{"id":15027,"date":"2023-11-23T08:59:17","date_gmt":"2023-11-23T01:59:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=15027"},"modified":"2023-11-08T10:24:37","modified_gmt":"2023-11-08T03:24:37","slug":"apa-itu-cross-site-scripting-xss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cross-site-scripting-xss\/","title":{"rendered":"Apa Itu Cross Site Scripting (XSS), Cara Kerja, Dampak Serangan XSS, dan Cara Mencegah XSS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian sudah tahukah bahwa dari sekian banyak kejahatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cyber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cross Site Scripting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau XSS adalah salah satu serangan yang perlu diwaspadai? Google, Facebook, bahkan PayPal saja pernah mengalami serangan XSS ini. Trus bagaimana yang website kecil-kecil? Makany, perlu tahu banget nih untuk pencegahan. Okay, langsung simak saja yuk <\/span><b>Apa Itu Cross Site Scripting (XSS), Cara Kerja, Dampak Serangan XSS, dan Cara Mencegah XSS<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Cross Site Scripting (XSS)?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Cross Site Scripting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau XSS adalah serangan yang mengambil celah keamanan website. Tujuan XSS adalah untuk menyiapkan dan menjalankan kode skrip berbahaya di dalam halaman website yang diakses oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat website tidak mengkonfirmasi atau menghindari karakter khusus yang dimasukkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, saat itulah XSS akan melakukan serangan. Hal ini karena momen inilah yang memberi ruang kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk menyiapkan kode skrip yang dapat dieksekusi oleh browser <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis XSS\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini telah dirangkum jenis XSS yang kerap melakukan serangan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Reflected XSS\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reflected XSS adalah kode skrip berbahaya yang disisipkan input yang diterima oleh website lalu ditampilkan lagi kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Umumnya, serangan ini menggunakan input yang tidak divalidasi dengan benar oleh aplikasi web.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Stored XSS\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Stored XSS atau XSS Persisten adalah jenis XSS berupa kode skrip berbahaya yang disimpan dalam basis data atau file yang dipakai oleh website. Setiap kali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mengakses halaman terkait maka kode skrip ini akan dieksekusi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> DOM-based XSS\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">DOM-based XSS adalah jenis serangan yang terjadi pada sisi klien (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">client-side<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Jenis XSS ini cukup menggunakan manipulasi JavaScript pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Document Object Model <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(DOM) untuk menjalankan kode skrip berbahaya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja XSS\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa langkah umum dalam serangan XSS adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan mencari website yang disinyalir memiliki kelemahan sebagai target.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kelemahan ini dimanfaatkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk menyiapkan kode skrip berbahaya ke dalam website.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Halaman berisi kode skrip berbahaya di dalam website yang rentan siap menyambut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang datang berkunjung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berselancar menggunakan browser, pada saat yang sama kode skrip berbahaya telah dieksekusi. Akibatnya adalah informasi pribadi dicuri, dilanjutkan dengan peretasan akun-akun milik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan tindakan-tindakan lain yang akan merugikan pemilik akun.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Bahaya dan Dampak Serangan XSS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa bahaya dan dampak dari serangan XSS adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Pencurian Data Pribadi\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal pertama yang paling dikhawatirkan adalah potensi pencurian informasi pribadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Data ini dapat berupa nama pengguna, alamat email, kata sandi, data keuangan perusahaan atau instansi, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Penyusupan Akun Milik User\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Besar kemungkinan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga dapat mengubah kata sandi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Lebih parahnya, akun milik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat dikendalikan sepenuhnya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Pengalihan User ke Website Palsu atau Berbahaya\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika serangan XSS terjadi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hacker <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dapat mengalihkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ke website palsu yang berbahaya. Selanjutnya, website palsu ini dapat dipakai untuk melakukan serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">phising <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-menghapus-malware-di-website-wordpress\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">malware<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> Manipulasi Tampilan Halaman Web\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terakhir, bergantinya tampilan halaman website. Umumnya, konten yang ditampilkan ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lah yang diubah. Meski tidak jarang juga ada penambahan elemen, seperti penyematan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">link <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">berbahaya atau iklan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mencegah XSS\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa cara mencegah XSS:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Periksa Keamanan Situs\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, pastikan halaman yang menyuguhkan konten secara dinamis, tidak mendukung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tidak diinginkan. Misalnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">filtering<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, validasi, sampai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">encoding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.. Untuk menganalisis keamanan situs, kalian bisa memanfaatkan website <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vulnerability scanner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/sucuri.net\/?cjevent=7d6ffb6f7d2511ee808c00110a18b8f8&amp;cj_aid=13947907&amp;cj_pid=100347171&amp;cj_cid=5724599\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400\">Sucuri <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">atau VirusTotal.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Mengadopsi Crossing Boundaries Policy\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai bentuk autentikasi, kalian bisa memasukkan data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">login<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Di sinilah letak pentingnya mengadopsi Crossing Boundaries Policy. Sebagai pemilik website, kalian juga bisa mengatur ulang serta meminta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">memasukkan kredensial pada halaman situs web tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Menambahkan SDL\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Security Development Lifecycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau SDL adalah proses pengembangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang tujuannya meminimalisir anggaran pemeliharaan perangkat lunak dan mendongkrak kemampuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">demi keamanan. Dengan SDL, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">software <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan dijauhkan dari serangan XSS. Aplikasi web juga bisa membatasi jumlah kesalahan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">coding <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">serta pelanggaran keamanan apabila telah ditambahkan SDL.<\/span><\/p>\n<h2><b>Simpulan <\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dapat disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cross Site Scripting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau XSS adalah serangan yang mengambil celah keamanan website. Tujuannya adalah menyiapkan dan menjalankan kode skrip berbahaya di dalam halaman website yang diakses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">user <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lain. Makanya kalian perlu mengetahui beberapa cara untuk mencegah XSS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat dan tunggu info menarik lainnya ya \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahukah bahwa dari sekian banyak kejahatan cyber, Cross Site Scripting atau XSS adalah salah satu serangan yang perlu diwaspadai? Google, Facebook, bahkan PayPal saja pernah mengalami serangan XSS ini. Trus bagaimana yang website kecil-kecil? Makany, perlu tahu banget nih untuk pencegahan. Okay, langsung simak saja yuk Apa Itu Cross Site Scripting (XSS), Cara &#8230; <a title=\"Apa Itu Cross Site Scripting (XSS), Cara Kerja, Dampak Serangan XSS, dan Cara Mencegah XSS\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cross-site-scripting-xss\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Cross Site Scripting (XSS), Cara Kerja, Dampak Serangan XSS, dan Cara Mencegah XSS\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15028,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5537,5538,5542,5540,5543,5541,283,7,5539],"class_list":["post-15027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-cross-site-scripting","tag-apa-itu-xss","tag-bahaya-serangan-xss","tag-cara-kerja-xss","tag-cara-mencegah-xss","tag-dampak-serangan-xss","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-xss","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15029,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15027\/revisions\/15029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}