{"id":12879,"date":"2022-12-30T02:17:00","date_gmt":"2022-12-29T19:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12879"},"modified":"2022-12-28T15:34:49","modified_gmt":"2022-12-28T08:34:49","slug":"pengertian-first-input-delay-dan-cara-optimasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-first-input-delay-dan-cara-optimasi\/","title":{"rendered":"Pengertian First Input Delay dan Cara Optimasinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Di artikel kali ini, akan dibahas apa itu First Input Delay, manfaatnya, cara optimasi, dan hubungannya dengan metrik Core Web Vitals lainnya. Yuk simak dan baca sampai akhir <strong>Pengertian First Input Delay dan Cara Optimasinya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian First Input Delay (FID)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>First Input Delay adalah metrik yang digunakan untuk memantau lamanya <em>delay <\/em>(penundaan) yang dibutuhkan sampai browser merespons input user, yaitu klik dan ketukan pada layar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Poin Pentingnya First Input Delay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>FID adalah bagian dari metrik Core Web Vitals, bersama dengan <em>Largest Contentful Paint<\/em> (LCP) dan <em>Cumulative Layout Shift<\/em> (CSL).<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa mengukur performa halaman serta mendapatkan laporan yang akan membantu meningkatkan performa website dengan Core Web Vitals.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, metrik-metrik tersebut akan mempengaruhi <em>user experience<\/em> dan ranking website, yang tentunya berdampak pada <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-membuat-struktur-website-yang-seo-friendly\/\">Search Engine Optimization<\/a><\/em> (SEO). Sebab, kecepatan halaman merupakan salah satu faktor utama yang menentukan ranking website di Google.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mengetahui Skor First Input Delay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak seperti Cumulative Layout Shift dan Largest Contentful Paint, First Input Delay hanya bisa dinilai melalui interaksi nyata pengguna dengan halaman kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut tool yang bisa digunakan untuk mengetahui skor First Input Delay:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Library JavaScript Web Vitals<\/strong> \u2013 tool untuk<em> front-end monitoring<\/em>, membantu untuk menganalisis setiap metrik dalam waktu singkat dan dengan akurasi tinggi. Setiap metrik menentukan satu fungsi, yaitu callback onReport. Setelah mengkonfigurasi library web vitals, <em>tool <\/em>ini akan melaporkan apakah website sudah mencapai ambang batas yang disarankan atau belum.<\/li><li><strong>Laporan Chrome User Experience<\/strong> \u2013 juga dikenal sebagai CrUX, <em>tool <\/em>ini membantu <em>developer <\/em>meningkatkan kegunaan website dengan Core Web Vitals dan metrik diagnostik berdasarkan data pengguna asli. CrUX didukung oleh API platform web standar, artinya bisa juga menggunakan API tersebut untuk mengumpulkan data <em>Real User Monitoring<\/em> (RUM).<\/li><li><strong>Laporan Search Console Core Web Vitals<\/strong> \u2013 membantu <em>web developer <\/em>memperbaiki pengalaman pengguna yang buruk. Laporan ini mengevaluasi performa website berdasarkan data lapangan selama 90 hari menurut status URL, grup, dan tipe metrik. Eitss, ingat ya, laporan ini hanya untuk URL yang diindeks dan didasarkan pada Web Core Vitals. Jika tidak memiliki cukup informasi untuk metrik apapun, URL akan dihapus dari laporan.<\/li><li><strong>Page Speed Insights<\/strong> \u2013 mengecek performa website terbaru dengan cepat. <em>Tool <\/em>ini membagi informasi menurut user desktop dan mobile serta data untuk memperbaiki <em>user experience<\/em> dan <em>debug <\/em>masalah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika ingin menggunakan PageSpeed Insights untuk mengetes First Input Delay. Cukup masukkan satu URL ke dalam kolom pencarian.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu akan mendapatkan penilaian Core Web Vitals pada halaman serta saran untuk menyempurnakannya. Kalian juga bisa melihat berapa input delay di halaman web kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Nilai FID yang Bagus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>User <\/em>akan merasa bahwa suatu halaman bisa merespons permintaan \u2018langsung pada saat itu juga\u2019 adalah ketika respons diberikan kurang dari 0,1 detik.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, untuk mendapatkan nilai FID yang baik dan <em>user <\/em>input yang cepat, website harus memiliki FID kurang dari 100 ms sebagai batas maksimum. Idealnya, website harus mencapai &lt;100 ms dari 75% loading semua halaman, termasuk perangkat mobile dan desktop.<\/p>\n\n\n\n<p>Grafik di bawah ini menunjukkan pengelompokan nilai First Input Delay yang dianggap bagus, perlu diperbaiki, dan buruk.