{"id":1510,"date":"2019-06-23T08:53:49","date_gmt":"2019-06-23T08:53:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=1510"},"modified":"2022-01-10T10:21:53","modified_gmt":"2022-01-10T03:21:53","slug":"pengertian-dan-fungsi-localhost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-dan-fungsi-localhost\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Fungsi Localhost"},"content":{"rendered":"<p>Sebagian orang mungkin merasa asing mendengar istilah Localhost. Namun bagi Anda yang sudah terjun ke dunia web developer, istilah Localhost sangatlah familiar. Adanya teknologi Localhost dapat memberikan kemudahan bagi para pengembang web untuk menguji web yang telah dirancang. Berikut akan kami ulas terkait pengertian dan fungsi Localhost.<\/p>\n<h2><strong>Definisi Localhost <\/strong><\/h2>\n<p>Definisi localhost itu sendiri adalah nama default yang digunakan untuk menjadikan komputer Anda sebagai server lokal.<br \/>\nLocalhost membantu para web developer untuk merancang web yang bersifat dinamis yang mana web tersebut dilengkapi dengan database MySQL. Web developer akan menguji file yang menjadi komponen dalam web terlebih dahulu di localhost sebelum mereka melakukan kegiatan hosting di web server.<br \/>\nUntuk menjadikan komputer Anda dapat melakukan fungsi dari localhost maka Anda harus menginstal software yang mendukung localhost, seperti WAMP dan XAMPP.<\/p>\n<h2><strong>Fungsi Localhost<\/strong><\/h2>\n<p>Umumnya localhost digunakan untuk membuat komputer Anda sebagai server lokal. Hal ini dilakukan agar bisa mengakses database dengan phpmyadmin. Selain itu, Anda bisa leluasa menjalankan web dengan bahasa pemrograman, seperti CSS, HTML, PHP atau Javascript.<br \/>\nLocalhost juga memungkinkan Anda untuk mengakses WordPress bahkan saat offline sekalipun tanpa terhubung dengan jaringan internet.<br \/>\nDengan localhost, jalur data yang dilalui pun akan sangat cepat. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan perubahan script dan menyimpannya kembali di server lokal Anda.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-menguji-coba-situs-dan-aplikasi-web-secara-offline\"><strong><span id=\"1_Menguji_Coba_Situs_dan_Aplikasi_Web_secara_Offline\">Menguji Coba Situs dan Aplikasi Web secara Offline<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Seperti yang telah dibicarakan pada bagian sebelumnya, fungsi utama localhost adalah memungkinkan Anda mengakses situs yang dijalankan pada komputer Anda.<\/p>\n<p>Hal ini bermanfaat jika Anda seorang developer website. Dengan localhost, Anda dapat memastikan bahwa situs atau aplikasi web yang Anda buat bekerja dengan tepat sebelum mengunggahnya ke server online.<\/p>\n<p>Tentunya Anda dapat melakukannya dengan layanan web hosting. Akan tetapi, membuat website secara offline tidak memerlukan biaya apapun. Ditambah lagi, Anda tidak perlu memikirkan tentang batas bandwidth server.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-cek-kondisi-koneksi-internet-anda\"><strong><span id=\"2_Cek_Kondisi_Koneksi_Internet_Anda\">Cek Kondisi Koneksi Internet Anda<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Localhost juga dapat digunakan untuk memeriksa koneksi internet Anda. Untuk melakukannya, Anda hanya perlu membuka Command Prompt (Windows) atau Terminal (Mac OS) dan mengetikkan \u201cping localhost\u201d atau \u201cping 127.0.0.1\u201d. Setelah itu, tekan tombol enter dan lihat hasilnya. Berikut adalah hasil tes yang muncul ketika tidak ada masalah pada koneksi internet.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/MRP1GxNilxuzZaDYNV9DhHyCbEQnNa8Jo95PzqHA2htt1P0TcpzzIbWz1pRmOiF0DCg1g1Ts2vIX2-C72fAVDze21TvuUD2bK_pylQ3-2wGdOFewYuDRyigdbQk5ZnqVAnum1OZ0\" alt=\"Apa itu localhost - contoh penggunaan localhost untuk cek koneksi internet.\" \/><\/figure>\n<h3 id=\"h-3-blokir-akses-ke-situs-tertentu\"><strong><span id=\"3_Blokir_Akses_ke_Situs_Tertentu\">Blokir Akses ke Situs Tertentu<\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Bagi Anda yang belum tahu, akses ke sebuah website dapat terjadi karena Domain Name Server (DNS) memberikan IP address dari alamat situs yang dimasukkan ke address bar browser Anda.<\/p>\n<p>Untuk mempermudah proses tersebut, komputer Anda menyimpan setiap alamat situs yang pernah ia akses beserta IP address mereka dalam file pengaturan bernama \u201chosts file\u201d.<\/p>\n<p>Nah, jika tidak ingin komputer Anda digunakan untuk mengakses website tertentu, Anda dapat mengganti IP address mereka dengan 127.0.0.1 yang notabene adalah alamat localhost. Apabila Anda menggunakan Google Chrome, berikut adalah apa yang terjadi setelah pengaturan tersebut diaktifkan.