{"id":13090,"date":"2023-01-28T02:12:00","date_gmt":"2023-01-27T19:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=13090"},"modified":"2023-01-30T11:28:26","modified_gmt":"2023-01-30T04:28:26","slug":"penyebab-kebanyakan-bisnis-dropship-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/penyebab-kebanyakan-bisnis-dropship-gagal\/","title":{"rendered":"7+ Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship Gagal"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kalian berminat untuk berbisnis <em>dropship<\/em>? Bukti peluang bisnis <em>dropship <\/em>yang oke bisa dilihat dari banyaknya <em>supplier dropship<\/em> yang masih berjaya. Nah, agar kalian sukses menjadi <em>dropshipper<\/em>, penting untuk belajar dari pelaku <em>dropshipper <\/em>yang gagal. Agar tidak melakukan kesalahan yang sama saat menggeluti dunia <em>dropship<\/em>. Tak usah lama-lama, simak yuk <strong>7+ Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship Gagal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship Gagal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini alasan kenapa kebanyakan bisnis <em>dropship <\/em>gagal:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1.&nbsp; Salah Mindset Terkait Dropshipping<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan utama orang-orang memulai bisnis <em>dropship <\/em>biasanya adalah menghasilkan uang secepat mungkin dengan usaha seminimal mungkin.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mindset tersebut tak benar.! <em>Dropshipper <\/em>merupakan bisnis yang tetap membutuhkan usaha. Terlihat lebih <em>simple<\/em> karena tidak perlu terlalu fokus <em>branding <\/em>setiap produk. Justru karena tidak perlu mengembangkan produk dan <em>branding <\/em>dari nol, usaha tersebut dialihkan ke mencari pelanggan alias sisi <em>marketing<\/em>-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian&nbsp; perlu mengeluarkan uang\/modal untuk memastikan lebih banyak orang yang mengenal bisnis kalian. Dari sinilah peluang untuk mendapatkan pemasukan juga lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu caranya, melalui <em>testing <\/em>Facebook Ads. Nah, sebelum mengeluarkan uang banyak untuk beriklan di Facebook, pastikan melakukan pengujian dulu, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utamanya untuk mengumpulkan data dan mencari tahu cara promosi yang paling tepat. Sehingga, bisa mengenali calon pelanggan lebih baik untuk menentukan strategi <em>marketing <\/em>yang paling relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Asal Memilih Niche<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-menentukan-niche-market-yang-tepat-untuk-bisnis\/\"><em>Niche market<\/em> <\/a>adalah target pasar khusus yang membutuhkan produk spesifik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memilih <em>niche <\/em>yang tepat bisa membantu bisnis memenangkan persaingan. Saat memilih <em>niche <\/em>yang salah, bisa jadi membuat usaha kalian tutup lebih cepat. Sebabnya adalah <em>niche <\/em>secara langsung menentukan apakah produk kalian terjual atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dengan <em>niche <\/em>yang tepat strategi <em>marketing <\/em>jadi lebih jelas sebab fokus menargetkan promosi ke audiens yang spesifik. Jika tidak punya atau asal pilih <em>niche<\/em>, bisnis <em>dropship <\/em>dan promosinya jadi sulit sebab audiens yang diincar terlalu beragam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaiknya hindari hal-hal berikut agar tidak salah pilih <em>niche<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Produk dengan margin keuntungan rendah, <\/strong>yaitu produk yang tidak memberikan banyak laba (<em>markup<\/em> harga kurang dari 20%). Bisa karena adanya pajak, biaya pengiriman, dan sebagainya.&nbsp;<\/li><li><strong>Produk yang punya regulasi ketat,<\/strong> merupakan produk yang aturan penjualannya ketat sehingga tidak bisa memasarkannya secara bebas.<\/li><li><strong>Produk berhak cipta. <\/strong>Produk ini memiliki elemen yang merupakan merek dagang atau hak cipta dari pihak tertentu.