{"id":13904,"date":"2023-05-22T01:30:00","date_gmt":"2023-05-21T18:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13904"},"modified":"2023-05-16T16:33:46","modified_gmt":"2023-05-16T09:33:46","slug":"apa-itu-ransomware","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-ransomware\/","title":{"rendered":"Apa Itu Ransomware, Cara Mengatasi, dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu bentuk <em>malware <\/em>yang paling jahat dan berbahaya sudah meningkat aktivitasnya: Ransomware. Konsekuensi dari serangan <em>ransomware <\/em>bisa menjadi bencana dan sulit ditangani setelah komputer terinfeksi. Makanya, mencegah serangan adalah strategi yang lebih efektif. Tak usah pakai lama, langsung simak yuk <strong>Apa Itu Ransomware, Cara Mengatasi, dan Cara Menghindarinya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Ransomware?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ransomware <\/em>adalah jenis <em>malware <\/em>yang dirancang untuk memaksa pengguna membayar uang tebusan dengan mengenkripsi data penting dan mengancam akan menghancurkannya jika mereka tidak membayar uang tebusan. Serangan <em>ransomware <\/em>tentu mempengaruhi bisnis, organisasi, dan individu.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, serangan <em>ransomware <\/em>seringkali dikirim melalui lampiran <em>email spam<\/em> berupa dokumen, gambar, atau aplikasi. Setelah lampiran tersebut dibuka, virus ini akan menyerang sistem pengguna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain lewat email, <em>hacker <\/em>biasanya juga menanam virus ini lewat halaman website. Tanpa disadari, saat pengguna mengunjungi website tertentu, virus ini masuk ke dalam sistem kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Ransomware<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa jenis <em>ransomware <\/em>yang biasa digunakan oleh para pelaku serangan siber:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Encrypting Ransomware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Encrypting ransomware <\/em>adalah salah satu jenis <em>ransomware <\/em>paling umum. <em>Ransomware <\/em>jenis ini menggunakan enkripsi untuk mengunci file korban sehingga tak dapat diakses, kecuali memiliki kunci dekripsi yang benar. Pelaku akan meminta tebusan kepada korban untuk memberikan kunci dekripsi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Encrypting ransomware<\/em> dapat menyebar melalui berbagai cara, seperti <em>email spam<\/em>, website yang terinfeksi, dan kit eksploitasi. Oleh karena itu, pengguna harus tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dari serangan <em>ransomware<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Locker Ransomware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Locker ransomware<\/em> adalah jenis <em>ransomware <\/em>lain yang juga cukup populer. <em>Ransomware <\/em>jenis ini tidak menggunakan enkripsi untuk mengunci file, melainkan mengunci akses ke sistem atau perangkat yang terinfeksi. Pelaku akan menampilkan pesan yang meminta tebusan kepada korban untuk membuka kunci akses.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Locker ransomware <\/em>dapat menyebar melalui berbagai cara, seperti <em>email phishing<\/em>, website yang terinfeksi, atau exploit kit. Pelaku dapat meminta uang tebusan dalam mata uang kripto atau kartu hadiah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Scareware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Scareware <\/em>adalah jenis <em>ransomware <\/em>yang mengancam pengguna dan memaksa mereka bayar uang tebusan. Tahukah kalian bahwa <em>Scareware <\/em>sering muncul sebagai pesan palsu atau <em>pop-up<\/em> yang menunjukkan bahwa sistem pengguna terinfeksi virus atau <em>malware <\/em>dan meminta pengguna untuk <em>download <\/em>atau membeli <em>software <\/em>keamanan yang tidak mengandung <em>malware <\/em>apapun.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, <em>Scareware <\/em>dapat menyebar melalui berbagai cara, seperti website yang terinfeksi, iklan palsu, atau <em>email phishing<\/em>. <em>Scareware <\/em>juga dapat disertakan dengan <em>software <\/em>atau aplikasi gratis yang diunduh dari internet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mobile Ransomware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Anyway<\/em>, <em>ransomware <\/em>juga bisa menyerang perangkat <em>mobile <\/em>loh, seperti <em>smartphone <\/em>dan tablet. <em>Mobile ransomware<\/em> sering menyamar sebagai aplikasi yang berguna atau memanfaatkan kerentanan dalam sistem operasi atau <em>software<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh <em>mobile ransomware <\/em>yang terkenal adalah <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-serangan-ransomware-wannacry\/\">WannaCry<\/a>, yang menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2017 dan menginfeksi jutaan perangkat, termasuk <em>smartphone<\/em>. <em>Mobile ransomware<\/em> biasanya menyerang sistem Android dan iOS.