{"id":12788,"date":"2022-12-17T03:25:00","date_gmt":"2022-12-16T20:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12788"},"modified":"2023-01-19T10:30:46","modified_gmt":"2023-01-19T03:30:46","slug":"apa-itu-golang-framework-jenis-dan-kelebihannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-golang-framework-jenis-dan-kelebihannya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Golang Framework, Jenis, dan Kelebihannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Go atau biasa disebut dengan GoLang, merupakan bahasa pemrograman yang dibuat oleh Google pada tahun 2009. Mulai bosan dengan bahasa pemrograman yang itu-itu saja? Cobain GoLang, yuk. Tak perlu ragu, ketahui detailnya dulu <strong>Apa Itu Golang Framework, Jenis, dan Kelebihannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Golang?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Golang atau Google\u2019s Go Programming Language merupakan salah satu <em>framework open source <\/em>siap pakai untuk mengembangkan aplikasi website,<em> back end<\/em>, dan Rest API.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>ini dapat menjadi alternatif pilihan untuk mempersingkat waktu dalam membuat aplikasi web sebab tak perlu menulis <em>coding <\/em>dari nol. Kalian hanya menyusun <em>code <\/em>yang sudah tersedia sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang dibangun.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur unggulan Golang yang dimiliki ada keamanan memori, koleksi sampah, dan <em>structural typin<\/em>g.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, Golang punya kemiripan dengan bahasa C dan C++ sehingga pengguna bahasa ini akan lebih mudah dalam mempelajari bahasa pemrograman Go.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>Golang memiliki berbagai fungsi yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Front end:<\/strong> <em>Framework <\/em>golang juga dapat digunakan untuk menyusun bagian <em>interface <\/em>aplikasi website.<\/li><li><strong>Libraries\/Tools:<\/strong> <em>Libraries <\/em>atau <em>tools <\/em>berisi kumpulan <em>code <\/em>yang sudah dikompilasi dan dapat membantu memudahkan pembangunan aplikasi kalian.<\/li><li><strong>Command Line Interface (<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-cli-dan-fungsi-cli\/\">CLI<\/a>):<\/strong> CLI merupakan <em>interface <\/em>yang berbasis teks untuk mengetikkan sejumlah perintah atau <em>code <\/em>instruksi yang akan dijalankan oleh komputer.&nbsp;<\/li><li><strong>Development and Operation: <\/strong>Proses <em>development <\/em>dan operasional merupakan sebuah proses pengembangan dan operasionalnya. Proses ini adalah prinsip yang digunakan oleh <em>developer <\/em>untuk melakukan koordinasi dengan tim <em>development <\/em>dan tim <em>operation<\/em>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Golang Framework<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>Golang memiliki beberapa jenis berdasar fungsionalitas dan kemudahan dalam penggunaannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Gin<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gin adalah salah satu jenis <em>framework <\/em>go yang terpopuler dengan kinerjanya yang minimalis. Sebagian besar <em>framework <\/em>gin digunakan untuk membangun rest api untuk <em>backend<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Framework <\/em>gin menggunakan <em>router <\/em>HTTP yang sangat cocok untuk pemula karena dokumentasinya sangat lengkap, yang mana disediakan di Github.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, gin juga punya kekurangan yaitu mudah <em>overload <\/em>sebab gin punya kapasitas server yang terbatas. Nah, fitur umum yang dimiliki Gin meliputi :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Error Management<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Gin menyediakan <em>error management<\/em> yang memungkinkan jika terdapat kesalahan apapun selama HTTP request.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Creating Middleware<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Gin juga memudahkan membuat <em>middleware <\/em>yang dapat dilakukan <em>plugged <\/em>pada <em>request pipeline<\/em> dengan membuat router dengan r := gin.New() dan menambahkan <em>logger middleware<\/em> dengan r.Use(gin.Logger()).<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, juga dapat menggunakan <em>recovery middleware<\/em> dengan menggunakan r.Use(gin.Recovery()).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gin\u2019s Performance<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Baiknya performa gin sangat terpengaruh oleh <em>route grouping <\/em>dan <em>small memory<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemampuan gin untuk <em>route grouping<\/em> memungkinkan route pada Gin nest tanpa batas dan tanpa mempengaruhi performa. Sedangkan <em>small memory<\/em> membuat semakin sedikitnya memori yang dikonsumsi server yang menjadikannya lebih cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>JSON Validation<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Gin menyediakan JSON <em>validation<\/em>. <em>Requesting <\/em>dengan <a href=\"https:\/\/www.json.org\/json-en.