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pengertian-First-Input-Delay-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"694\" height=\"155\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pengertian-First-Input-Delay-1.png\" alt=\"pengertian first input delay\" class=\"wp-image-12880\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Max Potential First Input Delay<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Max Potential First Input Delay (MPFID) adalah tugas terlama sebuah halaman. MPFID mengukur waktu respons halaman selama <em>task <\/em>terlama berjalan. Perlu diperhatikan bahwa pengukuran dimulai hanya setelah <em>First Contentful Paint<\/em> (FCP) dihitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil nilai diambil dari perbandingan waktu max potential FID dengan waktu max potential FID pada website lainnya di internet. Misal, nilai MPFID berwarna hijau, artinya performa halaman lebih baik daripada 90% website lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Nilai FID Rendah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika mendapat nilai First Input Delay yang rendah, kalian harus tahu nih bagian mana saja pada halaman kalian yang perlu diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab utama yang membuat browser tidak bisa merespons interaksi <em>user <\/em>dengan cepat adalah input <em>user <\/em>yang terblokir. Hal ini terjadi saat main <em>thread browser <\/em>sibuk mengerjakan <em>task <\/em>lain.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Task <\/em>ini biasanya termasuk menangani HTML, CSS, dan Javascript sehingga pekerjaan browser mejadi terlalu berat. Task panjang JavaScript adalah <em>error <\/em>umum yang menyebabkan penundaaan pada <em>main thread<\/em> bahkan<em> event listener<\/em> menjadi tidak bisa berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menemukan masalah ini, gunakan PageSpeed \u200b\u200bInsights dan cari bagian audit <strong>Avoid long main-thread tasks<\/strong>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pengertian-First-Input-Delay-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"361\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Pengertian-First-Input-Delay-2.png\" alt=\"pengertian first input delay\" class=\"wp-image-12881\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Optimasi First Input Delay (FID)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Biasanya, JavaScript memiliki dampak yang paling signifikan pada nilai FID sehingga direkomendasikan untuk mengoptimasi kode JavaScript.<\/p>\n\n\n\n<p>Ikuti langkah di bawah ini untuk melakukannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pecah Task Panjang Menjadi Bagian Kecil<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> mudah<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Saat <em>main thread browser <\/em>sibuk dan terblokir, permintaan <em>user <\/em>pun tidak bisa diproses sehingga halaman menjadi tidak responsif. Tingkat respons yang tidak mencukupi tersebut disebabkan oleh <em>task <\/em>yang berjalan lebih lama dari <strong>50 ms<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Task <\/em>JavaScript menggunakan banyak <em>resource <\/em>yang bisa mempengaruhi performa kecepatan halaman. Untuk mengatasinya, hapus <em>task <\/em>tersebut atau pecah <em>task <\/em>panjang menjadi bagian yang lebih kecil dan asinkron. Paling tidak, satu <em>task <\/em>menjadi tidak lebih lama dari <strong>50 ms<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, bisa menggunakan fungsi <strong>setTimeout <\/strong>untuk memecah <em>task <\/em>panjang menjadi beberapa <em>task <\/em>kecil agar <em>main thread<\/em> bisa merespons input <em>user <\/em>tanpa <em>delay<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Terapkan Progressive Loading<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> menengah<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Website dengan <em>loading <\/em>yang cepat bisa meningkatkan pengalaman penggunanya. Ada banyak komponen seperti gambar atau task JavaScript besar yang bisa membuat web browser menjadi lambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi masalah ini, silakan buat kode <em>progressive loading<\/em> dengan memasukkan semua file JavaScript ke dalam <em>bundling <\/em><strong>bundle.js<\/strong>. Untuk melakukannya, bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/webpack.js.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">webpack<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Bundling <\/em>juga membantu untuk meminimalkan ukuran halaman dan menghapus kode yang tidak terpakai atau memperkecilnya (<em>minify<\/em>) dengan mudah. Selain itu, <em>bundling <\/em>membuat browser hanya memuat komponen UI saat dibutuhkan saja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pindah Logic ke Server-Side<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> sulit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p><em>Server-side rendering<\/em> (SSR\/Rendering sisi server) adalah proses untuk menampilkan halaman web pada server.