{"id":14008,"date":"2023-06-06T10:12:00","date_gmt":"2023-06-06T03:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=14008"},"modified":"2023-05-31T12:01:43","modified_gmt":"2023-05-31T05:01:43","slug":"apa-itu-tagline","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-tagline\/","title":{"rendered":"Apa Itu Tagline, Manfaat, Jenis, dan Tips Membuat Tagline yang Menarik"},"content":{"rendered":"\n<p>Siapa yang lagi pusing bikin <em>tagline<\/em>? <em>Tagline <\/em>itu salah satu elemen penting dalam <em>branding <\/em>suatu bisnis. Nah, <em>tagline <\/em>yang efektif dapat membantu meningkatkan <em>brand awareness<\/em> dan membedakan produk dari kompetitor. Tak usah pakai lama, langsung simak yuk <strong>Apa Itu Tagline, Manfaat, Jenis, dan Tips Membuat Tagline yang Menarik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Tagline?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>adalah sebuah kalimat singkat yang bertujuan untuk <em>branding <\/em>sebuah bisnis. Anyway, <em>tagline <\/em>dapat mempengaruhi citra sebuah <em>brand<\/em>, loh. Publik bisa paham terkait maksud dan tujuan sebuah <em>brand <\/em>dengan membuat <em>tagline <\/em>yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, <em>tagline <\/em>yang baik harus mudah diingat ya, juga mudah diucapkan, dan tentunya mudah dipahami oleh konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wait<\/em>, <em>tagline <\/em>sering disamakan dengan slogan. Keduanya hal yang berbeda, loh. Slogan memiliki tujuan untuk mengiklankan sebuah produk sedangkan <em>tagline <\/em>bertujuan untuk mempresentasikan sebuah <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Tagline untuk Branding Bisnis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini manfaat <em>tagline <\/em>dalam <em>branding <\/em>dan pemasaran:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Menonjolkan keunggulan brand<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentunya <em>tagline <\/em>dapat menjelaskan secara singkat terkait keunggulan <em>brand <\/em>dibanding dengan kompetitor. Dengan menggunakan kata-kata yang tepat, <em>tagline <\/em>juga dapat membuat <em>brand <\/em>menjadi lebih menarik dan menjadi ciri khas sebuah <em>brand<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Memperkuat identitas brand<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>bisa digunakan untuk memperkuat identitas bagi <em>brand<\/em>. <em>Brand <\/em>yang punya identitas produk akan lebih mudah diingat oleh masyarakat tentunya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Mewakili visi dan misi bisnis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat menggunakan <em>tagline <\/em>yang tepat, secara tidak langsung juga bisa menjelaskan visi dan misi bisnis ke audiens. FYI, buatlah <em>tagline <\/em>yang singkat, jelas, dan menggambarkan bisnis secara keseluruhan, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Meningkatkan brand awareness<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastinya suatu <em>brand <\/em>selalu memperlihatkan atau menyebutkan <em>tagline <\/em>secara berulang setiap melakukan promosi. Hal ini bertujuan agar audiens dapat dengan mudah mengingat <em>tagline brand<\/em> kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Membentuk kesan yang baik terhadap brand<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>yang tepat dapat membangun kesan positif antara pelanggan dan <em>brand<\/em>. Tentunya dalam kegiatan pemasaran, sangat penting ya bagi <em>brand <\/em>untuk memberikan kesan positif agar dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan ke <em>brand<\/em>. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membantu pelanggan dalam menyelesaikan masalah mereka melalui produk kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Tagline<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>dibagi menjadi lima jenis, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tagline Imperative<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline Imperative<\/em> merupakan <em>tagline <\/em>yang mengajak orang untuk melakukan suatu aksi yang berhubungan dengan produk atau jasa bisnis tersebut. Contohnya, \u201cJust Do It\u201d dari Nike.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tagline Superlative<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline Superlative <\/em>adalah jenis <em>tagline <\/em>yang menyebutkan keunggulan bisnis tapi dengan nada lebih berani dan menantang. Jadi, kadang terkesan agak provokatif. Misalnya, \u201cSemakin di Depan\u201d dari <a href=\"https:\/\/www.yamaha-motor.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Yamaha<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tagline Deskriptif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>Deskriptif adalah <em>tagline <\/em>yang memberi penjelasan pada produk atau layanan kalian. Umumnya sih penjelasan tersebut adalah kelebihan atau keunikan produk tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Tagline Spesifik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>Spesifik adalah jenis <em>tagline <\/em>yang menonjolkan keunggulan tertentu dari bisnis kalian. Namun, dengan nada netral. Utamanya, keunggulan tersebut tidak dimiliki oleh para kompetitor.