{"id":12929,"date":"2023-01-07T03:36:00","date_gmt":"2023-01-06T20:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12929"},"modified":"2023-01-09T15:25:24","modified_gmt":"2023-01-09T08:25:24","slug":"apa-itu-guest-post-dan-panduan-lengkap-guest-post","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-guest-post-dan-panduan-lengkap-guest-post\/","title":{"rendered":"Apa Itu Guest Post dan Panduan Lengkap Guest Post"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah tahu kah bagaimana cara membuat<em> guest post<\/em> yang efektif agar tulisan kita bisa diposting di blog orang lain? Jika belum paham, simak sampai kelar yuk&nbsp;<strong>Apa Itu Guest Post dan Panduan Lengkap Guest Post<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Guest Post?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Guest post<\/em> adalah konten yang ditulis <em>blogger <\/em>untuk dipublikasikan di blog milik orang lain. Dalam dunia marketing, <em>guest blogging<\/em> merupakan strategi untuk hal-hal berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Membangun<em> domain authority<\/em> di niche kalian<\/li><li>Memperluas jaringan audiens dan <em>blogger&nbsp;<\/em><\/li><li>Meningkatkan trafik website<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Guest Post<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manfaat guest post khususnya bagi <em>blogger <\/em>pemula adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Meningkatkan SEO dan Authority Website<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Guest post bisa memaksimalkan SEO website dengan dua cara. Cara yang pertama adalah jumlah <em>backlink<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Backlink <\/em>adalah link yang mengarah ke website atau blog, ditaruh di website atau blog milik orang lain dengan tujuan menaikkan ranking website di halaman hasil mesin pencari (SERP).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ahrefs, jumlah <em>backlink <\/em>website akan berkontribusi pada jumlah <em>traffic <\/em>organik yang diperoleh website. Artinya, semakin banyak <em>backlink<\/em> maka semakin banyak pula jumlah kunjungan website dari hasil pencarian Google.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping <em>backlink<\/em>, fungsi lain guest post adalah untuk memopulerkan <em>brand <\/em>kalian di internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, kalian tidak bisa menulis <em>guest posting <\/em>sebanyak yang kalian mau. Google akan mendeteksi <em>guest post<\/em> yang terlalu banyak sebagai skema manipulasi link. Lakukan secukupnya, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menjangkau Lebih Banyak Target Pembaca<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian bisa mengundang pembaca blog lain ke blog kalian sendiri melalui konten<em> guest post<\/em>. Kalau dilakukan dengan benar, <em>referral traffic <\/em>dan konversi akan ikut meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memperluas target audiens di blog, silakan jalin kerja sama dengan website yang punya target pembaca sama, baik secara minat, kebiasaan, maupun demografi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memperluas Jaringan Bisnis&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Manfaat lain <em>guest post <\/em>adalah memberikan kesempatan bagi kalian untuk menjalin relasi dengan sesama <em>blogger <\/em>dan <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin banyak memberikan ide konten dan menerbitkan artikel di blog lain, kalian semakin dikenal di niche kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, selektiflah dalam memilih website yang akan menjadi <em>partner<\/em>, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hindari blog yang memiliki konten <em>spam <\/em>dan berkualitas rendah untuk menjaga reputasi online kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mempromosikan Produk atau Layanan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah punya website <em>eCommerce <\/em>dan mulai berjualan online, kalian bisa memasarkan produk dan layanan melalui konten <em>guest post<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar blog mengizinkan penulis <em>guest post<\/em> untuk mempromosikan produk atau layanannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa juga kok secara gamblang menyebutkan nama produk atau layanan kalian jika masih relevan dengan topik tulisan dan website <em>partner<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, sebagian besar blog tidak mengizinkan promosi produk dan layanan secara terang-terangan di konten<em> guest post<\/em>. Jadi, jangan sengaja menulis konten jualan, dan baca panduan dari pemilik blog untuk mengetahui apa saja yang diizinkan dan tidak diizinkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menghasilkan Uang dari Konten Blog<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penulis <em>freelance <\/em>dan <em>blogger <\/em>bisa menghasilkan uang dari blog melalui <em>guest post<\/em>. Beberapa pemilik blog memberikan komisi untuk setiap konten <em>guest post<\/em> yang