<\/p>\n\n\n\n<p>Serangan <em>mobile ransomware <\/em>dapat menyebabkan pengguna kehilangan akses ke perangkat, data, bahkan file yang tersimpan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>DDoS Ransomware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Ransomware <\/em>juga dapat digunakan sebagai alat dalam <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-serangan-ddos-distributed-denial-of-service\/\">serangan DDoS<\/a> (<em>Distributed Denial of Service<\/em>). Serangan <em>ransomware <\/em>dapat menyebabkan pengguna tak dapat mengakses layanan atau website tertentu sehingga membebani server yang bertanggung jawab untuk melayani website atau layanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh ransomware DDoS adalah Trojan-ransom-DDoS, yang pertama kali muncul pada tahun 2014.<\/p>\n\n\n\n<p>Serangan <em>ransomware <\/em>DDoS dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi bisnis atau organisasi yang menjadi target serangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Leakware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Leakware <\/em>adalah jenis <em>ransomware <\/em>yang menggunakan data sensitif atau rahasia perusahaan atau individu untuk tebusan. <em>Ransomware <\/em>jenis ini mengancam untuk mempublikasikan atau membocorkan data ke pihak ketiga secara publik atau tanpa izin jika tebusan tidak dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh terkenal dari serangan <em>leakware <\/em>adalah serangan terhadap perusahaan hiburan Sony Pictures pada tahun 2014.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjahat siber mengancam akan mengungkapkan data sensitif, termasuk email dan dokumen rahasia perusahaan jika Sony tidak membayar uang tebusan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Ransomware<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Umumnya sih, ada tujuh tahap cara kerja Ransomware untuk mengacaukan sistem di&nbsp; perangkat kalian. Berikut ini penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Infeksi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Ransomware <\/em>yang terunduh secara tak sengaja mulai meng-<em>install<\/em> secara diam-diam di perangkat kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Eksekusi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah ter-<em>install<\/em>, <em>Ransomware <\/em>mulai memindai dan memetakan lokasi file yang akan menjadi targetnya. <em>Malware <\/em>ini dapat menargetkan file yang disimpan di penyimpanan lokal maupun penyimpanan awan (<em>cloud<\/em>). Bahkan, beberapa jenis <em>Ransomware <\/em>dapat menghapus atau mengenkripsi file maupun folder <em>backup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Enkripsi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di tahap ini, <em>Ransomware <\/em>mulai bekerja dengan melakukan pertukaran kunci dengan Command and Control Server, menggunakan kunci enkripsi untuk mengacak semua file yang ditemukan di tahap Eksekusi. <em>Malware <\/em>jenis ini juga mengunci akses ke data di perangkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Notifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah berhasil mengambil alih data di perangkat kalian, <em>Ransomware <\/em>biasanya akan memunculkan notifikasi pengguna yang berisi informasi tebusan yang harus dibayarkan untuk mendapatkan kode dekripsi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Pembersihan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah berhasil mengenkripsi data yang diinginkan, <em>Ransomware <\/em>biasanya berhenti dan menghapus dirinya sendiri, dan hanya menyisakan file instruksi pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Pembayaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika memilih untuk membayar tebusan, kalian akan diminta untuk mengikuti instruksi. Peretas biasanya menggunakan layanan TOR tersembunyi untuk berkomunikasi agar terhindar dari deteksi pemantauan lalu lintas jaringan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Dekripsi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah melakukan pembayaran, korban akan mendapatkan kode dekripsi untuk memulihkan kembali akses ke perangkatnya. Walaupun begitu, membayar tebusan sangat tidak disarankan karena tidak ada jaminan file atau folder milikmu akan kembali seperti sedia kala.