<\/p>\n<h2><strong>Keuntungan Menggunakan Localhost<\/strong><\/h2>\n<p>Keuntungannya adalah sebagai sarana latihan yang mana dengan adanya web server sendiri, Anda bisa berlatih bagaimana menjalankan WordPress. Selain itu, Anda juga dilatih untuk mengubah tampilan dan sebagainya. Localhost termasuk offline sehingga tidak perlu akses internet sehingga cukup menghemat uang.<\/p>\n<h2><strong>Tips Memilih Localhost<\/strong><\/h2>\n<p>Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Localhost sendiri. Syarat tersebut berhubungan dengan software. Syarat utama memiliki localhost adalah memiliki PHP, mysql, Apache<\/p>\n<h2 id=\"h-macam-macam-aplikasi-server-localhost\"><span id=\"Macam-Macam_Aplikasi_Server_Localhost\">Macam-Macam Aplikasi Server Localhost<\/span><\/h2>\n<p>Pada bagian tentang pengertian localhost telah disebutkan bahwa server web hosting merupakan perangkat komputer. Akan tetapi, ia tidak dapat menjalankan situs tanpa adanya aplikasi web server seperti NginX dan Apache.<\/p>\n<p>Hal tersebut juga berlaku bagi server lokal atau komputer pribadi yang dijadikan sebuah server. Di bawah ini adalah beberapa aplikasi yang bisa Anda pilih untuk menciptakan server lokal.<\/p>\n<h3 id=\"h-1-xampp\"><strong>XAMPP<\/strong><\/h3>\n<p>XAMPP adalah salah satu aplikasi server lokal yang digunakan secara umum. Aplikasi ini merupakan derivasi dari Apache yang menggunakan MariaDB untuk database-nya, serta PHP dan Perl sebagai bahasa pemrogramannya.<\/p>\n<p>Dukungan sistem operasi XAMPP cukup luas. Anda dapat memasang aplikasi ini di Windows, Linux, dan Mac OS X.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, XAMPP bersifat open-source, jadi Anda bisa mengunduh dan menggunakannya dengan gratis.<\/p>\n<h3 id=\"h-2-ampps\"><strong><span id=\"2_AMPPS\">AMPPS <\/span><\/strong><\/h3>\n<p>Seperti XAMPP, AMPPS juga merupakan aplikasi server lokal open-source. Di dalamnya, Anda akan menemukan Apache, MySQL, MongoDB, PHP, Perl, Python, dan Softaculous Installer.<\/p>\n<p>Karena memiliki fitur instalasi Softaculous, AMPPS memungkinkan Anda untuk memasang berbagai aplikasi web seperti WordPress, Joomla, dan Drupal secara mudah dalam beberapa klik. Namun, Softaculous membutuhkan koneksi internet untuk melakukannya.<\/p>\n<p>AMPPS juga dapat digunakan pada Windows, Linux, dan Mac OS X.<\/p>\n<h3 id=\"h-3-wampserver\">WampServer<\/h3>\n<p>WampServer memungkinkan Anda untuk memasang Apache, MySQL, dan PHP di server lokal. Seperti kedua aplikasi localhost sebelumnya, WampServer juga dapat Anda unduh dan gunakan secara cuma-cuma.<\/p>\n<p>Sayangnya, WampServer hanya diperuntukkan komputer dengan sistem operasi Windows. Jika Anda pengguna Mac OS X atau Linux, XAMPP dan AMPPS adalah pilihan yang lebih tepat.<\/p>\n<p>Itulah sekilas penjelasan terkait pengertian Localhost. Semoga bermanfaat dan silakan dishare ke kawan-kawan ya.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait Apache, klik saja langsung ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-apache-kelebihan-dan-kekurangannya\/\">https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-apache-kelebihan-dan-kekurangannya\/ <\/a><\/p>\n<p>Bagi Anda yang ingin memiliki website, Anda bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda.<br \/>\nTidak hanya pembuatan website saja namun <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> juga dapat membantu Anda untuk membuat aplikasi.<\/p>\n<p>Oia, Jetorbit punya <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/jasa-website-toko-online\/\">Paket Website Toko Online<\/a>, lho. Kalian bisa menjual apa saja dengan toko online milik kalian sendiri! Mudah digunakan oleh siapa saja yang tentunya disertai dengan dukungan bantuan terbaik yang kalian dapatkan. Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagian orang mungkin merasa asing mendengar istilah Localhost. Namun bagi Anda yang sudah terjun ke dunia web developer, istilah Localhost sangatlah familiar. Adanya teknologi Localhost dapat memberikan kemudahan bagi para pengembang web untuk menguji web yang telah dirancang. Berikut akan kami ulas terkait pengertian dan fungsi Localhost. Definisi Localhost Definisi localhost itu sendiri adalah nama &#8230; <a title=\"Pengertian dan Fungsi Localhost\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-dan-fungsi-localhost\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian dan Fungsi Localhost\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[199,142,2638,283,2639,7,2640,208,2641],"class_list":["post-1510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-apache","tag-cara-membuat-website","tag-definisi-localhost","tag-domain-murah","tag-fungsi-localhost","tag-hosting-murah","tag-keuntungan-localhost","tag-pengertian-localhost","tag-server-localhost","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1510"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8594,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510\/revisions\/8594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}