diterbitkan. Namun, konten yang ditulis biasanya memiliki syarat yang lebih spesifik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Guest Post yang Efektif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini panduan lengkap cara menulis <em>guest post<\/em> yang efektif dengan tips-tips jitu yang bisa dicoba. <em>Check it out<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Temukan Blog untuk Guest Posting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah mencari website yang bisa dijadikan <em>partner <\/em>di <em>niche <\/em>yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah punya daftar beberapa calon blog partner, cari tahu informasi <em>guest posting<\/em> di halaman Tentang Kami, Kontak, atau FAQ website tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, ada opsi lainnya juga sih, silakan buka Google dan ketikkan <strong>site:namawebsite.com guest post<\/strong> atau<strong> site:namawebsite.com write for us<\/strong>. Hasilnya akan menunjukkan website yang memuat <em>keyword <\/em>tersebut. Atau, gunakan <em>keyword guest post<\/em> Indonesia untuk melihat daftar website yang menerima konten <em>guest post<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, coba alternatif keyword di bawah ini. Pastikan untuk mengganti \u201ckata kunci\u201c dengan istilah yang berkaitan dengan target industri atau niche kalian.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cguest post\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cwrite for us\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cguest post guidelines\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cguest blogging guidelines\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cguest posting guidelines\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201ccontributor guidelines\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201cguest post submissions\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201caccepting guest posts\u201d<\/li><li>\u201ckata kunci\u201d + \u201csubmit guest post\u201d<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Oia, kalian juga bisa mencari kesempatan <em>guest blogging <\/em>di Twitter. Di kolom pencarian, masukkan kata kunci terkait <em>niche <\/em>kalian + istilah <em>guest post<\/em>. Berikut contoh hasil pencarian di Twitter.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"586\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-1.png\" alt=\"apa itu guest post\" class=\"wp-image-12932\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Selanjutnya bisa dilihat profil <em>backlink <\/em>kompetitor dan menemukan website yang pernah mereka buatkan konten <em>guest post<\/em>. Gunakan fitur <a href=\"https:\/\/ahrefs.com\/backlink-checker\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">backlink checker Ahrefs <\/a>untuk melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, tak semua website menyertakan informasi tentang <em>guest blogging<\/em>. Namun bukan berarti blog tersebut tidak menerima konten dari pihak ketiga, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa memfokuskan pilihan target blog dengan mengevaluasi hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Target audiens.<\/strong> Apakah mereka adalah segmen pembaca yang ingin dijangkau? Apakah mereka punya minat atau demografi yang sama dengan pembaca blog kalian? Apakah mereka akan tertarik mengunjungi website kalian setelah membaca konten<em> guest post<\/em> kalian?<\/li><li><strong>Engagement. <\/strong>Cek performa konten dengan melihat komentar dan berapa kali konten <em>guest post <\/em>kalian dibagikan. Selain itu, cek media sosial pemilik blog untuk melihat apakah mereka turut mempromosikan konten dari kontributornya di <em>platform <\/em>sosial mereka.<\/li><li><strong>Kredibilitas.<\/strong> Bagaimana reputasi blognya? Nah, silakan cek dengan tool <em>backlink checker <\/em>Ahrefs dan cari tahu DR (Domain Rating) mereka. Targetkan website dengan skor DR antara 20 dan 50 dulu. Meski kurang memiliki <em>authority<\/em>, biasanya website seperti ini lebih terbuka untuk kerja sama dengan <em>blogger <\/em>baru.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Brainstorm Ide Konten Guest Post<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Silakan mulai memikirkan ide konten blog yang akan ditulis untuk blog partner. Postingan harus mematuhi syarat dan ketentuan pemilik website, mampu menjawab pertanyaan pembaca, dan membahas topik baru yang belum ditulis di <em>guest post <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa blog biasanya memiliki panduan <em>guest post<\/em> yang mencakup topik yang dibutuhkan pemilik blog dan formatnya. Gunakan panduan ini untuk membantu proses <em>brainstorming <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, sebaiknya cari tahu juga konten terpopuler blog <em>partner <\/em>untuk melihat minat audiensnya. Gunakan tool <a href=\"https:\/\/neilpatel.com\/ubersuggest\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Ubersuggest <\/a>untuk mencari tahu halaman terpopuler website apapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, lihat postingan terbarunya untuk mengetahui strategi konten yang sedang diterapkan si pemilik blog.