{"id":14513,"date":"2023-08-31T06:51:48","date_gmt":"2023-08-30T23:51:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14513"},"modified":"2023-08-29T15:21:08","modified_gmt":"2023-08-29T08:21:08","slug":"apa-itu-software-development-life-cycle-sdlc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-software-development-life-cycle-sdlc\/","title":{"rendered":"Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC), Tahapan, Fase, Model, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"<p>Pernah mendengar istilah SDLC atau <em>Software Development Life Cycle<\/em>? SDLC adalah proses atau tahapan dalam pembuatan <em>software, <\/em>baik berbentuk aplikasi web atau gadget. Yuk ketahui lebih lanjut tentang model SDLC, tahapan SDLC, hingga manfaatnya di <strong>Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC), Tahapan, Fase, Model, dan Manfaatnya<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC)?<\/strong><\/h2>\n<p>SDLC adalah proses pengubahan dan pembuatan sistem, model, serta metodologi yang digunakan untuk mengembangkan <em>software<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Singkatnya, dalam dunia rekayasa <em>software<\/em>, ia merupakan langkah-langkah yang bisa diterapkan para <em>engineer <\/em>dan <em>developer <\/em>untuk merancang dan mengelola <em>software<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SDLC ini untuk menghasilkan <em>output <\/em>sistem berkualitas tinggi yang sesuai dengan ekspektasi para pengguna dan <em>stakeholder<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/stackify.com\/what-is-sdlc\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stackify<\/a>, <em>software development life cycle<\/em> adalah sebuah proses yang bisa memproduksi <em>software <\/em>dengan kualitas tinggi dengan biaya yang rendah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Tahapan Software Development Life Cycle (SDLC)<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut ini tahapan SDLC:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong> Planning<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahapan SDLC pertama adalah <em>planning <\/em>atau perencanaan. Pada tahap ini, para tim pengembang harus mengetahui tujuan sebuah perangkat dibuat. Dengan mengetahui tujuan ini, perangkat nantinya akan menjadi suatu produk yang tepat guna bagi target market dan perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Analysis<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah mengetahui tujuan sebuah perangkat dibuat, tim perencanaan perangkat melakukan analisis, baik analisis pasar maupun kompetitor. Dengan analisis ini, nantinya akan terbentuk perangkat yang unggul karena memiliki fungsi yang kompleks dan sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Design<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah itu, bagian desain, seperti UI\/UX <em>designer <\/em>akan melakukan perancangan <em>interface<\/em>. Biasanya sih, perancangan ini dilakukan sesuai dengan analisis yang sudah dimiliki.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-Itu-Software-Development-Life-Cycle-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-14532 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-Itu-Software-Development-Life-Cycle-1-800x401.png\" alt=\"apa itu sdlc\" width=\"800\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-Itu-Software-Development-Life-Cycle-1-800x401.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Apa-Itu-Software-Development-Life-Cycle-1.png 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><strong> Implementation<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahapan berikutnya adalah mengimplementasikan desain yang telah dibuat ke dalam sistem. Tim yang melakukan tentu sudah berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Biasanya, tim yang bertugas di sini adalah bagian <em>programmer, <\/em>mulai dari <em>front end <\/em>hingga <em>back end engineer<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><strong> Testing<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah semua sistem sudah jadi, perangkat tidak langsung siap diberikan ke publik. Perlu uji coba yang akan dilakukan tim inti dulu. Setelah itu, uji coba akan dilakukan kepada para tim di luar pengembang untuk mendapatkan masukan terkait bagian mana lagi yang harus diperbaiki sehingga perangkat lebih sempurna saat digunakan oleh masyarakat luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h3><strong> Maintenance<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat perangkat sudah jadi dan sudah disebarluaskan, bukan berarti tugas tim pengembang berhenti begitu saja. Perangkat harus selalu dijaga dan diawasi supaya jika terjadi <em>error <\/em>bisa langsung diperbaiki. Biasanya, melakukan <em>maintenance <\/em>ini untuk menjaga data pengguna agar aman dan tidak bocor.