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <em>server-side render<\/em>, halaman akan ditampilkan dengan cepat tanpa harus menunggu <em>resource <\/em>tersedia. Solusi ini bisa mengatasi masalah halaman yang diindeks dan <em>crawl budget<\/em>, yang tentunya bermanfaat untuk memaksimalkan SEO.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, <em>server-side rendering<\/em> bisa meningkatkan kecepatan <em>First Contentful Paint <\/em>dan <em>Time to Interactive<\/em> (TTI) dengan mencegah pengiriman file JavaScript besar ke <em>client<\/em>. Hasilnya, <em>loading <\/em>halaman web akan menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa merender <em>versi server-side<\/em> menggunakan <em>framework front-end, <\/em>seperti <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-vue-js-fitur-dan-kelebihannya\/\">Vue<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/panduan-lengkap-react-js-untuk-pemula\/\">React<\/a>, atau Svelte. Sebelum menggunakan aplikasi ini, pastikan sudah menginstal Node.js untuk menjalankan JavaScript di server, ya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Hasilkan Konten Secara Statis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> menengah<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak seperti <em>server rendering<\/em>, <em>static rendering <\/em>menghasilkan (<em>generate<\/em>) satu halaman HTML yang disiapkan satu kali saat <em>build time<\/em>. Cara ini memungkinkan <em>user <\/em>mengakses halaman lebih awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kalian bisa menggunakan <em>static site generator<\/em>, seperti <a href=\"https:\/\/www.gatsbyjs.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Gatsby<\/a>, untuk menghasilkan halaman HTML statis dari data, konten, dan template. Lalu, generator ini akan menghasilkan tampilan halaman yang bisa disajikan kepada pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat ya, <em>static rendering <\/em>tidak sesuai untuk website besar yang memiliki banyak halaman atau butuh perubahan respons pada setiap permintaan. Sebab, solusi ini mengharuskan website diluncurkan dan dites, yang akan turut mempengaruhi <em>update real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tinjau Eksekusi Script Pihak Ketiga<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> sulit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Lamanya waktu <em>loading <\/em>bisa disebabkan oleh <em>script <\/em>pihak ketiga yang menambah fungsionalitas website, seperti<em> live chat<\/em>, iklan, dan analitik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kode pihak ketiga bisa menimbulkan masalah, seperti pemrosesan permintaan jaringan yang terlalu banyak ke berbagai server yang mengirimkan task JavaScript atau file gambar besar yang memblokir <em>main thread<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk meninjau <em>script <\/em>pihak ketiga, silakan menguji website di PageSpeed \u200b\u200bInsights. <em>Tool <\/em>ini akan menunjukkan daftar <em>resource <\/em>pihak ketiga yang dimuat serta ukuran transfer dan waktu blokir <em>thread <\/em>utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan <em>async <\/em>atau<em> defer attribute<\/em> untuk mempersingkat waktu <em>loading <\/em>dalam <em>script <\/em>pihak ketiga. Maka, kalian bisa menyingkirkan masalah <em>blocking rendering<\/em> dan memicu proses <em>loading <\/em>yang lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Script <\/em>penting yang sekiranya vital untuk <em>loading <\/em>halaman tidak akan menggunakan <em>async <\/em>atau <em>defer attribute<\/em> karena ini hanya diperuntukkan bagi <em>script <\/em>eksternal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Manfaatkan Web Worker<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> sulit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak:<\/strong> tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Web worker membantu mengurangi waktu blokir <em>thread <\/em>utama dan memperbaiki nilai FID website. Web worker memungkinkan untuk memindahkan <em>task <\/em>panjang ke <em>background thread<\/em> tanpa mengganggu <em>user interface<\/em> sehingga website menjadi lebih responsif.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan kode <strong>Worker(\u201cpath\/to\/worker\/script\u201d)<\/strong> untuk membuat <em>worker<\/em>. Kode ini bisa mengirim pesan ke kode JavaScript dengan memposting pesan ke<em> event handler<\/em> yang ditentukan oleh kode tersebut dan sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, web worker bisa mengerjakan <em>task input<\/em> atau <em>output <\/em>menggunakan <a href=\"https:\/\/developer.mozilla.org\/en-US\/docs\/Web\/API\/XMLHttpRequest\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">XMLHttpRequest <\/a>atau <a href=\"https:\/\/developer.mozilla.org\/en-US\/docs\/Web\/API\/Fetch_API\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">fetch<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mempelajari cara menggunakan web worker, silakan kunjungi <em>library <\/em>berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><a href=\"https:\/\/github.com\/GoogleChromeLabs\/comlink\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Comlink <\/a>\u2013 library kecil yang menyederhanakan penggunaan <strong>postMessage\/<\/strong>.