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah tips yang bisa dicoba untuk <em>brainstorming <\/em>ide konten <em>guest post<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pilih ide yang menunjukkan keahlian kalian.<\/strong> Pengalaman pribadi, cerita kesuksesan, dan evaluasi kesalahan kalian bisa menjadikan artikel terlihat lebih kredibel, unik, dan menarik bagi pembaca.<\/li><li><strong>Cari topik blog yang sedang tren di niche tersebut.<\/strong> Gunakan Google Trends dan BuzzSumo untuk melihat tren yang sedang populer di kalangan pembaca.<\/li><li><strong>Tawarkan untuk menulis ulang konten guest post yang kurang berhasil. <\/strong>Manfaatkan tool SEO untuk mengetahui artikel mana saja yang belum mampu mendapatkan banyak <em>traffic<\/em>. Lalu, identifikasi hal-hal yang bisa dioptimasi, seperti apakah konten sudah <em>up-to-date<\/em>, lengkap, dan terstruktur dengan baik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Ajukan Ide Konten Guest Post<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ingat, ada beberapa blog yang langsung meminta artikel lengkap daripada sekedar idenya saja. Sebaiknya kalian baca ya seluruh pedoman <em>guest posting <\/em>mereka sebelum melakukan langkah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pastikan kalian punya kontak yang benar. Ide konten harusnya dikirimkan ke tim editor konten, jangan ke tim Customer Service.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaiknya kalian bisa berkenalan dulu dengan pemilik atau editor blog sebelum mengirimkan email. Coba PDKT dulu dengan mengomentari postingan blog terbaru mereka, membagikan artikel mereka di <em>platform <\/em>kalian, atau berinteraksi di media sosial. Coba lakukan semua ini beberapa minggu sebelum mengirimkan penawaran <em>guest posting<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah ini adalah beberapa tips untuk mempromosikan <em>guest post<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Buat isi email yang terasa personal.<\/strong> Jangan gunakan pesan yang sama untuk semua calon <em>partner<\/em>. Sebut nama pemilik blog dalam pesan kalian dan sertakan postingan mereka yang disukai. Tunjukkan kemampuan riset kalian melalui email ini.<\/li><li><strong>Gunakan subjek email yang menarik.<\/strong> Jangan hanya menulis \u201ctawaran guest post\u201d. Silakan sebut ide konten kalian juga sebagai subjek email.&nbsp;<\/li><li><strong>Singkat dan jelas.<\/strong> Perkenalkan diri, jelaskan tujuan, dan sampaikan ide <em>guest post <\/em>kalian. Panjang email yang ideal berkisar antara 50 dan 125 kata.<\/li><li><strong>Sertakan contoh tulisan.<\/strong> Tunjukkan <em>skill <\/em>dan pengalaman menulis kalian sekaligus beri tahu mereka tulisan seperti apa yang akan dibuat. Jika sudah punya <em>guest post<\/em> di blog lain, kalian bisa menaruh linknya dalam email.<\/li><li><strong>Koreksi dan proofread isi email. <\/strong>Cek lagi tata bahasa pesan email kalian agar terlihat lebih profesional.<\/li><li><strong>Aktifkan tanda tangan email. <\/strong>Sertakan nama lengkap, judul website, dan akun media sosial kalian. Berikan akses bagi pemilik blog untuk mencari tahu lebih banyak tentang diri kalian.<\/li><li><strong>Minta seseorang memperkenalkan kalian dulu. <\/strong>Jika kenal salah satu <em>blogger <\/em>yang pernah menulis <em>guest post<\/em> di blog tersebut, coba minta bantuan mereka untuk merekomendasikan kalian. Pemilik blog biasanya lebih cepat menerima <em>blogger <\/em>dari rekomendasi penulis yang pernah bekerja sama dengannya.<\/li><li><strong>Gunakan email khusus.<\/strong> Gunakan email profesional dan kredibel agar tidak dikira <em>spam <\/em>atau penipuan. Kalian bisa membuat email domain dengan layanan email hosting.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Tulis Konten Berkualitas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah ide kalian diterima, sekaranglah saatnya untuk menulis konten!<\/p>\n\n\n\n<p>Meski setiap blog memiliki pedomannya sendiri, ada beberapa tips menulis <em>guest post <\/em>terbaik yang bisa dicoba:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Pahami search intent pembaca.<\/strong> Apa tujuan pembaca membaca konten kalian? Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan utama mereka melalui tulisan kalian terkait topiknya.<\/li><li><strong>Buat konten unik dan berbeda dari kompetitor.<\/strong> Berikan informasi terbaru, lihat topik dari sudut pandang lain atau bagikan tips yang bisa langsung dicoba pembaca.<\/li><li><strong>Sertakan kutipan para ahli.<\/strong> Kutipan profesional membuat postingan kalian lebih informatif dan kredibel. Kunjungi HARO atau Help a B2B Writer jika kalian menulis untuk niche bisnis.<\/li><\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-2.png\" alt=\"guest post\" class=\"wp-image-12933\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Jangan&nbsp; promosi diri sendiri.