{"id":14736,"date":"2023-10-06T05:53:42","date_gmt":"2023-10-05T22:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14736"},"modified":"2023-10-03T15:47:46","modified_gmt":"2023-10-03T08:47:46","slug":"apa-itu-network-address-translation-nat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-network-address-translation-nat\/","title":{"rendered":"Apa Itu Network Address Translation (NAT), Fungsi, Kelebihan, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Di artikel ini, akan dijelaskan tentang apa itu NAT (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Network Address Translation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), kelebihannya, hingga cara kerjanya. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk <\/span><b>Apa Itu Network Address Translation (NAT), Fungsi, Kelebihan, dan Cara Kerjanya<\/b><\/p>\n<h2><b>Apa itu NAT?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">NAT (Network Address Translation) adalah teknologi yang digunakan untuk pemetaan alamat IP sehingga jaringan local (LAN) dapat terhubung ke Internet menggunakan IP Public yang sama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan NAT, beberapa perangkat yang berada di jaringan lokal dapat menggunakan IP Public yang sama saat mengakses internet. Sebagai informasi, <\/span><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-mengetahui-ip-address-publik-dan-lokal-di-semua-perangkat\/\"><span style=\"font-weight: 400\">IP Public<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> yang dimaksud adalah IP yang diberikan oleh ISP (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Internet Service Provider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis NAT\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan jenisnya, NAT dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Static NAT\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Static NAT adalah jenis metode NAT yang menerjemahkan 1 IP Local menjadi 1 IP Public, dan sebaliknya. Makanya, komputer yang ada di jaringan lokal dapat menggunakan internet tanpa harus mengganti IP Address.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Dynamic NAT\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dynamic NAT adalah jenis metode NAT yang menerjemahkan IP Private menjadi IP Public secara dinamis, sesuai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">pool <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">alamat IP yang tersedia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ada host jaringan lokal yang ingin mengirim atau menerima paket dari router, Dynamic NAT akan memilih salah satu IP yang tersedia dan tidak sedang digunakan untuk selanjutnya diteruskan sesuai paket.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Port Address Translation<\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Port Address Translation (PAT) adalah metode NAT yang sering digunakan untuk menerjemahkan banyak IP Address lokal untuk menggunakan 1 IP Public yang dibedakan berdasarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">port<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelebihan dengan menggunakan 1 IP Public, beberapa perangkat yang ada di jaringan lokal dapat tersambung di internet.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi NAT\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">NAT adalah teknologi yang\u00a0 memiliki beberapa fungsi utama di jaringan komputer, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><b> Menghemat IP Publik\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan IP Public menjadi lebih hemat dengan NAT. Sebagai contoh, ada perusahaan yang berlangganan di salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">provider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ISP. Di perusahaan tersebut, koneksi internet disebar menggunakan WiFi. Meski ada banyak perangkat yang tersambung ke internet, semua perangkat tersebut sebenarnya berkomunikasi menggunakan 1 IP Public yang sama yang diberikan oleh pihak ISP.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><b> Keamanan\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">NAT juga dapat digunakan sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">firewall <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">keamanan. IP Local dari setiap perangkat diubah menjadi IP Public saat menggunakan internet.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><b> Port Forwarding\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">NAT juga dapat digunakan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">port forwarding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Dengan kata lain, NAT digunakan untuk mengalihkan koneksi dari IP Public ke IP Local server. Jadi, meski hanya memiliki 1 IP Public, pengguna bisa menghubungkannya ke lebih dari satu server dengan cara di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">forward<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berdasarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">port<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misal, server A dapat diakses melalui port 1234 dan server B melalui port 5678. Ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menerima koneksi dari port 1234, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan meneruskannya ke server A. Sedangkan jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menerima koneksi dari port 5678, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">akan meneruskan ke server B.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><b> Isolasi Jaringan\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">NAT juga digunakan untuk mengisolasi jaringan lokal dari internet. Cara ini sering digunakan untuk menjaga kerahasiaan data internal perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><b> Load Balancing\u00a0<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi terakhir adalah untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">load balancing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang mana lalu lintas yang datang akan didistribusikan secara merata ke beberapa server di IP local yang dimiliki.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan NAT<\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini beberapa kelebihan dari NAT:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi duplikasi IP Address yang ada pada jaringan. Biasanya, hal ini sering disebut juga dengan Conflict IP Address.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghindari pengalamatan IP ulang saat jaringan tersebut berubah.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghemat IP yang diberikan oleh ISP.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Meningkatkan fleksibilitas koneksi di jaringan internet.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kekurangan NAT\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada dua kekurangan dari NAT yang perlu diketahui, yakni:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ada keterlambatan proses karena data yang dikirimkan harus melewati perangkat NAT dulu.