<\/li><li><a href=\"https:\/\/github.com\/WebReflection\/workway\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Workway <\/a>\u2013 web worker exporter.<\/li><li><a href=\"https:\/\/github.com\/developit\/workerize\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Workerize <\/a>\u2013 webpack loader yang memindahkan modul ke dalam web worker.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Optimalkan JavaScript yang Tidak Dibutuhkan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> sulit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak: <\/strong>tinggi<\/p>\n\n\n\n<p>Task JavaScript yang terlalu banyak butuh waktu lama untuk diuraikan dan dieksekusi. Akibatnya adalah waktu respons browser pun tertunda. Browser akan berhenti apabila menemukan tag script yang terkait dengan kode JavaScript eksternal. Makanya, jalankan kode yang dibutuhkan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara optimasi JavaScript, misalnya code-split dan defer JavaScript yang kurang penting. Sebelum mulai, bisa menggunakan tab Coverage di Chrome DevTools untuk mengecek seberapa banyak JavaScript yang tidak terpakai di halaman web.<\/p>\n\n\n\n<p>Code-split memungkinkan untuk memisahkan bundle JavaScript menjadi bagian-bagian kecil dan memuat halaman saat dibutuhkan saja. Langkah ini juga dikenal sebagai <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-lazy-loading-memahami-lazy-loading-untuk-seo\/\">lazy loading<\/a><\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, untuk melakukan defer task Javascript apapun yang bersifat kurang penting, selalu gunakan async atau defer untuk <em>script <\/em>yang tidak diperlukan bagi<em> critical rendering path<\/em> atau <em>above the fold<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Perbaiki Penggunaan Polyfill<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat kesulitan:<\/strong> sulit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dampak: <\/strong>rendah<\/p>\n\n\n\n<p><em>Polyfill <\/em>adalah kode yang digunakan untuk menyediakan fitur modern pada browser lama yang tidak mendukungnya secara <em>native<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya saat menggunakan sintaksis JavaScript modern dan API browser untuk menulis kode, perlu melakukan <em>transpile <\/em>dan menyediakan <em>polyfill <\/em>agar fitur modern tersebut bisa berjalan di browser versi lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan <em>polyfill <\/em>bisa menciptakan lebih banyak <em>bundle <\/em>yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dimuat pada browser. Penting untuk meminimalkan <em>polyfill <\/em>yang tidak digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mempersingkat waktu <em>loading <\/em>halaman web, silakan gunakan compiler JavaScript seperti Babel, dan gunakan @babel\/preset-env untuk menyertakan <em>polyfill <\/em>yang dibutuhkan bagi browser versi lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian juga bisa mengurangi penggunaan <em>polyfill <\/em>yang tidak digunakan dengan mengaktifkan opsi bugfix pada versi Babel 7.9.<\/p>\n\n\n\n<p>Alternatifnya, deliver dua bundle yang terpisah dengan menggunakan module\/nomodule untuk mengoptimalkan <em>polyfill<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, bisa disimpulkan bahwa website yang responsif dapat memberi dampak signifikan pada <em>user experience<\/em> situs. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes dan analisis Core Web Vitals, termasuk First Input Delay (FID) agar kalian juga bisa ikut serta meningkatkan performa halaman website.<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel kali ini, akan dibahas apa itu First Input Delay, manfaatnya, cara optimasi, dan hubungannya dengan metrik Core Web Vitals lainnya. Yuk simak dan baca sampai akhir Pengertian First Input Delay dan Cara Optimasinya Pengertian First Input Delay (FID) First Input Delay adalah metrik yang digunakan untuk memantau lamanya delay (penundaan) yang dibutuhkan sampai &#8230; <a title=\"Pengertian First Input Delay dan Cara Optimasinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-first-input-delay-dan-cara-optimasi\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian First Input Delay dan Cara Optimasinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,4184,4181,4183,7,4189,4188,4187,4191,4182,4190,4185,4186],"class_list":["post-12879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-fid-adalah","tag-first-input-delay","tag-first-input-delay-adalah","tag-hosting-murah","tag-mpfid-adalah","tag-nilai-fid","tag-nilai-fid-yang-bagus","tag-optimasi-fid","tag-pengertian-fid","tag-penyebab-nilai-fid-rendah","tag-skor-fid","tag-skor-first-input-delay","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12882,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12879\/revisions\/12882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}