{"id":13825,"date":"2023-05-11T02:09:00","date_gmt":"2023-05-10T19:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13825"},"modified":"2023-05-09T14:21:29","modified_gmt":"2023-05-09T07:21:29","slug":"apa-itu-dhcp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-dhcp\/","title":{"rendered":"Apa Itu DHCP, Fungsi, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada banyak hal yang bisa memudahkan pengelolaan jaringan di dunia internet. Salah satunya, DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Okay, tak perlu mengulur waktu, langsung simak saja yuk <strong>Apa Itu DHCP, Fungsi, dan Cara Kerjanya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu DHCP?&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>DHCP (<em>Dynamic Host Configuration Protocol<\/em>) adalah protokol yang dipakai untuk memudahkan penyebaran alamat IP (<em>internet protocol<\/em>) secara otomatis ke perangkat lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpanya, konfigurasi harus dilakukan secara manual di setiap komputer supaya mendapatkan alamat IP yang berbeda. Tentu repot dan butuh banyak waktu, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>IP Address adalah barisan angka pada sebuah perangkat yang memungkinkan perangkat terhubung dengan internet. Sehingga, kalian dapat mengakses halaman web, email, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan menggunakan DHCP, alamat IP dapat dibagikan ke banyak perangkat dalam satu waktu secara otomatis. Makanya perangkat ini banyak diterapkan pada jaringan, baik skala kecil maupun besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi DHCP Server&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa fungsi DHCP server:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mengelola dan Mendistribusikan Alamat IP&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Secara umum, fungsi DHCP adalah untuk mengelola dan memudahkan distribusi alamat IP ke komputer <em>client<\/em>. Proses distribusi ini dapat dilakukan ke banyak perangkat sekaligus secara otomatis. Artinya, tak perlu melakukan konfigurasi pada setiap komputer, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-proxy-server-pengertian-jenis-fungsi-manfaat-dan-cara-kerja\/\">Proxy Server<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Mencegah IP Conflict&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>IP conflict terjadi akibat adanya dua perangkat yang memiliki alamat IP yang sama. Jika hal ini terjadi, perangkat tersebut tentu tak dapat terhubung dengan jaringan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan menggunakan perangkat ini, kesalahan dalam pembagian alamat IP dapat diminimalisir. Selain itu, dapat juga mengelola pembagian alamat IP dengan baik sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat minim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mail-server-dan-kelebihannya\/(opens%20in%20a%20new%20tab)\">Mail Server<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Memperbarui Alamat IP secara Otomatis&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Alamat IP yang diberikan oleh server biasanya memiliki masa pemakaian atau ada waktu kadaluarsa. Jika alamat IP masih digunakan tetapi masa pemakaian telah berakhir, ya perlu memperbarui atau meminta alamat IP yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan DHCP, alamat IP dapat diperbarui kembali secara otomatis tanpa perlu mengkonfigurasi kembali.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Mendukung Penggunaan Kembali Alamat IP&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Alamat IP yang pernah digunakan dapat digunakan kembali oleh komputer <em>client<\/em>. Namun, untuk menggunakan kembali, pastikan dulu ya alamat IP sedang tidak digunakan oleh komputer lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>DHCP server akan membantu untuk mengecek apakah alamat IP sedang <em>off <\/em>dan bebas pakai, sehingga alamat IP dapat digunakan kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja DHCP Server<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Yuk simak proses-proses yang terjadi pada layanan ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. IP Least Discovery<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap pertama ini disebut sebagai <strong>tahap penemuan<\/strong>. Saat <em>client <\/em>terhubung dengan jaringan, <em>client <\/em>akan mencari DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. <em>Client <\/em>akan mengirimkan pesan DHCPDISCOVER ke subnet jaringan&nbsp; menggunakan alamat tujuan 255.255.255.255. Setelah ditemukan, <em>client <\/em>akan meminta alamat IP yang tersedia pada DHCP server.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. IP Least Offer&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika DHCP server menerima pesan DHCPDISCOVER dari <em>client<\/em>, server akan membuat penawaran kepada dengan mengirim pesan DHCPOFFER ke <em>client<\/em>. Pesan tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan, dan alamat IP DHCP server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. IP Lease Request<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah menerima penawaran dari DHCP server, <em>client <\/em>lalu menyetujui penawaran yang diberikan dengan memberikan pesan DHCPREQUEST kepada server. Isi pesannya adalah meminta agar server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia di kumpulan alamat IP DHCP.