{"id":15403,"date":"2024-01-10T08:48:01","date_gmt":"2024-01-10T01:48:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15403"},"modified":"2024-01-04T13:12:19","modified_gmt":"2024-01-04T06:12:19","slug":"cara-jitu-mempercepat-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-jitu-mempercepat-wordpress\/","title":{"rendered":"8+ Cara Jitu Mempercepat WordPress"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian menggunakan WordPress? FYI, ada banyak cara mempercepat website WordPress yang bisa kalian lakukan, loh. Nah, di artikel ini, ada banyak cara yang disampaikan dan tentunya bisa kalian lakukan sendiri! Okay, langsung simak saja yuk <\/span><b>8+ Cara Jitu Mempercepat WordPress<\/b><\/p>\n<h2><b>Cara Mempercepat Website WordPress<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa cara mempercepat loading <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-mengubah-link-ke-https-di-wordpress\/\">WordPress<\/a> yang bisa dilakukan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Gunakan Paket Hosting Sesuai Kebutuhan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pastikan untuk menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting yang tepercaya dan beli paket yang bisa memenuhi kebutuhan kalian. Pastikan perusahaan hosting yang dipilih memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">track record<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang terbukti memberikan performa website WordPress yang baik, juga memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">customer support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang siap membantu kapan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting, saatnya memilih paket yang paling sesuai untuk website WordPress. Secara umum, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting menawarkan berbagai tipe hosting, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Shared Hosting.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Tipe hosting untuk pemula yang menyimpan beberapa website pada server yang sama, dengan sistem berbagi sumber daya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Cloud Web Hosting. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Tipe hosting premium yang menawarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">khusus dari jaringan yang terdiri dari beberapa server. Pemakaian cloud hosting juga mudah, hampir sama dengan shared hosting. Beberapa pilihan paket cloud hosting dari Jetorbit dimulai dari Rp 59.750\/bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>VPS Hosting. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Tipe hosting yang memberi pengguna akses root dan beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">khusus. Butuh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">teknis untuk proses setting dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">maintenance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tipe hosting ini.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>WordPress Hosting. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Tipe shared hosting yang didesain khusus untuk memaksimalkan performa dan keamanan WordPress. Untuk harganya sendiri relatif terjangkau, di Jetorbit mulai dari Rp 47.200\/bulan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Pilih Lokasi Server Terdekat<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lokasi menentukan seberapa cepat server menerima dan mengirimkan kembali permintaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">website. Meski teknologi saat ini sudah cukup mumpuni dalam mempercepat koneksi, latensi masih menjadi masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Latensi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan oleh web server untuk menerima dan memproses permintaan halaman web. Nah, salah satu faktor signifikan yang mempengaruhinya adalah jarak fisik ke server tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Web akan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">request <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">data lalu data akan ditransfer dari server ke server sampai tiba di browser pengunjung. Kalau lokasi servernya jauh, latensinya akan cukup tinggi dan butuh waktu lebih lama untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">halaman web di browser.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Latensi tinggi juga akan memperlambat website dan mengacaukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> secara keseluruhan. Bahkan, bisa lebih parah lagi jika website memiliki banyak konten berukuran berat, seperti artikel dengan banyak gambar atau video HD.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Gunakan CDN<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Content Delivery Network<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau CDN adalah jaringan server yang terdistribusi secara geografis, yang bekerja sama untuk mempercepat proses menampilkan website di browser pengguna.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Cache <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah ruang penyimpanan sementara yang berfungsi untuk mempercepat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. CDN bekerja dengan menyimpan salinan konten statis website ke dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cache<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehingga saat pengguna berkunjung lagi, server terdekatnya akan langsung memuat kontennya untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP eksternal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada berbagai CDN yang bisa digunakan. Beberapa WordPress host menawarkan paket CDN yang bisa dibeli bersama layanan hosting. Salah satu CDN terbaik yang ada saat ini adalah Cloudflare yang menawarkan paket gratis maupun berbayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah Cloudflare diaktifkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">instal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan aktifkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Cloudflare WordPress. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini memungkinkan untuk mengkonfigurasi pengaturan CDN langsung dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> Sajikan Konten Melalui HTTP\/2<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Hypertext Transfer Protocol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (HTTP) berperan sebagai fondasi atau protokol komunikasi data di World Wide Web. HTTP merupakan cara klien dan server saling bertukar informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contohnya, ketika seseorang mengunjungi domainanda.com, browser mereka akan mengirimkan permintaan HTTP ke server yang akan memprosesnya dan memuat konten website. Iterasi pertama HTTP, yaitu HTTP\/1, sebenarnya cukup efektif. Namun, versi yang pertama ini masih jauh lebih lambat dibanding versi yang lebih baru, HTTP\/2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki HTTP\/2 vs HTTP\/1:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Komunikasi lebih efisien. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">HTTP\/2 menggunakan protokol biner yang dirancang untuk komunikasi antarperangkat. Dibandingkan dengan HTTP\/1 yang menggunakan protokol berbasis teks, data biner secara signifikan lebih sederhana untuk diproses.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Prioritas lebih diperhitungkan.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Dengan HTTP\/2, developer website bisa menentukan konten mana yang harus dimuat lebih dulu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Multiplexing.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Dengan HTTP\/1, browser hanya bisa memuat elemen satu persatu. HTTP\/2 meningkatkan proses ini dengan memungkinkan browser memuat berbagai jenis konten dalam satu koneksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Proses push dari server.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> HTTP\/2 memungkinkan server mengirim konten sebelum browser memintanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kompresi lebih canggih. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Dibanding HTTP\/1, kompresi HPACK yang digunakan HTTP\/2 bisa menghilangkan redundansi pada paket HTTP dalam proses exchange. HPACK bisa membuat pesan HTTP menjadi lebih kecil, yang mana bisa mempercepat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untungnya, sebagian besar penyedia hosting WordPress sudah menggunakan HTTP\/2 secara default. Tak perlu melakukan migrasi secara manual karena LiteSpeed yang digunakan oleh Hostinger sudah mendukung HTTP\/2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Provider hosting WordPress yang menggunakan server Nginx juga mendukung HTTP\/2, sementara server Apache baru pada tahun 2015 lalu. Jika web host kalian menggunakan Apache, hubungi mereka untuk cari tahu apakah dukungan HTTP\/2 tersedia atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tidak yakin apakah website WordPress kalian menggunakan HTTP\/2, gunakan HTTP\/2 Test Tool dan HTTP2.Pro untuk mengeceknya. Jika ternyata website masih menggunakan HTTP\/1, cek apakah web host kalian menawarkan HTTP\/2 lalu kontak mereka untuk memulai migrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, perlu diingat bahwa menginstal sertifikat SSL sangat disarankan untuk HTTP\/2 karena hampir semua browser hanya mendukung HTTP\/2 melalui koneksi yang terenkripsi. Biasanya, layanan SSL sudah disediakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting atau bisa membelinya di penyedia khusus SSL.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><b> Install Theme yang Dioptimasi<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Theme WordPress yang digunakan juga bisa mempengaruhi kecepatan website, loh.\u00a0 Berikut ini kriteria untuk memilih tema WordPress ringan dan cepat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Memiliki kode yang dioptimasi.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Untuk menghindari masalah performa atau keamanan, pastikan kode tema sudah mematuhi standar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">World Wide Web Consortium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (W3C) dan WordPress. Gunakan tool, seperti HTML Markup Validation Service dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Theme Check gratis untuk memvalidasi kode tema tanpa perlu repot.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ukurannya ringan.<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400\">Theme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ringan hanya menyertakan fitur esensial. Kodenya tidak kompleks dan ukuran file JavaScript serta CSS tema harus kurang dari 100 KB. Tema WordPress default umumnya termasuk dalam kategori ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kompatibel dengan berbagai browser.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Sayangnya, tidak semua tema WordPress bisa dimuat dengan baik di berbagai browser. Memilih tema yang kompatibel untuk browser apapun akan memberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">experience <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">terbaik bagi setiap pengguna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Responsive di perangkat mobile.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Tema yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">responsive <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di perangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mobile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berarti tema tersebut bisa menyesuaikan tampilannya dengan layar perangkat seluler tanpa menjadi lambat. Saat ini, lebih dari separuh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">traffic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">website berasal dari perangkat seluler. Jadi, penting sekali untuk memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">theme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">responsive <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">agar aksesibilitas website tetap mudah dan menarik bagi pengunjung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Mendukung AMP. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi Accelerated Mobile Pages (AMP) bisa menjadi salah satu cara mempercepat loading website WordPress di perangkat seluler. Memilih tema yang mendukung AMP bisa mempercepat situs mobile Anda secara signifikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menginstall tema, pastikan untuk mencoba website demonya lebih dulu. Kalau temanya gratis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">install <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan aktifkan di website kalian lalu lihat bagaimana performanya. Selanjutya, uji kecepatannya menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tool <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk cek kecepatan website, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/pagespeed.web.dev\/?utm_source=psi&amp;utm_medium=redirect\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">PageSpeed \u200b\u200bInsights<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><a href=\"https:\/\/tools.pingdom.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Pingdom<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><a href=\"https:\/\/gtmetrix.