{"id":12771,"date":"2022-12-12T11:43:00","date_gmt":"2022-12-12T04:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12771"},"modified":"2022-12-09T15:25:23","modified_gmt":"2022-12-09T08:25:23","slug":"pengertian-feedback-dan-cara-menyampaikan-feedback","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-feedback-dan-cara-menyampaikan-feedback\/","title":{"rendered":"Pengertian Feedback, Fungsi, dan Cara Menyampaikan Feedback"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian tak asing lagi dong ya dengan istilah <em>feedback<\/em>? Sebenarnya <em>feedback <\/em>itu apa sih? Sederhananya, <em>feedback <\/em>adalah informasi yang diberikan untuk menilai aktivitas seseorang. Tak perlu lama-lama, simak sampai tuntas yuk <strong>Pengertian Feedback, Fungsi, dan Cara Menyampaikan Feedback<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Feedback<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dapat dipahami bahwa arti <em>feedback <\/em>adalah memberi kembali atau dapat juga disebut umpan balik.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah <em>feedback <\/em>banyak kok ditemukan dan digunakan dalam komunikasi keseharian kita. Kita juga sering kan menemukan suatu bisnis meminta <em>feedback <\/em>dari pelanggan terkait produk atau layanan mereka. Tujuannya ya agar bisnis ini dapat melihat kekuatan atau kelemahan layanan mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, dapat dipahami bahwa <em>feedback <\/em>adalah informasi yang diberikan kepada seseorang atas kinerja atau pencapaian yang telah dilaksanakan. Informasi tersebut dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan. Bentuknya dapat berupa tanggapan, saran, penilaian, maupun komentar di <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sosial media<\/a> atau website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Feedback<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada penjelasan dari fungsi feedback:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Untuk Meningkatkan Kelebihan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fungsi <em>feedback <\/em>yang pertama adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan kelebihan. Umumnya dilakukan ketika pelanggan merasa puas menggunakan suatu produk atau layanan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Feedback <\/em>seperti ini umumnya berupa pujian atau kepuasan pengguna terhadap produk atau layanan yang mereka gunakan. Biasanya, <em>feedback <\/em>seperti ini dibutuhkan oleh suatu bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya untuk memastikan apakah <em><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-minimum-viable-product-mvp\/\">minimum viable product<\/a><\/em> sudah dapat menjawab kebutuhan pelanggan. Dengan begitu, bisnis dapat meningkatkan kualitas produk berdasarkan <em>feedback <\/em>dari pengguna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Untuk Memperbaiki Kekurangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fungsi feedback selanjutnya adalah untuk mendorong seseorang melakukan perubahan. Biasanya, <em>feedback <\/em>ini disampaikan dengan tujuan agar seseorang bisa memperbaiki kekurangannya. Contoh <em>feedback <\/em>ini adalah seorang atasan yang mendapati kinerja anggotanya menurun. Nah, atasan biasanya akan memberikan <em>feedback <\/em>berupa saran perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Untuk Memperkuat Hubungan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam komunikasi, <em>feedback <\/em>berperan penting untuk menjaga dan memperkuat suatu hubungan. Baik itu antarindividu, kelompok bahkan suatu bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian mengembangkan produk bisnis maka <em>feedback <\/em>dari pelanggan adalah hal yang sangat dibutuhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sering meminta <em>feedback <\/em>dari pelanggan maka itu menunjukkan bahwa kalian memang peduli terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Dapat dikatakan bahwa tindakan ini adalah modal untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Untuk Membangun Prospek&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Feedback <\/em>juga berfungsi untuk membangun prospek. Tujuannya agar dapat menjangkau calon pelanggan yang ideal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika calon pelanggan berkunjung ke website untuk mencari sebuah produk atau layanan tapi tidak menemukan jenis produk atau layanan yang sesuai kebutuhan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, kalian dapat meminta <em>feedback <\/em>dari calon pelanggan yang sedang berada pada website kalian. Nah, <em>feedback <\/em>dan data inilah yang dapat digunakan untuk memahami calon <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/6-cara-mempersonalisasi-perjalanan-pelanggan-ecommerce-untuk-returns-yang-lebih-baik\/\">pelanggan<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Feedback<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada banyak jenis <em>feedback <\/em>yang perlu diketahui:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Zero Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Zero feedback<\/em> adalah jenis umpan balik yang terjadi tanpa tujuan yang jelas. Jenis <em>feedback <\/em>ini tidak diketahui penyebabnya bahkan tidak memberi informasi yang jelas. Contohnya nih, saat kalian sedang berbicara serius dengan kawan kalian lalu kawan kalian menertawakan kalian tanpa sebab yang lucu. Akibatnya, kalian tak tahu apa maksud dari <em>feedback <\/em>yang kalian terima.