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">JSON <\/a>dapat melakukan validasi <em>values <\/em>yang diperlukan seperti saat memasukkan <em>data client<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Values <\/em>ini harus divalidasi sebelum disimpan di memori sehingga dengan melakukan validasi ini dapat membantu <em>developer <\/em>agar tidak menyimpan <em>values <\/em>yang tidak akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Beego<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian tahu kah jika Beego adalah <em>framework <\/em>yang mirip dengan web Django pada Python yang berisi fitur khusus dari Golang, seperti <em>interfaces <\/em>dan <em>strict embedding<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, Beego merupakan <em>framework <\/em>Model View Controller (MVC) yang lengkap dengan <em>libraries <\/em>dan <em>built-in tool<\/em> yang membantu menemukan perubahan code yang dikenal sebagai Bee Tool.<\/p>\n\n\n\n<p>Golang Framework jenis ini terintegrasi Object-Relationship Map (ORM) yang membantu mengatur <em>database <\/em>aplikasi dengan <em>session handling tools<\/em> dan <em>logging systems<\/em>. Tak hanya itu, beego juga menggabungkan <em>cache handler<\/em> dan <em>libraries <\/em>untuk mengoperasikan elemen HTTP.<\/p>\n\n\n\n<p>Eitss, Beego memiliki fungsionalitas tinggi dan fitur yang luas sehingga kurang cocok untuk pemula. Adapun fitur dari Beego adalah :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Supports enterprise applications<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Beego berfokus pada <em>enterprise applications<\/em> yang cenderung sangat besar dengan banyaknya <em>code <\/em>yang mendukung fiturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur modular mengatur modul untuk <em>specific use case<\/em> dan mengoptimalkan performa. Sehingga, hal tersebut bagus untuk modul konfigurasi, <em>logging<\/em>, dan <em>caching<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Supports namespace routing<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Beego juga mendukung adanya <em>namespace routing<\/em> yang menentukan yang mana tempat <em>controller <\/em>untuk <em>file route<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Route annotation<\/em> memungkinkan <em>developers <\/em>menentukan komponen untuk<em> route target <\/em>pada URL tertentu. Artinya, <em>routes <\/em>tak perlu didaftarkan dalam<em> file routes<\/em> lagi, hanya <em>controller <\/em>yang harus menggunakan Include.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Iris<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Framework Go selanjutnya yaitu iris yang merupakan <em>framework <\/em>yang setara dengan Express.js yang lebih mudah digunakan untuk user Node.js.<\/p>\n\n\n\n<p>Iris muncul dengan session, API versioning, MVC architecture, dan sebagainya sehingga membuatnya sangat fleksibel dengan <em>third-party libraries<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur utama iris fully accordant dan flexible dengan external libraries, memungkinkan pengguna memilih yang mereka inginkan untuk dipakai pada <em>framework<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Iris dilengkapi dengan <em>built-in logger <\/em>untuk <em>printing <\/em>dan <em>logging server request<\/em> sehingga pengguna mengurangi kerumitan penggunaan iris.<\/p>\n\n\n\n<p>Hampir sama dengan framework Beego, Iris menyediakan MVC support untuk aplikasi yang lebih besar dan menyediakan API <em>versioning <\/em>otomatis untuk membuat penambahan integrasi baru yang nyaman dengan menempatkannya pada <em>routes version<\/em> yang baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Echo<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Echo merupakan <em>framework <\/em>yang dibuat oleh Labstack yang memiliki router HTTP yang dioptimalkan dengan alokasi memori dinamis nol yang memprioritaskan <em>routes <\/em>dengan cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p>Golang Framework jenis ini juga dilengkapi dengan <em>built-in middlewares<\/em> yang dapat digunakan dan <em>developer <\/em>dapat menentukan mana yang akan diset pada root, group, atau route level.