{"id":14659,"date":"2023-09-26T06:54:20","date_gmt":"2023-09-25T23:54:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14659"},"modified":"2023-10-02T14:36:13","modified_gmt":"2023-10-02T07:36:13","slug":"apa-itu-sequence-diagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-sequence-diagram\/","title":{"rendered":"Apa Itu Sequence Diagram, Komponen, Tujuan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><em>Sequence diagram<\/em> adalah contoh diagram <em>Unified Modeling Language<\/em> (UML) yang merupakan salah satu tahapan kecil yang harus dilewati setelah membuat <em>use case diagram<\/em> dan <em>class diagram. <\/em>Ada yang belum tahu tentang sequence diagram? Santuy, kalian simak saja sampai kelar yuk artikel <strong>Apa Itu Sequence Diagram, Komponen, Tujuan, dan Contohnya<\/strong><\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Sequence Diagram?\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p><em>Sequence diagram<\/em> adalah diagram yang memvisualisasikan alur interaksi antar objek atau komponen pada suatu proses atau sistem. Isi dari <em>sequence diagram<\/em> harus sama dengan <em>use case diagram<\/em> dan <em>class diagram<\/em>.<\/p>\n<p><em>Sequence diagram<\/em> terdiri atas dua dimensi, yakni <strong>vertikal <\/strong>untuk menunjukkan waktu dan <strong>horizontal <\/strong>untuk menunjukkan objek-objek terkait. Dapat dibilang bahwa <em>sequence diagram<\/em> adalah alat yang digunakan untuk memvisualisasikan urutan langkah sebagai tanggapan dari sebuah kejadian untuk menghasilkan keluaran tertentu.<\/p>\n<h2><strong>Tujuan Sequence Diagram<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut ini beberapa tujuan <em>sequence diagram<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong> Representasi Visual\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tujuan pertama adalah untuk memberi gambaran yang jelas dari aliran proses atau sistem. Detail penggunaan UML dapat digambarkan dengan jelas menggunakan <em>sequence diagram<\/em> sehingga dapat membantu memahami persyaratan dan fungsionalitas sistem.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Memodelkan Langkah\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Akan lebih mudah dalam mengidentifikasi potensi masalah ketika langkah-langkah yang dibutuhkan dalam suatu proses telah dipetakan secara visual. Maka, penggunaan <em>sequence diagram<\/em> adalah keputusan tepat untuk memodelkan operasi yang kompleks, logika dari prosedur, atau fungsi.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Memantau Proses\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tujuan selanjutnya adalah agar memudahkan untuk melihat objek dan komponen berbedadalam\u00a0 melakukan interaksi satu sama lain untuk menyelesaikan sebuah proses.<\/p>\n<p>Oia, kalian juga dapat mengidentifikasi area mana saja yang komunikasi atau koordinasinya perlu ditingkatkan. Hal tersebut tentu saja bisa dipantau sebab ada representasi hubungan antara berbagai bagian sistem.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><strong> Memahami Kebutuhan Sistem\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemetaan melalui <em>sequence diagram<\/em> adalah langkah untuk memahami fungsionalitas detail dari skenario yang ada atau yang akan datang. Sehingga, dapat diidentifikasi potensi sumber daya tambahan atau kebutuhan sistem secara dini.<\/p>\n<h2><strong>Komponen Sequence Diagram<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut ini beberapa komponen dari <em>sequence diagram<\/em>:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong> Aktor\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Komponen pertama dari <em>sequence diagram<\/em> adalah aktor. Aktor digambarkan dengan simbol <em>stick figure<\/em>. Bagian ini menunjukkan seorang <em>user <\/em>di luar sistem, yang sedang berinteraksi dengan sistem.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Activation box\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Komponen berikutnya adalah <em>activation box<\/em> yang biasanya dideskripsikan dengan simbol persegi panjang.<\/p>\n<p>Komponen ini menggambarkan waktu yang dibutuhkan oleh suatu objek untuk menyelesaikan tugasnya. Semakin lama waktu yang dibutuhkan, secara otomatis <em>activation box<\/em> juga akan menjadi lebih panjang.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Lifeline\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Lifeline <\/em>dalam <em>sequence diagram<\/em> adalah komponen yang biasanya digambarkan dengan simbol garis putus-putus. <em>Lifeline <\/em>memiliki kotak berisi objek yang berfungsi untuk menggambarkan aktivitas dari suatu objek.