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">GTmetrix<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, jika ternyata website lambat saat dites, artinya tema yang digunakan kurang dioptimasi. Silakan coba tema WordPress lainnya sampai menemukan yang kecepatannya pas.<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h3><b> Optimalkan Gambar<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa tips optimasi gambar untuk website dan mempercepat WordPress:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pastikan ukuran file 500 KB atau kurang.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upload <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">gambar apapun, silakan cek dulu ukuran filenya. Secara umum, gambar yang ukurannya lebih besar dari 500 KB akan dimuat lebih lambat. Gunakan tool seperti TinyPNG untuk mengkompres gambar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Gunakan format file yang disarankan. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Format gambar yang berbeda menggunakan metode kompresi file yang berbeda. Akibatnya, beberapa format file lebih cocok untuk penggunaan tertentu daripada file lainnya. Berikut beberapa format file gambar yang paling umum:<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">JPEG. JPEG menggunakan kompresi lossy, yang berarti beberapa informasi akan hilang demi ukuran file yang lebih kecil. JPEG adalah opsi terbaik untuk berbagi foto.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">PNG. PNG menggunakan kompresi lossless yang menyimpan semua informasi dalam gambar, memastikan resolusi gambar akan ditampilkan dengan kualitas terbaik. PNG direkomendasikan untuk mengupload grafik dan gambar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">WebP. WebP cukup populer karena kemampuannya untuk menggabungkan kompresi lossy dan lossless. Dengan WebP, Anda bisa menampilkan gambar resolusi tinggi dengan ukuran lebih kecil dari file JPEG atau PNG.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Gunakan ukuran tampilan yang tepat.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Jangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upload <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">gambar HD lalu mengubah ukurannya di WordPress. Meski gambar tampak lebih kecil, perangkat masih harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">download <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seluruh file dari server sehingga menghabiskan lebih banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bandwidth<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Aktifkan fitur lazy loading. <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Lazy loading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah fitur yang akan memuat gambar di halaman website sesuai permintaan, misalnya saat pengunjung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">scroll <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">halaman ke area gambar tersebut. Cara ini bisa mempercepat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">website karena gambar tidak harus dimuat sekaligus.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaiknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">install plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> optimasi kecepatan WordPress seperti WP Smush untuk mengoptimalkan gambar dengan mudah. WP Smush memungkinkan untuk mengkompres dan me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resize<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> gambar di media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">library <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress sekaligus serta memiliki fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">lazy load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, WP Smush Pro juga memungkinkan mengkonversi gambar ke format WebP.<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li>\n<h3><b> Update Rutin Core, Plugin, dan Tema WordPress<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform open-source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, sudah pasti WordPress menarik para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk terus mencari celah. Oleh karena itu, menjaga WordPress tetap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">up-to-date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi tugas yang sangat penting bagi yang sudah bikin website.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untungnya, sejak WordPress 5.5, kalian bisa mengaktifkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">otomatis WordPress, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan tema langsung dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Kalian pun masih bisa memperbarui secara manual. Untuk WordPress core, bisa mengaktifkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">otomatis untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upgrade <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">minor saja. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">utama bisa memberikan perubahan signifikan yang mungkin tidak sesuai dengan website WordPress.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengkonfigurasi pengaturan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">auto-update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> WordPress, buka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">website dan pilih menu <\/span><b>Updates<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Apabila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">otomatis minor sudah aktif, akan terlihat pesan \u201c<\/span><b><i>This site is automatically kept up to date with maintenance and security releases of WordPress only<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u201c.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika ingin mengaktifkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">otomatis utama, klik <\/span><b>Enable automatic updates for all new versions of WordPress<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Setelah opsi ini diaktifkan, pesan yang akan muncul adalah \u201c<\/span><b><i>This site is automatically kept up to date with each new version of WordPress<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u201c.