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tagline Provokatif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>Provokatif adalah <em>tagline <\/em>yang berisi ajakan atau tantangan pada publik. Tidak jarang <em>tagline <\/em>jenis ini menggunakan tanda tanya di akhir <em>tagline <\/em>agar lebih memancing reaksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Membuat Tagline Menarik untuk Brand<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan saat membuat <em>tagline <\/em>untuk <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Buatlah desain logo<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Logo digunakan sebagai identitas atau wajah dari sebuah perusahaan atau <em>brand<\/em>. Penggunaan <em>tagline <\/em>biasanya disertai oleh logo. Jika ingin mempromosikan <em>tagline <\/em>dan logo dengan baik, kedua hal tersebut harus menarik secara visual, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tentukan USP bisnis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian akan lebih mudah untuk lebih unggul dibanding kompetitor dengan memanfaatkan USP (<em>Unique Selling Proposition<\/em>). Jika punya tujuan bisnis yang jelas serta keunikan produk yang ditawarkan, akan mudah menyesuaikan atau membuat <em>tagline<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Kenali target audiens dan konsumen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>dibuat tidak hanya menampilkan kelebihan dan keunikan produk. Melainkan, juga harus mengenali siapa target <em>audience<\/em>. Hal ini untuk memudahkan dalam mempengaruhi sisi psikologi para <em>audience <\/em>sehingga mereka tahu <em>tagline <\/em>tersebut ditujukan untuk siapa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Buat pesan singkat dan jelas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penting untuk membuat sebuah <em>tagline <\/em>yang singkat dan jelas agar mudah dibaca, dipahami, serta diingat oleh para audiens. Jika membuat <em>tagline <\/em>yang panjang, akan menyulitkan audiens untuk mengingat dan memahaminya. Jadi, <em>tagline <\/em>yang baik harus singkat, padat, dan menjelaskan keseluruhan <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Lakukan brainstorm ide<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melakukan <em>brainstorming <\/em>sangatlah efektif karena dapat menghasilkan banyak ide baru dan kreatif yang mana dapat dijadikan sebagai pilihan untuk <em>tagline<\/em>. Kalian juga bisa mengembangkan <em>tagline <\/em>agar lebih menarik dan lebih spesifik dalam menggambarkan produk dengan <em>brainstorming<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Jangan meniru tagline brand lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian harus membuat <em>tagline <\/em>yang unik dan menarik, ya. Jangan meniru <em>tagline <\/em>dari <em>brand <\/em>lain karena dapat merusak citra sebagai <em>brand<\/em>. Jika <em>tagline <\/em>yang ditiru sudah didaftarkan sebagai <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-copyright\/\">copyright<\/a><\/em>, wah kalian akan mendapat sanksi hukum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Bangun emosi atau perasaan tertentu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian harus memastikan bahwa <em>tagline <\/em>yang dibuat dapat membangun emosi atau perasaan khusus terhadap <em>brand <\/em>kalian, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Gunakan kalimat persuasif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FYI, pastikan menggunakan kalimat persuasif atau ajakan dalam <em>tagline <\/em>kalian. Dengan menggunakan kalimat persuasif akan lebih mudah untuk pelanggan mengingat produk kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Jujur dengan tagline<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>memang harus unik dan menarik namun juga harus sesuai dengan produk dan tidak berlebihan, ya. Kalian harus jujur dengan <em>tagline <\/em>yang dibuat, seperti saat menggunakan kata terbaik dan termurah di Indonesia. Saat kalian menggunakan kata tersebut, pastikan bahwa produk kalian memang terbaik dan termurah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>10. Fokus pada tujuan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tagline <\/em>kalian harus sesuai dengan tujuan produk. Jadi, buatlah <em>tagline <\/em>yang dapat menginformasikan produk kalian ke pembaca.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>11. Pilih kata-kata sederhana<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips terakhir adalah gunakan kalimat yang sederhana dan jelas agar mudah diingat meski dengan satu kali baca. Idealnya sih kalian hanya menggunakan 7 kata agar mudah untuk diingat. Jadi, kalian harus menggunakan kata yang sederhana agar mudah dipahami, ya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ke<strong>simpulan&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa disimpulkan bahwa <em>tagline <\/em>adalah kumpulan kata yang mampu mendeskripsikan <em>brand <\/em>agar para audiens yang membacanya dapat terus mengenali dan mengingat <em>brand <\/em>tersebut. Biasanya, sebuah <em>tagline <\/em>disuguhkan melalui kata-kata singkat yang mampu menjelaskan bisnis secara cepat dan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, agar <em>brand <\/em>kalian lebih tepercaya lagi, kalian perlu membuat email dengan domain sendiri karena sekarang lebih mudah, aman, dan keren! Gunakan layanan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/email-hosting\/\"> &nbsp;email hosting<\/a> dari<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\"> Jetorbit<\/a> yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang lagi pusing bikin tagline? Tagline itu salah satu elemen penting dalam branding suatu bisnis. Nah, tagline yang efektif dapat membantu meningkatkan brand awareness dan membedakan produk dari kompetitor. Tak usah pakai lama, langsung simak yuk Apa Itu Tagline, Manfaat, Jenis, dan Tips Membuat Tagline yang Menarik Apa Itu Tagline? Tagline adalah sebuah kalimat &#8230; <a title=\"Apa Itu Tagline, Manfaat, Jenis, dan Tips Membuat Tagline yang Menarik\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-tagline\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Tagline, Manfaat, Jenis, dan Tips Membuat Tagline yang Menarik\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4838,283,7,4841,4840,4839,4842],"class_list":["post-14008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-tagline","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-tagline","tag-manfaat-tagline","tag-tagline-adalah","tag-tips-membuat-tagline","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14008"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14033,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14008\/revisions\/14033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}