{"id":13235,"date":"2023-02-15T03:08:00","date_gmt":"2023-02-14T20:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13235"},"modified":"2023-02-08T10:16:23","modified_gmt":"2023-02-08T03:16:23","slug":"experiential-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/experiential-marketing\/","title":{"rendered":"Yuk Kenali Experiential Marketing untuk Kesuksesan Bisnis Anda.!"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah dengar istilah <em>experiential marketing<\/em>? Wih, istilah baru kah? Terdengar keren di telinga! Bukan istilah baru, sih. Bisa jadi kalian memang belum banyak belajar terkait dunia <em>marketing<\/em>. Don\u2019t worry. Kali ini kami akan menyampaikan bahasan tentang <em>experiential marketing<\/em>. Tak usah lama-lama ya, langsung simak yuk <strong>Yuk Kenali experiential Marketing untuk Kesuksesan Bisnis Anda.!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Experiential Marketing?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Experiential marketing <\/em>adalah strategi pemasaran menciptakan pengalaman khas <em>brand <\/em>kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi ini dikenal juga dengan <em>engagement marketing<\/em> atau <em>ground marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Experiential marketing<\/em> biasanya dirancang untuk mendorong audiens terlibat dan berpartisipasi dalam suatu acara.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara yang diselenggarakan dapat berupa kegiatan keluarga yang menyenangkan hingga permainan unik untuk menarik minat pada produk atau layanan bisnis<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin menyenangkan dan menarik suatu tampilan atau acara maka semakin besar pula kemungkinan orang ingin mengenal dan menggunakan produk atau layanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Menerapkan Experiential Marketing&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini tips menerapkan Experiential Marketing pada bisnis kalian:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Menentukan Tujuan yang Jelas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Para pemilik bisnis memiliki berbagai tujuan dalam menerapkan <em>experiential marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sebelum memulai menerapkan <em>experiential marketing <\/em>perlu diadakan penentuan tujuan yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sudah memiliki tujuan yang jelas maka tentu akan lebih mudah untuk fokus terhadap konsep dan memahami apa yang ingin dicapai pada <em>experiential marketing <\/em>yang akan dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh tujuan <em>experiential marketing<\/em>, yaitu meningkatkan <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-brand-awareness-dan-cara-meningkatkannya\/\">brand awareness<\/a><\/em>, memperluas jangkauan perusahaan, memperjelas citra merek, mendapatkan <em>leads<\/em>, mempromosikan produk baru, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Otentik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Experiential marketing<\/em> pada dasarnya membangun koneksi personal dengan para target bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi pemasaran ini haruslah otentik alias mencerminkan identitas produk atau layanan bisnis kalian. Silakan fokus pada apa yang membuat <em>brand <\/em>bisnis kalian yang unik.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, tonjolkan juga keunggulan <em>brand <\/em>kalian dibandingkan dengan kompetitor agar audiens lebih tertarik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Menceritakan sesuatu yang menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah kalian sudah tahu bahwa penerapan <em>experiential marketing<\/em> selalu identik dengan penggunaan teknik <em>storytelling <\/em>untuk bisnis?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya, memang perlu berkreasi dengan cerita yang <em>powerfull <\/em>namun tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis. Silakan memulai dengan membuat garis besar anggaran, waktu, lokasi, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin personal dan relevan <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-data-storytelling-dan-mengapa-penting\/\">storytelling <\/a><\/em>yang dibuat, maka semakin besar pula kemungkinan <em>experiential marketing<\/em> sukses.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Follow up konsumen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Experiential marketing<\/em> biasanya memang diadakan pada waktu yang terbatas. Namun, setelah acara sudah selesai, bukan berarti pelaksanaan <em>experiential marketing<\/em> juga akan selesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Justru strategi ini harus berjalan terus sebab harus menjaga momentum dengan tetap terhubung dengan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, harus rajin melakukan <em>follow up<\/em> ke konsumen, ya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan email yang dikirimkan secara personal kepada konsumen hingga menghubungi lewat media sosial setelah acara selesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, jangan lupa untuk menyinggung kembali cerita atau pesan-pesan yang telah disampaikan sebelumnya, ya. Dengan begitu, <em>brand <\/em>kalian akan tetap berkesan bagi konsumen meski acara sudah lama selesai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>Meminta Feedback dari konsumen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meminta <em>feedback <\/em>dari konsumen merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan setelah melakukan <em>follow up<\/em> sebab kalian tidak akan setiap hari berhubungan dengan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian dapat meminta <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-feedback-dan-cara-menyampaikan-feedback\/\">feedback <\/a><\/em>terkait bagaimana konsumen melihat <em>brand <\/em>bisnis kalian, apa saja yang konsumen sukai dari <em>experiential marketing<\/em> yang telah dilakukan sebelumnya, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Silakan kalian cari tahu apa saja yang perlu diubah pada <em>brand <\/em>bisnis kalian sehingga konsumen akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik lagi ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan kalian dapat memberikan penawaran yang terbaik sehingga konsumen akan merasa bahwa bisnis kalian memang peduli pada kepuasan mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. <strong>Mengukur keberhasilan dan melakukan perbaikan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FYI, mengukur keberhasilan <em>experiential marketing<\/em> dapat membantu kalian mengetahui apakah strategi yang dijalankan sudah sukses atau