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk melakukannya, buka <\/span><b>WordPress =&gt; Dashboard<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Pada menu Inti, temukan <\/span><b>Pembaruan WordPress<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> lalu klik <\/span><b>Ubah<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Di layar yang muncul, pilih opsi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">auto-update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang Anda inginkan. Dalam contoh ini, kami akan memilih \u201c<\/span><b>Hanya perbarui versi minor<\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u201d untuk pengaturan default. Terakhir, klik <\/span><b>Simpan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, buka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lalu pilih <\/span><b>Plugin =&gt; Plugin yang Diinstall<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Temukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ingin diupdate, lalu pilih <\/span><b>Update now<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Atau, bisa memilih <\/span><b>Enable auto-updates<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dari menu <\/span><b>Automatic Updates<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk update tema, buka <\/span><b>Appearance =&gt; Themes<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> lalu klik tema yang ingin diupdate. Untuk cara manual, pilih <\/span><b>Update now<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Atau, bisa memilih <\/span><b>Enable auto-updates<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Namun, agar tetap aman sebaiknya selalu baca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">changelog <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebelum memperbarui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau tema apapun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tips lainnya adalah dengan menggunakan child theme, yang membuat duplikat fitur tema utama dan memungkinkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress memodifikasinya tanpa mengubah atau merusak tema utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">utama, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">core <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, maupun tema, mungkin perlu menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">staging environment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk mengujinya sebelum menerapkannya ke website yang sudah online. Langkah ini bisa dilakukan secara manual atau dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seperti <\/span><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/plugins\/wp-staging\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">WP Staging<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li>\n<h3><b> Hapus Plugin yang Tidak Dibutuhkan<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress bisa membantu menambah fungsionalitas fitur dan website. Sayangnya, beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bisa memakan banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">resource <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan mengurangi performa website secara keseluruhan. Jadi, hindari menginstal terlalu banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ya dan pastikan untuk menghapus yang tidak lagi digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menonaktifkannya saja tidak cukup karena pada dasarnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">masih ada di website WordPress. Kalian harus benar-benar menghapus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tidak digunakan. Caranya cukup buka <\/span><b>Plugin <\/b><span style=\"font-weight: 400\">dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lalu cari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang ingin dinonaktifkan lalu pilih <\/span><b>Remove<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agar tidak perlu sering-sering meng-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">uninstall<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, cobalah untuk lebih selektif dalam memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">apa saja yang perlu diinstal sejak awal:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Selalu cek developer atau kreatornya lebih dulu. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Idealnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">developer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">harus memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">track record<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang baik dalam membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan sering menanggapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">feedback <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pengguna. Mereka juga harus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">update plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> secara teratur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Gunakan marketplace tepercaya. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Jika ingin menginstal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dari pihak luar, pastikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut memang terjamin, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/codecanyon.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">CodeCanyon<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Sumber yang tidak tepercaya cenderung memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berkualitas buruk yang bahkan mungkin mengandung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">malware<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Install plugin yang memang dibutuhkan.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Sebelum menginstal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">apapun, pastikan apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut penting untuk perkembangan website. Semakin sedikit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dimiliki, semakin ringan dan cepat pula website.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"9\">\n<li>\n<h3><b> Minify Script CSS, HTML, dan JavaScript<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika pernah membuka file CSS, HTML, atau JavaScript, mungkin menyadari ada beberapa file yang masih memiliki terlalu banyak spasi, jeda baris, komentar, dan karakter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Minify CSS, HTML, dan JavaScript berarti menghapus karakter yang tidak perlu untuk mengurangi ukuran file. Kalian bisa mempercepat website WordPress dengan file yang lebih kecil karena transfer data antara server dan browser akan lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada dua cara minify file JavaScript, HTML, atau CSS:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Menggunakan tool online.