{"id":14076,"date":"2023-06-17T01:22:00","date_gmt":"2023-06-16T18:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14076"},"modified":"2023-06-07T14:47:59","modified_gmt":"2023-06-07T07:47:59","slug":"apa-itu-502-bad-gateway","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-502-bad-gateway\/","title":{"rendered":"Apa Itu 502 Bad Gateway dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Artikel kali ini akan membahas tentang error 502, penyebabnya, dan cara mengatasinya. Langsung simak yuk <strong>Apa Itu 502 Bad Gateway dan Cara Mengatasinya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu 502 Bad Gateway?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Error <\/em>502<em> bad gateway <\/em>artinya <em>gateway <\/em>atau <em>proxy <\/em>menerima respons yang tidak valid dari server. Alhasil, <em>browser <\/em>akan menampilkan <em>error <\/em>dengan kode 502 dan pengunjung tidak bisa mengakses websitenya. Salah satu jenis <em>error <\/em>atau kesalahan ini biasanya terjadi pada website yang menggunakan CMS WordPress.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis kode error 502 termasuk dalam jenis kode 500 Status Error Codes selain 500, 501, 503, 504, dan seterusnya. Setiap angka tersebut menunjukkan jenis <em>error <\/em>yang berbeda-beda di sebuah website.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada beberapa variasi dari kesalahan 502 yang mungkin akan ditemukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>502 Bad Gateway<\/li><li>HTTP Error 502 \u2013 Bad Gateway<\/li><li>502 Proxy Error<\/li><li>Error 502<\/li><li>HTTP 502<\/li><li>502 Service Temporarily Overloaded<\/li><li>That\u2019s an error. The server encountered a temporary error and could not complete your request. Please try again in 30 seconds. That\u2019s all we know.<\/li><li>502 Server Error: The server encountered a temporary error and could not complete your request.<\/li><li>502 Server Error<\/li><li>502 \u2013 Web server received an invalid response while acting as a gateway or proxy server. There is a problem with the page you are looking for, and it cannot be displayed. When the web server (while acting as a gateway or proxy) contacted the upstream content server, it received an invalid response from the content server.<\/li><li>Layar putih polos<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab 502 Bad Gateway<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Biasanya, pesan <em>error <\/em>502 terjadi akibat server yang bekerja sebagai <em>gateway <\/em>atau <em>proxy <\/em>menerima respon yang tidak sah (invalid) dari <em>inbound <\/em>server.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan beberapa penyebab lainnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cache browser yang belum dibersihkan.<\/li><li>Plugin dan tema yang perlu diupdate.<\/li><li>Permasalahan pada DNS.<\/li><li>Permasalahan pada CDN.<\/li><li>Log Error.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengatasi 502 Bad Gateway Error<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesalahan 502:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Muat ulang halaman website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama saat mendapat pesan <em>error <\/em>502 adalah coba menunggu beberapa menit dan muat ulang (<em>reload<\/em>) halaman website. Ada kemungkinan kesalahan 502 muncul karena server mengalami permintaan yang berlebih (<em>overload<\/em>) saat diakses dan seharusnya website akan aktif kembali setelah dimuat ulang semenit kemudian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Hapus cache browser<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara selanjutnya adalah menghapus <em>cache <\/em>browser milik kalian. Jika belum mengetahui cara menghapus <em>cache<\/em>, kamu bisa mempelajari caranya dari artikel <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-menghapus-cache-dan-cookies-di-browser-chrome\/\">Cara Menghapus Cache dan Cookies di Browser Chrome<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Ganti browser<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara selanjutnya adalah kalian bisa mengakses website dari browser lain atau tab samaran (<em>incognito<\/em>) untuk melihat apakah masalah ada pada website atau browser kalian. Jika website dapat diakses di browser lain atau tab samaran, mungkin kesalahannya terletak pada browser yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Gunakan perangkat lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Website yang dikunjungi mungkin dapat diakses di berbagai perangkat, seperti laptop, komputer, tablet, atau HP. Namun, bisa jadi kesalahan 502 terjadi di salah satu jenis perangkat yang kurang mendukung berjalannya website. Makanya, mungkin bisa coba mengakses website dari perangkat lain selain yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Cek status website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Silakan bisa langsung cek status website, apakah benar-benar sedang mengalami <em>error <\/em>atau hanya dialami oleh kalian. Caranya, kunjungi <a href=\"https:\/\/downforeveryoneorjustme.