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Aplikasi terkadang tidak berjalan semestinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Cara Kerja NAT\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya tekait cara kerja NAT akan dijabarkan dalam beberapa poin agar lebih memahami tentang NAT:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perangkat mengirimkan paket ke perangkat NAT.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perangkat NAT akan mencatat IP sumber dan port dari perangkat yang mengirimkan paket tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perangkat NAT mengganti alamat IP Local menggunakan alamat IP Public. Setelah itu, paket dikirimkan ke server tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server tujuan menerima request yang dikirimkan perangkat NAT.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Server tersebut akan menjawab request dan mengirimkannya kembali ke perangkat NAT melalui jaringan internet.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perangkat NAT menerima jawaban dari server tujuan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jawaban akan diteruskan ke IP Address perangkat jaringan lokal, yang sebelumnya telah dicatat IP dan portnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Contoh Konfigurasi NAT\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini contoh konfigurasi sederhana NAT di perangkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Konfigurasi ini akan membuat beberapa perangkat dalam jaringan lokal untuk dapat tersambung ke internet menggunakan satu IP Public.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Step 1. Masuk ke Router\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Login ke perangkat router kalian.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Step 2. Membuat Aturan NAT<\/b><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di halaman router, cari bagian yang berkaitan dengan konfigurasi NAT atau port forwarding. Letaknya mungkin berbeda, tergantung model dan merek router. Umumnya pengaturan dapat ditemukan di bagian \u201cPort Forwarding\u201d, \u201cNAT Configuration\u201d, atau \u201cVirtual Server\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Step 3. Membuat Aturan Port Forwarding\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya buat aturan port forwarding menggunakan NAT. Sebagai contoh, kami ingin mengizinkan web server yang berada di IP local 192.168.10.2 diakses oleh IP public\u00a0 203.0.113.10.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa pengaturan yang harus diisi antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Nama Aturan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Silakan diberi nama sebagai pengenal. Misal \u201cWeb Server Forwarding\u201d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Alamat IP Sumber:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Silakan dikosongkan atau diisi any sehingga bisa diakses oleh semua IP.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Port Sumber:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Ini adalah port yang diizinkan oleh NAT. Silakan dikosongkan atau diisi dengan Any sehingga bisa diakses semua port.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Alamat IP tujuan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Diisi IP local yang akan menjadi target. Silakan diisi dengan\u00a0 192.168.10.2\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Port tujuan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Ini adalah port yang dituju. 80 untuk port http dan 443 untuk port https.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Protokol:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Pilih dengan protokol yang sesuai , apakah UDP atau TCP.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Alamat IP Public:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Ini adalah alamat IP public yang akan diakses dari internet. Diisi dengan 203.0.113.10\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Port IP Public: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Ini adalah port yang akan diakses oleh IP Public. 80 untuk http.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Step 4. Simpan Konfigurasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah selesai, simpan konfigurasi tersebut dengan menetapkan aturan NAT yang baru. Setelah ini, router akan mengalihkan lalu lintas yang masuk pada alamat IP Public dan port yang sesuai ke IP Address dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">port <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang telah ditentukan di jaringan lokal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">FYI, cara konfigurasi NAT di setiap perangkat mungkin berbeda tergantung dari merek dan model <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Kalian dapat mengikuti dokumentasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">router <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kalian untuk melakukan konfigurasi\u00a0 untuk kebutuhan yang kompleks.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Paham tentang Apa Itu Network Address Translation, kah?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, bisa disimpulkan bahwa NAT adalah teknologi yang penting untuk menghemat IP Public yang terbatas. Perangkat yang berada di jaringan lokal dapat mengakses internet menggunakan IP Public yang sama dengan bantuan NAT ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Semoga bermanfaat dan tunggu info menarik dari kami, ya \ud83d\ude42<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel ini, akan dijelaskan tentang apa itu NAT (Network Address Translation), kelebihannya, hingga cara kerjanya. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk Apa Itu Network Address Translation (NAT), Fungsi, Kelebihan, dan Cara Kerjanya Apa itu NAT? NAT (Network Address Translation) adalah teknologi yang digunakan untuk pemetaan alamat IP sehingga jaringan local (LAN) dapat &#8230; <a title=\"Apa Itu Network Address Translation (NAT), Fungsi, Kelebihan, dan Cara Kerjanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-network-address-translation-nat\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Network Address Translation (NAT), Fungsi, Kelebihan, dan Cara Kerjanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5366,5373,283,5370,7,5369,5372,5371,5367,5368],"class_list":["post-14736","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info","tag-apa-itu-nat","tag-cara-kerja-nat","tag-domain-murah","tag-fungsi-nat","tag-hosting-murah","tag-jenis-nat","tag-kekurangan-nat","tag-kelebihan-nat","tag-nat-adalah","tag-network-address-translation","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14736"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14825,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14736\/revisions\/14825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}