{"id":13155,"date":"2023-02-07T11:50:00","date_gmt":"2023-02-07T04:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13155"},"modified":"2023-02-01T13:34:38","modified_gmt":"2023-02-01T06:34:38","slug":"penjelasan-cloud-hosting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/penjelasan-cloud-hosting\/","title":{"rendered":"Apa Itu Cloud Hosting, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi sebagian orang, bisa jadi istilah cloud hosting kurang begitu familiar. Wajar sih mengingat tidak banyaknya pengetahuan serta akses informasi yang mereka terima seputar inovasi layanan hosting yang berbasis cluster ini. Kalian penasaran, kah? Tak usah berlama-lama, simak sampai tuntas yuk <strong>Apa Itu Cloud Hosting, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Cloud Hosting?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cloud hosting adalah jenis web hosting yang menggunakan beberapa server untuk menjalankan website. Sehingga, beban server menjadi lebih seimbang dan jam kerja server jadi lebih stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain,<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-hosting\/\"> cloud hosting<\/a> menggunakan teknologi \u201ccluster\u201d yang dapat menggabungkan beberapa sumber daya server secara terpusat.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin banyak server yang tergabung di dalam satu cluster maka semakin besar sumber daya server yang bisa digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Cloud Hosting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara kerja cloud hosting berpusat pada teknologi cluster.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi cluster memungkinkan website tetap berjalan meski salah satu cloud server bermasalah. Saat salah satu server bermasalah, server lain akan menjaga website tetap berjalan. Hal ini membuat tingkat <em>uptime<\/em>-nya cenderung tinggi karena server saling mem-<em>backup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>resource <\/em>di cloud hosting tidak dipengaruhi atau tidak dibagi dengan pengguna lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, keunggulan cloud hosting adalah <em>uptime <\/em>yang tinggi, fleksibilitas, kemudahan proses <em>scaling<\/em>, serta <em>private resource.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tak heran jika cloud hosting sering disebut shared hosting rasa <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-vps\/\">VPS<\/a>. Karena proses pengelolaannya mudah seperti shared hosting tapi kualitas dan <em>resource <\/em>setara dengan VPS.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Cloud Hosting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini berbagai fungsi dan keuntungan menggunakan cloud hosting untuk website. Berikut di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mengontrol Performa Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fungsi pertama cloud hosting adalah dapat mengontrol atau menjaga performa website kalian dengan baik. Ada beberapa fitur di dalamnya yang akan memberikan keuntungan bagi <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, keamanannya juga terbilang sangat baik. Layanan satu ini akan memberikan perlindungan dari pencurian data, membatasi kontrol akses, kerahasiaan data, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kapasitas Penampungan Besar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian tidak perlu khawatir mendapatkan trafik yang berlebihan yang dapat membuat website <em>down <\/em>dan kehilangan pengunjung. Teknologi cluster memungkinkan website untuk menampung lonjakan pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, website kalian bisa diakses ribuan bahkan jutaan orang secara bersamaan. Ketika ada salah satu server yang <em>overload <\/em>maka beban akan dibagi dengan server lain. Metode pembagian ini dikenal dengan sistem <em>back-up resource<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ini, kalian bisa lebih fokus untuk mengembangkan website kalian dan mendapat pengunjung lebih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Mudah Mengelolanya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi kalian yang menggunakan cloud hosting, akan mudah dalam mengatur atau mengelolanya. Untuk mengaturnya, sudah tersedia pengaturan khusus sehingga tidak akan membingungkan kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pernah menggunakan layanan shared hosting, besar kemungkinan kalian tidak akan mengalami kendala karena pilihan pengaturannya hampir sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, ketika ingin mengatur beberapa bagian teknis tetap menggunakan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-mengatasi-your-ip-address-has-changed-di-cpanel\/\"> cPanel<\/a> atau control panel, ya. Lalu, salah satu fitur yang ada dalam cloud hosting adalah WordPress Management untuk mengkonfigurasi update otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kedua hal