{"id":13677,"date":"2023-04-20T02:52:00","date_gmt":"2023-04-19T19:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13677"},"modified":"2023-04-12T15:19:06","modified_gmt":"2023-04-12T08:19:06","slug":"pengertian-copywriting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-copywriting\/","title":{"rendered":"Pengertian Copywriting, Jenisnya, dan Tips Belajar Copywriting Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kalian sudah paham betul dengan <em>copywriting<\/em>? Anyway, meski terdengar sederhana, <em>copywriting <\/em>ternyata punya peran besar bagi bisnis, loh. Tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya yuk <strong>Pengertian Copywriting, Jenisnya, dan Tips Belajar Copywriting Bagi Pemula<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Copywriting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Copywriting <\/em>adalah proses menulis teks persuasif yang sering disebut <em>copy <\/em>untuk mempromosikan dan menjual produk atau layanan. Orang yang bertugas untuk menulis dan mengembangkan <em>copy <\/em>adalah <em>copywriter<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi utama <em>copywriting <\/em>adalah memikat perhatian target audiens melalui tulisan yang menarik sehingga target audiens tergoda untuk melakukan pembelian atau mencari tahu lebih detail tentang produk yang dipromosikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis Copywriting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada berbagai macam <em>copywriting<\/em>, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Direct Response Copywriting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Direct response copywriting<\/em> adalah jenis <em>copywriting <\/em>yang berfungsi untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya seperti mengarahkan pembaca untuk mengeklik tombol CTA, berlangganan ebook, membagikan konten, dan sebagainya. Biasanya sih, jenis ini digunakan pada <em>landing page, homepage<\/em>, hingga iklan berbayar di Google.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Marketing Copywriting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Marketing copywriting <\/em>adalah <em>copywriting <\/em>yang berfokus untuk memberikan pengetahuan yang mendalam terkait produk hingga mengajak calon konsumen menggunakan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, biasanya <em>marketing copywriting<\/em> banyak diaplikasikan di <em>homepage <\/em>dan email promosi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Brand Copywriting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Brand copywriting <\/em>adalah jenis <em>copywriting <\/em>yang fokus dalam menyampaikan citra dan identitas <em>brand<\/em>. Sederhananya, dapat menjadi pembeda <em>brand <\/em>milik kompetitor. Salah satu bentuk <em>brand copywriting<\/em> biasanya berupa slogan atau <em>tagline brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. SEO Copywriting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>SEO <em>copywriting <\/em>adalah <em>copywriting <\/em>yang bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan memposisikan konten di Google. Makanya, <em>copywriting <\/em>yang ditulis harus memenuhi kaidah SEO, seperti memiliki <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-riset-keyword-youtube-agar-banjir-viewer\/\">keyword <\/a><\/em>tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya sih, SEO <em>copywriting <\/em>digunakan untuk deskripsi produk,<em> landing page<\/em>, dan kategori produk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Technical Copywriting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Technical copywriting<\/em> adalah jenis <em>copywriting <\/em>yang berfungsi untuk memberikan pemahaman mendalam terkait cara kerja produk atau layanan. <em>Copywriting <\/em>jenis ini sering digunakan pada produk kecantikan, kesehatan, dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Belajar Copywriting yang Menarik untuk Pemula<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada berbagai tips belajar <em>copywriting <\/em>agar pesan promosi semakin menarik:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pelajari Produk atau Layanan&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kira-kira nih, jika kalian tidak memahami produk dan layanan yang kalian tawarkan, kalian dapat memasarkannya dengan baik, kah? Jadi, mempelajari produk menjadi bagian penting dari belajar <em>copywriting<\/em>, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, silakan tulis deskripsi produk secara singkat. Untuk memudahkan, coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini terlebih dahulu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Apa keunikan produk tersebut?<\/strong><\/li><li><strong>Apa saja fiturnya?<\/strong><\/li><li><strong>Apa manfaat yang konsumen dapatkan?