<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Website MinifyCode memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tool <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang memungkinkan me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minify<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> konten file JavaScript, CSS, dan HTML secara otomatis. Kalian cukup mengganti file lama dengan versi yang sudah di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minify<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Install plugin minify. <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Ada beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang memungkinkan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minify <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">file HTML, JavaScript, dan CSS, salah satunya adalah Fast Velocity Minify. Di pengaturan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, cukup pilih jenis file yang ingin kalian minify.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Minify file adalah salah satu yang termudah dan paling efektif dalam cara mempercepat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">loading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">website WordPress. Metode ini umumnya bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minify <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ukuran file hingga 40-60%. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Plugin caching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seperti LiteSpeed, W3 Total Cache, dan Autoptimize juga menawarkan fungsionalitas minifikasi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li>\n<h3><b> Gunakan Versi PHP Terbaru<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">PHP adalah bahasa skrip yang memungkinkan developer membuat website yang dinamis dan interaktif. Menurut sumber dari W3Techs, PHP digunakan pada 78,4% website dengan bahasa skrip server yang bisa diidentifikasi. CMS WordPress dan semua website biasanya ditulis dalam PHP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lainnya, PHP terus diupdate sejak rilis pertamanya. Setiap versi baru PHP menghadirkan peningkatan performa dan keamanan. Saat ini, WordPress mendukung PHP 7.3 atau versi yang lebih tinggi. Sayangnya sebagian besar website WordPress, tepatnya 32,38%, masih menggunakan versi PHP yang tidak didukung lagi. Selain itu, hanya 1,54% situs WordPress yang menggunakan PHP versi terbaru. Sebagian besar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hosting WordPress memungkinkan mengubah versi PHP dari control panel hosting.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upgrade <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">versi PHP, pastikan kode website WordPress kalian kompatibel dengan versi yang dipilih. Ada baiknya coba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">upgrade <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">versi PHP di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">staging environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lebih dulu untuk meminimalkan risiko website mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crash<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ol start=\"11\">\n<li>\n<h3><b> Optimalkan Database WordPress<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah tempat semua informasi website kalian disimpan, mulai dari postingan dan halaman hingga pengaturan tema dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. WordPress menggunakan MySQL sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database default<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seiring waktu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress mungkin mengumpulkan informasi yang tidak perlu sehingga membuat situs menjadi lambat. Data yang tidak dibutuhkan mungkin termasuk revisi postingan, komentar yang dihapus, pengaturan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lama, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sudah tidak digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau dibiarkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berukuran besar ini akan mempersulit server mengambil informasi dengan cepat. Performa website pun menurun dan menjadi lambat secara keseluruhan. Sebaliknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang dioptimalkan dengan baik bisa merespons kueri jauh lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tenang, ada cara untuk mengoptimalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress. Caranya adalah menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/support\/plugin\/wp-dbmanager\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">WP-DB Manager<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dashboard <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">admin WordPress, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">install <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan aktifkan WP-DB Manager.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Buka <\/span><b>Database =&gt; Optimize DB<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pilih <\/span><b>Yes <\/b><span style=\"font-weight: 400\">untuk semua tabel database yang ingin dioptimalkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pilih <\/span><b>Optimize<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perlu diketahui bahwa mengoptimalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">database <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah metode paling berisiko untuk mempercepat WordPress. Jika salah langkah, website bisa rusak. Sebaiknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">backup database<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lebih dulu sebelum mengoptimalkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Okay, semoga cara-cara yang sudah disampaikan di atas bermanfaat ya dan selamat mencoba \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian menggunakan WordPress? FYI, ada banyak cara mempercepat website WordPress yang bisa kalian lakukan, loh. Nah, di artikel ini, ada banyak cara yang disampaikan dan tentunya bisa kalian lakukan sendiri! Okay, langsung simak saja yuk 8+ Cara Jitu Mempercepat WordPress Cara Mempercepat Website WordPress Berikut ini beberapa cara mempercepat loading WordPress yang bisa dilakukan: Gunakan &#8230; <a title=\"8+ Cara Jitu Mempercepat WordPress\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-jitu-mempercepat-wordpress\/\" aria-label=\"Read more about 8+ Cara Jitu Mempercepat WordPress\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,5711,5712],"class_list":["post-15403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-mempercepat-website","tag-mempercepat-wordpress","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15403"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15452,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15403\/revisions\/15452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}