tersebut, terdapat juga fitur <strong>preview web <\/strong>yang berguna untuk melihat apakah website tersebut sudah siap ter-<em>publish<\/em> atau belum. Dengan begitu, kalian dapat menggunakan dan menikmati layanan tersebut dengan bebas dan sesuai keinginan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan dan Kekurangan dari Cloud Hosting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Layanan cloud hosting memiliki banyak kelebihan dan kekurangan yang bisa dirasakan pengguna. Banyak situs web, terutama toko online, dengan lalu lintas yang menggunakan cloud hosting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Cloud Hosting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa kelebihan dari cloud hosting:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Uptime yang lebih stabil<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Cloud hosting menggunakan sumber daya dari beberapa server cloud yang terletak di cluster cloud. Alhasil, website yang menggunakan cloud hosting tidak akan mengalami <em>overload <\/em>atau <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-uptime-dan-downtime-pada-hosting\/\">downtime<\/a><\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika salah satu server di cluster cloud <em>down<\/em>, server lain segera menjadi sumber daya cadangan untuk memenuhi permintaan. Jadi situs web kalian harus dapat berfungsi dengan baik tanpa masalah jika kalian menggunakan cloud hosting.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Loading time yang lebih cepat<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Di cloud hosting, ada fitur yang disebut <em>load balancing<\/em>. Dengan <em>load balancing<\/em>, beban sumber daya yang dibutuhkan didistribusikan secara merata di berbagai server di cluster cloud. Ini memungkinkan situs web, aplikasi, dan <em>software <\/em>berbasis cloud memiliki waktu muat yang lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mendistribusikan beban <em>resource <\/em>yang dibutuhkan secara merata, <em>load balancing<\/em> ini juga dapat mengurangi beban setiap server di cloud cluster dengan mendistribusikannya secara merata. Dengan demikian, waktu <em>loading <\/em>juga akan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Pemulihan data lebih mudah<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Setiap jenis penyimpanan data yang ada selalu membawa risiko kehilangan data, terutama jika kalian menyimpan data kalian di server fisik atau komputer.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika data yang tersimpan di server fisik atau komputer hilang, data tersebut akan sangat sulit untuk dipulihkan bahkan tidak mungkin untuk dipulihkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan layanan cloud hosting, proses pemulihan data akan lebih mudah. Sebagian besar penyedia cloud hosting melindungi data setiap pengguna dengan menyimpan dan mencadangkan data di lokasi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, data yang kalian simpan tidak akan hilang sepenuhnya karena ada banyak cadangan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Biaya yang lebih fleksibel<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Secara umum, cloud hosting relatif lebih mahal dibandingkan shared hosting atau layanan hosting tradisional lainnya. Namun, jika melihat fitur dan kelebihan cloud hosting, harga yang harus dibayar relatif murah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sudah banyak penyedia cloud hosting dengan sistem <em>pay-as-you-go<\/em>. Hal ini artinya bahwa kalian hanya membayar jumlah total sumber daya yang dibutuhkan untuk sebulan. Jadi, kalian punya kendali penuh atas berapa banyak yang akan kalian bayarkan untuk bulan itu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Skalabilitas yang mudah<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kelebihan lain adalah skalabilitas yang mudah. Ketika situs web kalian tetiba mengalami lonjakan lalu lintas yang tetiba, kalian dapat secara otomatis meningkatkan kapasitas server cloud situs web kalian. Hal ini artinya kalian tidak perlu membeli server fisik dengan lebih banyak sumber daya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, situs web kalian dilengkapi dengan banyak server virtual yang siap memenuhi permintaan trafik yang terus meningkat. Tentunya juga dapat mengurangi risiko situs kalian mengalami <em>downtime <\/em>dan <em>offline <\/em>karena permintaan trafik yang berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat lalu lintas kembali normal, kalian juga dapat menambah atau mengurangi kapasitas sumber daya seperti sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan Cloud Hosting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa kekurangan dari cloud hosting:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Kecepatan dari server bergantung pada kecepatan internet<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Karena kecepatan dari server cloud ini hanya dapat diakses melalui internet maka kecepatan dari server ini juga tentunya tergantung dari kecepatan internet yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Sangat rentan terhadap cyber attack<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Meski layanan hosting ini punya berbagai keuntungan bagi pengguna tetapi juga punya beberapa kekuragan, termasuk rentan terhadap <em>cyber attack<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikarenakan kalian dapat mengakses hampir semua file situs web melalui internet dengan cloud hosting, tentu saja risiko<em> cyber attack<\/em> dapat meningkat ketika koneksi tidak aman.