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL memiliki kompatibilitas yang sangat baik karena dukungan dari Oracle. Sistem database ini didukung oleh sebagian besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting dan lebih dari 20 OS sehingga tidak terikat khusus dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tertentu. FYI, MySQL selalu diperbarui dan didokumentasikan dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL juga mudah digunakan dan mudah disesuaikan, memiliki beberapa antarmuka pengguna untuk menyesuaikan berbagai preferensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kekurangan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">MySQL juga tidak kompatibel dengan database Oracle. Salah satu alasannya adalah MySQL tidak mendukung PL\/SQL, bahasa yang berorientasi pada aplikasi, yang dikembangkan oleh Oracle. Sebagai perbandingan, MariaDB mendukung PL\/SQL Oracle, dimulai dari versi 10.3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, MySQL juga tidak cocok untuk mengelola data berukuran besar karena tidak memiliki mesin pencarian canggih yang berfokus pada memori dan solusi pengolahan data skala besar. Model <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dual-license<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> MySQL juga tidak memiliki fitur penting seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin thread pool<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di luar versi berbayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Batasan dan monetisasi yang diterapkan Oracle membuat MySQL sulit disesuaikan dengan kebutuhan. Meski <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">open-source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Oracle memiliki kontrol penuh atas proses pengembangan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">patch <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi, Kalian Mau Pilih MariaDB atau MySQL, nih?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Intinya sih, silakan kalian memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Didukung oleh Oracle, MySQL cocok untuk pelanggan yang butuh peningkatan stabil, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang konsisten, dan dukungan tingkat perusahaan 24\/7. Meski harganya mencapai sekitar Rp 77,5 juta\/tahun, MySQL Enterprise Edition memiliki skalabilitas, keandalan, dan keamanan yang sangat baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan MariaDB menjadi salah satu RDBMS populer yang bersaing dengan pendahulunya. Komunitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">open-source database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini terus menambahkan fitur baru untuk mengoptimalkan eksekusi kueri SQL dan pengalaman pengelolaan databasenya. Makanya, silakan pertimbangkan penggunaan MariaDB untuk alur pengembangan yang lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua database yang paling populer saat ini adalah MySQL dan MariaDB. Database sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk menyimpan dan mengelola data dalam pengembangan website. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk MariaDB vs MySQL: Perbedaan serta Kelebihan dan Kekurangannya Apa Itu RDBMS (Relational Database)? RDBMS (Relational Database Management System) adalah versi yang &#8230; <a title=\"MariaDB vs MySQL: Perbedaan serta Kelebihan dan Kekurangannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mariadb-vs-mysql\/\" aria-label=\"Read more about MariaDB vs MySQL: Perbedaan serta Kelebihan dan Kekurangannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15461,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5718,5719,5717,283,7,5722,5724,5721,5723,5720],"class_list":["post-15434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-mariadb","tag-apa-itu-mysql","tag-apa-itu-rdbms","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-kekurangan-mariadb","tag-kekurangan-mysql","tag-kelebihan-mariadb","tag-kelebihan-mysql","tag-mariadb-vs-mysql","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15434"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15434\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15447,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15434\/revisions\/15447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}