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghindari Serangan Ransomware<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa cara yang dapat membantu untuk menghindari serangan <em>ransomware<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Hindari membuka email atau tautan yang mencurigakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan buka email dari sumber yang tak dikenal atau mencurigakan. Hindari klik tautan yang tidak sah atau mencurigakan di email, pesan teks, atau website. Jangan mengunduh file atau lampiran yang mencurigakan, terutama jika diunduh dari sumber yang tidak dikenal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Perbarui sistem operasi dan software secara teratur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbarui sistem operasi dan <em>software <\/em>secara berkala ya untuk memperbaiki lubang keamanan. Pastikan juga untuk selalu memperbarui antivirus dan <em>software <\/em>keamanan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Gunakan software keamanan yang kuat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan <em>software <\/em>keamanan canggih dengan fitur perlindungan antiransomware yang komprehensif. Pastikan <em>software <\/em>keamanan milik kalian memang selalu mutakhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Buat cadangan data secara teratur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cadangkan data secara teratur ya dan simpan di tempat yang aman. Pastikan untuk mencadangkan data kalian ke lokasi yang berbeda dari perangkat aslinya. Kalian harus ingat untuk secara teratur memeriksa cadangan data untuk memastikan dapat dipulihkan dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tingkatkan kesadaran keamanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tingkatkan kesadaran keamanan untuk kalian dengan memberi pelatihan keamanan. Pelatihan keamanan dapat membantu untuk mengidentifikasi ancaman keamanan dan menghindari serangan <em>ransomware<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Gunakan sandi yang kuat dan unik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan <em>keyword <\/em>yang digunakan di akun dan perangkat kalian itu kuat dan unik. Jangan gunakan <em>keyword <\/em>yang sama pada akun yang berbeda. Ubah <em>keyword <\/em>secara teratur untuk menjaga keamanan akun kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Cara Mengatasi Ransomware yang Menginfeksi Website atau Perangkat?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa cara mengatasi <em>ransomware <\/em>yang bisa kalian coba:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Jangan Menuruti Perintah Hacker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika mendapati website atau perangkat terinfeksi <em>ransomware<\/em>, hal pertama yang perlu diingat adalah jangan pernah membayar uang tebusannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alasannya sederhana, kalian hanya akan membuat <em>hacker <\/em>senang dan lebih rajin melancarkan aksinya ke korban lain. Selain itu, tak ada jaminan <em>hacker <\/em>akan membuka file kalian setelah kalian membayar tebusan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tebusan yang mereka minta juga tak sedikit, kan? Sebisa mungkin, jangan pernah memenuhi permintaan <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-hacker-dan-tips-menghindari-serangan-hacker\/\">hacker<\/a><\/em>. Lagipula, ada kemungkinan file yang telah terenkripsi bisa dipulihkan dengan <em>decryptor <\/em>yang tersedia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Bersihkan Malware dengan Antivirus<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian juga perlu membersihkan perangkat dengan antivirus <em>ransomware<\/em>. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan ancaman virus yang masih aktif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Silakan kalian unduh dulu antivirus yang menyediakan fitur antiransomware, seperti ESET, Avast, Kaspersky, dan sejenisnya. Pastikan menggunakan aplikasi yang asli dan legal untuk menghindari serangan virus serupa, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, meski dengan cara ini tidak akan mendapatkan file kalian kembali, setidaknya kalian telah mencegah virus ini menyerang kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Download Aplikasi Decryptor Ransomware<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah memastikan tidak ada <em>malware <\/em>yang aktif pada perangkat, silakan kalian coba mengembalikan file yang terkena virus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>File yang terenkripsi kemungkinan dapat dipulihkan menggunakan aplikasi decryptor. Decryptor