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Harga bisa aja lebih mahal<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Seperti yang disebutkan sebelumnya, terkait harga cloud hosting, sebagian besar penyedia cloud menggunakan sistem <em>pay-as-you-go<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, jika kalian tidak berhati-hati dengan manajemen sumber daya server, biaya hosting bisa lebih tinggi atau mahal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Website yang Cocok Menggunakan Cloud Hosting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jenis website yang biasanya menggunakan cloud hosting adalah toko online, situs berita, mesin pencari atau agregator, media sosial, dan proyek dengan <em>traffic <\/em>tinggi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, cloud hosting sangat sesuai untuk website apapun yang butuh banyak daya pemrosesan, <em>bandwidth<\/em>, dan ruang <em>disk <\/em>untuk mengakomodasi ramainya pengunjung serta jumlah file dan data yang disimpannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Arsitektur cloud hosting membantu kalian mengantisipasi peningkatan <em>traffic <\/em>website, yang biasanya terjadi saat ada diskon besar atau ketika postingan kalian viral. Fitur<em> load balancing <\/em>akan memastikan <em>traffic <\/em>tidak terlalu membebani <em>resource <\/em>virtual server.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, beberapa jenis website ini mungkin butuh keamanan yang lebih ketat untuk menangani data sensitif, seperti informasi pelanggan dan detail pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus seperti ini, private cloud mungkin akan lebih baik daripada public cloud. Private cloud biasanya dilengkapi dengan infrastruktur cloud khusus, yang dihosting di jaringan pribadi untuk mencegah akses oleh pihak yang tidak berwenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, karena alasan inilah harga cloud hosting biasanya dibanderol lebih mahal daripada shared web hosting atau VPS, yang memang lebih cocok untuk membuat website sederhana hingga skala medium.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menggunakan Layanan Cloud Hosting?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Layanan cloud hosting ini pun dapat kalian gunakan di kondisi berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Traffic <\/em>website tinggi<\/li><li>Membutuhkan kecepatan tinggi<\/li><li>Harus online selama 24 jam<\/li><li>Membutuhkan sumber daya yang terakreditasi<\/li><li>Website memiliki banyak konten visual<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Layanan Cloud Hosting Terbaik di Jetorbit!<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>FYI, kalian tak perlu bingung mencari <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/cloud-hosting\/\">layanan cloud hosting<\/a> karena kalian bisa mendapatkannya di layanan Jetorbit hosting!<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, Jetorbit adalah provider web hosting super aman yang menawarkan layanan cloud hosting dengan harga terjangkau.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi sebagian orang, bisa jadi istilah cloud hosting kurang begitu familiar. Wajar sih mengingat tidak banyaknya pengetahuan serta akses informasi yang mereka terima seputar inovasi layanan hosting yang berbasis cluster ini. Kalian penasaran, kah? Tak usah berlama-lama, simak sampai tuntas yuk Apa Itu Cloud Hosting, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya Apa Itu Cloud Hosting? Cloud &#8230; <a title=\"Apa Itu Cloud Hosting, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/penjelasan-cloud-hosting\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Cloud Hosting, Cara Kerja, Fungsi, dan Kelebihannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4320,4321,163,497,283,4322,7,4324,4323,4325],"class_list":["post-13155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-cloud-hosting","tag-cara-kerja-cloud-hosting","tag-cloud-hosting","tag-cloud-hosting-adalah","tag-domain-murah","tag-fungsi-cloud-hosting","tag-hosting-murah","tag-kekurangan-cloud-hosting","tag-kelebihan-cloud-hosting","tag-traffic-tinggi","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13159,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13155\/revisions\/13159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}