{"id":13445,"date":"2023-03-17T11:49:00","date_gmt":"2023-03-17T04:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13445"},"modified":"2023-03-15T13:28:18","modified_gmt":"2023-03-15T06:28:18","slug":"cara-cepat-upload-laravel-ke-hosting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-cepat-upload-laravel-ke-hosting\/","title":{"rendered":"Cara Cepat dan Mudah untuk Upload Laravel ke Hosting!"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada yang masih bingung cara upload Laravel ke hosting? Eitss, ada cara cepat sekaligus mudah, loh! Apalagi jika kalian sudah punya file website yang telah kalian buat dengan Laravel, kalian hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang ada di artikel <strong>Cara Cepat dan Mudah untuk Upload Laravel ke Hosting! <\/strong>Check it out!<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk memulai cara hosting Laravel:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Akses ke cPanel hosting<\/li><li>Pastikan hosting kalian mendukung Laravel.<\/li><li>File Laravel<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebenarnya ada dua cara upload Laravel ke hosting: menggabungkan folder \u201cpublik\u201d dengan folder \u201claravel\u201d, memisahkan folder \u201cpublic\u201d dengan folder \u201claravel\u201d. Nah, kali ini kami menggunakan cara yang pertama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Upload Laravel ke Hosting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara hosting Laravel sendiri terdiri dari enam langkah, yakni sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Arahkan Rute ke Folder Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Secara <em>default<\/em>, <a href=\"https:\/\/laravel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laravel <\/a>memang akan mengakses folder root Laravel dan tidak langsung mengakses folder public miliknya. Makanya perlu dibuatkan rute agar saat mengakses domain, akses langsung diarahkan ke file index.php di folder \u201cpublic\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya adalah dengan membuat file index.php di dalam folder root Laravel.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"121\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-1.png\" alt=\"upload laravel ke hosting\" class=\"wp-image-13460\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Lalu diisi dengan script berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>&lt;?php header(\u2018Location: public\/\u2019);<\/p>\n\n\n\n<p>Simpan dan pastikan ketika mengakses domain atau localhost langsung mengarah ke halaman Laravel.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini merupakan salah satu cara yang dapat dipakai. Cara lain untuk hosting Laravel ialah dengan memodifikasi file .htaccess pada root folder Laravel di hosting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Compress Seluruh File Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya adalah mengumpulkan seluruh file Laravel menjadi satu buah file dengan cara di-<em>compress<\/em>. Agar dapat di ekstrak di cPanel, gunakan ekstensi .zip pada file, ya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"304\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-2.png\" alt=\"upload laravel\" class=\"wp-image-13461\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Akses Halaman cPanel Hosting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya adalah melakukan akses ke cPanel. Kalian dapat membuka cPanel dengan mengakses URL: https:\/\/namadomain\/cpanel.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika menggunakan layanan Jetorbit, silakan bisa langsung akses login cPanel melalui member area.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Klik Fitur \u201cFile Manager\u201d<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan kolom pencarian untuk mencari fitur File Manager lalu akses fitur tersebut.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"483\" height=\"187\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-3.png\" alt=\"laravel\" class=\"wp-image-13462\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Upload File Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Arahkan navigasi ke folder root yang ingin digunakan untuk penyimpanan Laravel.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Catatan!<\/strong> Pada contoh kali ini, menggunakan folder utama <strong>public_html<\/strong> sehingga file zip dari lokal diunggah di folder tersebut. Nah, kalian dapat mengunggah file zip ke <strong>public_html<\/strong> atau folder lain yang ingin digunakan untuk mengakses file Laravel.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika file zip sudah terupload, klik kanan file itu dan \u201c<strong>Extract<\/strong>\u201d. Setelah itu susunan file dan folder akan sesuai dengan yang di atas.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1160\" height=\"549\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-4-1160x549.png\" alt=\"upload file laravel\" class=\"wp-image-13463\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-4-1160x549.png 1160w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-4-800x379.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Upload-Laravel-ke-Hosting-4.png 1366w\" sizes=\"auto, (max-width: 1160px) 100vw, 1160px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Tes Hasil Upload File Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Okay, langkah terakhir dalam cara hosting Laravel adalah menguji hasil <em>upload<\/em>. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengakses domain atau subdomain yang digunakan untuk menyimpan file Laravel.<\/p>\n\n\n\n<p>Yeayy! Akhirnya kalian berhasil mengunggah file Laravel ke hosting!<\/p>\n\n\n\n<p>Mudah kan cara hosting Laravel? Jadi demikianlah artikel mengenai cara upload Laravel ke hosting. Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang masih bingung cara upload Laravel ke hosting? Eitss, ada cara cepat sekaligus mudah, loh! Apalagi jika kalian sudah punya file website yang telah kalian buat dengan Laravel, kalian hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang ada di artikel Cara Cepat dan Mudah untuk Upload Laravel ke Hosting! Check it out! Sebelumnya, ada beberapa hal yang &#8230; <a title=\"Cara Cepat dan Mudah untuk Upload Laravel ke Hosting!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-cepat-upload-laravel-ke-hosting\/\" aria-label=\"Read more about Cara Cepat dan Mudah untuk Upload Laravel ke Hosting!\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13494,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,4488,4489],"class_list":["post-13445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-upload-laravel","tag-upload-laravel-ke-hosting","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13445"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13495,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13445\/revisions\/13495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}