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini mendukung data binding untuk HTTP request payloads, termasuk JSON, XML atau <em>form-data<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk<em> data rendering<\/em>, Echo berisi API untuk mengirim berbagai respons HTTP, termasuk JSON, XML, HTML, <em>file<\/em>, dan <em>attachments<\/em>. FYI, ini sangat cocok bagi pengguna yang ingin mempelajari cara membuat API dari awal dengan bantuan dokumentasinya yang ekstensif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Echo memungkinkan <em>developer <\/em>untuk menentukan <em>middleware <\/em>mereka sendiri dan memiliki <em>middleware <\/em>bawaan yang dapat digunakan juga. Artinya, hal tersebut memberikan <em>developer <\/em>kesempatan untuk membuat <em>middleware <\/em>khusus untuk mendapatkan fungsionalitas tertentu di samping memiliki <em>middleware <\/em>bawaan yang dapat mempercepat produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Framework Echo juga mendukung HTTP\/2 untuk performa yang lebih cepat dan pengalaman pengguna yang lebih baik secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Fiber<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Framework fiber mirip dengan Express.js yang ditulis dalam bahasa Go yang menawarkan penggunaan memori rendah dalam <em>rich routing<\/em>. Fiber dibangun atas Fasthttp HTTP engine untuk Go yang merupakan <em>engine <\/em>HTTP tercepat untuk Go.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Framework fiber boasts dari <em>built-in rate limiter <\/em>yang membantu mengurangi <em>traffic <\/em>pada <em>particular endpoint<\/em>. Misalnya pada saat pengguna mencoba untuk login akun secara terus-menerus maka fungsi ini akan mendeteksi bahwa hal ini merupakan aktivitas berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>File statis dari fiber, seperti style sheets, script, dan gambar dapat di-<em>handle<\/em> dan di-<em>served<\/em> dari server yang membuatnya mudah di-<em>cache<\/em>, butuh sedikit memori dan konten tetap statis pada tiap <em>request<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Fiber juga mendukung untuk koneksi TCP dua arah WebSocket yang berguna untuk membuat <em>real-communications<\/em> seperti <em>chat system<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Revel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Revel adalah salah satu framework Golang terbaru untuk pengembangan situs web.<\/p>\n\n\n\n<p>Framework ini unggul dalam kecepatan sebab data session disimpan pada <em>cookie <\/em>dan <em>cache <\/em>disimpan pada <em>cluster memchached<\/em>. Sehingga, Revel dapat memanggil <em>query database<\/em> lebih cepat. Selain itu, Revel punya fitur lengkap dan tidak butuh integrasi <em>third-party<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur yang dimiliki Revel sangat lengkap mulai dari <em>small project<\/em> hingga <em>big project <\/em>yang kompleks. Sehingga tak perlu menginstall plugin secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur unggulan lain yang dimiliki Revel adalah <em>migration friendly<\/em> yang memudahkan kalian melakukan migrasi aplikasi dari satu web framework Go ke framework Go yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Revel juga memiliki fitur <em>reusable <\/em>MVC <em>components <\/em>yang memudahkan kalian agar tak perlu selalu<em> copy-paste code<\/em> untuk membuat komponen yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Gorilla<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gorilla sebenarnya merupakan framework terbesar Golang yang paling lama yang terkenal dengan kemampuan skalabilitas <em>upgrade<\/em>-nya. Nah, Gorilla ini memudahkan untuk menambahkan kumpulan modul hingga menambah ekstensi baru tanpa merusak fungsi dasar dari framework ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Framework gorilla dilengkapi dengan metode <em>routing <\/em>dan <em>websocket <\/em>yang berfungsi untuk memudahkan komunikasi server ke <em>client <\/em>secara lebih cepat jika dibandingkan dengan HTTP sebab terdapat pengurangan <em>traffic <\/em>yang tak diperlukan. Hal ini membuat skalabilitas framework gorilla menjadi cepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Martini<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Martini adalah framework golang yang didesain untuk aplikasi besar. Sebab, inilah framework yang tidak secepat framework lain. Martini memiliki kecepatan yang didukung desain yang ramping dan berbagai metode <em>routing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya saja, Martini jarang melakukan pembaruan versi. Hal ini membuat Martini mendapat perawatan yang kurang memadai. Framework Martini sangat fleksibel yang memungkinkan dapat menangani banyak fungsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua ini karna adanya <em>minimum overheads <\/em>pada prosesnya. Martini juga dibangun untuk menulis Golang servis<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Goji<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Goji adalah framework golang yang ringan dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Golang Framework jenis ini biasa digunakan untuk pengembangan API yang sederhana sebab Goji hanya satu lapis di atas framework Golang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Framework goji sangat dieksplorasi dan bekerja seperti net atau HTTP serve mux yang memiliki minimal HTTP request multiplexers.<\/p>\n\n\n\n<p>Goji terdiri dari URL patterns, configurable middleware stack, dan juga kemampuan shutdown yang mulus, loh.