<\/strong> Sebagian besar website pasti menolak konten <em>guest post <\/em>yang secara eksplisit memasarkan produk atau layanan penulis di kontennya.&nbsp;<\/li><li><strong>Sertakan keyword untuk SEO.<\/strong> Gunakan <em>keyword <\/em>secukupnya dengan tata bahasa yang benar.<\/li><li><strong>Sesuaikan gaya dan format tulisan dengan postingan sebelumnya.<\/strong> Setidaknya, tulisan kalian harus sesuai dengan struktur, bahasa, dan penjelasan konten lain yang sudah dipublikasikan.<\/li><li><strong>Pastikan konten mudah dibaca dan dipahami.<\/strong> Gunakan bahasa dan istilah sederhana, kalimat aktif, paragraf pendek, dan daftar konten yang jelas dan rapi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Berikan Judul yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menentukan ide judul di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Tunjukkan bahwa artikel mampu menjawab pertanyaan pembaca.<\/strong> Pembaca cenderung mengklik judul artikel yang sekiranya menarik dan menjawab rasa penasaran mereka.<\/li><li><strong>Sertakan angka bila sesuai. <\/strong>Ternyata, judul yang menyertakan angka lebih sering diklik oleh pengguna internet.&nbsp;<\/li><li><strong>Gunakan pertanyaan.<\/strong> 8% pencarian di Google menggunakan kalimat tanya. Gunakan format ini untuk menunjukkan bahwa artikel kalian akan menjawab pertanyaan calon pengunjung.<\/li><li><strong>Optimasi judul untuk mesin pencari.<\/strong> Google hanya bisa menampilkan 70 karakter dalam tag judul. Pastikan judul tidak melebihi batas ini dan sertakan <em>keyword<\/em>.<\/li><li><strong>Hindari judul <em>clickbait<\/em>. <\/strong>Jangan melebih-lebihkan konten artikel atau menjanjikan pembahasan yang tidak ada di dalam artikel.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Sertakan Link Internal dan Eksternal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Internal link<\/em> juga menunjukkan bahwa kalian punya konten blog <em>partner <\/em>sehingga mereka kemungkinan akan memublikasikan<em> guest post<\/em> kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Eitss, jangan asal pilih link, ya. Pilihlah link postingan blog yang sesuai konteks dan topik artikel.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara tercepat untuk menemukan internal link adalah dengan memasukkan <strong>site:namawebsite.com [kata kunci] <\/strong>di Google. Hasilnya hanya akan menampilkan halaman di website yang menggunakan istilah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, gunakan <em>anchor text <\/em>kontekstual agar mesin pencari dan pengunjung tahu sumber yang kalian kutip.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa menambahkan link eksternal ke blog kalian sendiri untuk mengarahkan <em>traffic referral<\/em>. Namun, pastikan sesuai dengan topik yang dibahas, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu cek pedoman <em>guest posting<\/em> atau tanyakan ke editor blog untuk mencari tahu jumlah <em>link <\/em>yang boleh disertakan dalam satu artikel. Sebaiknya masukkan <em>link <\/em>konten blog saja, bukan <em>homepage <\/em>atau halaman penjualan agar tidak menjadi konten promosi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Kirimkan Guest Post&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Yeayy! Konten kalian sudah siap dikirimkan ke pemilik blog! Pastikan lagi sudah tidak ada kesalahan tata bahasa, kesalahan ejaan, <em>broken link<\/em>, atau gambar yang tidak jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, jangan sampai lupa dengan bagian bio penulis. Di poin inilah kalian bisa memperkenalkan diri dan menyertakan link ke landing page website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengirim email, tunggu beberapa hari sampai dibalas. Tergantung pada <em>guest post<\/em> yang diterima mereka, biasanya akan ada <em>email follow-up<\/em> untuk memastikan kiriman <em>guest post <\/em>siap diterbitkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila postingan sudah diterbitkan, tetap jaga relasi yang baik dengan pemilik atau editor blog tersebut, ya. Tujuannya adalah agar bisa mendapatkan lebih banyak peluang untuk menulis kembali di blog mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Kirim email terima kasih dan promosikan artikel kalian di media sosial. Balaslah semua komentar pembaca untuk membangun hubungan dengan audiens dan menunjukkan keahlian kalian sebagai orang yang menulis konten tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips dan Strategi Optimasi Konten Guest Post<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini cara optimasi konten guest post yang bisa diikuti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pantau Performa Guest Post<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah opstimasi pertama setelah mempublikasikan konten <em>guest post<\/em> adalah mengecek <em>traffic <\/em>website. Dengan begitu, bisa tahu apakah konten tersebut mampu menarik pembaca untuk mengunjungi website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melacak <em>traffic <\/em>website, buka Google Analytics. <em>Login <\/em>ke <em>tool <\/em>ini lalu klik&nbsp; <strong>Acquisition =&gt; All Traffic =&gt; Referrals<\/strong>. Bagian ini menunjukkan berapa banyak <em>referral traffic <\/em>yang berasal dari<em> link guest post <\/em>kalian.