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Netral Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Netral feedback<\/em> adalah informasi umpan balik yang bersifat tidak memihak. Artinya, pemberi <em>feedback <\/em>tidak menunjukkan sikap setuju atau penolakan terhadap suatu kondisi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Netral feedback<\/em> ini sebenarnya dianggap buruk sebab <em>feedback <\/em>ini tidak memberikan informasi secara jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, sebagai koordinator lapangan suatu event, kalian harus memberi <em>feedback <\/em>kepada tim. Saat memberikan <em>feedback<\/em>, kalian sama sekali tidak menunjukkan secara jelas apakah kalian puas atau tidak puas terkait kinerja tim kalian. Akibatnya, tim pun tidak memahami dengan baik informasi yang kalian sampaikan. Akibat terburuk? Ya tim kalian tidak tahu harus melakukan apa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Negative Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Negative feedback<\/em> adalah salah satu jenis <em>feedback <\/em>yang bersifat keluhan atau kekecewaan. <em>Feedback <\/em>ini biasanya diberikan setelah mendapatkan pengalaman yang buruk.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Positive Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Positive feedback<\/em> adalah umpan balik yang bersifat pujian atau apresiasi. Biasanya, jenis <em>feedback <\/em>ini diberikan kepada seseorang atas pencapaian atau keberhasilannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya,<em> positive feedback<\/em> disampaikan untuk mengapresiasi. Tujuannya agar penerima <em>feedback <\/em>dapat secara konsisten memberikan kinerja yang terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kalian selalu menjadi mahasiswa yang tidak pernah telat untuk datang kuliah. Dengan begitu, kawan-kawan kalian dapat memberikan <em>positive feedback<\/em> kepada kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Constructive Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Constructive feedback<\/em> adalah umpan balik yang disampaikan dengan tujuan membangun. Biasanya <em>feedback <\/em>ini disampaikan ketika ingin mendorong seseorang memperbaiki kekurangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya nih, seorang atasan yang mendapati kinerja anggotanya menurun. Untuk membantu memperbaikinya, atasan dapat memberikan penilaiannya sekaligus memberikan saran perbaikan. Nah, penilaian inilah yang disebut dengan <em>constructive feedback<\/em>.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Destructive Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Destructive feedback<\/em> adalah jenis umpan balik yang sebaiknya tidak kalian sampaikan. Sesuai namanya, jenis <em>feedback <\/em>ini memiliki dampak yang dapat merusak jika disampaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Destructive feedback<\/em> biasanya berisi informasi dan cara penyampaian yang negatif. Dapat berupa kesalahan atau kekurangan seseorang. Biasanya disampaikan dalam kondisi marah atau terlalu emosional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu akibat dari<em> destructive feedback<\/em> adalah informasi yang disampaikan akan diterima secara buruk oleh penerima <em>feedback<\/em>. Bahkan, dapat memberikan dampak yang buruk bagi penerima, seperti kehilangan kepercayaan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Internal Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Internal feedback<\/em> adalah jenis umpan balik yang datang dari dalam diri sendiri. <em>Feedback <\/em>jenis ini dapat terjadi karena adanya kesadaran terhadap diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, kalian pernah berada dalam kondisi sedang berbicara lalu tetiba merasa bahwa apa yang kalian sampaikan itu salah. Kalian pun meminta maaf dan memperbaiki ucapan kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. External Feedback<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jadi, e<em>xternal feedback<\/em> adalah lawan dari <em>internal feedback<\/em>. <em>External feedback <\/em>merupakan jenis umpan balik yang datangnya dari orang lain terhadap kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, e<em>xternal feedback<\/em> biasa berisi informasi berupa tanggapan, penilaian, atau respon terhadap tindakan atau kinerja kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi <em>external feedback<\/em> dapat disampaikan secara langsung maupun tidak langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh <em>feedback external<\/em> yang diterima secara langsung yaitu, saat suatu perusahaan meminta pelanggan memberikan penilaian terhadap produknya. Biasanya ini dilakukan untuk menganalisis kekuatan atau kelemahan produk. Selain itu, dapat menjadi cara meningkatkan <em>engagement <\/em>dengan pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan contoh <em>feedback external<\/em> secara tak langsung yaitu, ketika pelanggan memberikan pengalamannya menggunakan produk tanpa diminta sama sekali. Biasanya jenis <em>feedback <\/em>ini dapat ditemukan pada kolom komentar