gagal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengukuran ini dapat membantu untuk mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan, apa yang perlu diperbaiki maupun merencanakan strategi <em>experiential marketing <\/em>selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Metrik pengukurannya tentu berbeda-beda, tergantung pada tujuan strategi pemasaran yang ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa elemen umum yang dapat dilacak untuk pengukuran keberhasilan <em>experiential marketing<\/em>, yaitu jumlah unduhan, <em>traffic <\/em>situs web, jumlah postingan sosial media atau foto yang ditandai atau disebut pada <em>brand <\/em>bisnis, persentase peningkatan penyebutan berita dari tahun ke tahun, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Experiential Marketing<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini contoh penerapan <em>experiential marketing <\/em>oleh perusahaan- perusahan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Product Showcases&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Strategi ini bukan hanya sekedar memamerkan produk bisnis saja, loh.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan <em>display <\/em>produk pada toko atau situs online, <em>event <\/em>ini bekerja secara efektif untuk menghadirkan pengalaman pelanggan dengan cara yang kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Product showcase<\/em> dapat membantu untuk memahamkan konsumen mengenai <em>brand <\/em>bisnis dengan jauh lebih baik daripada iklan biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian dapat melihat contoh <em>experiential marketing<\/em> ini pada toko <em>smartphone <\/em>resmi, seperti <a href=\"https:\/\/www.apple.com\/sg\/store\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apple store<\/a> atau Mi Store.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Seminar \/ Kelas \/ Workshop<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bentuk<em> experiential marketing<\/em> satu ini cukup umum terutama pada kalangan B2B.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara seperti ini cocok jika diselenggarakan secara tatap muka namun saat ini para pemilik bisnis mulai mengoptimalkan teknologi <em>teleconference <\/em>untuk menjangkau audiens lebih luas kapanpun dan di manapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyelenggaraan seminar\/kelas\/<em>workshop<\/em> tak hanya membangun koneksi namun sekaligus mengedukasi konsumen secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Single-Person Event<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Digital marketing<\/em> tidak selalu langsung mempengaruhi banyak orang dalam satu waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberian pengalaman unik pada satu orang dalam satu waktu juga dapat bekerja secara efektif. Eitss, dengan catatan pengalaman yang akan diciptakan harus benar-benar unik sehingga memberikan kesan yang cukup mendalam dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh<em> single-person event <\/em>yang dapat kita jumpai adalah <em>event <\/em>bisnis dari Coca-cola yang dirancang untuk promosi film SkyFall.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep <em>single-person event <\/em>ini dengan memberikan tantangan pada seseorang untuk menjadi James Bond.<\/p>\n\n\n\n<p>Coca-cola menantang pembeli mereka untuk menuju <em>vending machine<\/em> dengan banyak rintangan khas James Bond, orang yang berhasil melakukannya dalam waktu yang singkat akan mendapatkan tiket nonton film James Bond Skyfall secara gratis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Direct Mail<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Online marketing<\/em> pada bisnis tidak terbatas pada suatu penyelenggaraan <em>event <\/em>saja, loh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini dapat dicapai pula dengan konsep kreatif melalui <em>direct mail<\/em>. Biasanya pemilik bisnis yang melakukan ini akan memberikan sebuah kiriman dengan pesan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>User Generated Content<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>User Generated Content <\/em>(UGC) adalah konten yang dibuat oleh pengguna (<em>user<\/em>) dari <em>brand <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari gambar, video, testimoni, dan sebagainya. Bentuk <em>experiential marketing<\/em> ini mengajak konsumen untuk terlibat secara langsung dalam pemasaran produk atau layanan bisnis kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengalaman Imersif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengalaman imersif dapat dilakukan oleh konsumen dengan merasakan produk atau layanan melalui teknologi yang membuat produk dari dunia maya seolah-olah menjadi nyata.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Experiential marketing<\/em> ini sangat jarang diterapkan sebab dalam pelaksanaannya butuh teknologi yang cukup canggih, seperti <em>Virtual Reality<\/em> (VR), <em>Augmented Reality <\/em>(AR) dan <em>Mixed reality<\/em> (MR) sehingga perlu anggaran yang cukup besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Gimana, sudah ada gambaran kah terkait <em>experiential marketing<\/em>? Nah, perusahaan kalian sendiri nih, apakah sudah menerapkan <em>experiential marketing<\/em> juga? Jika sudah, sharing yuk di kolom komentar agar kawan-kawan Orbiters bisa belajar juga. Kami tunggu ya cerita pengalaman seru kalian \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dengar istilah experiential marketing? Wih, istilah baru kah? Terdengar keren di telinga! Bukan istilah baru, sih. Bisa jadi kalian memang belum banyak belajar terkait dunia marketing. Don\u2019t worry. Kali ini kami akan menyampaikan bahasan tentang experiential marketing. Tak usah lama-lama ya, langsung simak yuk Yuk Kenali experiential Marketing untuk Kesuksesan Bisnis Anda.! Apa Itu &#8230; <a title=\"Yuk Kenali Experiential Marketing untuk Kesuksesan Bisnis Anda.!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/experiential-marketing\/\" aria-label=\"Read more about Yuk Kenali Experiential Marketing untuk Kesuksesan Bisnis Anda.!\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13247,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1534,283,4349,1529,1532,4350,7,4351],"class_list":["post-13235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-contoh-experiential-marketing","tag-domain-murah","tag-engagement-marketing","tag-experiential-marketing","tag-experiential-marketing-adalah","tag-ground-marketing","tag-hosting-murah","tag-tips-experiential-marketing","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13236,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13235\/revisions\/13236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}