{"id":14983,"date":"2023-11-14T09:08:24","date_gmt":"2023-11-14T02:08:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14983"},"modified":"2023-10-31T09:32:00","modified_gmt":"2023-10-31T02:32:00","slug":"pengertian-heading-dan-pengaruhnya-pada-seo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-heading-dan-pengaruhnya-pada-seo\/","title":{"rendered":"Pengertian Heading, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Apakah kalian ingin agar artikel kalian mudah dipahami dan dapat diindeks dengan baik di halaman hasil mesin pencari? Kuncinya adalah teknik penggunaan heading! Ingin tahu lebih detail mengenai penggunaan heading? Okay, langsung simak saja yuk <\/span><b>Pengertian Heading, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO<\/b><\/p>\n<h2><b>Pengertian Heading\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah subjudul yang dapat dikenali melalui gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">font <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang menonjol. Pengguna WordPress tentu sudah akrab dengan subjudul yang terbagi ke dalam enam tingkatan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Subjudul paling atas biasanya untuk judul utama, menggunakan H1 sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Jadi, saat menulis artikel sebaiknya tidak menggunakan H2 apalagi H6 pada judul utama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalian tentu sudah cukup familiar dengan gaya membagi teks panjang menjadi beberapa bagian dalam sebuah artikel. Blok-blok dalam artikel, selain judul utama, biasanya menggunakan H2 hingga H6. Intinya, subjudul dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah setiap bagian dalam artikel yang dipisahkan oleh teks besar dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bold<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Oia, saat melakukan optimasi sebaiknya hanya menggunakan satu H1 ya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk setiap artikel. Selanjutnya bisa menggunakan H2 hingga H6 lebih dari satu kali dalam satu artikel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis Heading<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini pengertian dari masing-masing jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> H1<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Subjudul paling atas biasanya judul utama, menggunakan H1 sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Saat melakukan optimasi, sebaiknya hanya gunakan satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">H1 dalam setiap artikel. Oia, jangan lupa tambahkan target <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">keyword <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tag H1.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> H2\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Subbagian terpenting dalam sebuah artikel biasanya disorot oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">1 dan H2. Jika H1 digunakan untuk judul utama maka umumnya H2 merupakan subjudul pendukung dari suatu bahasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> H3<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">H3 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah pendukung dari bahasan yang telah disampaikan oleh H2. Umumnya sih tag H3 berbentuk poin atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">list <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam sebuah konten artikel.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b> H4\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sama seperti penjelasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebelumnya. Jika H3 adalah pendukung bahasan yang disampaikan H2, H4 merupakan pendukung dari bahasan yang telah disampaikan oleh H3.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><b> H5\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">H5 adalah pendukung dari bahasan yang telah disampaikan oleh H4. Secara fungsi, H5 tak jauh beda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tag lainnya, yakni menyoroti subbagian penting dari sebuah konten artikel.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><b> H6\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">H6 adalah pendukung bahasan yang telah disampaikan oleh H5. Sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang sangat penting untuk menandai subbagian dari sebuah konten artikel.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi Heading<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa fungsi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Menampilkan Struktur Teks\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi pertama adalah menampilkan struktur teks. Penulis blog harus paham ya bahwa pembacanya tidak melulu para pembaca buku. Pengunjung blog umumnya hanya ingin mencari informasi secara cepat dan tepat sasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengunjung hanya ingin menemukan apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu, penting bagi penulis blog untuk membagi materi tulisan dalam beberapa subjudul. Membuat struktur teks yang jelas ini ditujukan agar pengunjung dapat dengan mudah menemukan apa yang dicari tanpa harus membaca teks secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Membantu Pengguna Disabilitas\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penyandang disabilitas biasanya memanfaatkan fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen reader <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">untuk bisa membaca teks yang diinginkan. Artinya, keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">merupakan solusi bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk mengakses informasi dari sebuah konten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Why<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">? subjudul bertugas menjadi navigasi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> screen reade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">r. Judul akan dibaca oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen reader <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dulu. Jika tertarik, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen reader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akan melanjutkan pekerjaannya dengan membaca bagian subjudul. Terakhir, pengguna dapat memilih isi teks dari subjudul mana yang ingin didengarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Mendongkrak SEO\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi terakhir adalah mendongkrak SEO. Jika SEO meningkat maka website berpotensi masuk halaman pertama Google. Jika website sudah disukai Google, pengunjung akan dibuat mudah dalam menemukan website. Penggunaan subjudul adalah salah satu cara optimasi SEO website yang wajib dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Heading Tag Mempengaruhi SEO?