{"id":14705,"date":"2023-09-30T05:26:28","date_gmt":"2023-09-29T22:26:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14705"},"modified":"2023-10-02T15:30:32","modified_gmt":"2023-10-02T08:30:32","slug":"apa-itu-normalisasi-database","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-normalisasi-database\/","title":{"rendered":"Apa Itu Normalisasi Database, Tujuan, dan Tahapannya"},"content":{"rendered":"<p>Ada yang baru kali ini mendengar istilah normalisasi <em>database<\/em>? Sebenarnya datanya mau diapakan sih, kok sampai ada istilah tersebut? Eitsss, santuy. Kali ini kami akan kasih penjelasan mengenai normalisasi <em>database<\/em>. Makanya, simak sampai kelar yuk <strong>Apa Itu Normalisasi Database, Tujuan, dan Tahapannya<\/strong><\/p>\n<h2><strong>Apa itu Normalisasi Database?<\/strong><\/h2>\n<p>Normalisasi <em>database <\/em>adalah proses<em> redesign database<\/em> dengan tujuan agar data dalam tabel <em>database <\/em>terorganisir secara rapi untuk mengurangi redudansi dan menjaga integritas data.<\/p>\n<p>Oia, normalisasi <em>database <\/em>juga dapat membantu memperbaiki anomali data, seperti inkonsistensi dan redudansi agar proses I\/O dapat berjalan lebih stabil. Normalisasi <em>database <\/em>umumnya dilakukan dengan mengikuti serangkaian tingkatan berdasarkan <em>class<\/em>.<\/p>\n<p>Normalisasi yang paling umum digunakan adalah normalisasi tingkat pertama (1NF), normalisasi tingkat kedua (2NF), normalisasi tingkat ketiga (3NF), dan seterusnya.<\/p>\n<p>FYI, setiap tingkatan normalisasi memiliki aturan dan kriteria yang harus dipenuhi, ya.<\/p>\n<h2><strong>Tujuan Normalisasi Database<\/strong><\/h2>\n<p>Secara garis besar, tujuan normalisasi <em>database <\/em>adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong> Redudansi Data\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tujuan pertama adalah dapat membantu mengurangi redudansi data dengan memisahkan data yang berkaitan ke dalam tabel-tabel terpisah. Nah, dengan cara inilah data tidak perlu diduplikat dan mengurangi kebutuhan penyimpanan yang tidak perlu.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Integritas Data\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Normalisasi <em>database <\/em>juga bertujuan untuk memastikan bahwa data memang memiliki standar dan tingkat keakuratan. Pada bagian ini, struktur <em>database <\/em>dituntut agar tetap konsisten dengan cara menerapkan batasan-batasan (<em>constraints<\/em>) tertentu.<\/p>\n<p>Anyway, batasan tersebut digunakan untuk memastikan bahwa data yang diinput pada <em>database <\/em>memang memenuhi aturan yang ditetapkan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Kinerja Database\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Normalisasi juga membantu meningkatkan kinerja <em>database <\/em>dengan mengurangi jumlah data yang perlu dicari dan dimodifikasi.<\/p>\n<h2><strong>Tahapan Normalisasi Database\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Normalisasi <em>database <\/em>memiliki beberapa tingkatan. Hingga saat ini terdapat 9 tingkatan normalisasi yang memiliki metode standarisasi masing-masing. Contoh tingkatan yang dimaksud adalah 1NF, 2NF, 3NF, EKNF, BCNF, 4NF, 5NF, DKNF, dan 6NF.<\/p>\n<p>Berikut ini dua contoh tingkatan normalisasi <em>database <\/em>beserta beberapa syarat untuk mencapai Normalisasi Tingkat Pertama (1NF) dan Normalisasi Tingkat Kedua (2NF):<\/p>\n<h3><strong>Normalisasi Tingkat Pertama (1NF)\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Syarat Normalisasi 1NF:<\/p>\n<ul>\n<li>Tabel harus memiliki struktur tabular dengan baris dan kolom.<\/li>\n<li>Setiap kolom harus memiliki nama yang unik.<\/li>\n<li>Setiap sel dalam tabel harus berisi satu nilai tunggal.<\/li>\n<li>Setiap tabel harus memiliki kunci utama (<em>primary key<\/em>) yang unik.<\/li>\n<li>Setiap nilai dalam tabel harus bersifat atomik, tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.<\/li>\n<li>Tidak boleh ada duplikasi data dalam tabel.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Normalisasi Tingkat Kedua (2NF)\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Syarat Normalisasi 2NF:<\/p>\n<ul>\n<li>Semua syarat Normalisasi 1NF terpenuhi.