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Goji juga mendapat dukungan dari Einhorn yang merupakan bahasa yang menyediakan <em>automatic websocket<\/em>. Automatic websocket ini berfungsi untuk membagi socket pemrosesan data untuk masing-masing <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memungkinkan framework Goji menerima banyak <em>request <\/em>data tanpa mengurangi kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>10. Buffalo<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Buffalo sangat dikenal sebab sederhana dan sangat cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, Buffalo ini dianggap sebagai framework yang efektif karena framework ini menyediakan <em>tools <\/em>yang sangat berguna untuk pengembangan <em>backend <\/em>dan <em>frontend<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya saja, library code yang dimiliki Buffalo masih kurang lengkap sehingga perlu ditambahkan bahasa pemrograman lain untuk melengkapinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>FYI, Buffalo memiliki fitur hot reloading yang muncul dengan development commands. Development commands ini secara otomatis mengobservasi .html sebaik file&nbsp; .go untuk rebuilding dan reinitiating biner.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Golang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini kelebihan Golang Framework yang menjadikannya populer :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fast Development<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Framework Golang menyediakan packages yang dapat diimport dengan mudah. Packages ini menjadi standard libraries yang digunakan untuk fitur tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Golang juga dapat membagi aplikasi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil namun masih saling terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Golang mengeliminasi kebutuhan penulisan redundant code sehingga membuat proses pengembangan lebih cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Static Typing<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kelebihan ini membuat <em>performance <\/em>yang lebih baik pada <em>runtime <\/em>sebab sebagian besar digunakan untuk membangun<em> high-performance application<\/em> yang dioptimalkan pada saat compile.<\/p>\n\n\n\n<p>Static typing juga dapat membantu menemukan kendala tersembunyi seperti <em>type errors<\/em> sehingga dapat dengan mudah dalam pengelolaan code dalam proyek besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Built-in Concurrency<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Golang menyediakan <em>language-level support<\/em> untuk <em>concurrency<\/em>, aturan ketat untuk menghindari mutasi untuk menghindari mutasi untuk mencegah<em> race condition<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak Perlu Integrasi dengan Framework Lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tak perlu melakukan integrasi dengan framework lain untuk melengkapi fungsi karena Golang framework menyediakan <em>plugin <\/em>dan <em>support code library <\/em>yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p>Support ini memudahkan dalam membuat rest API yang kompleks. Kalian tak harus bolak-balik melakukan <em>import library code<\/em> pada github atau framework lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Gimana, udah paham tentang Golang Framework? FYI, setelah mengenal Golang Framework dan membuat website dengan Golang, langkah selanjutnya adalah upload website Golang di <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">hosting<\/a>. Hal ini dilakukan agar website yang kalian buat dapat dilihat oleh semua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Go atau biasa disebut dengan GoLang, merupakan bahasa pemrograman yang dibuat oleh Google pada tahun 2009. Mulai bosan dengan bahasa pemrograman yang itu-itu saja? Cobain GoLang, yuk. Tak perlu ragu, ketahui detailnya dulu Apa Itu Golang Framework, Jenis, dan Kelebihannya Apa Itu Golang? Golang atau Google\u2019s Go Programming Language merupakan salah satu framework open source &#8230; <a title=\"Apa Itu Golang Framework, Jenis, dan Kelebihannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-golang-framework-jenis-dan-kelebihannya\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Golang Framework, Jenis, dan Kelebihannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12796,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4118,283,4119,7,4120,4121],"class_list":["post-12788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-golang","tag-domain-murah","tag-golang-adalah","tag-hosting-murah","tag-jenis-golang","tag-kelebihan-golang","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12788"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12798,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12788\/revisions\/12798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}