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. IP Lease Acknowledge&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap terakhir ini, setelah server menerima pesan permintaan dari <em>client<\/em>. Server akan mengirim pesan berupa paket DHCPACK ke <em>client<\/em>. Paket ini berisi alamat IP, durasi sewa, dan informasi konfigurasi lain yang mungkin dibutuhkan <em>client<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahap alamat IP diberikan, artinya proses konfigurasi IP telah selesai. Setelah alamat IP diberikan kepada <em>client<\/em>, server akan mencoret dan memberi tanda pada alamat IP tersebut di <em>database <\/em>yang mereka miliki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, setelah proses ini selesai dan berhasil, komputer <em>client <\/em>bisa menggunakan jaringan tersebut dan bertukar data dengan komputer <em>client <\/em>lain di jaringan lokal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di dunia jaringan komputer, terdapat istilah server dan <em>client<\/em>. Server adalah perangkat yang menyimpan seluruh data, mengelola, dan mengatur segala aktivitas yang ada di jaringan tersebut. Sedangkan <em>client <\/em>adalah perangkat yang meminta layanan dari server.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anyway, di DHCP juga dikenal istilah DHCP server dan DHCP <em>client<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Trus, perbedaan keduanya apa dong?&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Itu-DHCP-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"599\" height=\"485\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Apa-Itu-DHCP-1.png\" alt=\"dhcp server\" class=\"wp-image-13827\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>DHCP server <\/strong>adalah sebuah perangkat yang bertugas untuk mengatur dan memberikan alamat IP secara otomatis ke komputer <em>client <\/em>yang ada. Sementara itu, komputer atau perangkat lain seperti handphone yang menerima alamat IP dari DHCP server disebut <strong>DHCP client<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>DHCP server biasanya memberikan alamat IP khusus yang dinamis pada setiap komputer <em>client<\/em>. Jadi, alamat IP yang dikirim oleh DHCP server dapat kadaluarsa pada waktu yang ditetapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anyway, biasanya DHCP server akan memperbarui masa alamat IP tersebut secara otomatis. Nah, poin inilah yang menjadi kelebihan dari perangkat ini sehingga komputer <em>client <\/em>atau sysadmin sekalipun tak harus melakukan apapun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sudah Paham dengan DHCP Server, kah?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa disimpulkan DHCP adalah layanan pendistribusian alamat IP ke komputer <em>client <\/em>secara otomatis. Dengan perangkat ini, seorang admin server tidak perlu melakukan setting alamat IP pada setiap komputer client yang ingin terhubung dengan jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabar gembira dari Jetorbit untuk kalian! Sekarang, kami telah meluncurkan produk baru berupa layanan Cloud Hosting yang siap meningkatkan performa website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/jto.us\/cloudhostingjetorbit\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Layanan Cloud Hosting <\/a>dari Jetorbit ini memungkinkan kalian untuk menangani trafik tinggi. Bagi kalian yang butuh sumber daya untuk proses data yang lebih besar dan lebih cepat juga cocok menggunakan layanan ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak hal yang bisa memudahkan pengelolaan jaringan di dunia internet. Salah satunya, DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Okay, tak perlu mengulur waktu, langsung simak saja yuk Apa Itu DHCP, Fungsi, dan Cara Kerjanya Apa Itu DHCP?&nbsp; DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang dipakai untuk memudahkan penyebaran alamat IP (internet protocol) secara otomatis &#8230; <a title=\"Apa Itu DHCP, Fungsi, dan Cara Kerjanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-dhcp\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu DHCP, Fungsi, dan Cara Kerjanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13826,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4731,4734,4732,4735,283,4733,7],"class_list":["post-13825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-dhcp","tag-cara-kerja-dhcp-server","tag-dhcp-adalah","tag-dhcp-client","tag-domain-murah","tag-fungsi-dhcp-server","tag-hosting-murah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13825"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13871,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13825\/revisions\/13871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}