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini tiga argumentasi dari sumber-sumber kredibel, baik di dalam maupun di luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> John Mueller<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">John Mueller menjadi salah satu rujukan bagi pelaku SEO di seluruh dunia, loh. Menurut John Mueller, ada beberapa hal penting mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang perlu dipahami, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sangat membantu Google untuk mempelajari isi artikel.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berpengaruh pada ranking namun keseluruhan isi artikel juga berpengaruh. Sebab, Google juga ikut membaca.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bagian artikel yang terklasifikasi dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sinyal kuat yang memberitahu Google mengenai sebuah konten artikel atau web.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kalian bisa memakai H1 hingga H6 secara bebas karena tidak ada perbedaan pengaruh di dalamnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Menurut DailySEO\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika berbicara perihal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk SEO di level nasional, DailySEO adalah sumber informasi yang tidak bisa dilewatkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa pandangan DailySEO tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sangat membantu pengunjung dan Google saat melakukan navigasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> meningkatkan aksesibilitas website pada sisi browser, <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/membuat-website-company-profile-dengan-wordpress-dan-elementor\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, dan teknologi yang lain menjadi lebih baik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pengalaman pengunjung menjadi lebih baik dengan keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga menjadi fitur yang bisa dimanfaatkan untuk menandai bagian dalam artikel yang dirasa penting.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">DailySEO juga sepakat bahwa keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">cukup berpengaruh terhadap ranking. Namun, menurut DailySEO, menempatkan kata kunci di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 tidak ada pengaruhnya sama sekali.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Pendapat Yoast SEO\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><a href=\"https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yoast SEO<\/a> merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plugin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">SEO andalan bagi pengguna WordPress. Yoast SEO juga sepakat bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> cukup berpengaruh terhadap ranking.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa panduan Yoast SEO tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Panjang paragraf pada setiap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> maksimal 300 kata.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">H1 hanya dipakai pada judul utama. Body artikel tidak boleh menggunakan H1.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kata kunci dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> antara 30\u201375% dari total heading tag yang ada.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Yoast SEO menerapkan prinsip yang sangat ketat terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading tag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tak ada salahnya jika ingin bereksplorasi sesuai dengan ilmu SEO yang dipelajari. Sehingga, tidak ada salahnya ketika memakai Yoast SEO dan membiarkan beberapa indikator berwarna kuning, bahkan merah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Struktur Artikel yang Baik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini struktur artikel di WordPress:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Heading 1\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Biasanya, H1 adalah judul utama dalam sebuah artikel. Penting untuk meletakkan kata kunci di dalam judul tersebut untuk membantu mengoptimasi SEO artikel. PR pertama bagi penulis yang ingin artikelnya ramah SEO adalah membuat judul menarik berisi kata kunci di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Heading 2\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">WordPress, H2 adalah hierarki kedua dalam sebuah artikel. Agar pembaca mudah memahami tulisan, sebaiknya gunakan H2 dengan bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">listicle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">listicle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">umumnya berisi banyak poin pembahasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Heading 3\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">H3 merupakan pendukung dari bahasan yang telah disampaikan oleh H2. Biasanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">H3 berbentuk poin atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">list<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Agar mudah dipahami pembaca, sebaiknya tuliskan penjelasan pada H3 secara singkat, padat, dan jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Paham kan Cara Menggunakan Heading di Dalam Artikel Kalian?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bisa disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">heading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah subjudul dalam artikel yang digunakan untuk memudahkan pengunjung dan mesin pencari dalam membaca dan memahami artikel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat dan selamat mencoba \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kalian ingin agar artikel kalian mudah dipahami dan dapat diindeks dengan baik di halaman hasil mesin pencari? Kuncinya adalah teknik penggunaan heading! Ingin tahu lebih detail mengenai penggunaan heading? Okay, langsung simak saja yuk Pengertian Heading, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO Pengertian Heading\u00a0 Heading adalah subjudul yang dapat dikenali melalui gaya font yang menonjol. &#8230; <a title=\"Pengertian Heading, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-heading-dan-pengaruhnya-pada-seo\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Heading, Fungsi, dan Pengaruhnya pada SEO\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14984,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,5505,5503,5507,7,5504,5502,5506],"class_list":["post-14983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-fungsi-heading","tag-heading-adalah","tag-heading-mempengaruhi-seo","tag-hosting-murah","tag-jenis-heading","tag-pengertian-heading","tag-struktur-artikel","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14983"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14985,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14983\/revisions\/14985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}