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"366\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-3.png\" alt=\"performa guest post\" class=\"wp-image-12934\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-3.png 1024w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-Guest-Post-3-800x286.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tambahkan Elemen Visual&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Elemen visual bisa memecah potongan teks yang panjang dan membuat konten menjadi lebih menarik. Bisa juga menggunakan gambar untuk menjelaskan informasi yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Tambahkan infografis dan bagan untuk menampilkan data pendukung. <em>Screenshot <\/em>juga cocok untuk menampilkan kutipan ahli, konten tutorial <em>software<\/em>, atau untuk menampilkan contoh tindakan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika menambahkan foto, pilih foto dengan kualitas tinggi agar tidak pecah. Sebaiknya gunakan dokumentasi pribadi apalagi jika menulis konten <em>traveling <\/em>atau makanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tambahkan Click-to-Action (CTA)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Coba akhiri postingan dengan ajakan bertindak (CTA). Sertakan kalimat yang mengajak pembaca untuk melakukan tindakan yang diinginkan, misalnya berkomentar atau membagikan artikel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Engagement rate <\/em>termasuk faktor penting untuk SEO karena menunjukkan bahwa blog masih aktif dan pembaca menikmati kontennya. Waktu yang dihabiskan pengunjung di website juga masuk sebagai faktor penentu peringkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Promosikan Daftar Email di Bio Penulis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa<em> guest blogger<\/em> menaruh link website mereka di bio penulis, sementara ada juga yang mempromosikan <em>mailing list <\/em>miliknya. Strategi <em>mailing list <\/em>ini cocok bagi yang ingin membangun relasi dengan audiens baru, bukan sekadar <em>traffic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat <em>mailing list<\/em>, butuh <em>tool <\/em>langganan email yang akan membantu mendaftarkan <em>subscriber <\/em>baru, membuat <em>newsletter <\/em>dan <em>campaign<\/em>, serta mengelola email. Beberapa contohnya adalah <strong>Mailchimp <\/strong>dan <strong>OptinMonster<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, buatlah <em>landing page<\/em> agar pembaca bisa mendaftarkan emailnya. Desain halaman ini harus fokus pada tujuan utama: mengubah pengunjung jadi pelanggan. Jangan tautkan link ke <em>homepage <\/em>karena bisa mengalihkan tujuan pengunjung untuk berlangganan newsletter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Aktif di Forum dan Komunitas Online<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FYI, forum dan komunitas online merupakan <em>platform <\/em>terbaik lainnya untuk mempromosikan konten <em>guest post <\/em>kalian. Bagikan link postingan di website atau grup yang relevan dengan <em>niche <\/em>dan target pembaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, bisa disimpulkan bahwa <em>guest post <\/em>adalah postingan blog yang ditulis oleh seorang <em>blogger <\/em>untuk blog lain. <em>Blogger <\/em>biasanya membuat <em>guest post<\/em> untuk membangun <em>authority<\/em>, memperluas relasi dengan sesama <em>blogger<\/em>, dan menjangkau lebih banyak audiens.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, sekarang saatnya memperluas jangkauan blog kalian.!<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahu kah bagaimana cara membuat guest post yang efektif agar tulisan kita bisa diposting di blog orang lain? Jika belum paham, simak sampai kelar yuk&nbsp;Apa Itu Guest Post dan Panduan Lengkap Guest Post Apa Itu Guest Post? Guest post adalah konten yang ditulis blogger untuk dipublikasikan di blog milik orang lain. Dalam dunia &#8230; <a title=\"Apa Itu Guest Post dan Panduan Lengkap Guest Post\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-guest-post-dan-panduan-lengkap-guest-post\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Guest Post dan Panduan Lengkap Guest Post\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12955,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4221,1422,283,4223,4222,7,4224,4226,4225],"class_list":["post-12929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-guest-post","tag-call-to-action","tag-domain-murah","tag-fungsi-guest-post","tag-guest-post-adalah","tag-hosting-murah","tag-membuat-guest-post","tag-strategi-guest-post","tag-tips-guest-post","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12929"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12935,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12929\/revisions\/12935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}