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">downforeveryoneofjustme.com<\/a> lalu ketikkan nama domain atau alamat website yang terlihat <em>error <\/em>di browser kalian. Nah, website ini bisa memberi tahu, apakah kesalahan 502 dari sisi server atau klien (browser yang digunakan).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Tunggu hingga masalah DNS selesai<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara yang satu ini bisa dilakukan jika berada di sisi server alias pengelola website. Sebab, kesalahan 502 juga bisa terjadi karena adanya isu pada DNS (<em>Domain Name Server<\/em>), misalnya domain tidak me-<em>resolve<\/em> IP yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika baru saja melakukan migrasi website WordPress ke penyedia hosting baru, ya perlu menunggu selama paling tidak 24 jam untuk memastikan migrasi telah berjalan lancar. Hal ini tergantung dengan value TTL dari DNS milik kalian, sih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Membersihkan cache local DNS<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Masalah yang terjadi di DNS juga bisa disebabkan oleh menumpuknya <em>cache local <\/em>di DNS. Oleh karena itu, bisa mulai menghapus <em>cache local <\/em>DNS kalian dengan cara kerja yang mirip dengan cara menghapus <em>cache <\/em>browser.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Cek hosting website yang digunakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan utama mengapa website mendapat pesan <em>error <\/em>502 adalah adanya isu dengan hosting website. Kadang, <em>query<\/em>, <em>script<\/em>, atau <em>request <\/em>akan memakan waktu yang lebih lama saat dikelola server. Akhirnya, <em>request <\/em>dibatalkan atau dimatikan oleh server.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan hosting, terutama shared hosting, menerapkan \u201c<em>kill script<\/em>\u201d, yaitu pemberhentian <em>request <\/em>setelah beberapa waktu sehingga <em>request <\/em>ini tidak akan mempengaruhi pengguna hosting lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Buruknya, kualitas <em>user experience<\/em> di website kalian akan menurun. Maka, pastikan menggunakan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-hosting\/\">cloud hosting<\/a> berkualitas yang siap sedia membantu 24\/7, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Matikan CDN untuk sementara waktu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pesan kesalahan 502 juga bisa terjadi karena adanya masalah dengan CDN. Jika menggunakan <em>provider <\/em>CDN pihak ketiga, salah satu caranya adalah untuk mematikan CDN untuk sementara waktu. Lalu kalian bisa <em>login <\/em>ke website kalian melalui SFTP dan mengganti nama folder <em>plugin <\/em>ke cdn-enable_old. Tindakan ini akan memutus koneksi CDN untuk sementara waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>error <\/em>502 juga bisa terjadi jika <em>provider <\/em>menyediakan perlindungan dari DDoS serta layanan <em>proxy <\/em>seperti Cloudflare karena mereka memiliki <em>firewall <\/em>tambahan di dalamnya. <em>Error <\/em>502 memang sering muncul pada layanan Cloudflare gratis. Sayangnya, karena Cloudflare adalah layanan <em>proxy <\/em>yang full sehingga tidak mudah untuk mematikannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>10. Atur plugin website WordPress<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada berbagai kasus, pembatalan <em>scripts <\/em>dan <em>queries <\/em>oleh server terjadi akibat <em>bad code<\/em> di website WordPress. Masalah bisa muncul dari plugin yang kamu unduh dari pihak ketiga. Selain itu, ada juga beberapa kasus kesalahan konfigurasi <em>plugin caching <\/em>yang akhirnya menyebabkan <em>error <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya adalah dengan menonaktifkan <em>plugin <\/em>yang digunakan. Caranya adalah klik menu <strong>Plugins <\/strong>pada menu <em>bar <\/em>di <em>dashboard <\/em>WordPress lalu klik <strong>Deactivate <\/strong>dari menu Bulk Actions sehingga status semua <em>plugin <\/em>akan nonaktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, aktifkan <em>plugin <\/em>satu persatu dan muat ulang website kalian setiap <em>plugin <\/em>diaktivasi. Kalian akan tahu mana <em>plugin <\/em>yang menyebabkan <em>error <\/em>502. Selanjutnya, silakan minta bantuan ke <em>developer plugin<\/em> untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mengirimkan tiket <em>support <\/em>atau komentar <em>review<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>11. Cek tema website yang digunakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan 502 juga bisa terjadi akibat tema website yang kurang mendukung. Kamu bisa menemukan kesalahannya dengan mengganti tema yang memunculkan <em>error <\/em>saat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya, pilih \u201c<strong>Appearance<\/strong>\u201d di menu <em>bar <\/em>pada <em>dashboard <\/em>WordPress lalu klik \u201c<strong>Themes<\/strong>\u201c lalu atur tema yang digunakan hingga tidak memunculkan <em>error <\/em>502 lagi saat website diakses.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>12. Cek Error Log<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pesan <em>error <\/em>502 juga dapat muncul setelah melakukan perubahan tertentu pada website. Jika tidak dapat mengenali perubahan apa yang membuat website menjadi <em>error<\/em>, silakan andalkan <em>error log<\/em>. Silakan ikuti langkah berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Login ke cPanel hosting<\/li><li>Klik \u201cFile Manager\u201d di section FILESFile Manager cpanel<\/li><li>Edit wp-config.php<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pilih folder public_html lalu cari file wp-config.php, lalu klik Edit di bagian atas halaman seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Apa-Itu-502-Bad-Gateway-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"404\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Apa-Itu-502-Bad-Gateway-1.png\" alt=\"502 bad gateway\" class=\"wp-image-14084\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tambahkan script di bawah ini:<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>define( \u2018WP_DEBUG\u2019, true );<\/p>\n\n\n\n<p>define( \u2018WP_DEBUG_LOG\u2019, true );<\/p>\n\n\n\n<p>define( \u2018WP_DEBUG_DISPLAY\u2019, false );<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Setelah itu, bisa ecek hasil analisis <em>error log<\/em> pada file debug.log dalam folder wp-content untuk menganalisis penyebab error 502.<\/li><\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Apa-Itu-502-Bad-Gateway-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"612\" height=\"304\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Apa-Itu-502-Bad-Gateway-2.png\" alt=\"502 bad gateway\" class=\"wp-image-14085\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>13. Tanyakan ke layanan hosting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Belum menemukan solusi terbaik? Okay, kalau begitu silakan konsultasikan masalah tersebut ke tim <em>support <\/em>dari layanan hosting yang kalian gunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sudah Paham kan Apa Itu 502 Bad Gateway?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Bisa disimpulkan bahwa pesan <em>error <\/em>502 <em>bad gateway<\/em> artinya ada masalah pada <em>gateway <\/em>atau <em>proxy <\/em>yang menerima pesan invalid dari server. Silakan mencoba berbagai cara yang sudah disampaikan di atas, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel kali ini akan membahas tentang error 502, penyebabnya, dan cara mengatasinya. Langsung simak yuk Apa Itu 502 Bad Gateway dan Cara Mengatasinya Apa Itu 502 Bad Gateway? Error 502 bad gateway artinya gateway atau proxy menerima respons yang tidak valid dari server. Alhasil, browser akan menampilkan error dengan kode 502 dan pengunjung tidak bisa &#8230; <a title=\"Apa Itu 502 Bad Gateway dan Cara Mengatasinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-502-bad-gateway\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu 502 Bad Gateway dan Cara Mengatasinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4885,4886,283,7,4888,4887],"class_list":["post-14076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-502-bad-gateway","tag-apa-itu-502-bad-gateway","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-mengatasi-502-bad-gateway","tag-penyebab-502-bad-gateway","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14076"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14086,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14076\/revisions\/14086"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}