{"id":13342,"date":"2023-03-02T10:12:00","date_gmt":"2023-03-02T03:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13342"},"modified":"2023-03-02T09:31:03","modified_gmt":"2023-03-02T02:31:03","slug":"apa-itu-fup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-fup\/","title":{"rendered":"Apa Itu FUP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian pernahkah saat berlangganan internet unlimited namun saat pemakaian tertentu tetiba akses internet terasa lemot? Nah, bisa jadi itu bukan masalah jaringan atau <em>bandwidth <\/em>melainkan karena <em>Fair Usage Policy<\/em> (FUP). Tak usah lama-lama, simak sampai kelar yuk <strong>Apa Itu FUP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini.!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu FUP?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Bisa jadi kalian pernah merasa jengkel dengan label <em>unlimited <\/em>namun tetap ada batasannya. Mungkin juga ketika mengakses internet tetiba lemot lalu kalian justru mengutuk <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/internet-service-provider-pengertian-fungsi-dan-cara-kerja\/\">internet service provider<\/a><\/em> (ISP).<\/p>\n\n\n\n<p>Hmmm, hanya kurang jeli saja sih dalam membaca syarat dan ketentuan yang berlaku dalam paket internet <em>unlimited <\/em>tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, setiap paket unlimited yang dijual oleh ISP hampir pasti memiliki FUP.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>FUP adalah batas penggunaan normal dalam pemakaian internet. Biasanya informasi mengenai FUP ini tertera pada syarat dan ketentuan paket internet. Jadi, ketika telah menyetujui untuk membeli layanan internet tersebut maka akses internet yang kalian gunakan juga \u201ctunduk\u201d terhadap peraturan FUP tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila penggunaan internet kalian telah mencapai FUP yang ditentukan maka secara otomatis kecepatan akses internet akan diturunkan. Maka, kalian jangan salahkan <em>provider <\/em>jika tetiba internet lemot. Bisa saja itu karena batas FUP kalian melewati batas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tujuan Diberlakukan FUP&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>FUP adalah kebijakan yang digunakan secara internasional oleh penyedia broadband dari semua jenis internet seluler dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap pelanggan menggunakan data seluler secukupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika pelanggan menggunakan data seluler dalam jumlah besar, pengguna lain di jaringan yang sama dapat terpengaruh secara negatif. Untuk mencegah beberapa konsumsi data massal tersebut memakan <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-bandwidth\/\">bandwidth <\/a><\/em>pengguna lain, penyedia akan membatasi kecepatan data sebagian konsumen tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan FUP sering dirasa menyebalkan padahal alasan di balik tindakan tersebut demi kebaikan bersama pengguna layanan. <em>Provider <\/em>menerapkan FUP untuk memastikan bahwa setiap orang dapat memiliki pengalaman terbaik menggunakan layanan internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyedia dapat memantau penggunaan internet dan jika ada yang melampaui batas penggunaan wajar, mereka dapat membatasi kecepatan jaringan hingga bulan berikutnya atau akhir siklus penagihan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan FUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika kalian menggunakan data yang berlebihan, tentu akan membuat akses data oleh pengguna lain terganggu. Dengan diterapkannya FUP maka antarpengguna tidak menggunakan data di atas batas normal penggunaan. Jadi, kelebihan dari penerapan FUP adalah untuk saling menjaga kelancaran akses data internet sesama pengguna layanan yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi <em>provider, <\/em>tentu penerapan FUP ini adalah hal yang menguntungkan. Bukan dari sisi keuntungan dalam arti finansial, ya. Keuntungan di sini maksudnya adalah lebih mengarah pada nama baik <em>provider <\/em>itu sendiri. Dengan penerapan FUP, tentu akan menghindarkan pengguna dari koneksi yang bermasalah atau <em>trouble <\/em>akibat ulah pengguna lain sehingga tidak terjadi komplain berarti yang ditujukan kepada <em>provider<\/em>.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan FUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dari sisi penyedia layanan, mungkin menerapkan FUP menjadi salah satu cara pertahanan yang baik untuk menghindari <em>trouble <\/em>yang akan dialami pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, FUP ini kadang justru membuat pelanggan mengeluh, terutama bagi mereka yang tidak tahu mengenai FUP atau pelanggan yang baru pertama kali mencoba paket <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/hal-hal-tentang-unlimited-hosting\/\">unlimited<\/a><\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pada dasarnya ini bukanlah sebuah kekurangan melainkan mitigasi yang diterapkan untuk tetap menjaga aksesibilitas bagi para <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada baiknya adalah melakukan edukasi danmemberikan&nbsp; informasi mengenai FUP pada pembelian paket <em>unlimited <\/em>oleh