tersebut akan mengurai sandi enkripsi sehingga kalian dapat membukanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa <em>software <\/em>antivirus telah memiliki dekriptor tersebut, seperti Kaspersky, Avast, dan sebagainya. Decryptor ini bisa jadi cara mengembalikan file yang terkena virus <em>ransomware <\/em>yang ampuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, setiap tipe <em>ransomware <\/em>hanya dapat dibuka decryptor tertentu. Jadi, tidak bisa asal pakai decryptor untuk membuka enkripsi file kalian, ya. Jika kalian coba mengutak-atik sendiri tanpa mengetahui pemahaman yang mendalam, bisa-bisa file kalian tidak akan dapat dibuka selamanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, kami menyarankan untuk berkonsultasi pada orang yang ahli dalam keamanan IT sebelum mencoba apapun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, kalian juga bisa coba periksa tipe <em>ransomware <\/em>di situs organisasi proyek <a href=\"https:\/\/www.nomoreransom.org\/crypto-sheriff.php?lang=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">No More Ransom<\/a>. Proyek tersebut merupakan salah satu cara untuk menangkal kejahatan <em>ransomware <\/em>di seluruh dunia. Proyek ini dijalankan oleh para pakar <em>cyber security <\/em>dan juga penegak hukum.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Itu-Ransomware-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"516\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Itu-Ransomware-1.png\" alt=\"apa itu ransomware\" class=\"wp-image-13905\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Website tersebut menyediakan halaman khusus yang akan membantu untuk mengidentifikasi tipe <em>ransomware<\/em>. Melalui situs tersebut, bisa mendapatkan link <em>download <\/em>decryptornya jika tersedia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Laporkan Kasus pada Organisasi Antiransomware&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, jika tipe ransomware yang Anda terima tersebut belum ada decryptornya, segera laporkan di proyek No More Ransom tadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Submit <\/em>file yang terkena virus dan file pesan ancaman yang diterima. File tersebut akan membantu para pakar keamanan IT menemukan decryptor yang tepat untuk membuka aksesnya. Dengan begitu, ada kemungkinan file kalian di waktu mendatang dapat dibuka lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5 Tips Mencegah Serangan Ransomware yang Perlu Dilakukan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini lima langkah pencegahan yang bisa kalian terapkan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Menggunakan Software dan Fitur Keamanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk perangkat komputer kalian, perlu sedikit berinvestasi dengan menginstall <em>software <\/em>antivirus yang mumpuni. Pilihlah antivirus yang memiliki fitur antiransomware, untuk mendeteksi, menangkal, dan membersihkan virus tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <em>software <\/em>antivirus <em>ransomware<\/em>, kalian juga dapat melakukan pemindaian virus untuk memastikan tak ada <em>malware <\/em>pada file yang hendak diupload ke website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk website, pastikan kalian juga telah meningkatkan keamanan website secara maksimal. Salah satunya dengan memasang <a href=\"https:\/\/client.jetorbit.com\/cart.php?gid=8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SSL<\/a>. Sebab, SSL adalah metode yang menjaga supaya setiap pertukaran data yang terjadi di website aman dari ancaman virus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Melakukan Backup Data&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Semisal virus ransomware berhasil menyerang website atau perangkat, setidaknya kan kalian tidak akan panik sangat. Sebab, semua data yang terenkripsi telah dibackup dengan aman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa melakukan <em>backup <\/em>data di beberapa penyimpanan sekaligus, baik hard drive, Google drive, dan lain-lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk website, pastikan penyedia hosting kalian menyediakan fitur <em>backup <\/em>secara berkala, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meski telah memiliki fitur <em>backup <\/em>otomatis, sebaiknya <em>install plugin backup<\/em> sebagai antisipasinya. Ada beberapa plugin <em>backup <\/em>yang direkomendasikan, seperti <strong>BackupBuddy<\/strong>, <strong>BlogVault<\/strong>, dan <strong>BoldGrid Backup<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika terkena serangan ini, tak usah panik. Tinggal restore saja data penting yang telah dibackup.