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>5 Syarat SDLC<\/strong><\/h2>\n<p>SDLC memiliki persyaratan yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Scope\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Syarat dari <em>scoping <\/em>meliputi pengikatan jenis sistem dan jenis proyek apa yang didukung oleh SDLC. SDLC harus dapat mendukung berbagai jenis proyek dengan berbagai ukuran sistem.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Technical Activities\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><em>Technical activities <\/em>menentukan jenis dan tugas dan hasil yang beru dipertimbangkan di dalam proyek. <em>Technical activities<\/em> terbagi dalam beberapa kategori, yaitu <em>system definition, testing, system installation, production support, evaluating alternatives, defining releases, reconciling information across multiple phases, reconciling to a global view<\/em>, serta <em>defining the project\u2019s technical strategy<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Management Activities<\/strong><\/h3>\n<p><em>Management activities<\/em> terbagai ke dalam beberapa proses seperti perencanaan, pengorganisasian, penempatan staff, pengarahan, serta mengkoordinasikan dan mengendalikan suatu proyek.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Usability<\/strong><\/h3>\n<p><em>Usability <\/em>mengatasi berbagai cara yang menentukan SDLC mana yang akan digunakan oleh anggota tim dan apa yang harus dipertimbangkan dalam membuat SDLC yang mudah dan dapat digunakan di semua kasus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Installation Guidance<\/strong><\/h3>\n<p><em>Installation guidance<\/em> mengatasi semua kebutuhan yang terkait dengan pentahapan SDLC mulai dari awal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>\u200dFase SDLC<\/strong><\/h2>\n<p>Untuk mendukung efisiensi dalam pengembangan suatu sistem, SDLC terbagi ke dalam 5 fase.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Identifying Problems, planning<\/strong><\/h3>\n<p>Fase ini merupakan fase pertama dalam SDLC\u00a0 yang juga menentukan kesuksesan dari sebuah proyek. Pada fase ini akan mengidentifikasi sistem informasi mana yang seharusnya dikembangkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fase perencanaan bertujuan untuk memberikan jaminan atas kualitas, kelayakan teknis, juga menghindarkan dari resiko yang berpotensi muncul agar pengembangan software dapat berjalan lancar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Analyzing system needs<\/strong><\/h3>\n<p>Fase ini butuh alat khusus yang membantu para analis menentukan kebutuhannya. Fase ini menilai beberapa aspek kelayakan, seperti kelayakan operasional, kelayakan teknis, dan kelayakan ekonomis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Designing the system<\/strong><\/h3>\n<p>Pada fase ini analis menggunakan informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk menyelesaikan logika perancangan sistem informasi. Tujuan dari fase desain adalah memberi gambaran terkait <em>software <\/em>yang menjadi pedoman bagi <em>programmer<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Developing and documenting software<\/strong><\/h3>\n<p>Pada fase ini analis bekerjasama dengan <em>programmer <\/em>untuk mengembangkan <em>software <\/em>asli yang dibutuhkan. Selama fase ini juga analis bekerjasama dengan pengguna aplikasi guna mengembangkan <em>software <\/em>yang efektif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Testing the system<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum sistem informasi dapat diluncurkan, tentu perusahaan harus melakukan tes terlebih dahulu, ya. <em>Testing <\/em>dibutuhkan untuk menguji kelayakan <em>software <\/em>dan memastikan bahwa <em>software <\/em>tersebut memenuhi kebutuhan penggunanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Implementing and maintenance<\/strong><\/h3>\n<p>Fase ini melibatkan pelatihan bagi pengguna untuk menangani sistem. Proses ini termasuk ke dalam mengkonversi file dari format lama ke yang baru atau membangun <em>database<\/em>, memasang peralatan, dan membawa sistem baru ke dalam produksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan tahap <em>maintenance <\/em>meliputi seluruh proses yang menjamin kelangsungan, kelancaran, dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Model-Model Software Development Life Cycle (SDLC)<\/strong><\/h2>\n<p>Ada beberapa model yang biasa digunakan dalam menjalankan proses SDLC, antara lain:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><strong> Waterfall model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Model SDLC ini adalah salah satu model tertua dan tersingkat dalam penerapannya. Dalam sistem ini, setelah satu fase selesai maka fase berikutnya harus segera dimulai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap fase punya rencana kecil dan menurun ke fase berikutnya. Oleh karena itu, fase ini dikatakan <em>waterfall <\/em>karena tiap fase memiliki \u2018turunan\u2019 kecil lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, salah satu kekurangan dari model ini adalah jika ada satu detail kecil yang tertinggal, dapat mempengaruhi keseluruhan rencana dan berakhir berantakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><strong> Agile model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Agile model adalah model SDLC yang dapat memisahkan produk dengan proses dan waktu pengerjaannya secara cepat. Metodologi ini diyakini sangat efektif untuk keberhasilan penciptaan sebuah produk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam metode ini, tim akan mencoba tiap produk yang sudah selesai untuk meminimalisir kesalahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, salah satu kelemahan dari metode ini adalah dapat memicu proyek ke arah yang salah dan tidak sesuai dengan kemauan dan ekspektasi dari <em>customer<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h3><strong> Iterative model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Metode SDLC ini adalah metode yang memiliki repetisi tinggi. <em>Developer <\/em>akan menciptakan produk dengan versi cepat dan pastinya murah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah itu, mereka akan mencoba produk dan merevisi jika ada kesalahan. Salah satu kekurangan dari metode ini adalah dapat mengkonsumsi bahan baku jika ada satu detail yang tertinggal untuk dikerjakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><strong> V-Shaped model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>V-shaped SDLC model adalah lanjutan dari Waterfall Model. Metode SDLC ini akan mencoba tiap fase dalam proses pengembangan suatu produk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><strong> Big bang model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Model <em>software development life cycle<\/em> ini adalah model yang diklaim memiliki risiko tinggi saat dijalankan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Why? Hal ini dikarenakan dalam pengerjaannya, tim akan menginvestasikan semua bahan baku ke dalam projek tersebut. Sehingga metode ini akan berhasil jika mengerjakan proyek yang kecil dan cenderung berbahaya untuk proyek besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h3><strong> Spiral model<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Metode ini merupakan metode paling fleksibel dan mirip dengan iterative model. Metode ini fokus pada repetisi dalam pengerjaannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Manfaat SDLC<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut ini manfaat dari SDLC yang dikutip dari <a href=\"https:\/\/exoft.net\/system-development-life-cycle\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Exoft<\/a>:<\/p>\n<ul>\n<li>Kontrol manajemen yang lebih baik atas seluruh proyek.<\/li>\n<li>Transparansi dan visibilitas proses pembuatan dan pengelolaan <em>software<\/em>.<\/li>\n<li>Kejelasan atas persyaratan perancangan <em>software<\/em>.<\/li>\n<li>Satu visi produk untuk semua pihak yang terlibat.<\/li>\n<li>Hasil yang dapat diprediksi dalam hal waktu, biaya, dan pendapatan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Sudah Paham kan Tentang Software Development Life Cycle atau SDLC?<\/strong><\/h2>\n<p>Okay, itulah berbagai hal tentang <em>system development life cycle<\/em> yang bisa kalian ketahui. SDLC adalah hal yang wajib diketahui oleh kalian jika ingin berkarir di bidang <em>programming<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Intinya, SDLC adalah proses pengubahan dan pembuatan sistem serta metodologi yang digunakan untuk mengembangkan <em>software<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar istilah SDLC atau Software Development Life Cycle? SDLC adalah proses atau tahapan dalam pembuatan software, baik berbentuk aplikasi web atau gadget. Yuk ketahui lebih lanjut tentang model SDLC, tahapan SDLC, hingga manfaatnya di Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC), Tahapan, Fase, Model, dan Manfaatnya &nbsp; Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC)? &#8230; <a title=\"Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC), Tahapan, Fase, Model, dan Manfaatnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-software-development-life-cycle-sdlc\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Software Development Life Cycle (SDLC), Tahapan, Fase, Model, dan Manfaatnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14534,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5208,283,5212,7,5214,5213,5209,5211,5210],"class_list":["post-14513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-sdlc","tag-domain-murah","tag-fase-sdlc","tag-hosting-murah","tag-manfaat-sdlc","tag-model-sdlc","tag-software-development-life-cycle","tag-syarat-sdlc","tag-tahapan-sdlc","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14533,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14513\/revisions\/14533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}