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Supplier Tidak Bisa Diandalkan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FYI, bisnis <em>dropship <\/em>sangat bergantung pada keandalan <em>supplier <\/em>karena <em>supplier <\/em>mampu mempengaruhi kelancaran jalannya bisnis kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, <em>supplier <\/em>tidak <em>update <\/em>stok barang. Padahal <em>dropshipper <\/em>terlanjur mengiyakan orderan <em>customer <\/em>yang jumlahnya melebihi stok <em>supplier<\/em>. Ya <em>customer <\/em>akan kecewa dan kalian lah yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kurangnya <em>support <\/em>dari <em>supplier dropship<\/em> juga berdampak pada bisnis. Contohnya seperti yang dialami salah satu <em>dropshipper <\/em>emas di bawah ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/7-Penyebab-Kebanyakan-Bisnis-Dropship-Gagal-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"619\" height=\"226\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/7-Penyebab-Kebanyakan-Bisnis-Dropship-Gagal-1.png\" alt=\"penyebab bisnis dropship gagal\" class=\"wp-image-13091\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Terlalu Lama Menghabiskan Waktu Otak-Atik Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Biasanya nih, <em>dropshipper <\/em>memiliki website bisnis sebagai etalase toko online-nya. Ya memang tidak salah, sih. Namun, ada juga <em>dropshipper <\/em>yang butuh waktu lama dalam mengolah website dan tokonya justru tidak kunjung jalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal dengan membuat toko online yang sederhana, bisnis <em>dropship <\/em>bisa berjalan dan menghasilkan konversi, loh. Seiring waktu, lakukan pengujian seperti A\/B Testing untuk melihat seperti apa desain yang paling menghasilkan konversi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Terburu-Buru Menjual Banyak Produk<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak <em>dropshipper <\/em>terburu-buru ingin menjual berbagai produk sejak awal bisnis dibuka. Nah, padahal untuk menjual satu produk saja ada banyak hal yang perlu dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, cobalah untuk fokus ke beberapa produk saja. Oia, sebelum berlanjut ke produk-produk berikutnya, silakan pastikan kalian sudah memaksimalkan promosi dan mendapatkan banyak data untuk diolah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Memasang Harga Kemahalan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Calon pelanggan bisa dengan mudah menemukan toko yang menjual produk serupa. Nah, karena barang yang dijual sama, tentu calon pelanggan akan membandingkan harga produk setiap toko, kan.<\/p>\n\n\n\n<p>Calon pelanggan tentu akan memilih toko yang menawarkan produk dengan harga paling terjangkau.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, bukan berarti <em>dropshipper <\/em>tidak boleh memasang harga tinggi dibanding kompetitor. Intinya, silakan kalian pastikan ada nilai lebih yang kalian tawarkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Salah Strategi dalam Memilih Platform Promosi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kelangsungan bisnis <em>dropship <\/em>cukup bergantung pada strategi <em>marketing<\/em>. Makanya, <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/perbedaan-afiliasi-reseller-dan-dropshipper\/\">dropshipper <\/a><\/em>biasanya melakukan promosi di berbagai <em>channel marketing<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika salah memilih <em>platform <\/em>promosi, mau sebanyak apapun yang dilakukan juga sulit ada hasilnya. Akibatnya, keuntungan yang dihasilkan pun tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar tidak salah pilih <em>platform <\/em>promosi, pastikan melakukan hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pastikan calon konsumen sering menggunakan <em>platform <\/em>tempat promosi.&nbsp;<\/strong><\/li><li><strong>Pastikan modal atau usaha untuk melakukan promosi tidak mahal dan rempong. <\/strong>Tujuannya agar promosinya efektif dan terus berkelanjutan.<\/li><li><strong>Lakukan uji coba sebelum mengeluarkan modal lebih besar.