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><strong> Objek\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Objek dalam <em>sequence diagram<\/em> adalah komponen yang biasanya digambarkan dengan simbol kotak, berisi nama dari objek dengan garis bawah. Objek berfungsi untuk mendokumentasikan perilaku suatu objek pada sebuah sistem.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><strong> Messages\u00a0<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Iterakhir, messages <\/em>atau pesan yang biasanya digambarkan dengan simbol anak panah dan muncul secara berurutan pada <em>lifeline<\/em>. Komponen <em>lifeline <\/em>dan <em>messages <\/em>merupakan komponen pokok dari sebuah <em>sequence diagram<\/em>.<\/p>\n<h2><strong>Simbol-simbol Sequence Diagram<\/strong><\/h2>\n<p>Beberapa daftar simbol <em>sequence diagram<\/em> adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Sequence-Diagram-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14660 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Sequence-Diagram-1.png\" alt=\"simbol Sequence Diagram\" width=\"740\" height=\"931\" \/><\/a><\/p>\n<h2><strong>Contoh Sequence Diagram\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Dilansir dari studi kasus dari <a href=\"https:\/\/sinta.kemdikbud.go.id\/authors\/profile\/5974125\/?view=books\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buku UML Powered Design System Using Visual Paradigm<\/a> oleh Henderi dan Untung Rahardja Efana Rahwanto tentang <em>sequence diagram<\/em> kartu belanja.<\/p>\n<p>Dalam diagram tersebut ada komponen aktor, yakni pelanggan, serta tiga <em>object class<\/em>, yaitu kartu belanja, <em>order<\/em>, dan item barang. Berikut ini contoh kasusnya secara lebih mendalam:<\/p>\n<p>Awal <em>sequence diagram<\/em> diawali dengan pelanggan mengirimkan perintah (<em>message<\/em>) kepada <em>LifeLine <\/em>Kartu Belanja. Selanjutnya, <em>LifeLine <\/em>menyampaikan <em>message <\/em>tersebut kepada <em>LifeLine <\/em>yang lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Sequence-Diagram-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14661 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Apa-Itu-Sequence-Diagram-2.png\" alt=\"Contoh Sequence Diagram\u00a0\" width=\"740\" height=\"447\" \/><\/a><\/p>\n<p>Ada juga satu <em>LifeLine <\/em>pada bagian Order yang dialamatkan kepada <em>LifeLine <\/em>itu sendiri (<em>message to self<\/em>). <em>Sequence diagram<\/em> pada kartu belanja di bawah ini mendeskripsikan bagaimana enam interaksi yang terjadi antarobjek.<\/p>\n<h2><strong>Simpulan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, bisa disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sequence diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah contoh diagram <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Unified Modeling Language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (UML) yang memvisualisasikan alur interaksi antar objek atau komponen pada suatu proses atau sistem. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sequence diagram <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah jenis UML yang dapat membantu kalian untuk memvisualisasikan alur interaksi suatu sistem.<\/span><\/p>\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sequence diagram adalah contoh diagram Unified Modeling Language (UML) yang merupakan salah satu tahapan kecil yang harus dilewati setelah membuat use case diagram dan class diagram. Ada yang belum tahu tentang sequence diagram? Santuy, kalian simak saja sampai kelar yuk artikel Apa Itu Sequence Diagram, Komponen, Tujuan, dan Contohnya Apa Itu Sequence Diagram?\u00a0 Sequence diagram &#8230; <a title=\"Apa Itu Sequence Diagram, Komponen, Tujuan, dan Contohnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-sequence-diagram\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Sequence Diagram, Komponen, Tujuan, dan Contohnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5309,283,7,5313,5310,5311,5314,5312],"class_list":["post-14659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-sequence-diagram","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-komponen-sequence-diagram","tag-sequence-diagram","tag-sequence-diagram-adalah","tag-simbol-sequence-diagram","tag-tujuan-sequence-diagram","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14659"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14784,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14659\/revisions\/14784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}