{"id":14310,"date":"2023-07-29T03:19:00","date_gmt":"2023-07-28T20:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14310"},"modified":"2023-08-03T09:25:59","modified_gmt":"2023-08-03T02:25:59","slug":"apa-itu-cloaking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cloaking\/","title":{"rendered":"Apa Itu Cloaking dan Dampaknya terhadap SEO"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Cloaking <\/em>adalah teknik yang mana konten atau URL yang berbeda ditampilkan kepada manusia dan mesin pencari. Dengan kata lain, <em>cloaking <\/em>adalah teknik untuk menyembunyikan identitas website atau halaman web. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk <strong>Apa Itu Cloaking dan Dampaknya terhadap SEO<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Cloaking?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cloaking <\/em>atau penyelubungan adalah trik untuk menyembunyikan URL suatu konten dari <em>user <\/em>dan <em>search engine<\/em>. Pada umumnya, praktik ini dikategorikan sebagai pelanggaran oleh <em>search engine <\/em>seperti Google. <em>Why<\/em>?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cloaking <\/em>adalah suatu strategi untuk mengelabui <em>search engine<\/em> dalam menentukan <em>ranking <\/em>di <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-serp\/\">SERP<\/a>. Dengan taktik tersebut, website dapat menampilkan konten berbeda dari yang terlihat oleh <em>search engine<\/em>. Oleh karena itu, trik penyelubungan ini dinilai menyalahi algoritma <em>ranking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu contoh penyelubungan adalah menampilkan gambar kepada <em>user <\/em>sedangkan <em>search engine<\/em> hanya mendeteksi halaman teks HTML. Bentuk trik lainnya adalah dengan menyisipkan kata kunci di halaman yang diminta <em>search engine <\/em>dan bukan dari permintaan <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika <em>search engine<\/em> mendeteksi aktivitas penyembunyian konten&nbsp; pada website maka penalti akan dikenakan. Adapun halaman yang sudah masuk dalam SERP akan dihapus jika memang website menyembunyikan URL tujuan dari <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/5-cara-mendaftarkan-situs-ke-search-engine\/\">search engine<\/a><\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Macam-macam Trik Menyembunyikan Konten<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa macam metode penyelubungan yang perlu diketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>IP-based Cloaking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Teknik ini mengarahkan <em>user <\/em>ke URL yang diinginkan melalui halaman website dengan <em>ranking <\/em>tinggi di SERP. Metode ini bisa dilakukan dengan mengidentifikasi alamat IP dan mengatur .htaccess sedemikian rupa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>User Agent Cloaking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini menggunakan program yang mengirimkan kode kepada server. Selanjutnya, server akan mengidentifikasi <em>user agent<\/em> dan menampilkan konten terselubung jika <em>user <\/em>terdeteksi sebagai <em>crawler<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>HTTP-Referer Cloaking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan metode ini adalah dengan mengecek <em>header <\/em>HTTP_REFERER dari <em>requester<\/em>. Setelah itu, konten tersembunyi atau asli akan ditampilkan berdasarkan hasil analisis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>HTTP Accept Language Header Cloaking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Taktik ini mengecek <em>header <\/em>HTTP Accept Language <em>user <\/em>dan didasarkan atas hasil pencocokan. Setelah itu, versi halaman website tertentu akan ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>JavaScript Cloaking<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penyelubungan konten bisa dilakukan dengan menggunakan fitur <a href=\"https:\/\/www.javascript.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">JavaScript<\/a>. <em>User <\/em>yang menggunakan <em>browser <\/em>dengan JavaScript akan melihat konten berbeda dengan pengguna non JavaScript.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Cloaking terhadap SEO<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski teknik <em>cloaking <\/em>tidak banyak digemari oleh banyak <em>search engine<\/em>. Tahu kah penyebabnya? Sebab, konsepnya yang bisa dianggap seperti menipu dan melanggar kebijakan mesin pencari itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa praktik <em>cloaking <\/em>yang buruk memang dapat membuat website justru akan dihapus dari hasil pencarian Google. Namun, ada beberapa kasus yang mana teknik <em>cloacking <\/em>dibutuhkan dan bisa bermanfaat sebagai pemilik website.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, pada dasarnya jika memang niat kita adalah mengelabui <em>search engine<\/em> ataupun audiens dengan tujuan yang buruk, ya teknik ini tidak disarankan karena memang tidak etis.