{"id":12721,"date":"2022-12-07T09:06:00","date_gmt":"2022-12-07T02:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=12721"},"modified":"2022-11-30T08:52:20","modified_gmt":"2022-11-30T01:52:20","slug":"pengertian-fqdn-contoh-dan-cara-melihatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-fqdn-contoh-dan-cara-melihatnya\/","title":{"rendered":"Pengertian FQDN, Contoh, dan Cara Melihatnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada yang masih belum kenalan dengan FQDN? Atau justru baru dengar perdana ini tentang FQDN? Tenang, kali ini kami akan menjelaskan terkait FQDN dengan contoh beserta cara untuk melihatnya. Tak perlu lama-lama, simak ya <strong>Pengertian FQDN, Contoh, dan Cara Melihatnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu FQDN?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>FQDN adalah singkatan dari <em>fully-qualified domain name<\/em>, yaitu nama domain lengkap yang terdiri dari <em>hostname <\/em>dan nama domain. Pada dasarnya, FQDN sama dengan domain, yang bisa ditetapkan ke alamat IP tertentu dan berfungsi untuk menentukan lokasi tepat komputer atau host pada <em>Domain Name System<\/em> (DNS).<\/p>\n\n\n\n<p><em>Fully qualified domain name<\/em> (FQDN) adalah bagian dari <em>Uniform Resource Locator <\/em>(URL). Seperti namanya, ini adalah nama lengkap entitas dalam <em>framework <\/em>internet, termasuk host dan komputer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh FQDN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Fully qualified domain name<\/em>, dikenal juga sebagai nama domain absolut, yang mana menentukan semua tingkat domain yang ditulis dalam format <strong>hostname.domain.tld<\/strong>. Misalnya, server email yahoo.com akan menjadi <strong>mail.yahoo.com<\/strong>. Contoh lainnya adalah<strong> <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.wordpress.org<\/a><\/strong> dan <strong>news.bbc.co.uk<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita simak penjelasan dari setiap elemen pada hierarki FQDN:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Hostname<\/strong>. Ini adalah label yang ditetapkan ke layanan server yang tersedia pada jaringan. Server DNS menggunakan <em>hostname <\/em>untuk membuat alamat IP yang mudah diingat. Contoh <em>hostname <\/em>adalah \u201c<strong>www<\/strong>\u201d di www.jetorbit.com dan \u201c<strong>en<\/strong>\u201d di <strong>en.wikipedia.org<\/strong>.<\/li><li><strong>Subdomain<\/strong>. Bagian ini terletak di sisi kiri domain tingkat kedua (<em>second-level<\/em>) dan terkadang menunjukkan bagian dari domain yang lebih besar. Misalnya, <strong>support.jetorbit.com <\/strong>adalah bagian dari jetorbit.com, dan kata \u201csupport\u201d adalah subdomainnya. Eitss, ingat ya, tidak semua domain memiliki elemen ini.<\/li><li><strong>Nama domain<\/strong>. Terdiri dari domain tingkat kedua dan tingkat atas\/<em>top-level domain <\/em>(TLD). Misalnya, di jetorbit.com, \u201cjetorbit\u201d adalah domain tingkat kedua, dan \u201c.com\u201d adalah TLD.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Oia, panjang maksimum <em>hostname <\/em>dan <em>fully qualified domain name<\/em> adalah <strong>63 byte per label <\/strong>dan <strong>255 byte per FQDN<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>FYI! <\/strong>FQDN butuh tanda titik di ujung sisi kanan untuk menunjukkan akhir nama, misalnya www.jetorbit.com. Namun, web browser saat ini sudah otomatis menganggap ada tanda titik tersebut untuk memastikan domain yang diakses merupakan FQDN.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu PQDN?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti FQDN,<em> Partially Qualified Domain Name<\/em> (PQDN) juga menunjukkan alamat web tapi hanya menyertakan <em>hostname <\/em>atau nama domainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya sih, <em>developer <\/em>website mengkonfigurasi DNS website yang dikelolanya agar mengarahkan pengunjung ke halaman yang sama saat mengetik FQDN maupun PQDN.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kalau mengetik <strong>jetorbit.com <\/strong>atau <strong>www.jetorbit.com<\/strong>, halaman yang akan terbuka adalah <strong>https:\/\/www.jetorbit.com\/<\/strong> yang merupakan URL beranda kami. PQDN biasanya lebih disukai karena lebih pendek sehingga bisa membantu pengunjung menemukan website dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Menggunakan FQDN?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di bawah ini beberapa skenario kapan FQDN harus digunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Mendapatkan sertifikat SSL.<\/strong> <em>Secure sockets layer <\/em>(SSL) adalah sistem keamanan yang melindungi koneksi antara web server dan browser. Sertifikat SSL harus diterbitkan untuk FQDN sehingga kalian mungkin tidak bisa menggunakan layanan SSL dengan benar tanpa sertifikat tersebut.<\/li><li><strong>Menghubungkan ke host jarak jauh (<em>remote<\/em>).