pelanggan. Tentunya dengan memahami dan membaca ketentuan FUP suatu layanan, kalian bisa memaklumi dan tunduk atas apa yang terjadi dengan akses internet yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini benang merahnya adalah asumsi kelebihan serta kekurangan dari FUP terbilang relatif. Artinya, dari sudut pandang pelanggan mungkin menganggapnya sebagai kekurangan. Namun, pada dasarnya <em>provider <\/em>menerapkan FUP adalah untuk kepentingan pelanggan juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, solusi terbaik bagi pengguna ialah mungkin bisa dengan menggunakan kuota dengan sewajarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengenal Lebih Dalam tentang FUP<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Selanjutnya simak yuk beberapa contoh dari penerapan FUP dan macam-macam kuota FUP yang biasa diterapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh FUP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian pernah kah membeli paket <em>unlimited<\/em>? Jika sudah pernah maka tak asing lagi dengan penurunan kecepatan akses saat telah melebihi batas normal. Contoh FUP ini misalnya kalian sedang menikmati paket <em>unlimited <\/em>dengan durasi langganan satu bulan. Kecepatan internet yang diberikan up to 2 Mbps. Dari sisi penyedia, mereka telah menerapkan FUP untuk paket tersebut, misalkan 80 GB.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat masuk hari ke 15, sebagai pengguna paket <em>unlimited <\/em>tadi telah mencapai penggunaan data internet sebesar 80 GB maka secara otomatis kecepatan internet yang semula up to 2 Mbps berubah menjadi 800 Kbps. Nah, kecepatan tersebut tidak akan kembali ke 2 Mbps lagi hingga kalian memperpanjang paket internet pada bulan selanjutnya alias pada penagihan selanjutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, hal itulah yang terkadang menjadi <em>misunderstanding <\/em>dari sisi pengguna. Terkadang mereka mengira bahwa terjadi masalah pada jaringan internet yang mereka gunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, contoh FUP lainnya misalkan pada awal berlangganan paket internet, kalian dapat memutar video youtube dengan resolusi 1080p. Namun, ketika telah melewati FUP maka akan kesulitan untuk menonton video youtube dengan resolusi tersebut.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kuota FUP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebenarnya kuota FUP itu berbeda-beda pada setiap penyedia layanan internet. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak penyedia layanan internet, baik yang menyediakan layanan paket data internet mobile hingga paket internet wifi. Beberapa kuota FUP yang biasa digunakan penyedia internet di Indonesia adalah sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Provider <\/em>paling populer sebagai penyedia layanan wifi yaitu <a href=\"https:\/\/indihome.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Indihome<\/a>. Menawarkan FUP bulanan dengan penurunan akses internet 50-75% pada FUP pertama dan 40% pada FUP kedua dari kecepatan normal<\/li><li><a href=\"https:\/\/indosatooredoo.com\/portal\/id\/indexpersonal\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Indosat<\/a>. Pada paket <em>unlimited<\/em>-nya menawarkan FUP jangka waktu bulanan dan harian. Di mana setelah melewati FUP maka kecepatan akses internet dibatasi hanya sekitar 512 Kbps<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.telkomsel.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Telkomsel <\/a>dengan paket <em>unlimited<\/em>-nya juga menggunakan kecepatan rata-rata internet menjadi 128 Kbps<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Yuk Pahami FUP Agar Tidak Salah Paham ke Provider<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Biasanya sih informasi mengenai FUP ini tertera pada syarat dan ketentuan paket internet. Jadi, ketika kalian telah menyetujuinya dengan membeli layanan internet tersebut maka akses internet yang digunakan juga tunduk terhadap peraturan FUP tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian pernahkah saat berlangganan internet unlimited namun saat pemakaian tertentu tetiba akses internet terasa lemot? Nah, bisa jadi itu bukan masalah jaringan atau bandwidth melainkan karena Fair Usage Policy (FUP). Tak usah lama-lama, simak sampai kelar yuk Apa Itu FUP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini.! Apa Itu FUP? Bisa jadi kalian pernah merasa jengkel dengan &#8230; <a title=\"Apa Itu FUP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-fup\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu FUP? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4385,4392,283,4394,7,4387,4386,4390,4389,4393,4391,4388],"class_list":["post-13342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-fup","tag-contoh-fup","tag-domain-murah","tag-fair-usage-policy","tag-hosting-murah","tag-internet-service-provider","tag-isp","tag-kekurangan-fup","tag-kelebihan-fup","tag-kuota-fup","tag-mengenal-fup","tag-tujuan-fup","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13342"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13367,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13342\/revisions\/13367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}