<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pahami Kebutuhan Audiens<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Poin yang tak kalah penting nih: mengenali audiens dengan baik. Sebab, <em>copywriting <\/em>itu sebenarnya tentang menjelaskan manfaat produk kepada pengguna dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisa memahami audiens, kalian dapat membuat teks pemasaran yang personal. Dengan begitu, lebih banyak orang yang bisa tertarik untuk membeli produk kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya, silakan lakukan survei kepada konsumen kalian saat ini. Jangan lupa miliki alamat email mereka dulu. Dalam survei tersebut, ada beberapa pertanyaan yang wajib dicantumkan agar dapat memahami konsumen semaksimal mungkin, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Apa yang membuat Anda tertarik dengan produk kami?<\/strong><\/li><li><strong>Apakah Anda pernah menggunakan produk serupa?<\/strong><\/li><li><strong>Bagaimana pengalaman Anda menggunakannya?<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tentukan Headline yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada beberapa trik menyulap judul yang biasa-biasa saja agar lebih menarik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jelaskan manfaat yang anda tawarkan.<\/strong><\/li><li><strong>Buat pembaca ingin segera melakukan tindakan.<\/strong>&nbsp;<\/li><li><strong>Cantumkan persentase. <\/strong>Misalnya judul ini: \u201c13 Tips Meningkatkan Penjualan Pelembap Wajah Sebesar 40,5%\u201d.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Dukung Headline dengan Kalimat Pendukung yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Headline itu sekedar awalan agar calon konsumen mau membaca ataupun membuka pesan promosi. Baik itu email promosi, artikel blog, maupun <em>copy <\/em>pada <em>landing page<\/em>. Setelah <em>headline<\/em>, tentu harus menyiapkan kalimat pendukung atau pembuka (<em>lead<\/em>) yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara membuat kalimat pendukung yang menarik yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tunjukkan empati.&nbsp;<\/strong><\/li><li><strong>Mulailah dengan fakta.<\/strong>&nbsp;<\/li><li><strong>Buat audiens penasaran.<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tulis Copy yang Berkualitas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meski <em>headline <\/em>dan <em>lead <\/em>merupakan bagian penting dalam teknik <em>copywriting<\/em>, kalian tidak boleh melupakan bagian utama tulisan. Dalam <strong>copywriting<\/strong>, bagian ini disebut <strong>copy<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa rumus yang bisa digunakan untuk menulis <em>copy <\/em>yang berkualitas:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Gunakan kata dan kalimat sederhana dan mudah dipahami. <\/strong><\/li><li><strong>Tulis untuk satu orang saja. <\/strong>Buat tulisan yang terkesan personal dan isinya lebih mengena.&nbsp;<\/li><li><strong>Jelaskan manfaat bagi audiens. <\/strong>Jangan hanya fokus menyebutkan fitur pada teks kalian.<\/li><li><strong>Manfaatkan subheading.<\/strong> Ketika membaca artikel pemasaran atau konten <em>newsletter<\/em>, pembaca tentu berharap teksnya mudah dibaca dengan cepat. Jadi, poin-poin penting di tulisan harus jelas.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Akhiri dengan Persuasi atau Tombol Ajakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Poin penting: di bagian akhir harus ajak audiens untuk melakukan aksi yang kalian inginkan. Contohnya, membeli produk, <em>subscribe <\/em>konten, daftar <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/yuk-kenali-lima-jenis-newsletter\/\">newsletter<\/a><\/em>, atau lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat ajakan tersebut, kalian perlu menggunakan <em>call-to-action<\/em> (CTA). Ini adalah tombol, banner, atau formulir yang berisi perintah bagi audiens.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tertarik Belajar Copywriting, kah?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tenang, belajar <em>copywriting <\/em>itu merupakan proses yang selalu berkembang. Kalian tentunya tidak hanya harus bisa menulis ya namun juga mampu memahami target audiens dan mempelajari produk atau layanan yang perlu kalian promosikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kalian sudah paham betul dengan copywriting? Anyway, meski terdengar sederhana, copywriting ternyata punya peran besar bagi bisnis, loh. Tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya yuk Pengertian Copywriting, Jenisnya, dan Tips Belajar Copywriting Bagi Pemula Pengertian Copywriting Copywriting adalah proses menulis teks persuasif yang sering disebut copy untuk mempromosikan dan menjual produk atau layanan. &#8230; <a title=\"Pengertian Copywriting, Jenisnya, dan Tips Belajar Copywriting Bagi Pemula\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-copywriting\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Copywriting, Jenisnya, dan Tips Belajar Copywriting Bagi Pemula\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4631,4628,283,7,4629,4627,4630],"class_list":["post-13677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-belajar-copywriting","tag-copywriting-adalah","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-copywriting","tag-pengertian-copywriting","tag-tips-belajar-copywriting","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13677"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13701,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13677\/revisions\/13701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}