<\/strong> Kalian bisa membuat <em>host <\/em>jarak jauh atau <em>virtual machine<\/em> dengan mengakses FQDN apapun, yang memungkinkan DNS untuk melihat tabel DNS-nya dan menemukan servernya. Jika hanya menggunakan <em>hostname <\/em>untuk terhubung ke server, aplikasi kalian mungkin tidak bisa membuat <em>hostname<\/em>.<\/li><li><strong>Mengakses layanan atau protokol domain tertentu.<\/strong> Umumnya, aktivitas yang melibatkan transfer informasi melalui jaringan akan melibatkan DNS, termasuk akses FQDN. Contohnya adalah ketika terhubung ke <em>File Transfer Protocol<\/em> (FTP) atau server email.<\/li><li><strong>Migrasi ke server baru. <\/strong>Jika ingin memigrasikan layanan ke server dengan alamat IP yang berbeda, sebaiknya gunakan FQDN, bukan alamat IP. Penggunaan FQDN memungkinkan mengubah DNS <em>record <\/em>dan meminimalkan <em>down-time<\/em> akibat perubahan alamat IP.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Melihat FQDN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, bagi kalian selaku <em>user <\/em>Windows, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menemukan FQDN di desktop:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Buka <strong>Start Menu<\/strong> dan ketikkan \u201c<strong>device name<\/strong>\u201c. Klik menu <strong>View Your PC Name<\/strong> (lihat Nama PC kalian).<\/li><li>Pilih <strong>Advanced system settings<\/strong> dan akan melihat bagian <strong>Full Computer Name<\/strong>. Di bagian inilah kalian bisa melihat FQDN komputer.<\/li><\/ol>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"741\" height=\"838\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-1.png\" alt=\"pengertian fqdn\" class=\"wp-image-12722\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Atau, gunakan <em>command <\/em>sederhana dengan mengklik kanan <strong>Start Menu<\/strong> dan memilih <strong>Windows Termina<\/strong>l. Lalu, masukkan command ipconfig \/all untuk menampilkan konfigurasi lengkap IP Windows, termasuk hostname, primary DNS suffix, dan connection-specific DNS suffix.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"417\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-2.png\" alt=\"pengertian fqdn\" class=\"wp-image-12723\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Untuk <em>user <\/em>macOS, klik ikon <strong>System Preferences<\/strong> di <strong>Dock <\/strong>atau buka menu Apple di kiri atas, pilih <strong>System Preferences<\/strong>, dan pilih <strong>Sharing<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bagian atas, kalian akan melihat FQDN dan akhiran DNS koneksi yang saat ini terhubung di bawah bagian <strong>Computer Name<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan bagi <em>user <\/em>Linux, kalian bisa menemukan FQDN dengan memasukkan command line hostname \u2013fqdn di <strong>Terminal<\/strong>. Untuk membuka Terminal, tekan <strong>CTRL + ALT + T <\/strong>atau cari dengan mengklik ikon Dash, ketik \u201c<strong>terminal<\/strong>\u201d di kolom pencarian lalu pilih aplikasi Terminal.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"452\" height=\"282\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Pengertian-FQDN-3.png\" alt=\"pengertian fqdn\" class=\"wp-image-12724\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Yeayy, akhirnya sekarang sudah tahu kan bahwa FQDN adalah singkatan dari <em>Fully Qualified Domain Name<\/em>. Oia, selain FQDN, ada juga PQDN yang hanya terdiri dari hostname atau nama domain: <em>second-level domain<\/em> dan TLD. PQDN bisa membantu orang-orang mengingat alamat dengan lebih cepat karena lebih pendek<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang masih belum kenalan dengan FQDN? Atau justru baru dengar perdana ini tentang FQDN? Tenang, kali ini kami akan menjelaskan terkait FQDN dengan contoh beserta cara untuk melihatnya. Tak perlu lama-lama, simak ya Pengertian FQDN, Contoh, dan Cara Melihatnya Apa Itu FQDN? FQDN adalah singkatan dari fully-qualified domain name, yaitu nama domain lengkap yang &#8230; <a title=\"Pengertian FQDN, Contoh, dan Cara Melihatnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-fqdn-contoh-dan-cara-melihatnya\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian FQDN, Contoh, dan Cara Melihatnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12743,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[4066,4069,4071,4068,283,4067,7,4070],"class_list":["post-12721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-fqdn","tag-apa-itu-pqdn","tag-cara-melihat-fqdn","tag-contoh-fqdn","tag-domain-murah","tag-fqdn-adalah","tag-hosting-murah","tag-menggunakan-fqdn","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12721"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12725,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12721\/revisions\/12725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}