<\/strong> Dengan begitu kalian tahu apakah suatu <em>platform <\/em>promosi layak untuk terus digunakan untuk menghasilkan uang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Membuat Keputusan dengan Perasaan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mengambil keputusan berdasarkan perasaan adalah salah satu sumber kegagalan <em>dropshipper<\/em>. Perasaan belum tentu menggambarkan fakta yang terjadi sehingga keputusan yang dibuat akan subjektif dan kurang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat keputusan bisnis yang tepat, kalian harus melihat data, ya. Nah, data inilah bisa diperoleh melalui <a href=\"https:\/\/analytics.google.com\/analytics\/web\/provision\/#\/provision\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Google Analytics<\/a>, Facebook Pixel, atau alat <em>tracking <\/em>lainnya. Alat <em>tracking <\/em>ini bisa dipasang pada Facebook Ads, website, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya kalian tahu bagaimana perilaku target audiens saat berinteraksi dengan <em>channel marketing<\/em> kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Layanan Customer Service yang Buruk<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kesalahan <em>dropshipper <\/em>adalah tidak menyediakan layanan <em>customer service <\/em>yang memuaskan. Makanya para konsumen sering dikecewakan sehingga malas kembali ke toko yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bisnis <em>dropship<\/em>, pengalaman <em>customer service<\/em> yang buruk ditandai dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Dropshipper <\/em>tidak memberikan konfirmasi ke konsumen saat ada orderan yang tertunda<\/li><li><em>Dropshipper <\/em>tidak memberikan kabar ke konsumen ketika produk <em>out of stock<\/em><\/li><li><em>Dropshipper <\/em>lama merespons pertanyaan konsumen<\/li><li><em>Dropshipper <\/em>menolak mendengarkan keluhan konsumen terkait barang yang tidak sesuai orderan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>10. Menjadikan Bisnis Dropship sebagai Penghasilan Utama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah kalian berpikir jika bisnis <em>dropship <\/em>memang bisa menjadi ladang cuan sekaligus juga tidak selalu bisa menjadi pegangan? Yups, pemikiran kalian memang tepat. Alasannya adalah bisnis <em>dropship <\/em>adalah usaha yang sangat bergantung pada pihak ketiga sehingga pemasukannya tidak cukup stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bisnis <em>dropship <\/em>juga cukup bergantung pada <em>supplier<\/em>, terutama terkait ketersediaan produk. Sehingga, jalannya bisnis juga mengikuti stok dari <em>supplier<\/em>. Artinya, kalian tidak bisa menjamin produk yang konsumen butuhkan akan selalu tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa disimpulkan bahwa bisnis <em>dropship <\/em>itu ya terbilang susah juga tidak, terbilang mudah pun tidak. Eitss, kalian tak perlu takut ya untuk memulainya. Kalian bisa menjalankan <em>dropship <\/em>dengan strategi <em>marketing <\/em>yang kuat dengan <em>platform <\/em>yang tepat pula.<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya, pakailah website toko online sebagai sarana yang pas untuk melakukannya. Poin yang tak kalah penting ialah memilih <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">web hosting terbaik<\/a> dan berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Santuy, semua itu ada di Jetorbit! Yuk bangun <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/jasa-website-toko-online\/\">website toko online<\/a> kalian bersama Jetorbit sekarang!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kalian berminat untuk berbisnis dropship? Bukti peluang bisnis dropship yang oke bisa dilihat dari banyaknya supplier dropship yang masih berjaya. Nah, agar kalian sukses menjadi dropshipper, penting untuk belajar dari pelaku dropshipper yang gagal. Agar tidak melakukan kesalahan yang sama saat menggeluti dunia dropship. Tak usah lama-lama, simak yuk 7+ Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship &#8230; <a title=\"7+ Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship Gagal\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/penyebab-kebanyakan-bisnis-dropship-gagal\/\" aria-label=\"Read more about 7+ Penyebab Kebanyakan Bisnis Dropship Gagal\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13143,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1234,4291,283,4290,7],"class_list":["post-13090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-bisnis-dropship","tag-bisnis-dropship-gagal","tag-domain-murah","tag-dropship-gagal","tag-hosting-murah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13090"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13135,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13090\/revisions\/13135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}