<\/li>\n<li>Setiap non-<em>key<\/em> kolom (kolom yang bukan bagian dari kunci utama) harus sepenuhnya tergantung pada kunci utama secara fungsional.<\/li>\n<li>Jika ada dependensi fungsional parsial, yaitu jika bagian dari kunci utama mempengaruhi atribut non-<em>key<\/em>, atribut non-<em>key<\/em> tersebut harus dipindahkan ke dalam tabel terpisah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dapat disimpulkan bahwa salah satu poin utama dalam mencapai Normalisasi Tingkat Kedua (2NF) adalah dengan mengidentifikasi dependensi fungsional di antara atribut-atribut dalam tabel.<\/p>\n<p>Jika ada atribut non-<em>key<\/em> yang bergantung pada bagian kunci utama, atribut tersebut harus dipisahkan ke dalam tabel terpisah. Makanya, setiap tabel dalam Normalisasi 2NF akan memiliki dependensi fungsional penuh pada kunci utama.<\/p>\n<p>FYI, tingkatan normalisasi <em>database <\/em>lanjutan juga memiliki syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar <em>database <\/em>dianggap memenuhi standar.<\/p>\n<h2><strong>Contoh Normalisasi Database\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Pada contoh kasus tertentu, normalisasi <em>database <\/em>diawali dengan <em>table unnormal<\/em> dan diselesaikan dengan tingkatan normalisasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Normalisasi-Database-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14713 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Normalisasi-Database-1.png\" alt=\"contoh normalisasi database\" width=\"362\" height=\"230\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bisa kalian lihat gambar di atas yang merupakan hasil normalisasi <em>database <\/em>1NF. Dengan normalisasi yang dilakukan, isi <em>field <\/em>yang sama akan dibuat terpisah dengan baris data sendiri-sendiri.<\/p>\n<h2><strong>Simpulan<\/strong><\/h2>\n<p>Jadi, dapat disimpulkan bahwa normalisasi <em>database <\/em>adalah proses desain yang bertujuan untuk mengorganisir struktur <em>database <\/em>agar data disimpan secara efisien, terhindar dari redundansi yang tidak perlu, dan memiliki keterkaitan yang baik antara entitas (tabel) yang berbeda.<\/p>\n<p>Kalian sudah ada gambaran kan terkait normalisasi <em>database<\/em>? Semoga artikel ini bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Oia, kenalan yuk sama Aplikasi Ujian Online milik Jetorbit,<a href=\"https:\/\/ujione.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ujione<\/a>! Berbasis Cloud Pertama di Indonesia! Jadi, bisa melaksanakan ulangan harian, quiz, ujian akhir, dan tugas bisa dari aplikasi Android, IOS, dan juga web. Kalian tidak perlu menyiapkan perangkat server\/hosting lagi, lho. Pokoknya dijamin mudah!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang baru kali ini mendengar istilah normalisasi database? Sebenarnya datanya mau diapakan sih, kok sampai ada istilah tersebut? Eitsss, santuy. Kali ini kami akan kasih penjelasan mengenai normalisasi database. Makanya, simak sampai kelar yuk Apa Itu Normalisasi Database, Tujuan, dan Tahapannya Apa itu Normalisasi Database? Normalisasi database adalah proses redesign database dengan tujuan agar &#8230; <a title=\"Apa Itu Normalisasi Database, Tujuan, dan Tahapannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-normalisasi-database\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Normalisasi Database, Tujuan, dan Tahapannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5334,5337,283,7,5332,5333,5336,5335],"class_list":["post-14705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-normalisasi-database","tag-contoh-normalisasi-database","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-normalisasi-database","tag-normalisasi-database-adalah","tag-tahapan-normalisasi-database","tag-tujuan-normalisasi-database","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14705"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14789,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14705\/revisions\/14789"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}