sosial media atau melalui website perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5 Tips Cara Menyampaikan Feedback<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini tips cara menyampaikan <em>feedback <\/em>yang bisa diterapkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Sampaikan feedback secara spesifik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Feedback <\/em>adalah informasi yang penting untuk disampaikan. Oleh karena itu, perlu menyampaikannya secara spesifik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya adalah agar penerima <em>feedback <\/em>dapat dengan mudah memahami maksud kalian. Dengan begitu, penerima <em>feedback <\/em>dapat melakukan hal yang sesuai dengan <em>feedback <\/em>yang disampaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara agar <em>feedback <\/em>yang disampaikan dapat lebih spesifik maka perlu untuk memahami kembali inti dan tujuan dari <em>feedback <\/em>kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Sampaikan secara objektif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian perlu menyampaikannya secara objektif dalam memberikan <em>feedback<\/em>. Sebabnya adalah penilaian yang diberikan sebaiknya didukung oleh beberapa sudut pandang dan memiliki landasan yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, kalian mendapati karyawan yang sering telat ke kantor. Kalian mengetahui itu, baik melalui laporan dari karyawan lain maupun secara langsung. Akibatnya, kalian merasa kecewa dengan tindakannya. Mungkin saja kalian dapat dipengaruhi oleh suatu pandangan atau pendapat orang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sebaiknya kalian tak terlalu buru-buru menyampaikan <em>feedback<\/em>. Yang perlu dilakukan adalah mengambil penilaian dari beberapa sudut pandang. Dengan begitu akan punya penilaian yang objektif dan <em>feedback <\/em>yang diberikan pun lebih sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Lakukan secara tertutup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada kalanya perlu menyampaikan <em>feedback <\/em>secara tertutup, loh. Utamanya sih jika <em>feedback <\/em>yang disampaikan berupa <em>negative feedback<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, seorang atasan bisa mengajak anggotanya untuk&nbsp; melakukan pertemuan 1 on 1 agar dapat memberi <em>feedback <\/em>tanpa membuat anggotanya merasa dipermalukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Berikan feedback yang membangun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Memberikan <em>positive feedback<\/em> ataupun<em> negative feedback<\/em> kepada seseorang adalah hal yang wajar. FYI, kita perlu tahu dampak atas <em>feedback <\/em>yang kita berikan, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, <em>feedback <\/em>yang diberikan sebaiknya yang bersifat membangun. Caranya, pastikan <em>feedback <\/em>yang diberikan disertai saran perbaikan. Dengan begitu, penerima <em>feedback <\/em>dapat dengan mudah memahami kekurangannya sehingga bisa terdorong untuk melakukan perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika memberi <em>feedback <\/em>negatif secara berlebihan kepada seseorang maka bisa saja mereka akan merasa jatuh dan kecewa terhadap diri mereka sendiri. Akibatnya, perubahan lebih baik yang diharapkan justru akan menjadi semakin buruk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Fokus pada permasalahan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika tujuan memberikan <em>feedback <\/em>adalah untuk mendorong perubahan maka hal yang sebaiknya dilakukan adalah fokus pada permasalahan yang ingin diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya adalah dapat menyampaikan <em>feedback <\/em>dengan menguraikan permasalahannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi gimana, udah tahu kan cara memberikan <em>feedback <\/em>dengan cara yang tepat? Dengan <em>feedback<\/em>, kalian dapat menerima atau memberikan penilaian baik atau buruk atas suatu pengalaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian tak asing lagi dong ya dengan istilah feedback? Sebenarnya feedback itu apa sih? Sederhananya, feedback adalah informasi yang diberikan untuk menilai aktivitas seseorang. Tak perlu lama-lama, simak sampai tuntas yuk Pengertian Feedback, Fungsi, dan Cara Menyampaikan Feedback Pengertian Feedback Dapat dipahami bahwa arti feedback adalah memberi kembali atau dapat juga disebut umpan balik. Istilah &#8230; <a title=\"Pengertian Feedback, Fungsi, dan Cara Menyampaikan Feedback\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-feedback-dan-cara-menyampaikan-feedback\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Feedback, Fungsi, dan Cara Menyampaikan Feedback\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12782,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,4090,4091,7,4092,4093,4089],"class_list":["post-12771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-feedback-adalah","tag-fungsi-feedback","tag-hosting-murah","tag-jenis-feedback","tag-menyampaikan-feedback","tag-pengertian-feedback","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12771"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12783,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12771\/revisions\/12783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}