{"id":14266,"date":"2023-07-20T10:54:00","date_gmt":"2023-07-20T03:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14266"},"modified":"2023-07-07T09:57:49","modified_gmt":"2023-07-07T02:57:49","slug":"apa-itu-ssid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-ssid\/","title":{"rendered":"Apa Itu SSID, Fungsi, Cara Setting, dan Cara Mengetahuinya"},"content":{"rendered":"\n<p>SSID adalah istilah yang sering ditemukan dalam daftar jaringan WiFi di laptop atau ponsel. Jika ingin tahu informasi lebih lengkap tentang SSID, yuk simak sampai kelar <strong>Apa Itu SSID, Fungsi, Cara Setting, dan Cara Mengetahuinya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu SSID?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kepanjangan dari SSID adalah <em>Service Set Identifier<\/em>, juga dikenal dengan ID sebuah jaringan. SSID adalah ID sebuah jaringan yang dimiliki oleh semua jaringan WiFi. SSID dapat dilihat ketika sebuah perangkat ingin menyambung ke jaringan WiFi, yaitu dengan mencari nama pada jaringan tersebut agar bisa mengakses internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, SSID adalah sebuah tempat untuk mengisikan nama AP (<em>Access Point<\/em>). Sederhananya, SSID adalah sebuah nama yang dimiliki oleh jaringan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-mbps-dan-mbps-pada-wifi\/\">WiFi<\/a>, yang mana jika ingin tersambung dengan koneksi internet harus mencari nama yang sesuai dengan jaringan yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kalian baru memiliki sebuah jaringan WiFi dan telah melakukan <em>setting<\/em>, biasanya sih SSID dan <em>password <\/em>sudah diatur secara <em>default <\/em>oleh sistem. Nah, kami sarankan untuk mengubah SSID dan<em> password default<\/em> tersebut agar benar-benar mengenali nama jaringan yang kalian miliki.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi SSID<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya, fungsi SSID mirip seperti nama <em>network <\/em>pada jaringan kabelnya. Artinya, SSID inilah yang menjadi garda terdepan untuk sistem dari suatu keamanan jaringan <em>wireless<\/em>. Pasalnya, untuk bisa mengakses <em>access point <\/em>yang menjadi pusat dari sistem jaringan <em>wireless<\/em>, si <em>client <\/em>harus mengetahui SSID yang digunakan oleh <em>access point <\/em>yang terdekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, SSID dapat dengan mudah diketahui oleh pengguna lain selama SSID diatur pada setting <em>broadcast<\/em>. Dengan pengaturan SSID yang semacam itu, siapapun yang memiliki perangkat WLAN yang cocok dapat masuk dengan cara melakukan pencarian <em>access point<\/em> terdekat dengan metode pencarian sederhana yang dimiliki <em>software utility<\/em> yang diinstal terpisah maupun pada sistem operasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Guna menjalankan fungsi-fungsi yang ada di atas, SSID terbagi menjadi dua jenis, yakni hidden SSID dan public SSID.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Public SSID<\/strong> adalah jaringan yang dapat diakses tanpa harus memasukkan kunci atau WEP <em>key<\/em>. Oleh karena itu, salah satu kelebihan dari public SSID adalah mudah diakses dengan bebas.<\/li><li><strong>Hidden SSID<\/strong> adalah jaringan SSID yang disembunyikan dengan tujuan agar orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya. Jika ingin menggunakan jaringan tersebut, kalian harus memasukkan SSID yang benar.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis SSID<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jenis SSID adalah Hidden dan Public SSID, yang mana keduanya memiliki fungsi serta kegunaan masing-masing. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Hidden SSID<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hidden SSID adalah SSID yang tersembunyi. Artinya, jaringan tersebut menyembunyikan ID jaringan yang dimiliki supaya tidak dapat diakses secara bebas. Namun, sebenarnya hidden SSID tidak sepenuhnya tidak terdeteksi sebab Windows 10 masih bisa mendeteksinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengguna tertentu yang tahu SSID dan passwordnya juga masih bisa tersambung ke jaringan tersebut. Dengan adanya hidden SSID, setiap pengguna yang ingin terhubung harus memasukkan <em>password<\/em>, hanya saja \u201c<em>password<\/em>\u201d merupakan SSID jaringan itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Public SSID<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Public SSID memungkinkan sebuah jaringan WiFi dapat digunakan oleh siapapun secara bebas tanpa memasukkan kunci atau WEP <em>key<\/em>. Deteksi pada public SSID sangat mudah bagi perangkat yang mendukung <em>wireless<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Setting SSID<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara <em>setting <\/em>SSID adalah dengan melakukan pengaturan pada <em>provider <\/em>yang digunakan (Indihome, Biznet, First Media, dan lain-lain). Berikut langkah-langkahnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Buka web browser yang dimiliki lalu masukkan <em>link <\/em>untuk menuju modem <em>router <\/em>sesuai dengan <em>provider <\/em>yang digunakan, misalnya 192.168.1.1 untuk <em>provider <\/em>Indihome<\/li><li>Lalu masukkan <em>username <\/em>dan <em>password<\/em><\/li><li>Setelah itu masuk ke menu <strong>Network =&gt; WLAN =&gt; SSID Settings<\/strong><\/li><li>Kemudian pada menu \u201cSSID Name\u201d, kalian dapat mengubahnya sesuai keinginan, dengan syarat nama SSID adalah 32 karakter berupa kombinasi huruf, angka, dan simbol<\/li><li>Lalu, jika ingin menyembunyikannya, klik centang pada pilihan \u201cHide SSID\u201d<\/li><li>Klik <strong>Submit <\/strong>untuk menyimpan perubahan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Selain menggunakan provider, jika kamu menggunakan smartphone sebagai jaringan yang akan dibagikan ke perangkat lain (hotspot tethering), kamu juga bisa mengatur SSID pada smartphone mu lho, Sob! Ini caranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Masuk ke menu <strong>Pengaturan =&gt; Hotspot Portabel<\/strong><\/li><li>Terlebih dahulu nyalakan Hotspot Portabel lalu pilih <strong>Atur Hotspot Portable<\/strong><\/li><li>Pada menu SSID, ubah nama dan password sesuai yang diinginkan<\/li><li>Pilih ikon centang di bagian kanan atas jika sudah selesai mengkonfigurasinya<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Melihat SSID<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap perangkat memiliki cara tersendiri untuk melihat SSID, mulai dari Windows, MacOS, Android, hingga iOS. Lantas, bagaimana cara melihat SSID di perangkat tersebut?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Windows<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Klik ikon <strong>WiFi <\/strong>yang ada di sudut kanan bawah taskbar untuk membuka daftar jaringan yang tersedia.<\/li><li>SSID yang berhasil terhubung dengan perangkat kalian akan berada di bagian atas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>MacOS<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Klik ikon WiFi yang terletak di sudut kanan atas untuk membuka daftar jaringan yang tersedia.<\/li><li>SSID yang terhubung dengan perangkat kalian akan berada di bagian atas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Android<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pergi ke <strong>Pengaturan <\/strong>lalu klik <strong>WiFi<\/strong>.<\/li><li>SSID yang tersambung di perangkat kalian akan berada di atas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>iOs<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pergi ke <strong>Pengaturan<\/strong>, lalu klik <strong>WiFi<\/strong>.<\/li><li>SSID yang tersambung di perangkat kalian akan berada di atas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Simpulan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>SSID (<em>Service Set Identifier<\/em>) adalah istilah teknis yang digunakan untuk menamai jaringan WiFi atau sederhananya SSID merupakan nama WiFi. Dalam penerapannya, fungsi SSID berguna untuk mengatur jaringan yang akan digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk mengatur setting SSID, kalian bisa menggunakan langkah-langkah yang telah disediakan oleh <em>provider <\/em>yang digunakan, seperti <a href=\"https:\/\/indihome.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Indihome<\/a>, <a href=\"https:\/\/biznethome.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biznet<\/a>, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SSID adalah istilah yang sering ditemukan dalam daftar jaringan WiFi di laptop atau ponsel. Jika ingin tahu informasi lebih lengkap tentang SSID, yuk simak sampai kelar Apa Itu SSID, Fungsi, Cara Setting, dan Cara Mengetahuinya Apa Itu SSID? Kepanjangan dari SSID adalah Service Set Identifier, juga dikenal dengan ID sebuah jaringan. SSID adalah ID sebuah &#8230; <a title=\"Apa Itu SSID, Fungsi, Cara Setting, dan Cara Mengetahuinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-ssid\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu SSID, Fungsi, Cara Setting, dan Cara Mengetahuinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[5011,5016,5015,283,5013,7,5014,5012],"class_list":["post-14266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-ssid","tag-cara-melihat-ssid","tag-cara-setting-ssid","tag-domain-murah","tag-fungsi-ssid","tag-hosting-murah","tag-jenis-ssid","tag-ssid-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14267,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14266\/revisions\/14267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}