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika kalian menggunakan teknik <em>cloacking <\/em>untuk kebutuhan afiliasi marketing, tentu ini adalah hal yang bijak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Negatif Penerapan Cloaking<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa contoh negatif dari penerapan <em>cloaking <\/em>yang bisa merugikan dan membahayakan pengguna internet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mengelabui Sistem Spam Email<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengguna email merasa aman karena kebanyakan sistemnya dapat menjaring pesan-pesan <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-agar-email-tidak-masuk-spam\/\">spam <\/a><\/em>yang bisa merugikan dan berbahaya. Namun, <em>cloaking <\/em>bisa mengelabui sistem <em>spam <\/em>email dengan menyembunyikan URL asli yang seharusnya terblokir secara otomatis oleh sistem tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Menyelubungi Link Situs-Situs Terlarang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Situs-situs terlarang seperti judi dan pornografi tersembunyi dengan kedok konten kartun atau animasi. Nah, ini merupakan praktik <em>cloaking <\/em>yang sangat berbahaya karena anak-anak yang kini sangat melek teknologi bisa secara tidak sengaja mengakses situs-situs terlarang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Menyembunyikan Data Terstruktur (Structured Data)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Google memiliki panduannya sendiri dan secara jelas melarang tindakan penyembunyian data terstruktur ini. Faktanya, masih ada oknum yang menampilkan konten berbeda bagi pengunjung dan mesin dengan menyembunyikan <em>structured data <\/em>yang mereka buat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Saya Tahu Jika Sebuah Website Melakukan Cloaking?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah sebuah website melakukan <em>cloaking<\/em>. Salah satu caranya adalah dengan melihat kode sumber website. Jika kalian melihat kode yang dimaksudkan untuk disembunyikan dari pengguna atau jika kalian melihat konten yang berbeda ketika melihat kode sumber daripada apa yang kalian lihat ketika mempertimbangkan website maka website tersebut kemungkinan besar melakukan <em>cloaking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara lain untuk mengetahui apakah sebuah website <em>cloaked <\/em>adalah dengan mencoba mengakses situs dari beberapa perangkat. Website kemungkinan <em>cloaking <\/em>jika kalian melihat konten yang berbeda pada perangkat yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Saya Pikir Sebuah Website Melakukan Cloaking?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika menurut kalian sebuah website melakukan <em>cloaking<\/em>, kalian dapat melaporkannya ke mesin pencari. Setiap mesin pencari memiliki proses yang berbeda untuk melaporkan <em>cloaking<\/em> sehingga perlu meneliti cara melaporkannya ke mesin pencari tertentu yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kalian juga dapat mencoba mengakses website dari beberapa perangkat, yang kemungkinan besar diselubungi jika kalian melihat konten yang berbeda pada perangkat yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Haruskah Menghindari Cloaking dalam SEO?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam kaidah SEO, penerapan teknik penyelubungan konten tidak disarankan, ya. Sebab, <em>search engine<\/em> seperti Google telah mencantumkan aturan terkait <em>cloaking <\/em>sendiri. Perlu diketahui bahwa Google memberi penalti kepada website yang terbukti menerapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas penyembunyian konten dapat menyebabkan website kalian terhapus dari indeks Google. Algoritma <em>search engine<\/em> seperti Google akan diperbarui setiap waktu. Oleh karena itu, aktivitas penyelubungan konten akan mudah dideteksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, penerapan taktik penyelubungan konten dapat menyebabkan website kalian tidak kredibel di mata <em>search engine<\/em>, loh. Nah, sebagai gantinya kalian bisa mengalihkan fokus untuk mengoptimalkan SEO <em>on-page<\/em> agar bisa mendapatkan <em>ranking <\/em>tinggi di SERP.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, jadi pastikan website kalian memiliki banyak konten bagus dan berharga bagi pengunjung dan mesin pencari, ya. Pastikan mesin pencari dapat menemukan halaman yang tepat yang dilihat pengunjung kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimanapun caranya, hindari <em>cloaking<\/em>, ya. Ingat bahwa mesin pencari saat ini hanya mementingkan dua hal, yaitu relevansi dan kualitas hasil pencarian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cloaking adalah teknik yang mana konten atau URL yang berbeda ditampilkan kepada manusia dan mesin pencari. Dengan kata lain, cloaking adalah teknik untuk menyembunyikan identitas website atau halaman web. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak yuk Apa Itu Cloaking dan Dampaknya terhadap SEO Apa Itu Cloaking? Cloaking atau penyelubungan adalah trik untuk menyembunyikan URL &#8230; <a title=\"Apa Itu Cloaking dan Dampaknya terhadap SEO\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-cloaking\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Cloaking dan Dampaknya terhadap SEO\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5070,5071,5077,5076,5075,5074,283,7,5073,5072],"class_list":["post-14310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-cloaking","tag-cloaking-adalah","tag-contoh-negatif-cloaking","tag-contoh-negatif-penerapan-cloaking","tag-dampak-cloaking","tag-dampak-cloaking-terhadap-seo","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-menyembunyikan-konten","tag-trik-menyembunyikan-konten","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14310"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14332,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14310\/revisions\/14332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}