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Update Secara Rutin&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan pernah abaikan <em>update <\/em>website secara rutin, mulai dari CMS, <em>plugin<\/em>, hingga tema yang ada di <em>dashboard<\/em>. Sebab, <em>update <\/em>versi terbaru tak hanya menyediakan fitur terbaru sekaligus meningkatkan keamanan website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem dan fitur yang belum terupdate bisa jadi celah keamanan website untuk diserang <em>hacker<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa mengetahui apakah website WordPress perlu segera diupdate dengan melihat notifikasi <em>update<\/em>.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau tak ingin repot <em>update <\/em>website secara manual, kalian bisa pakai bantuan <em>plugin<\/em>, yaitu <strong>Easy Updates Manager<\/strong>. Plugin tersebut akan membantu untuk memasang versi terbaru dari WordPress, <em>plugin<\/em>, hingga tema secara otomatis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Menghindari Klik Website dan Email Mencurigakan&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Ransomware <\/em>seringkali berhasil masuk melalui website dan email berisi virus yang kalian kunjungi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jebakan virus juga bisa disisipi lewat <em>email spam<\/em> dengan lampiran atau <em>link <\/em>mencurigakan. Jika mendapatkan email tak dikenal dan menyisipkan beberapa lampiran, sebaiknya jangan pernah klik lampiran tersebut, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika lampiran tersebut kalian <em>download <\/em>lalu kalian jalankan, <em>ransomware <\/em>dapat langsung menginfeksi perangkat kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengetahui-apa-itu-phising-dan-mengatasinya\/\">Mengetahui Apa Itu Phising dan Mengatasinya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Memilih Hosting yang Aman&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika hosting kalian tidak memiliki keamanan yang canggih, website bisa dengan mudah terinfeksi berbagai virus, salah satunya <em>ransomware<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, satu langkah penting yang tak boleh diabaikan adalah memilih hosting yang aman. Sebab, jika sisi server sudah terserang, tambahan fitur keamanan lainnya seperti SSL dan <em>plugin <\/em>yang dipasang jadi sia-sia.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> menyediakan web hosting terbaik dan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\"> domain murah<\/a> di tahun 2023 ini. Web hosting adalah tempat untuk membuat website kalian bisa diakses oleh semua pengunjung di seluruh belahan dunia. Agar bisa online dengan mudah dan cepat maka pilihlah web hosting terbaik dengan pengalaman lebih dari 5 tahun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jadi, Apakah Perangkat Kalian Sudah Terlindung dari Ransomware?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalian sudah paham kan apa itu <em>Ransomware <\/em>dan bagaimana cara mengatasinya?<\/p>\n\n\n\n<p>Cara paling utama untuk mencegah Ransomware adalah dengan meningkatkan kesadaran terkait pentingnya keamanan perangkat. Bisa dimulai dengan berinternet aman dan tidak membuka situs-situs berbahaya serta menggunakan jaringan yang terproteksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu bentuk malware yang paling jahat dan berbahaya sudah meningkat aktivitasnya: Ransomware. Konsekuensi dari serangan ransomware bisa menjadi bencana dan sulit ditangani setelah komputer terinfeksi. Makanya, mencegah serangan adalah strategi yang lebih efektif. Tak usah pakai lama, langsung simak yuk Apa Itu Ransomware, Cara Mengatasi, dan Cara Menghindarinya Apa Itu &#8230; <a title=\"Apa Itu Ransomware, Cara Mengatasi, dan Cara Menghindarinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-ransomware\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Ransomware, Cara Mengatasi, dan Cara Menghindarinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13922,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4768,4772,4773,283,7,4771,4770,4769],"class_list":["post-13904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-ransomware","tag-cara-kerja-ransomware","tag-cara-menghindari-ransomware","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-ransomware","tag-ransomware","tag-ransomware-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13904"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13935,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13904\/revisions\/13935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}